<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882</id><updated>2012-01-12T01:19:58.087-08:00</updated><title type='text'>atmosfer kata-kata</title><subtitle type='html'>..seperti udara yang kita hirup, manusia survive dengan berkata-kata</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-8214035971710598688</id><published>2011-08-19T00:09:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T00:12:04.401-07:00</updated><title type='text'>1001 Mukjizat Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ZNcD-gqU44s/Tk4MvFE-TKI/AAAAAAAAAPw/DfpzN8qM9hE/s1600/read%2Bquran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZNcD-gqU44s/Tk4MvFE-TKI/AAAAAAAAAPw/DfpzN8qM9hE/s320/read%2Bquran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642461386098232482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Quran, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbitnya atau garis edarnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS Al-Anbiyaa: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu: "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (QS Yasin :38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Quran ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu kilometer per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, seperti komet Halley juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini dinyatakan dalam Al Quran sebagai berikut: "Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (QS Adz-Dzaariyat: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sekitar 200 miliar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama jutaan tahun masing-masing seolah 'berenang' sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, pencipta seluruh sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Quran diturunkan manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer. Tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa 'dipenuhi lintasan dan garis edar' sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Quran yang diturunkan pada saat itu: karena Al Quran adalah firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Courtesy : Republika&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-8214035971710598688?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/8214035971710598688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=8214035971710598688' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8214035971710598688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8214035971710598688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2011/08/1001-mukjizat-al-quran.html' title='1001 Mukjizat Al-Quran'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZNcD-gqU44s/Tk4MvFE-TKI/AAAAAAAAAPw/DfpzN8qM9hE/s72-c/read%2Bquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-6191009835414868240</id><published>2011-08-16T01:16:00.000-07:00</published><updated>2011-08-16T02:50:21.859-07:00</updated><title type='text'>Light That Never Goes Out - simply great words</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-U6eIO39r7JI/Tkon_Otw1JI/AAAAAAAAAPg/GuNbpIhdRd8/s1600/moz.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 265px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-U6eIO39r7JI/Tkon_Otw1JI/AAAAAAAAAPg/GuNbpIhdRd8/s320/moz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641365450470249618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take me out tonight&lt;br /&gt;Where there's music and there's people&lt;br /&gt;And they're young and alive&lt;br /&gt;Driving in your car, I never, never want to go home&lt;br /&gt;Because I haven't got one anymore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take me out tonight&lt;br /&gt;Because I want to see people, and I want to see light&lt;br /&gt;Driving in your car, oh, please don't drop me home&lt;br /&gt;Because it's not my home, it's their home&lt;br /&gt;And I'm welcome no more&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if a double decker bus crashes into us&lt;br /&gt;To die by your side is such a heavenly way to die&lt;br /&gt;And if a ten ton truck kills the both of us&lt;br /&gt;To die by your side&lt;br /&gt;Well, the pleasure, the priveledge is mine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take me out tonight&lt;br /&gt;Take me anywhere, I don't care, I don't care, I don't care&lt;br /&gt;And in a darkened under-pass&lt;br /&gt;I thought, oh God, my chance has come at last&lt;br /&gt;But then a strange fear gripped me, and I just couldn't ask&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take me out tonight&lt;br /&gt;Oh, take me anywhere, I don't care, I don't care, I don't care&lt;br /&gt;Driving in your car, I never, never want to go home&lt;br /&gt;Because I haven't got one, oh, I haven't got one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if a double decker bus crashes into us&lt;br /&gt;To die by your side is such a heavenly way to die&lt;br /&gt;And if a ten ton truck kills the both of us&lt;br /&gt;To die by your side&lt;br /&gt;Well, the pleasure, the priveledge is mine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, there is a light, and it never goes out&lt;br /&gt;There is a light, and it never goes out..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-6191009835414868240?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/6191009835414868240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=6191009835414868240' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6191009835414868240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6191009835414868240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2011/08/lights-that-never-goes-out-simply-great.html' title='Light That Never Goes Out - simply great words'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-U6eIO39r7JI/Tkon_Otw1JI/AAAAAAAAAPg/GuNbpIhdRd8/s72-c/moz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-2839384045520973340</id><published>2011-03-08T19:05:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T19:07:42.991-08:00</updated><title type='text'>" Robohnya Surau Kami " Karya A.A Navis ...  Sesuatu yg perlu direnungkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WRGUNBd5S8g/TXbu4I0pj7I/AAAAAAAAAMQ/twNzYHCIZRw/s1600/aa.navis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 279px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WRGUNBd5S8g/TXbu4I0pj7I/AAAAAAAAAMQ/twNzYHCIZRw/s320/aa.navis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581911436380704690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ROBOHNYA SURAU KAMI&lt;br /&gt;Cerpen (Alm.) A.A Navis&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan itu nanti akan Tuan temui sebuah surau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaanya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.&lt;br /&gt;Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemunggahan ikan mas dari kolam itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah meminta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum. Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. Ia sudah meninggal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan tinggallah surau itu tanpa penjaganya. Hingga anak-anak menggunakannya sebagai tempat bermain, memainkan segala apa yang disukai mereka. Perempuan yang kehabisan kayu bakar, sering suka mencopoti papan dinding atau lantai di malam hari. Jika Tuan datang sekarang, hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Dan kerobohan itu kian cepat berlangsungnya. Secepat anak-anak berlari di dalamnya, secepat perempuan mencopoti pekayuannya. Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia sekarang, yang tak hendak memelihara apa yang tidak dijaga lagi. Dan biang keladi dari kerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disangkal kebenarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beginilah kisahnya. Sekali hari aku datang pula mengupah kepada Kakek. Biasanya Kakek gembiri menerimaku, karena aku suka memberinya uang. Tapi sekali ini Kakek begitu muram. Di sudut benar ia duduk dengan lututnya menegak menopang tangan dan dagunya. Pandangannya sayu ke depan, seolah-olah ada sesuatu yang mengamuk pikirannya. Sebuah belek susu yang berisi minyak kelapa, sebuah asahan halus, kulit sol panjang, dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek. Tidak pernah aku melihat Kakek begitu durja dan belum pernah salamku tak disahutinya seperti saat itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian aku duduk di sampingnya dan aku jamah pisau itu. Dan aku tanya Kakek,&lt;br /&gt;"Pisau siapa, Kek?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ajo Sidi."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ajo Sidi?" Kakek tak menyahut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka aku ingat Ajo Sidi, si pembual itu. Sudah lama aku tak ketemu dia. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Aku senang mendengar bualannya yang aneh-aneh sepanjang hari. Tapi ini jarang terjadi karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sebagai pembual, sukses terbesar baginya ialah karena semua pelaku-pelaku yang diceritakannya menjadi model orang untuk diejek dan ceritanya menjadi pameo akhirnya. Ada-ada saja orang-orang di sekitar kampungku yang cocok dengan watak pelaku-pelaku ceritanya. Ketika sekali ia menceritakan bagaimana sifat seekor katak, dan kebetulan ada pula seorang yang ketagihan jadi pemimpin berkelakuan seperti katak itu, maka untuk selanjutnya pemimpin tersebut kami sebutkan pemimpin katak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apakah Ajo &lt;br /&gt;Sidi telah membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan itukah yang mendurjakan Kakek? Aku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ingin tahu. Lalu aku tanya Kakek lagi,&lt;br /&gt;"Apa ceritanya, Kek?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Siapa?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ajo Sidi."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kurang ajar dia." Kakek menjawab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kenapa?" "Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam ini, menggoroh&lt;br /&gt;tenggoroknya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kakek marah?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Marah? Ya, kalau aku masih muda, tapi aku sudah tua. Orang tua menahan ragam. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Takut aku kalau imanku rusak karenanya, ibadatku rusak karenanya. Sudah begitu lama aku berbuat baik, beribadat, bertawakal kepada Tuhan. Sudah begitu lama aku menyerahkan diriku kepada-Nya. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingin tahuku dengan cerita Ajo Sidi yang memurungkan Kakek jadi memuncak. Aku&lt;br /&gt;tanya lagi Kakek:&lt;br /&gt;"Bagaimana katanya, Kek?" Tapi Kakek diam saja. Berat hatinya bercerita barangkali.&lt;br /&gt;Karena aku telah berulang-ulang bertanya, lalu ia yang bertanya padaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kau kenal padaku, bukan? Sedari kecil aku sudah di sini. Sedari mudaku, bukan? Kau tahu apa yang kulakukan semua, bukan? Terkutukkah perbuatanku? Dikutuki Tuhankah semua pekerjaanku?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi aku tak perlu menjawabnya lagi. Sebab aku tahu, kalau Kakek sudah membuka&lt;br /&gt;mulutnya, di takkan diam lagi. Aku biarkan Kakek dengan pertanyaanya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sedari mudaku aku di sini, bukan? Tak kuingat punya istri, punya anak, punya keluarga seperti orang-orang lain, tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. Aku tak ingin cari kaya, bikin rumah. Segala kehidupanku, lahir batin, kuserahkan kepada Allah Subhanahu wata'ala. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Lalat seekor enggan aku membunuhnya. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Umpan neraka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan, sangkamu? Akan dikutukinya aku kalau selama hidupku aku mengabdi kepada- Nya? Tak Kupikirkan hari esokku, karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umat-Nya yang tawakal. Aku bangun pagi-pagi. Aku bersuci. Aku pukul beduk membangunkan manusia dari tidurnya, supaya bersujud kepada-Nya. Aku sembahyang setiap waktu. Aku puji-puji Dia. Aku baca Kitab-Nya. Alhamdulillah kataku bila aku menerima karunia-Nya. Astagfirullah kataku bila aku terkejut. Masya-Allah, kataku bila aku kagum. Apalah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk." Ketika Kakek terdiam agak lama, aku menyelakan tanyaku,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ia katakan Kakek begitu, Kek?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ia tak mengatakan aku terkutuk. Tapi begitulah kira-kiranya."&lt;br /&gt;Dan aku melihat mata Kakek berlinang. Aku jadi belas kepadanya. Dalam hatiku aku mengumpati Ajo Sidi. Tapi aku lebih ingin mengetahui apa ceritanya Ajo Sidi yang begitu memukuli hati Kakek.&lt;br /&gt;Dan ingin tahuku menjadikan aku nyinyir bertanya. Dan akhirnya Kakek bercerita juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Pada suatu waktu,” kata Ajo Sidi memulai, “di akhirat, Tuhan Allah memeriksa orang- orang yang sudah berpulang. Para malaikat bertugas di samping-Nya. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. Begitu banyaknya orang yang diperiksa. Maklumlah di mana-mana ada perang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan di antara orang-orang yang diperiksa itu ada seorang yang di dunia dinamai Haji Saleh. Haji Saleh itu tersenyum-senyum saja, karena ia sudah begitu yakin akan dimasukkan ke surga. Kedua tangannya ditopangkan di pinggang sambil membusungkan dada dan menekurkan kepala ke kuduk. Ketika dilihatnya orang-orang yang masuk neraka, bibirnya menyunggingkan senyum ejekan. Dan ketika ia melihat orang yang masuk surga, ia melambaikan tangannya, seolah hendak mengatakan “selamat ketemu nanti”. Bagai tak habis- habisnya orang yang berantri begitu panjangnya. Susut di muka, bertambah yang di belakang. Dan Tuhan memeriksa dengan segala sifat-Nya. Akhirnya sampailah giliran Haji Saleh. Sambil tersenyum bangga ia menyembah Tuhan. Lalu Tuhan mengajukan pertanyaan pertama.&lt;br /&gt;"Engkau?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku Saleh. Tapi karena aku sudah ke Mekah, Haji Saleh namaku."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku tidak tanya nama. Nama bagiku tak perlu. Nama hanya buat engkau di dunia."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya, Tuhanku."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Apa kerjamu di dunia?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku menyembah Engkau selalu, Tuhanku."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Setiap hari, setiap malam, bahkan setiap masa aku menyebut-nyebut nama-Mu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Segala tegah-Mu, kuhentikan, Tuhanku. Tak pernah aku berbuat jahat, walaupun dunia&lt;br /&gt;seluruhnya penuh oleh dosa-dosa yang dihumbalangkan iblis laknat itu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya, Tuhanku, tak ada pekerjaanku selain daripada beribadat menyembah-Mu, menyebut-nyebut nama-Mu. Bahkan dalam kasih-Mu, ketika aku sakit, nama-Mu menjadi buah bibirku juga. Dan aku selalu berdoa, mendoakan kemurahan hati-Mu untuk menginsafkan umat-Mu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Haji Saleh tak dapat menjawab lagi. Ia telah menceritakan segala yang ia kerjakan. Tapi ia insaf, bahwa pertanyaan Tuhan bukan asal bertanya saja, tentu ada lagi yang belum dikatakannya. Tapi menurut pendapatnya, ia telah menceritakan segalanya. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. Ia termenung dan menekurkan kepalanya. Api neraka tiba-tiba menghawakan kehangatannya ke tubuh Haji Saleh. Dan ia menangis. Tapi setiap air matanya mengalir, diisap kering oleh hawa panas neraka itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lain lagi?" tanya Tuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sudah hamba-Mu ceritakan semuanya, o, Tuhan yang Mahabesar, lagi Pengasih dan&lt;br /&gt;Penyayang, Adil dan Mahatahu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Haji Saleh yang sudah kuyu mencobakan siasat merendahkan diri dan memuji Tuhan dengan pengharapan semoga Tuhan bisa berbuat lembut terhadapnya dan tidak salah tanya kepadanya. Tapi Tuhan bertanya lagi: "Tak ada lagi?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"O, o, ooo, anu Tuhanku. Aku selalu membaca Kitab-Mu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sudah kuceritakan semuanya, o, Tuhanku. Tapi kalau ada yang aku lupa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;mengatakannya, aku pun bersyukur karena Engkaulah yang Mahatahu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sungguh tidak ada lagi yang kaukerjakan di dunia selain yang kauceritakan tadi?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya, itulah semuanya, Tuhanku."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Masuk kamu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan malaikat dengan sigapnya menjewer Haji Saleh ke neraka. Haji Saleh tidak mengerti kenapa ia dibawa ke neraka. Ia tak mengerti yang dikehendaki Tuhan daripadanya dan ia percaya Tuhan tidak silap. Alangkah tercenggangnya Haji Saleh, karena di neraka itu banyak teman-temannya di dunia terpanggang hangus, merintih kesakitan. Dan ia tambah tak mengerti lagi dengan keadaan dirinya, karena semua orang-orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadatnya dari dia sendiri. Bahkan ada salah seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar syekh pula.&lt;br /&gt;Lalu Haji Saleh mendekati mereka, dan bertanya kenapa mereka dinerakakan semuanya. Tapi sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun, tak mengerti juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bagaimana Tuhan kita ini?" kata Haji Saleh kemudian,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Bukankah kita disuruhnya-Nya taat beribadat, teguh beriman? Dan itu semua sudah&lt;br /&gt;kita kerjakan selama hidup kita. Tapi kini kita dimasukkan-Nya ke neraka.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya, kami juga heran. Tengoklah itu orang-orang se-negeri dengan kita semua, dan tak kurang ketaatannya beribadat.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ini sungguh tidak adil.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Memang tidak adil,” kata orang-orang itu mengulangi ucapan Haji Saleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalau begitu, kita harus minta kesaksian atas kesalahan kita.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kita harus mengingatkan Tuhan, kalau-kalau Ia silap memasukkan kita ke neraka ini.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Benar. Benar. Benar.” Sorakan yang lain membenarkan Haji Saleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalau Tuhan tak mau mengakui kesilapan-Nya, bagaimana?” suatu suara melengking&lt;br /&gt;di dalam kelompok orang banyak itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kita protes. Kita resolusikan,” kata Haji Saleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Apa kita revolusikan juga?” tanya suara lain, yang rupanya di dunia menjadi pemimpin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;gerakan revolusioner.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Itu tergantung pada keadaan,” kata Haji Saleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Yang penting sekarang, mari kita berdemontrasi menghadap Tuhan.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Cocok sekali. Di dunia dulu dengan demontrasi saja banyak yang kita peroleh,” sebuah&lt;br /&gt;suara menyela.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Setuju. Setuju. Setuju.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mereka bersorak beramai-ramai. Lalu mereka berangkatlah bersama-sama menghadap&lt;br /&gt;Tuhan. Dan Tuhan bertanya. “Kalian mau apa?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara&lt;br /&gt;menggeletar dan berirama indah, ia memulai pidatonya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain- lainnya. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalian di dunia tinggal di mana?” tanya Tuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“O, di negeri yang tanahnya subur itu?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya, benarlah itu, Tuhanku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tanahnya yang mahakaya-raya, penuh oleh logam, minyak dan berbagai bahan&lt;br /&gt;tambang lainnya bukan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Benar. Benar. Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami.” Mereka mulai menjawab&lt;br /&gt;serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Dan yakinlah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kepada mereka itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Di negeri, di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Negeri yang lama diperbudak orang lain?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah itu, Tuhanku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya, dan diangkutnya ke negerinya,&lt;br /&gt;bukan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Benar, Tuhanku. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang&lt;br /&gt;hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Engkau rela tetap melarat, bukan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Benar. Kami rela sekali, Tuhanku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu&lt;br /&gt;mereka hafal di luar kepala.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Ada, Tuhanku.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka. Hai, Malaikat, halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua jadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diredhai Allah di dunia. Tapi Haji Saleh ingin juga kepastian apakah yang dikerjakannya di dunia itu salah atau benar.&lt;br /&gt;Tapi ia tak berani bertanya kepada Tuhan. Ia bertanya saja pada malaikat yang mengiring mereka itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami menyembah Tuhan di dunia?" tanya Haji&lt;br /&gt;Saleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikit pun."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;...Demikian cerita Ajo Sidi yang kudengar dari Kakek. Cerita yang memurungkan Kakek.&lt;br /&gt;Dan besoknya, ketika aku mau turun rumah pagi-pagi, istriku berkata apa aku tak pergi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;menjenguk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Siapa yang meninggal?" tanyaku kaget.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kakek."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kakek?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya. Tadi subuh Kakek kedapatan mati di suraunya dalam keadaan yang mengerikan&lt;br /&gt;sekali. Ia menggoroh lehernya dengan pisau cukur."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Astaga. Ajo Sidi punya gara-gara," kataku seraya cepat-cepat meninggalkan istriku&lt;br /&gt;yang tercengang-cengang. Aku cari Ajo Sidi ke rumahnya. Tapi aku berjumpa sama istrinya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;saja. Lalu aku tanya dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ia sudah pergi," jawab istri Ajo Sidi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidakkah ia tahu Kakek meninggal?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sudah. Dan ia meninggalkan pesan agar dibelikan kain kafan buat Kakek tujuh lapis."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan sekarang," tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwa oleh&lt;br /&gt;perbuatan Ajo Sidi yang tidak sedikit pun bertanggung jawab, "dan sekarang ke mana dia?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kerja"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kerja?" tanyaku mengulangi hampa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya. Dia pergi kerja."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;END OF STORY...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-2839384045520973340?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/2839384045520973340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=2839384045520973340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2839384045520973340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2839384045520973340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2011/03/robohnya-surau-kami-karya-aa-navis.html' title='&quot; Robohnya Surau Kami &quot; Karya A.A Navis ...  Sesuatu yg perlu direnungkan'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WRGUNBd5S8g/TXbu4I0pj7I/AAAAAAAAAMQ/twNzYHCIZRw/s72-c/aa.navis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-4176260956547366805</id><published>2011-03-06T00:58:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T03:08:51.249-08:00</updated><title type='text'>Virtual Office; Solusi Kecil Kepadatan Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VQ4bEQOLLLw/TXNrPKNMp6I/AAAAAAAAAMI/G2TDkqH8g7I/s1600/jalanan%2Bsepi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VQ4bEQOLLLw/TXNrPKNMp6I/AAAAAAAAAMI/G2TDkqH8g7I/s320/jalanan%2Bsepi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580922271424096162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jakarta, Jakarta, Jakarta..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bertanya, Pulau apa yang paling padat di dunia? Ternyata jawaban-nya adalah pulau Jawa. Perhitungan ini boleh jadi tidak salah, karena indikator-nya merupakan perbandingan antara luas wilayah dan jumlah manusia yang numpang hidup didalamnya. Memang untuk urusan jumlah manusia yang menempati sebuah pulau di bumi ini, ada banyak yang lebih besar; tapi untuk urusan kepadatan, pulau Jawa-lah juara-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, Jakarta; sebuah kota yang berada didalam teritori pulau Jawa, dimana Jakarta sendiri mendapat gelar kota paling padat di pulau Jawa! Sepertinya sudah cukup dapat dibayangkan, betapa padat-nya Batavia ini, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak kurang 8,5 juta orang seliweran didalam kota ini pada siang hari di-weekdays dengan segala kesibukan-nya masing-masing; dan kalkulasi angka 6 Juta orang di malam hari. Hal ini jelas-jelas konsekuensi logis dari kota Jakarta, sebagai 'one-stop-city in function'. Pusat pemerintahan Negara, pusat bisnis dan perniagaan, pusat pelayanan dan jasa, dan pusat dari pusat-pusat lain-nya. Mau-tidak-mau Jakarta yang dikepung kota-kota satelit macam Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok; akan digempur tiap hari oleh jutaan orang yang cari rezeki di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kota-kota di dunia yang masuk ke dalam kategori padat, sebut saja Mexico City, New York atau Hongkong. Tapi Jakarta adalah yang terpadat. Hal ini tidak lepas dari warisan salah urus-nya kota ini, kenyataan sebagai salah satu kota terpadat makin ditambah dengan kesemerawutan kota-nya yang bikin pecah kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta boleh jadi miskin sumber alam, tapi Jakarta dengan label Ibukota Negara dengan segala keistimewaan yang dimiliki-nya; daerah-daerah lain di nusantara pantas cemburu dan geram hati-nya. Bagaimana nggak? perputaran uang nasional, 80 % ada disini. Memang galian dan eksplorasi alam ada di Papua, Kalimantan, Sumatera, atau Nusa Tenggara; tapi hasil ekonomis-nya terbang juga ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan juga urbanisasi besr-besaran yang terus terjadi, kalau pemerataan ekonomi nasional tak pernah digarap serius oleh pemerintah. Kalau Foke lewat pemerintah daerah-nya masih mengandalakan razia KTP tiap habis mudik lebaran untuk menanggulangi arus urbanisasi, mati aja deh mendingan; gak bakalan berhasil. Perlu program yang lebih koperhensif dibanding solusi parsial macam begitu. Ngurusin kota Jakarta tuh udah masalah nasional, pemerintah pusat mesti turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa wacana, sekali lagi cuma wacana! untuk mencari solusi dari kompleksitas masalah yang sudah terlanjur terjadi ini. Tapi sayang di sayang, semua-nya cuma wacana, gak lebih dari materi editorial surat kabar atau acara 'banyak cing-cong' di televisi. Kita sama-sama tau, wacana memindahkan ibukota dari Jakarta. Komentar gue sih, walaupun itu bukan suatu hal mustahil tapi tetep aja itu semua gak lebih dari sekedar pepesan kosong! Kalo emang bener rencana itu sebagai solusi yang mau diambil, terus buat apa ada rencana pembangunan bandara internasional lagi di sekitar wilayah Jakarta. Terus ibukota itu mau dipindahin kemana? kalo semua infrastruktur tersentralisasi di kota Jakarta? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;so, that's just totally rubbish!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemacetan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ekses yang paling dikeluhkan dari kepadatan dan kesemerawutan kota Jakarta adalah tingkat kemacetan-nya yang sudah kronis. Lagi-lagi, ada banyak wacana untuk menanggulangi hal ini. Dan lagi-lagi, sayang di sayang kebanyakan wacana cuma sebatas 'efek fatamorgana' bahkan cenderung konyol. Coba sodara-sodara banyangkan, sarjana-sarjana yang bekerja untuk negara dan tugasnya memberikan solusi cerdas; malah memberikan formula yang banyak cacat disana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3-In-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, hampir 2 dekade regulasi 3-in-1 pagi dan sore di jalan-jalan protokol berjalan; bagaimana hasil-nya, boi? Oh, tentu saja berjalan dengan sangat SUKSES! maksudnya GAGAL dengan sangat sukses! :p hehe... Loh kok bisa? ya iyalah, 3-in-1 itu kalo mau jujur sifatnya cuma memindahkan kemacetan dari jalan protokol ke jalan-jalan di sekitar-nya aja. Boleh jadi pagi-pagi jam 06:00 - 11:00 atau sore 16:00 - 19:00 Sudirman-Thamrin (agak) lancar, tapi coba longok ke daerah pejompongan, mampang, tanah abang, slipi, tomang, grogol, Kebayoran lama, tebet, kuningan, bahkan senayan sendiri pun macet-nya parah pak! Kalo mau maksa yah pakelah joki yang berbaris rapih di sekitaran jalan menuju area 3-in-1, yang begitu konyol-nya jarak antara joki dengan bapak silop nggak lebih dari 30 Meter! :D ahahahaa.. Alangkah lucunya negeri ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ada wacana mengatur giliran mobil yang masuk ke jalan raya dengan sistem plat nomor, bahkan belakangan wacana makin ngawur dengan mengatur giliran mobil pribadi yang diperbolehkan beroperasi dengan sistem warna! Ide bodoh macam apa lagi ini!? Dasar bodoh!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, ada wacana mengadopsi sistem ERP (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Electronic Road Pricing&lt;/span&gt;) yang sudah lebih dulu sukses di Stockholm, Singapura dan beberapa kota maju lain-nya. Bukan saya pesimis apalagi sinis, tapi sepertinya jika sistem ini maksa untuk dijalankan juga; sepertinya pun akan menemui kegagalan-nya dengan segera. Jika para decision maker itu cukup cerdas dan sedikit kritis, pada dasarnya sistem ERP bermaksud mengarahkan pengguna mobil pribadi untuk berpindah ke alternatif transportasi lain, terutama sistem transportasi publik yang hanya perlu membayar ongkos tiket. Tapi, kenyataan-nya sistem transportasi Jakarta itu jujur aja; bobrok banget! Naif sekali jika pemerintah mau memindahkan orang-orang dengan mobilnya untuk pindah ke moda transportasi macam Transjakarta, Patas PPD, bahkan MetroMini atau Kopaja; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hey,you are totally morron!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Transjakarta dan Transportasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kita kalau cukup aware, pasti akrab dengan sticker ini yang ditempel dibelakang Bus Transjakarta dengan background merah dan font color putih macam peringatan arus listrik tegangan tinggi "Naik Transjakarta, Jangan Ambil Jalur-nya". Nahloh, nyolot banget nih yang bikin sticker! Dalam hati,gue juga mau tanya.. "Jalan Raya Jangan Buat Sendiri Dong", gara-gara program Transjakarta; jalan raya diambil satu lajur cuma buat mereka doang. Alih-alih pengendara mobil pribadi untuk pindah, ternyata gak lebih cuma nambah kemacetan di Jakarta aja kan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arogansi Transjakarta nggak berhenti sampe disitu aja, ngambek karena jalurnya sering diserobot, eh mereka mau bikin kebijakan Transjakarta yang conta-flow. Gak usah yang contra-flow, jumlah orang yang terlindas Transjakarta juga sudah puluhan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal mula melihat tiang pancang dibangun berjajar di sekitar Patal Senayan, dengan papan proyek tertulis 'Jakarta Monorail' akhir tahun 90-an, hati ini cukup dibuat berbunga-bunga; membanyangkan Jakarta bisa sejajar dengan negara maju lain-nya, punya monorail :) eh, kenyataan-nya cuma mimpi kosong. Sepuluh tahun lewat,perkembangan-nya cuma tiang pancang yang berfungsi sebagai papan reklame dadakan, dengan besi-besinya yang mulai berkarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin segar datang dari transportasi KRL Express, dengan rencana penambahan layanan dan pembangunan tambahan stasiun-stasiun di daerah pusat bisnis; kabarnya ada campur tangan investasi dari Perancis. Menyambungkan rangkaian KRL dari Serpong, Bogor, dan Bekasi; kalo sistem ini jadi dikembangkan akan sangat positif sekali, karena saya pernah merasakan manfaatnya naik KRL Express Serpong-Sudirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Virtual Office; Solusi Kecil Kepadatan Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tenang, posting blog saya tidak melulu soal protes dan keluh-kesah :) hehe.. ada semacam pemikiran yang sama sekali tidak orisinil apalagi baru. Yaitu, menjalankan sistem Virtual Office sebagai solusi kecil mengatasi kepadatan kota Jakarta. Bagaimana caranya, boi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini boi, dunia bisnis di dunia ini sudah sangat maju. Dengan dukungan teknologi digital dan koneksi internet yang sudah sangat canggih. Saya perhatikan, banyak diantara aktivitas penduduk di kota Jakarta berurusan dengan pekerjaan masing-masing, atau mungkin juga keperluan yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Nah, bukankah sudah semestinya kita melirik dan memanfaatkan kemudahan ini? Dengan teknologi digital dan koneksi internet yang sudah semakin canggih, semestinya kita juga ikut berpikir semakin maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virtual office, secara sederhana dapat diartikan dengan memangkas jarak dan presensi fisik seseorang untuk memenuhi segala kebutuhannya. Taruhlah keperluan meeting pegawai di kantor, pada zaman 'primitif' :p seluruh pegawai harus hadir ke event meeting tersebut. Bangun pagi-pagi, yang bawa kendaraan siap-siap dibelakang kemudi mobil dan motor. Walhasil penuhlah jalanan di Jakarta ini dengan mereka dengan keperluan meeting, presentasi dengan client, belanja di pasar atau di mall, konsultasi dengan dokter kandungan, berangkat sekolah atau kuliah, bayar pajak, nabung ke bank, dan urusan tetek-bengek lain-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba hal ini dapat kita distorsi sedikit, jarak dapat dipangkas dan presensi fisik dapat dikurangi. Meeting atau presentasi pekerjaan dengan client dapat cukup dilakukan dilakukan dirumah, dengan perangkat live confrence dengan webcam atau sekurang-kurangnya dengan fitur Skype misalnya. Pun berlaku untuk siswa sekolah atau mahasiswa yang perlu konsultasi dengan dosen pendamping skripsi, tinggal connect dengan internet; jadilah hubungan virtual dengan orang-orang yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada zaman 'primitif', kita harus rela berpanjang-panjang antri di loket untuk keperluan bayar cicilan rumah atau transaksi banking lainnya; maka sistem virtual dapat mereduksi hambatan tersebut. Kepadatan jalan raya pun otomatis akan berkurang, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau berkhayal ambilah rumus ini, "ngayal gak usah nanggung-nanggung" :) kalo memang memungkinkan, kenapa nggak, toh?? Tapi satu pesan saya yah teman-teman, kalo istri kamu udah kontraksi; jangan pernah sekali-kali berharap ada sistem persalinan virtual, ok.. Operasi persalinan hanya dapat dilakukan di kamar operasi :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat bervitual ria..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-4176260956547366805?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/4176260956547366805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=4176260956547366805' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4176260956547366805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4176260956547366805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2011/03/virtual-office-solusi-kecil-kepadatan.html' title='Virtual Office; Solusi Kecil Kepadatan Jakarta'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VQ4bEQOLLLw/TXNrPKNMp6I/AAAAAAAAAMI/G2TDkqH8g7I/s72-c/jalanan%2Bsepi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-8084171634777929894</id><published>2010-10-19T02:10:00.002-07:00</published><updated>2010-10-19T02:24:35.877-07:00</updated><title type='text'>Cinta, Buah Tangan Illahi Robbi..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TL1idDyOVUI/AAAAAAAAALw/SqCBBssD_k4/s1600/walima.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TL1idDyOVUI/AAAAAAAAALw/SqCBBssD_k4/s320/walima.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529684168852526402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekian jumlah cerita dan tulisan yang pernah kubuat, dan belum pernah satu kali pun aku mengambil makna cinta sebagai tema. (karena) terlampau sering rasa cinta dapat aku, dan kita semua rasakan , tapi masih sangat sedikit sekali lisan kita mengungkapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian bersaksi bahwa “cinta itu berjuta rasanya”, atau bahkan “cinta itu buta”. Tapi, untukku, cukup satu cinta itu ber-arti. Dia itu terasa indah; buah tangan Illahi Robbi yang dititipkan-Nya untukku. Sebagai wasilah, dan ladang hikmah di dunia, hingga kelak di yaummul hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan yang satu ini, mendapat tempat dan makna, di hati “Para Pecinta”. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Didalam Cinta, ada kedamaian…&lt;br /&gt;Didalam Kedamaian, ada Hidup…&lt;br /&gt;Didalam Hidupku, ada Rena, Istriku… Dan&lt;br /&gt;Didalam Istriku, terdapat Cinta… Berlimpah jumlahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lingkaran, yang akan kupelihara sebagai keabadian&lt;br /&gt;Sebuah siklus kesempurnaan, yang akan selalu aku jaga, walaupun seribu godaan setan mengganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illahi Robbi mengirimmu dari tulang sulbi-ku&lt;br /&gt;Hingga bagaimana mungkin aku akan menyakitimu, baik dalam kata dan perbuatan&lt;br /&gt;Karena, Cintaku, sakitnya hatimu adalah perihnya luka didalam tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu waktu aku dengar orang berucap, besarnya rasa Cinta akan terasa setelah seseorang itu telah pergi, dan tiada untuk selama-lamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tapi) bagiku, itu cuma omong kosong para pecinta yang menyesal&lt;br /&gt;Betapa besar rasa sesal dalam dirinya; karena rasa Cinta yang tak cukup mereka sampaikan dalam lisan dan perbuatan, sepanjang Cinta-nya itu masih berada disisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, duhai Sulbi-ku, rasa Cintaku yang didasari hanya karena Alloh Ta’alla ini, terbukti, dan akan aku implementasikan semenjak akad jatuh kemarin hari,&lt;br /&gt;hingga ajal satu diantara kita akan datang pada hari kemudian. Karena…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Cinta-ku, ada kedamaian-mu…&lt;br /&gt;Didalam Kedamaian-mu, ada Hidup-ku…&lt;br /&gt;Didalam Hidupku, ada Dirimu… Dan&lt;br /&gt;Didalam Dirimu, terdapat Cintaku… &lt;br /&gt;Makin berlimpah-limpah jumlahnya, selama-lamanya… Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranggon, 17 Oktober 2010. Haris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-8084171634777929894?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/8084171634777929894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=8084171634777929894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8084171634777929894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8084171634777929894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2010/10/cinta-buah-tangan-illahi-robbi.html' title='Cinta, Buah Tangan Illahi Robbi..'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TL1idDyOVUI/AAAAAAAAALw/SqCBBssD_k4/s72-c/walima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-1946606596509366847</id><published>2010-10-10T03:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T06:00:19.048-07:00</updated><title type='text'>it's been a while.. here i am :)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TLHe1amxT-I/AAAAAAAAALo/Qxvt2W_ackY/s1600/way.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TLHe1amxT-I/AAAAAAAAALo/Qxvt2W_ackY/s320/way.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526443227016679394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(where will i start? *sigh*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway,how are we now, lads? hopefully we're all just doing fine.. alhamdulillah :) right then!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it's been a while since my recent blog-post, either i'm eagerly missed to fill this blank-entry; or i do felt horriblely dull, or lazy, yeah i might to say it. it is sure, so fun to write something though, an enchanted feeling dat you could make a note of something, of what you've been through. only sometimes (it happens many time in my case actually) i or we feeling dull even just to start a single type. are we too busy? or we might as well in conditions to choose which one to do after all the routines have kills us everyday.. to spent more time facing our laptop again, type our story, or laying down on our favs chair with tv shows till we falling into sleep, or else other to closing down our today life episode. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"i'm so tired enuff, so just gimme a break.." we often grunting to ourself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;somehow, this feeling.. feeling to share my story, your story, our experience, and our life will always be there. even so, most of the blogs were made are only for personal consumes. instead of feel ashamed, i more to accept this as a normal thing. coz as far as i know, diaries were made only for them who wrote it; could be for themself,or to people are very close to them. blog could be like that too, rite? totally a personal consumes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the difference between blog and diary is only the matter of it's placement. blog gives opportunity to be accesed by many people, but it doesn't happen on the otherone's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;in blog world, first we involved in some of situation, one of a story, and we think about it, and then we type it down as our blog post; and we are as well as the one who will read it all over again. (ahahaa..) i don't mind at all :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cos it will keep reminds me of something what was i've been thru, same as our diary book. besides, what can we brought in our life unless some stories and experiences in our past? this natural feeling, to share,, needs to be done. and blog gives us this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i know i'm not faithfully blogging or writing an entry-post. but i do love it when i do it! i know many of us feel it the same way too. but how weird we not doing much enough of that what we love? to write something. is it bcos we don't have much enough followers on our blog? we rare receiving comments?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be honest, it's felt so great when my blog-post are red by somebody neither i know or not knowing 'em. they give comments, some are praise, others are arguing on it's contents. i feel that i am exist (from the comments on posted item). i feel that what i have done are worth, not a waste. but as i was said previously, i don't really mind at all if it's not ;) hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getting Old&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;not for long time a go, i added another year in my life. my 26th birthday come in early october. instead of celebrating the day as i always do in previous years,i more to contemplate. i'm thinking more than ever now. several things happen to me this year. a really big thing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;my wedding held on mid-march, this very year. not really a big party; but big enough to stated me as a new person afterwards. it change everything; my status, my responsibilty, dedication, it's totally change my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i feel my life now has really more meaningful. i married to a wonderful woman, a very beautiful person both in inside and out. i am feel so really grateful, we are meant for eachother. i'm not trying to teasing my wife or else, really! i say it, what i feel. we are really made to become as one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rena is my wife, she's the most simple person i ever known. she works in a local hospital, as a midwifery; helping mothers during their pregnancy, until by the time their babies are coming to born in this world. i feel so proud for what she choose, to be a midwifery. we talks about everything, we telling each of our story  in a day during our supper; things that makes me always missed home everyday. and we love to laugh, nothing we can't laugh about..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i feel we are not a very perfect couple, but i do love it so. i get great things happens from this imperfectness. we often arguing on many things, from the simple thing and even to a bigger matter. incredeblely, it's become a path for us to get loving even more eachother. it's like putting puzzles into places to be a complete image of our marriage life. we are get knowing more eachother, eachday. that's all what matter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it less than a year after we met, before i propose her and we getting married. things were happend so fast i ever could imagine. many of relatives and friends were supprised when we announced the wedding date. they said we are not long enough to knowing eachother, but we're ignore the response, and we carry on. which the right thing to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i've once loved and dated to someone for years, but things are not going as we planned. we really can't confront our fate, a really big lesson for everyones life. i always believe good thing will be replace to a better things in other form, and i do also wishing for goodness for her, now and then. this gives me an acknowledgement how time are really a relative issue. we can't guarantee based upon period of time we spent, but all what really matter is direction and decission we make.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as the time moving on, experience encourage me to run this life naturally. &lt;br /&gt;i try not to making a certain target to be done, doesn't mean i set a disorientation way of life. i more to pick the living methods that things should be accomplished, one leads to another. i want to sail it with happiness feeling, any of obstacles that we face should not become a burden who will vanished all the excitements. as long as we could manage small thing, then it will lead me to a bigger ones. as long as we happy to do it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i move to a new place, living with my wife on the smaller town where she's natively coming from, a satelite city of Jakarta; Karawang. i leave all the hecticity of an urban life. i get my new job here, not too fancy but well enough to make me happy. i adaptate, and i settled in. life become more simplier, instead of flatten; but i do settleling in so well. all is new and exciting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;we never postponed for our baby coming, but we also never to force it coming in a rush. we run this life naturally, remember?. we sure and do hope so this little love one will come very soon, everything will be wonderful by the time that happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;all of us know, that we never know what will exactly happen in our life up to come. lets face it, and make it right.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-1946606596509366847?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/1946606596509366847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=1946606596509366847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1946606596509366847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1946606596509366847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2010/10/its-been-while-here-i-am.html' title='it&apos;s been a while.. here i am :)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TLHe1amxT-I/AAAAAAAAALo/Qxvt2W_ackY/s72-c/way.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-4191256312720499510</id><published>2010-08-04T18:34:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T18:44:00.151-07:00</updated><title type='text'>Jom Tengok Malaysia!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TFoVvb2icVI/AAAAAAAAALQ/1CS9tUVa9kQ/s1600/DSC03129.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TFoVvb2icVI/AAAAAAAAALQ/1CS9tUVa9kQ/s320/DSC03129.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501733799461024082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medio Juli 2010 mungkin menjadi salah satu periode waktu yang akan selalu gue ingat. Selama waktu yang singkat itu, atau kurang lebih lima hari gue akhirnya punya kesempatan berkunjung ke salah satu Negara tetangga kita, Malaysia. Walaupun Malaysia sendiri bukan menjadi salah satu Negara impian yang pengen gue datengin, tapi apa lacur; toh kesempatan jarang datang dua kali kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun boleh milih, gue akan lebih interest untuk bisa plesir ke Thailand atau Vietnam. Emang sih nggak ada alasan yang spesifik, cuma gue anggap Thailand atau Vietnam berasa lebih eksotis aja; atau mungkin gue salah? Whatsoever. Ada sejarah panjang hubungan bangsa kita dengan grafik naik turun dengan Malaysia. Bangsa kita dan mereka pernah sama-sama berjuang lepas dari kolonialisme menuju revolusi kemerdekaan. Malaysia juga pernah sama-sama ikut Indonesia dan beberapa Negara baru merdeka lainnya mendirikan organisasi Non-blok masa waktu perang dingin. Tapi, mantan presiden kita sendiri, Soekarno yang pernah bikin kampanye ‘Ganyang Malaysia’ lantaran perebutan sebagian wilayah Borneo. Lepas itu, hubungan bangsa kita terus mengalami pasang-surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indonesia vis-à-vis Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pintu kerjasama yang terbuka lebar-lebar di bidang pendidikan, ekonomi dan kebudayaan di zaman orde baru, dimanfaatkan dengan sangat baik sekali oleh Malaysia. Dimana waktu itu kondisi ekonomi dan pembangunan di Indonesia relatif sama atau bahkan sedikit agak lebih bagus dibandingkan Malaysia. Hingga ada banyak mahasiswa-mahasiswa ‘Jiran’ yang menimba ilmu dalam-dalam di univeritas-universitas negeri terkemuka di Indonesia, sebut aja diantaranya UI, UGM, ITB, UNAIR, dll. Selain itu, import tenaga guru Indonesia ke Malaysia pun begitu massive. Kalo boleh gue bilang, ini strategi investasi yang amat cerdik sekaligus visioner dari mereka. Buktinya 20 – 30 tahun setelah itu program ‘cerdik’ mereka tadi, sudah mulai terasa hasilnya seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan mereka jauh lebih ‘Gila’ dan kerasa banget udah ninggalin bangsa kita yang hobinya malah main cakar-cakaran sesama saudara sendiri, daripada bikin program pembangunan yang sustainable. Nanti gue ceritain apa aja ke-‘Gila’-an mereka dalam hal pembangunan, tentunya sejauh penglihatan gue; di paragraf-paragraf berikutnya. Mungkin gambaran sederhananya di bidang pendidikan aja deh, ada banyak lulusan SMA dari Indonesia yang lebih memilih belajar ke Malaysia untuk level bachelor, master, atau bahkan gelar doktoral. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, dan kualitas tentu jadi salah satu dasar dari beberapa pertimbangan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin sedikit soal pasang surut hubungan bangsa kita dengan Malaysia, mungkin nggak akan ada abis2nya. Kalo gue nggak salah inget, dulu ada program live conference antara TVRI dengan TV3 (gue lupa apa nama program-nya), ini indikator hubungan yang masih mesra. Lepas itu, ada banyak sentimen jelek diantara kita. Sebut aja soal batas wilayah pulau Sipadan – Ligitan, masalah TKI ‘Indon’ yang nggak beres-beres, atau klaim kebudayaan batik, wayang kulit, tari pendet, lagu rasa sayange, reog Ponorogo dan sebagainya, ikutan juga DR. Azhari yang doyan main ‘petasan’ di Negara kita, bahkan sampe urusan Manohara aja sentimen antar bangsa sempet ikut kena imbasnya. Itulah dinamika hubungan Indonesia - Malaysia, yang mungkin juga bakal terus berlanjut dalam episode-episode berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Persiapan, Terbang, and Hit-Ground!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oke-oke, mungkin obrolan gue udah nyasar kejauhan kemana-mana. Anyway, Jeda waktu rencana persiapan gue sampai jadwal keberangkatan sekitar dua minggu aja dulu, ini juga yang sempet bikin sewot istri gue. Maklum sindrom pengantin baru (hahaa.. baru-nya tapi udah 4 bulan) belum bisa lepas jauh-jauh, sinyal sekalian koneksinya masih kuat betul sih,hehe. Sayang istri gue gagal berangkat karena kerjaan-nya yang belum bisa ditinggal. Traveling ini juga betul-betul ‘kebetulan’ karena awalnya kakak gue minta ditemenin untuk dateng ke undangan pernikahan anak dari relasi bisnis-nya di Malaysia (judulnya kondangan lah..hihi). Emang dasar gatel travelling, habis izin ke istri (tetep sih dikasih tapi plus muka cemberut) sekalian gue minta cuti enam hari dari kantor, langsung gue siapin passport dan NPWP biar bebas bea fiskal juga, lagian sesama Negara ASEAN gak perlu ribet-ribet ngurus visa atau wawancara segala macem. Seminggu sebelum berangkat, tiket pesawat dan reservasi hotel Alhamdulillah udah fixed, tinggal ngitung ongkos yang pastinya gak seberapa lah (maklum diajak; alias numpang,hoho..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat berita, hari Kamis (15/7) gue berangkat dari cengkareng dengan jadwal take-off 09:40 WIB. Satu setengah jam sebelum terbang gue dan rombongan udah sampe bandara. Untuk keperluan check-in, confirm cap fiskal imigrasi dan bagasi cukup sekitar 30 menit aja udah beres. Waktu sekitar satu jam kita pake untuk ngemil-ngemil aja di executive lounge HSBC, lumayan buat ganjel perut karena nggak sempet sarapan paginya. Perjalanan makan waktu 105 menit aja pake Malaysia Airlines, dan penerbangan MH 712 akhirnya landing mulus tepat 11.45 waktu Malaysia. Dari sini lah cerita pengalaman gue di Malaysia dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekitar 5-10 menit pesawat mendekati landasan, landscape hinterland Kuala Lumpur udah mulai nampak. Lebih kurang 10 menit itu kita bakal disajikan pemandangan hamparan hijau kebun (atau lebih tepatnya hutan kali yaah..) tanaman kelapa sawit yang luas banget..nget..nget! yah nggak heran juga sih, karena Malaysia sendiri jadi salah satu Negara penghasil CPO (crude palm-oil) terbesar dunia, ngalahin Negara kita. Padahal urusan lahan garapan jelas-jelas Indonesia jauh lebih lega dibanding Malaysia. Dari atas juga udah keliatan tuh penataan kota yang rapih antara lokasi hutan kelapa sawit, pemukiman, sungai dan jalan raya disana. Coba bandingin aja saat-saat kita akan mendarat di Cengkareng! (Cuma agak kebantu kalo kita mendarat lepas maghrib, gak terlalu keliatan kumuhnya..hihi) Bukan maksud jelek-jelekin Negara sendiri, tapi udah kenyataan emang dari atas keliatan banget tuh gimana acak-acakannya kota Jakarta. Dimana pemukiman dimana area industri sampe aliran sungai juga tak cantik dipandang.. ooh, bangsaku yang malang. Anyway, akhirnya gue mendarat juga di KLIA (Kuala Lumpur International Airport).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, ada satu ciri khas Malaysia Airlines setiap mau take off atau landing. Penumpang pesawat sayup-sayup akan di perdengarkan musik kesenian tradisional Malaysia, entah musik gambus atau apa itu namanya pokoknya seni musik yang kental melayu banget. Kenapa hal ini ikut gue ceritain? Soalnya dari beberapa penerbangan baik domestik maupun internasional yang pernah gue jalanin, baru kali ini gue rasain ada tabuh-tabuhan rebana yang nambah aliran adrenalin pas take off dan landing,hehe..&lt;br /&gt;Sesaat setelah gue melangkah keluar pesawat didalam moncong ‘belalai gajah’ yang menghubungkan pesawat dengan terminal airport, rasa penasaran mulai muncul tentang rated KLIA yang sempet gue baca di detik.com beberapa bulan yang lalu. Dalam artikel itu, menurut badan sertifikasi kelayakan international airport; KLIA adalah airport terbaik di kawasan Asia, dan gue pikir gila amat nih airport!! Karena Asia kan masih ada Jepang, Korea, atau China?? Indonesia gak masuk itungan kali yee..huhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KLIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jreeng..jreng.. ternyata menurut gue penilaian tadi terhadap KLIA is Overrated!!! Kenapa sebabnya?? Pertama, petugas bandara ‘berseragam hitam’ Malaysia pelit senyuman (apa karena ini flight dari Indonesia aja kalii? *netting..hehe) kedua, alokasi loket imigrasi KLIA nggak cukuplah cuma disediain 7 gate doang pas entry-peak hour kayak pas gue sampe itu. Subhanalloh itu antrian ‘ular naga’ panjangnyaaaa..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketiga, untuk jadi airport terbaik menurut gue KLIA is way too pale! Malah menurut gue KLIA tuh lebih mirip hanggar raksasa yang ditata bagus aja, yaa tapi nggak cukup cantiklah untuk disebut sebagai yang terbaik. Misalnya, coba kita bandingin sama Changi Airport Singapore deh. KLIA nggak punya entertainment center sebanyak Changi, sedangkan Changi kasih flight passengers beragam pilihan untuk ngilangin rasa bosen sambil nunggu departure schedule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changi is airport in the mall or mall is inside the airport? Sampe-sampe kita kayak nggak kerasa lagi ada di airport untuk nunggu jadwal berangkat pesawat. Apalagi, ditambah setelah kita checking-in di Changi, full area lantai dilapis karpet halus.. emmm bikin betah! Pilihan booth hiburan juga ada banyak, misal beberapa booth Nintendo X-Box, mau sampe bosen juga hayuu. Belum lagi koneksi internet PC yang ada berantakan dimana-mana, sekalian sama restaurant row-nya (Burger King still my favorite..hehe), atau ada beberapa arena children playground, karena emang biasanya nih anak kecil yang suka pada rewel kalo pas nunggu pesawat. Walhasil waktu dateng apalagi pas pulang dari KL, bener-bener gue dibuat bosen. So, KLIA is obviously overrated laah!! Walaupun Bandara Soekarno-Hatta pun belum berani juga sih untuk dibandingin, apalagi soal kebersihan… (T_T)” *sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jom Tengok Malaysia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baggage checked, langsung order TEKSI (Taksi deng..) tujuan ya pasti tempat kita nginep di daerah Times Square KL. Cuaca siang yang panas bikin gue beserta rombongan ‘TKW’ dadakan ini udah pengen buru-buru aja sampe ke hotel. Ditambah porsi konsumsi pesawat yang tak memenuhi standar kapasitas perut gue, bikin laper banget. 10-15 menit perjalanan darat dari airport cukup boring. Karena kanan-kiri kita cuma hutan sawit lagi dan lagi, sesekali aja ada deretan perumahan-perumahan yang keliatan baru selesai dibangun. Disana juga antrian di gerbang tol hampir-hampir gak ada, selain gerbangnya banyak kita juga gak perlu sibuk-sibuk cari uang receh untuk bayar tol. Cukup deketin aja kartu smart tag ke alat scanner, toink.. portal hidrolik udah otomatis naik-turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin mendekati pusat kota, sekarang suasana jadi makin rame. Tapi tetep namanya jalan tol ngga ada istilah macet macam tol lingkar dalam kota Jakarta. yang tadinya gue bosen ditambah laper mulai agak-agak terobati karena menara kembar Petronas mulai nongol lebih tinggi dibanding gedung-gedung disekitarnya. “Jom tengok.. KLCC dah tampak lagi” (ayo lihat,menara kembar sudah keliatan) supir Teksi sambil nyengir-nyengir ngomong ke gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian gue udah nurunin koper-koper dan tas dari bagasi Teksi menuju lobby hotel. Setelah konfirmasi booking, ternyata kamar baru ready sekitar 45 menit lagi. Karena lokasi hotel yang nyatu sama mall, langsung lah kita hunting makanan ke food court. Disana kita gak perlu khawatir cari mana makanan yang halal, mungkin malah sebaliknya; agak susah kali yaa cari-cari makanan yang gak halal..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bukit Bintang, the hang-out places..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari udah mulai beranjak sore, barang-barang dan baju udah selesai gue unpacked. Jam dua siang adzan dzuhur baru kedengeran, karena emang di Malaysia waktu sholat agak-agak molor. Jam 6 pagi lewat masih remang-remang dan baru masuk waktu adzan subuh, ashar baru sekitar jam 5 sore, dan seterusnya jam 7an waktu maghrib, isya sendiri udah jam 8an lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosen ganti-ganti channel tv yang jumlahnya nggak lebih dari 15 doang (itu juga plus saluran tv kabel yang boleh tayang disana), bikin pengen cepet-cepet langit berubah jadi lebih gelap dan enak dipake untuk jalan-jalan. Taa-ddaa.. sekitar jam 8 malem, akhirnya gue udah selesai mandi untuk yang kedua kalinya hari itu, jeans-keds-shirt jadi dress-code pasti. Gue sama kakak gue turun ke lobby dan pasang ancang-ancang untuk jalan kaki ke daerah Changkat Bukit Bintang, salah satu satu kawasan hang-out favorit di KL. Walaupun ini bukan pengalaman pertama kakak gue ke KL, tapi karena sebelum-sebelumnya ngga stay di daerah sini jadi malahan gue yang sedikit lebih hafal. Karena sorenya gue sempet jalan-jalan sendirian, bahkan sampe ke daerah Pavilion..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Changkat Bukit Bintang kalo gue boleh bandingin, mungkin mirip-mirip sama daerah Kemang Jakarta Selatan lah. Kanan-kiri berjajar restaurant-restaurant outdoor dengan live music, mirip daerah Legian kalo di Bali. Daerah sini juga jadi lokasi favorit bule-bule untuk mingle, lengkap dengan gelas-gelas bir ukuran badak! Kalo kita nyeberang dari Low Yat Plaza ke Bukit Bintang interseksyen, jadi tempat yang paling pas untuk belanja barang-barang KW-an dan souvenir oleh-oleh Malaysia yang mursidah alias harum bin murah. Standar lah; kaos-kaos I &lt;3 KL, hiasan ukiran perak Petronas Twin Tower dari perak, gantungan kunci, magnet kulkas, dll. rata-rata 10RM per piece-nya.  Mungkin temen-temen inget sama Lucky Plaza di ujung Orchard Road? Kira-kira mirip gitu lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gak berapa jauh dari situ, pusatnya makan buah Durian! Gue bedua kakak gue abis makan satu Duren segede-gede kepala sapi (baca: lebay! hehe) di tempat. Dan duah buah lagi dibungkus untuk dibawa ke hotel, yang tentunya udah dikupasin sama pakciknya. Sedangkan ngesot sedikit ke arah barat, sepanjang jalan kanan-kiri, tempatnya restoran-restoran tenda Thailand dan Vietnam cuisine. Mulai dari ikan-ikanan, pork bacon, sampe kalajengking ada disini. And I think I’ll pass for several menus offered deh..hihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas jalan-jalan bikin kaki lumayan pengkor. Ada deretan kursi-kursi selonjor dan mbak-mbak yang nawarin pijet refleksi, lokasinya juga outdoor. Tapi karena liat jam tangan udah menunjuk 12 malam lewat, gue dan kakak gue lebih milih langsung balik ke hotel. Karena mesti hemat energi lagi untuk besok, karena jadwal masih lumayan padat deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Monorail Experience&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besoknya hari udah mulai terang, selesai sarapan jam 9 kita udah siap untuk keliling KL. Instead of using Teksi, kita serombongan lebih milih naik Monorail dari stesyen Imbi yang lokasinya tepat didepan lobby Berjaya Hotel. Tarif untuk adult RM1.30, sedangkan untuk toddlers under supervision masih dibiarin gratis. Gak beda sama TransJakarta, dari beli tiket di loket sampe masuk lewat passing gate-nya cukup gampang. Beda sama kereta MRT di Singapore, yang without human assisted agak bingung untuk naik pertama kali. Papan informasi dan peta penunjuk arah-nya pun cukup jelas, ada bahasa melayu dan Inggris. Tujuan kita ke KLCC Tower, tapi karena ngga ada jurusan yang langsung kesana, jadi kita mesti sambung lagi ke kereta Kelana Jaya (Kereta Subway Kuala Lumpur) dari stesyen Bukit Nanas. Singkat cerita, kita turun di stesyen sesuai petunjuk. Tapi karena dalam rombongan juga ikut serta bocah-bocah, mulai deh ‘rungsing’ dan ke-gerah-an. Jadilah kita sambung lagi pake teksi untuk bisa sampe ke KLCC as planned.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, beware untuk temen-temen yang ada rencana ke KL juga yah. Kalo naik dari pinggir jalan, supir teksi disana hobinya main tembak argo. Patokan-nya, untuk daerah sekitar down town KL tarif toleransi teksi sekitar 10-15RM aja, jangan mau lebih dari itu. Sedikit saran aja sih dan tanpa bermaksud rasis sama sekali, sejauh pengalaman gue disana. Lebih baik pilih supir taksi orang melayu aseli deh, karena mereka lebih ramah dan enak diajak ngobrol. Kalo kebetulan dapet supir teksi ‘ngkoh-ngkoh’ (chinese), mereka cukup baik tapi pelit omongan, alias seadanya aja. Dan ini dia, hati-hati sama supir india, karena mereka yang paling gokil soal nembak tarif, udah gitu galak-galak dan ogah banget diajak ngobrol; boro-boro senyum.. (-_-)” grrrrr! Tapi mungkin itu cuma oknum sih, oknum mayoritas.. =D bwahahaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi ngobrolin soal Monorail, menurut gue monorail itu moda transportasi yang sangat ideal untuk kategori kota-kota besar, terlebih lagi untuk ibukota Negara macam Kuala Lumpur dan Jakarta. Selain lebih cepat dan murah, Monorail juga punya lintasan sendiri diatas jalan raya. Jadi lalu lintas kendaran bermotor sama sekali nggak terganggu, beda sama TransJakarta yang ngambil badan jalan raya kan. Lebih dari itu, model Kuala Lumpur yang sarana transportasi umum-nya selain Monorail ada juga subway dan Bas intercity dengan sistem shuttle; bersih dan nyaman. Nggak heran kalo kejadian ‘jam teruk’ atau jalanan macet terbilang jarang atau gak separah Jakarta terutama di jam-jam wajib macet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-4191256312720499510?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/4191256312720499510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=4191256312720499510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4191256312720499510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4191256312720499510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2010/08/jom-tengok-malaysia.html' title='Jom Tengok Malaysia!'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TFoVvb2icVI/AAAAAAAAALQ/1CS9tUVa9kQ/s72-c/DSC03129.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-2242392372451420402</id><published>2010-08-04T18:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T19:05:16.684-07:00</updated><title type='text'>Jom Tengok Malaysia Pt. 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TFoU8Sk1t0I/AAAAAAAAALI/kZ_mea5NHvE/s1600/DSC03195.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TFoU8Sk1t0I/AAAAAAAAALI/kZ_mea5NHvE/s320/DSC03195.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501732920797542210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KLCC Suria Mall Day-1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Finally, kita sampe juga ke tempat tujuan, KLCC! Situs iconic Malaysia, terutama KL. Ketara banget kalo rakyat Malaysia sangat bangga sama bangunan ini. Bangunan yang dikenal dengan beberapa nama. Diantaranya Menara Petronas, Twin Towers, Menara Kembar, dan dengan nama resmi KLCC Towers. Ada dua menara; east dan west tower, yang sekaligus jadi gerbang masuk selain jalur bawah tanah yang terintegrasi langsung dengan stesyen kereta bawah tanah Kelana Jaya. Selain didalamnya ada Suria Mall, KLCC Tower juga dilengkapi ruang pertunjukan orchestra, Museum Petrosains, Air Mancur ‘Menari’ di sebelah timur dan wisata unggulan; Sky Bridge. KLCC Tower juga sangat terkenal sebagai salah satu gedung tertinggi di dunia. Gedung ini juga sempet dijadikan lokasi syuting film produksi Holywood Entrapment yang dibintangi Chaterine Zeta-Jones dan Sean Connery, so gak salah juga kalo KLCC Tower merupakan situs kebanggan rakyat Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wisata Sky Bridge, perjuangan-nya lumayan besar juga untuk sampe bisa naik ke jembatan penghubung KLCC Tower ini. Sky Bridge sangat terkenal karena memang letaknya yang sangat tinggi, jadi kita bisa lihat kota Kuala Lumpur dengan jelas dari ketinggian; promosinya sih ‘terasa seperti terbang diatas langit’. Dengan sudut pandang 180° dan terbungkus kaca tebal, jadi kita pasti dibuat puas memandang jauh ke seluruh bagian KL. Wisata macam ini sebetulnya udah ada juga yang mirip-mirip di Negara lain. Kalo di London, ada London Eye. Bentuk London Eye mirip banget sama Singapore Flyer, atau baru-baru ini Singapore punya Sky Park yang lebih dahsyat lagi untuk lihat pemandangan kota dari atas langit. Sedangkan Jakarta, kita punya tugu Monas untuk wisata ketinggian..hehe berminat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung mesti rela antri dari jam 7 pagi untuk dapet tiket gratis ke Sky Bridge KLCC Tower. Udah 2 kali gue bela-belain bangun pagi untuk ikutan antri jam 7.15 pagi dan selalu kehabisan tiket. Walhasil, hilanglah kesempatan untuk bisa naik ke Sky Bridge. Hopefully, there would be another KL trip dan Sky Bridge gak boleh sampe kelewat untuk yang kedua kalinya, amiin!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu udah menunjukkan 2.30 PM waktu KL. Niatnya gue dan 2 keponakan kecil mau sekalian masuk Petrosains, tapi karena udah kesiangan jadi tiket yang udah terlanjur gue beli di extend untuk kunjungan besoknya. Akhirnya kita putusin untuk ngelanjutin kunjungan ke KLCC Tower dan Petrosains di hari berikutnya. Sebelum balik ke hotel, the rombongan ‘riweh’ sempet-sempetin juga untuk foto-foto dulu di salah satu taman yang jadi lokasi ideal untuk bergaya dengan background menara kembar yang full keliatan. Puas sesi foto kilat, Jam 3an kita udah sampe di hotel dan istirahat sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Pavilion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari emang udah agak sore, sekitar jam 4 sore badan masih kerasa agak-agak capek. Tapi perasaan kok sayang juga yah kalo hari itu cuma habis di kamar hotel doang. Akhirnya gue dan kakak gue kompakan untuk ngelanjutin perjalanan ke salah satu Mall favorit di KL, The Pavilion. Jaraknya emang gak terlalu jauh dari hotel, tapi karena matahari masih terlalu ‘gagah’, daripada jalan kaki jadilah kita milih naik teksi aja kesana. Kita bedua dianter sama uncle noor aziz, supir taksi baik hati aseli melayu yang sekalian milihin tempat belanja oleh-oleh cokelat di Barley’s Chocolate Factory. Selama dalam perjalanan kita ngobrol agak banyak sama uncle, kayak obrolan seputar spot-spot wisata apa aja di sekitaran KL. Uncle sih nyaranin kita untuk sekalian aja ‘bersiar’ ke daerah Genting Highland, karena disana ada banyak banget pilihan wisata; tapi karena waktu kita yang pendek banget, yah rencana itu mesti postponed dulu lah.. maybe next time! Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari uncle juga, gue baru tau kenapa ada banyak banget turis-turis asal Arab yang seliweran di KL. Somehow gue agak-agak de javu juga sih, saking banyaknya orang arab plus burka dan cadar-nya, jadi keinget lagi sama perjalanan gue ke Jeddah sekitar setahun lalu. Ternyata, alasannya karena bulan-bulan ini, daerah timur tengah tuh udah masuk musim panas. Jadilah mereka ‘eksodus’ sekalian liburan keluar Negara mereka yang emang lagi panas-panasnya, salah satunya yah plesir ke Malaysia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, sampailah kita di The Pavilion Centre Mall. Begitu turun gue disambut dengan panggung ukuran lumayan besar disebelah lobby utama Mall, ternyata ada pertunjukan musik dan kebudayaan aseli Maroko.. arab banget nih tema-nya, ahh cape deh!&lt;br /&gt;Bangunan The Pavilion Mall, either inside and outside gak beda-beda jauh sama Mall yang ada di Jakarta. Malah kalah besar dibanding Senayan City atau Grand Indonesia, tapi salah satu ciri khas Mall ini adalah suasana-nya yang seru. The Pavilion jadi tempat favorit anak-anak ‘abg’ KL untuk mejeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatnya persis di sekitar air mancur di depan lobby utama, yah semacam boulevard yang luas gitu. Yang bikin gue amaze adalah untuk urusan fashion ternyata gaya anak-anak abg disini cukup ekspresif juga, walaupun gak terlalu beda jauh sama anak-anak Jakarta. Cuma yang bikin menarik tuh, di satu tempat inilah mereka semua betul-betul tampil semaksimal mungkin. Mirip catwalk raksasa lah..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siap-siap Kondangan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;As I told you in the beginning of this story, the main reason why we visit here to Malaysia; is to attend a wedding reception of my sister business-collegue daughter. Alias mau kondangan! Hehe. Masih di hari yang sama, sehabis puas menelusuri Pavillion Mall gue dan kakak gue balik lagi ke hotel untuk beres-beres dan bersiap ke acara resepsi pernikahan. Acaranya sendiri di Mandarin Oriental Hotel, kalo dari daerah Times Square, tempat gue nginep; butuh sekitar 15 menit aja untuk sampe kesana (tapi tanpa ada halangan jalanan ‘jam teruk’ loh yaa, kalo traffic jam gak tau juga..). Jam 7.30 PM kita semua udah cantik-cantik, karena cuma gue satu-satunya cowok dalam rombongan ini,hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya hampir gue lupa cerita, selama perjalanan kita di KL ini dari hari pertama kita selalu ditemenin sama temen kakak gue yang kebetulan stay di KL, tepatnya di daerah Selangor. Namanya Kak Zuhra (duileee..kakak! hihi) atau let say, mama chacha. Baik hatinya mama chacha, karena di sela-sela kesibukannya di KL yang jadi dosen dan sekalian lagi study gelar doctor-nya, masih juga sempet-sempetin nginep di Berjaya hotel tempat kita stay ini. Chacha dan keponakan-keponakan gue Mayra dan Umara juga kompak, jadi tambah seru aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Times Square, udah hampir jam 8 PM. Dibawah kendali mama chacha sebagai ‘GPS Driver’ (maksudnya totally depend on GPS direction..hehe) akhirnya kita berangkat. Dan bener kejadian, ternyata keadaan traffic emang lagi macet-macetnya terutama jalan menuju ke Mandarin Hotel. Somehow penyebab macetnya sendiri adalah tamu-tamu undangan resepsi pernikahan ini, ampun deh. Walhasil, sekitar Jam 8.30 PM kita akhirnya ada di lobby Mandarin Hotel. Kebetulan tuan rumah nyediain satu kamar untuk kakak gue nginep di hotel ini, dan setelah check-in beres meluncurlah kita menuju acara kondangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hajatan a la Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Basically, ngga ada yang terlalu jauh berbeda dalam acara resepsi pernikahan dengan bangsa kita. Mungkin akan lebih detail dibandingin kalo gue bisa dateng ke acara akad pernikahan mereka, tapi akad nikah-nya cuma dihadiri oleh keluarga terdekat aja pagi harinya. Resepsi pernikahan ini sendiri mengambil konsep Melayu-modern, suasana-nya juga mirip-mirip kalo kita dateng ke acara pernikahan orang melayu seperti tradisi Riau, Minang, atau Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, baik laki-laki dan perempuan dewasa disana lebih memilih baju adat dibanding memakai stelan jas atau gaun. Selain itu, kurang jamak bagi tamu–tamu undangan untuk makan sambil berdiri macam resepsi disini. Jadi memang disediakan meja dan kursi-kursi yang berderet memanjang, sedangkan acara hiburan sendiri disediakan area kosong untuk pertunjukan musik dan ‘dansa-dansi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of the funniest story for me is, I’m the only person who wear Batik on this occasion! Ahaha.. instead of being alienated, weirdly I feel so proud; proud of my Batik outfit! Hehe.. it also took quit an attraction, shown from how people staring at me. Only god knows what’s on their mind.. ahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup betul, ternyata kalo mau jujur memang sebetulnya batik itu bukan identitas murni orang Malaysia. Beda banget kan kalo Batik itu bener-bener hasil kebudayaan mereka, tentu tampak dari penampilan mereka dalam event-event formal macam acara pernikahan. Menurut gue Malaysia agak ‘keukeuh’ untuk meng-klaim Batik yaa karena alasan ekonomis aja. Karena Batik itu emang betul-betul-betul cantik! sekaligus bernilai ekonomi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai acara gue balik ke Times Square. Sedangkan kakak gue dan rombongannya nginep disana, dan janjian sarapan bareng besok pagi-nya di Mandarin. Really a great experience attending this event!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Amazing Petrosains&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu cuaca sangat cerah di Kuala Lumpur, cocok banget untuk jalan-jalan lagi. Karena kemarin gue udah beli tiket masuk Museum Petrosains, jadi hari ini rencana bener-bener fokus pergi kesana sama keponakan-keponakan gue. Selesai sarapan jam 9.15 dari Mandarin Hotel, perjalanan cukup 5 menit aja dan udah sampe ke KLCC Tower. Gue dan keponakan bisa jalan kaki santai, sambil nikmatin udara pagi yang masih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu masuk pertunjukkan gelombang 1 dibuka tepat jam 10 pagi. Gue dan ‘krucil-krucil’ excited banget sambil nunggu di antrian masuk. Gak lama kita udah naik kereta listrik menuju ke wahana-wahana ilmu pengetahuan yang ada di Petrosains. Sepanjang perjalanan didalam kereta ini, ada semacam interlude lewat audio-visual dengan teknologi 3D yang wow! Isinya tentang penanaman nilai-nilai kecintaan terhadap alam dan terutama rasa nasionalisme Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia dini anak-anak di Malaysia udah ditanamkan nilai kecintaan yang besar terhadap bangsanya. Pikiran gue, yah nggak salah juga sih kalo generasi penerus Malaysia tuh punya sense of belonging dan dignity yang tinggi terhadap tanah airnya. Dan semua kebanggaan ini berawal dari kemampuan mereka mengolah hasil alamnya secara mandiri; salah satunya dengan Petronas-nya. Nah, kalo bangsa kita sendiri gimana dong??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dari Petrosains menurut gue sangat brilian. Karena menyuguhkan pelajaran tentang ilmu pengetahuan secara fun dan atraktif, daripada rumit, kaku, dan membosankan. Ada banyak wahana yang simple dan menyenangkan banget, cocok untuk anak-anak dari usia balita sampe SMP; jadi mereka lebih mengenal dan lebih tertarik pada dunia ilmu pengetahuan. Ada beragam section ilmu pengetahuan seperti Geologi, hidrologi, paleontology, vulkanologi, oil &amp; gas, minning, biologi, fisika, miniatur drilling Petronas di tengah laut, dan masih banyak lagi. Pokoknya waktu 2 jam lebih didalam Petrosains sama sekali ngga terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12 siang akhirnya gue dan keponakan keluar dari area Petrosains. Lumayan puas, sekaligus agak-agak iri juga sih sama pembangunan dan kemajuan Negara serumpun kita yang satu ini. Tapi intinya bukan iri yang destruktif, gue tetep yakin kok kalo bangsa kita punya komitmen, kemauan, dan kerja keras; gak ada alasan kita gak bisa seperti mereka, bahkan lebih maju dari mereka, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;IKEA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita kumpul lagi sama seluruh rombongan, sambil makan siang diisi cerita gimana serunya pengalaman di Petrosains tadi, keponakan kecil gue makan banyak banget (yang biasanya agak susah makan..hihi). Setelah cukup kenyang makan siang, kita udah siap-siap berangkat lagi ke daerah Petaling Jaya. Tujuan ke IKEA Store, toko super gede tempat pernak-pernik furnitur dan home appliances lainnya yang lengkap. Keistimewaan barang-barang IKEA ada di desain dan kualitasnya, cuma ciri khas IKEA itu barang yang kita beli umumnya unwrapped. So, setelah beli dan dibawa pulang kita mesti bongkar-pasang sendiri.. dikerjain orang Swedia tuh beli IKEA,hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Main ke apartment Chacha…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Udah capek keliling dan beli barang keperluan di IKEA, yang kebetulan jaraknya nggak jauh dari apartment tempat Chacha dan mama-nya tinggal. Tepatnya ada di daerah Selangor, sekitar 30 Menit dari pusat kota Kuala Lumpur. 10 menit perjalanan dari IKEA kita udah sampe di dalam Apartment Chaca di lantai 19, untuk istirahat sebentar sekalian sholat ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 6 PM perut mulai terasa agak laper, dan mama chacha ajak kita ke tempat makan yang enak gak jauh dari apartment, namanya Al-Shifa. Yang terkenal dari Al-Shifa itu teh tariknya yang khas Malaysia, ditambah madu; dan jadilah the famous ‘two-layer tea’. Tempatnya lumayan cozy dan dijadiin nongkrong anak-anak muda disana, karena bisa sambil santai sekalian nyeruput bong shisa.&lt;br /&gt;Makanannya juga enak-enak, umumnya menu aseli india. Kalo ada yang sempet mampir ke daerah Selangor, mesti nih mampir sebentar ke Al-Shifa (deuuuh.. kok viral marketing gene siih!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kawasan hinterland Kuala Lumpur, daerah Petaling Jaya dan Selangor umumnya jadi tempat pemukiman warga yang sehari-hari beraktivitas atau kerja di pusat kota KL. Selain living cost KL yang jauh lebih tinggi dibanding daerah pinggiran, tentu daerah suburban jadi tempat ideal untuk tinggal dengan kondisi lingkungan yang lebih nyaman. Jam 7 PM kita dadah2an sama chacha dan kak Zuhra, balik lagi ke Times square pake teksi. Wow, hari yang bener-bener seruuuuu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;The Last Day&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waahhh.. gak terasa, sampe juga deh di hari Senin. Hari terakhir kita di KL, untuk jadwal kembali pulang ke Jakarta jam 4 PM waktu KL. As well as always, sebelum start kegiatan hari ini kita sarapan dulu di hotel. Jam 9 pagi kita udah bikin rencana ke daerah Mesjid India, atau bisa dibilang little India-nya KL, tepatnya sebelah utara Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan gue bisa liat gabungan antara bangunan kuno dan modern, teratur rapih dan bersih terawatt disebelah kiri dan kanan. KL udah sadar betul kalo bangunan-bangunan kuno peninggalan masa kolonial sebagai asset yang sangat-sangat berharga. Jadi keliatan banget perawatan yang diberikan betul-betul serius. Dan mayoritas bangunan itu juga masih sangat layak untuk digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling stands out, menurut gue itu gedung kementrian kebudayaan Malaysia. Perpaduan arsitektur timur tengah dan eropa kental banget. Beranda-nya mirip pilar-pilar Masjid nabawi, sedangkan balkon atas khas bangunan eropa, khususnya Inggris. Hal ini juga yang patut di contoh dari Malaysia, preservasi bangunan bersejarah yang jumlahnya juga cukup banyak di Jakarta, terutama di daerah Kota Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, setelah sempet terjebak macet di beberapa jalan protokol, karena hari senin udah masuk hari normal kerja dan beragam aktivitas warga KL; sekitar 40 menit kemudian kita udah sampe di daerah Mesjid India. Kawasan Mesjid India semacam pasar garmen terbesar di KL. Barang-barang yang dijual disini nggak jauh-jauh dari keperluan baju dan bahan-bahan kain beragam kualitas, mulai dari sutra mahal hingga kain sulam Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sendiri khusus nyempetin kesini untuk nyari baju khas makcik Malaysia itu, baju muslimah mirip gamis longgar stelan dua potong; dengan atasan dan bawahan rok. Tapi ternyata harga baju makcik yang udah jadi disana mahal banget, beda jauh sama harga bahan yang relatif jauh lebih miring. Kata mbak penjaga toko-nya yang aseli orang Kendal, Jawa Tengah; yang bikin mahal itu ongkos tukang jahitnya. Lumayan juga jadi tukang jahit dong di KL..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari pulang.. marilah pulaang.. ;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jam satu siang kita udah last checked barang bawaan di kamar hotel dan check-out 30 menit kemudian. Kendaraan menuju KLIA pun Alhamdulillah udah nunggu di lobby, karena rekan bisnis kakak gue itu dengan baik hati mengirim supirnya untuk anter kita ke airport. Jam 2 PM berangkat dari hotel dan 30 menit setelah itu kita udah sampe di airport. Keperluan check-in airport dan keperluan bagasi yang sudah ‘beranak-pinak’ makan waktu gak lebih dari 15 menit. Sekitar jam 3 PM gue dan rombongan udah duduk manis di Gate H untuk menanti keberangkatan flight MH 714 tujuan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah penerbangan berjalan dengan lancar, dan akhirnya mendarat mulus di cengkareng sekitar jam 7.30 malam WIB. Kembali lagi ke kampung halaman, langsung disambut lagi sama kesemerawutan dan kemacetan yang nggak kunjung bisa dirubah.&lt;br /&gt;Tentunya ada banyak banget hal yang bisa kita bawa pulang dari travel yang kita lakukan, termasuk travelling gue yang terakhir ini ke Malaysia. Selain oleh-oleh cinderamata, barang belanjaan atau foto-foto penuh kenangan; dari setiap perjalanan kita, terutama travel abroad kemana pun tujuannya. Ada banyak pengalaman, wawasan, dan cerita yang bisa kita bawa pulang. Semoga masih ada kesempatan berikutnya untuk gue bisa berkunjung ke Negara lain.. see you at the next trip!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-2242392372451420402?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/2242392372451420402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=2242392372451420402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2242392372451420402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2242392372451420402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2010/08/jom-tengok-malaysia-pt-2.html' title='Jom Tengok Malaysia Pt. 2'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/TFoU8Sk1t0I/AAAAAAAAALI/kZ_mea5NHvE/s72-c/DSC03195.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-428935369133461957</id><published>2009-11-24T23:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T23:20:10.638-08:00</updated><title type='text'>Karena Rasululloh SAW. Sangat Cinta Umatnya..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SwzaZhtWBuI/AAAAAAAAAK8/BqzWPek7bFY/s1600/sahara_desert.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SwzaZhtWBuI/AAAAAAAAAK8/BqzWPek7bFY/s320/sahara_desert.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407937384645265122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDIVISI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDIVISI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CDIVISI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;" lang="IT"&gt;Dari Muadz Bin Jabal dari Ibnu Abbas R.A:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Ketika kami sedang bersama Rasululloh SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkan aku (sebagai pembawa informasi)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Rasululloh SAW. bersabda: “Tahukah kalian, siapa yang memanggil?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Kami menjawab: “Sesungguhnya, Alloh dan Rasul-Nya yang lebih tahu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Beliau melanjutkan, “Itulah Iblis laknatulloh, laknat Alloh bersamanya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sahabat Umar Bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya, wahai Rasululloh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Rasululloh SAW. menahannya, “Sabarlah wahai Umar, bukankah engkau tahu bahwa Alloh memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakanlah pintu untuknya, sebab sesungguhnya dirinya telah ditugaskan untuk hal ini. Pahamilah apa yang akan dia sampaikan, dan dengarkan, perhatikan dengan seksama..”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ibnu Abbas RA. Berkata, pintu lalu dibuka dan ternyata iblis laknatulloh yang berada diambang pintu itu tampak seperti seorang kakek yang satu matanya cacat. Pada janggutnya, terdapat 7 helai rambut yang menyerupai rambut kuda, diapun memiliki taring yang menyerupai taring babi hutan (&lt;i style=""&gt;celeng&lt;/i&gt;), adapun bibirnya tebal dan berlendir bagaikan bibir sapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Iblis berkata: “Salam untukmu, Muhammad.. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;serta salam untukmu para hadirin..!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Rasululloh SAW. menjawabnya: “Salam (keselamatan) hanyalah milik Alloh SWT.. Sebagai makhluk terlaknat, sebetulnya apa keperluanmu datang kemari?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, sesungguhnya kedatanganku ini bukan berdasarkan kemauanku sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Melainkan karena keterpaksaan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dengan demikian, siapa yang telah memaksamu untuk melakukan hal ini?”. Rasululloh SAW melanjutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Seorang malaikat utusan Alloh mendatangiku, dan berkata demikian:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Alloh SWT memerintahkanmu untuk segera mendatangi Muhammad, dalam keadaan yang menundukkan diri. Kemudian, beritahukan Muhammad tentang cara-caramu dalam menggoda segenap umat manusia. Jawablah segala pertanyaannya dengan sejujur-jujurnya. Demi kebesaran Alloh, andaikata engkau bedusta wahai Iblis laknatulloh; walaupun hanya satu kali saja berdusta dalam memberikan jawaban, maka sesungguhnya Alloh akan menghempaskanmu sebagaimana debu yang hilang tertiup angin”. Kemudian Iblis laknatulloh pun melanjutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Oleh karena itulah, hari ini aku mendatangimu wahai Muhammad. Tanyakanlah apa saja yang hendak engkau tanyakan. Jika memang aku berdusta, aku akan dicaci-maki oleh seluruh musuh-musuhku. Karena sesungguhnya, tidak ada satupun hal yang begitu buruknya menimpaku selain cacian yang datangnya dari musuh-musuhku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Siapa sajakah, orang-orang yang begitu dibenci oleh Iblis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Baiklah jika memang begitu”. Rasululloh SAW. melanjutkan “Jika memang benar engkau akan berkata dengan jujur, siapakah manusia yang paling engkau benci?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Iblis pun segera menjawab: “Engkau, engkaulah orang yang sangat aku benci. Dan juga orang-orang sepertimu (pengikut setia hukum Alloh dalam ajaran para Rasul-rasul-Nya) adalah orang yang sangat aku benci”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Kemudian, siapakah berikutnya?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“pemuda yang senantiasa bertaqwa, yang senantiasa memberikan dirinya untuk mengabdi hanya kepada Alloh SWt”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“lalu, siapa lagi?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“orang yang &lt;i style=""&gt;alim&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;wara’ &lt;/i&gt;(teguh pendirian dan loyal)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa lagi selanjutnya?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Orang yang selalu bersuci”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“siapa lagi?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Seorang fakir yang selalu sabar dan tidak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Sesungguhnya, apa saja tanda kesabarnnya?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Wahai Muhammad, jika dia tidak mengeluhkan kesusahannya selama 3 hari. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Alloh lah yang akan memberikan pahala kepada orang-orang yang sabar”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“lantas, apa lagi selanjutnya?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Orang kaya yang bersyukur”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Bagaimana tanda-tanda kesyukurannya?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Ia akan mengambil kekayaan dari tempatnya, kemudian dirinya akan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sambil mengarahkan pandangannya kepada para sahabat, Rasululloh SAW melanjutkan pertanyaannya bagi Iblis tersebut. “Menurutmu, orang seperti apa Abu Bakkar itu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sesungguhnya, dialah orang yang tidak pernah menurutiku ketika jaman kejahiliyahan membelenggu manusia, terlebih lagi dalam masa ke-Islaman”. Iblis menjawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sedangkan, Umar Bin Khattab?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Demi Alloh, setiap aku berjumpa dengannya aku pasti akan kabur (karena ketakutan)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Bagaimana dengan Ustman Bin Affan?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku segan kepada orang yang malaikat pun segan kepadanya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dan, Ali Bin Abi Tholib?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia dapat melepaskanku dan akupun melepaskannya. Tapi dia tidak akan mau melakukan hal itu”. (Hal ini disebabkan dzikrulloh Ali Bin Abi Tholib yang tiada pernah terputus kepada Alloh)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Amalan-amalan yang dapat menyakiti Iblis&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pertanyaan-pertanyaan pun terus mengalir yang ditujukan kepada Iblis laknatuloh. Sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang engkau rasakan jika melihat salah seorang dari umatku yang hendak menunaikan ibadah Sholat?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku merasakan badan panas dingin dan gemetar”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Mengapa demikian?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sebab, setiap hamba yang bersujud satu kali kepada Alloh, dan diniatkan dengan ikhlas. Maka sesungguhnya Alloh akan mengangkat satu derajatnya lebih tinggi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Jika seorang dari umatku ber-&lt;i style=""&gt;Shaum&lt;/i&gt;?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tubuhku rasanya seperti terikat dan terkekang dengan kuat, hingga akhirnya dia ber-Ifthar (berbuka)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Jika umatku berhaji dengan ketentuan yang benar?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Maka aku seakan-akan seperti orang yang gila”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Jika dia membaca ayat-ayat Al-Quran?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku akan meleleh laksana sepotong timah yang dipanggang diatas api yang panas”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“dan, jika dia bersedekah?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hal itu sama saja dengan orang tadi membelah tubuhku dengan gergaji”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Mengapa begitu dahsyat sedekah umatku menimpa-mu?”. Tanya Rasululloh kepada tamunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sebab, dalam sedekah terdapat 4 keuntungan sekaligus yang dapat diperoleh. Diantaranya, keberkahan dalam harta yang dimilikinya, hidupnya akan disukai oleh orang lain, kemudian sedekah yang dia kerjakan tadi dapat menjadi hijab bagi dirinya dari siksa api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Kemudian, apa yang dapat mematahkan pinggangmu dengan sekejap?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Suara hentakan pasukan dan kuda-kuda perang yang berada di jalan Alloh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang dapat melelehkan tubuh-mu hingga tak berbekas?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Kesungguhan taubat, yaitu orang-orang yang sedang bertaubat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apakah yang dapat membakar hatimu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Istighfar yang dilakukan tiada henti dari siang hingga waktu malam”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hal apa yang dapat mencoreng-coreng wajahmu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang dapat menusuk dan membutakan matamu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Shalat fajar dari umat-mu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang dapat menghantam kepalamu dengan keras?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Shalat yang dilakukan secara berjamaah dan dilakukan dengan tertib”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang paling menggangumu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Majelis para ulama yang tulus demi kemajuan umat Islam”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Bagaimana caramu makan?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Dengan tangan kiri, sambil berdiri dan dengan jari-jariku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dimanakah engkau menaungi anak-anakmu ketika panas terik membakarnya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dibawah jari kuku manusia yang sengaja dipelihara (dipanjangkan)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Manusia yang menjadi teman setia Iblis&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kembali Rasululloh melanjutkan serangkaian pertanyaan yang ditujukan kepada Iblis laknatulloh yang datang bertamu ke rumah sahabat Anshor tersebut. “Siapakah kawan dekatmu, wahai Iblis laknatulloh?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tanpa ragu, Iblis pun menjawabnya, “Manusia para pemakan hasil Riba”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa saja sahabat-sahabat terdekatmu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Para pen-zina”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa saja yang gemar engkau jadikan teman saat tidurmu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Para pemabuk, para penggemar minuman yang mengandung &lt;i style=""&gt;Khamr &lt;/i&gt;(alkohol dalam segala jenis minuman keras lainnya)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa tamu-tamu yang engkau nantikan?”. Lanjut Rasululloh SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Para pencuri, yaitu orang yang gemar mangambil apa yang bukan menjadi hak-nya (termasuk korupsi dan penipuan)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Siapa orang-orang menjadi utusan-mu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Para tukang sihir (termasuk dukun-dukun yang berkawan dengan jin)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hal apa yang membuat dirimu bergembira?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“seseorang yang bersumpah dalam hal cerai”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa yang menjadi kekasihmu, kaum iblis?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Orang-orang yang meninggalkan sholat Jumat, dilakukan dengan sengaja tanpa ada alasan yang memperkuatnya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa mereka diantara kaum manusia yang paling membahagiakanmu?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Orang-orang yang meninggalkan kewajibannya untuk shalat 5 waktu dengan sengaja”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Ketidakberdayaan Iblis dihadapan orang yang ihklas&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Rasululloh SAW. kemudian bersabda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Segala puji bagi Alloh yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu wahai Iblis laknatulloh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kemudian iblis langsung menimpali sabda Rasululloh tersebut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tidak, sungguh tidak benar… karena tidak akan ada kebahagiaan selama aku ditangguhkan (untuk merusak manusia) hingga hari akhir”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kemudian iblis pun melanjutkan pernyataan-nya : “Bagaimana mungkin engkau dapat berbahagia atas umatmu, sementara aku dapat masuk hingga kedalam aliran darah mereka, dan mereka tidak diberikan kemampuan untuk dapat melihatku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Demi yang menciptakan diriku dan memberikan kesempatan bagiku hingga akhir zaman, sesungguhnya aku akan berusaha sekuat daya untuk menyesatkan mereka semuanya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Iblis pun melanjutkan pernyataannya. “Akan aku sesatkan baik mereka yang bodoh, atau yang pintar, baik mereka yang dapat membaca atau yang buta huruf, mereka yang durjana maupun mereka yang soleh; terkecuali bagi mereka hamba Alloh yang memiliki keikhlasan dalam hidupnya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Siapa menurutmu orang yang ikhlas dalam hidup ini?”. Bertanya Rasululloh SAW kepada iblis dihadapannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tidakkah engkau tahu, wahai Muhammad… Bahwa barang siapa yang mencintai emas dan perak, maka ia bukan termasuk orang-orang yang ikhlas. Jika engkau perhatikan seseorang yang tidak menyukai &lt;i style=""&gt;dinar&lt;/i&gt; maupun &lt;i style=""&gt;dirham,&lt;/i&gt; tidak menyukai puji-pujian dan sanjungan, maka aku dapat pastikan bahwa dirinya adalah orang yang ikhlas dalam hidupnya, dan aku akan segera pergi meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan, dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia; maka sesungguhnya dia akan sangat patuh padaku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Barisan tentara iblis yang tugasnya menyesatkan manusia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Demikian iblis memberi tahukan kepada Rasululloh SAW. tentang sepasukan iblis yang selalu siap sedia menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Alloh SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tahukah kamu, Muhammad.. bahwa aku memiliki 70.000 anak. Dan dari masing-masing anakku itu memiliki 70.000 syaitan yang akan senantiasa menyesatkan manusia”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sebagian dari mereka ada yang aku tugaskan untuk menggangu para ulama. Sebagian yang lain ditugaskan untuk mengganggu anak-anak muda untuk makin jauh dari Alloh, sebagian lagi aku tugaskan untuk menggangu para orang-orang yang lebih tua. Sebagian lain khusus aku tugaskan untuk mengganggu para kaum perempuan dengan segala cara, sebagian lainnya juga khusus aku tugaskan untuk menggangu mereka; para &lt;i style=""&gt;zahid&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sesungguhnya aku memiliki anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada saat sebagian umat muslim yang taat shalat berjamaah. Tanpanya, maka umat manusia tidak akan pernah merasa mengantuk pada saat shalat berjamaah akan didirikan setelah &lt;i style=""&gt;iqamat&lt;/i&gt; diperdengarkan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Selain itu, aku juga memiliki anak yang tugasnya menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan &lt;i style=""&gt;tausiyah&lt;/i&gt; atau ceramah keilmuan Islam yang dibawakan oleh para ulama yang lurus; sehingga mereka akan terkantuk-kantuk hingga tertidur, dan pahalanya terhapus”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku juga punya anak yang senang berada di lidah-lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada sesama-nya, dengan demikian 99% pahalanya akan terhapus dan dirinya hanya akan mendapat kesia-siaan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Pada setiap seorang perempuan yang sedang berjalan, maka anak-anakku dan segolongan syaitan yang lain akan duduk dipinggul, di-dadanya dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kaum Syaitan akan berkata, “keluarkan tanganmu!”. Lalu segolongan manusia menurutinya, mengeluarkan tangannya, lalu syaitan pun menghiasi kuku-kukunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Mereka, anak-anakku selalu menyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lainnya; tujuannya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari ke-ikhlasan mereka”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dengan bangga Iblis merendahkan suaranya, dan berkata, “Akhirnya mereka akan menyembah Alloh tanpa didasari rasa ke-ikhlasan, namun manusia tersebut tetap tidak merasakan hal itu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tahukah kamu Muhammad, bahwa ada rahib yang telah beribadah kepada Alloh selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya dapat sembuh dengan seketika. Maka aku terus-menerus menggoda-nya hingga dia melakukan perbuatan zina, membunuh, dan akhirnya kufur”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Cara-cara Iblis menggoda Manusia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Perbincangan antara Rasululloh SAW. bersama para sahabat, dengan Iblis yang sedang ditugaskan untuk mendatangi majelis tersebut terus berlanjut. Kemudian Iblis pun bersedia membeberkan, bagaimana cara-cara yang ditempuh oleh Iblis laknatulloh untuk menggangu kaimanan umat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tahukah kau Muhammad, bahwa dusta berasal dariku. Karena akulah makhluk pertama yang berdusta”. Iblis pun melanjutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Para pendusta adalah sahabat terbaikku, barangsiapa bersumpah dengan berdusta, maka ia aku jadikan sebagai kekasihku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tahukahkah kau wahai Muhammad, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa; dengan nama Alloh bahwa aku seakan-akan benar-benar menasehatinya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sumpah dusta tidak lain adalah kegemaranku!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;i style=""&gt;Ghibah&lt;/i&gt; (bergunjing/ bergosip) dan &lt;i style=""&gt;Namimah&lt;/i&gt; (mengadu domba) adalah kesenanganku!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dan, kesaksian palsu adalah kegembiraanku!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bagi orang-orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya, maka ia berada dibibir jurang dosa; walaupun hanya sekali dan walaupun dirinya benar. Sebab, barang siapa yang membiasakan dirinya dengan kata-kata cerai, maka isterinya menjadi haram baginya. Kemudian, dia akan beranak-cucu hingga hari kiamat kelak. Pada akhirnya, anak-anak keturunannya akan saling berzina tanpa mereka sadari. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Dengan demikian, hubungan mereka menjadi haram. Segala malapetaka ini diawali dari mudahnya mengatakan kata “ &lt;b style=""&gt;CERAI&lt;/b&gt; ”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu itu banyak yang suka mengulur-ulur waktu shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, maka aku tempelkan bibirku ke telinga-nya; aku bisikan padanya bahwa waktu shalat masih tersisa lama lagi, dirinya masih dalam keadaan sibuk, lalu dia kan terus menunda-nundanya hingga waktu shalat dengan segala keutamaannya akan lewat. Akhirnya dia akan menunaikan shalat diluar waktunya, maka sesungguhnya pada hari perhitungan kelak; ibadah shalat mereka itu akan dipukulkan ke-mukanya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Jika umat manusisa berhasil mengalahkanku, maka akan aku biarkan dirinya shalat. Namun kemudian, akan senantiasa aku bisikan tepat ditelinga-nya : ‘lihatlah ke kiri dan kanan-mu’, dan ia pun akan menoleh kian kemari. Pada saat itu pula akan aku usap dengan tanganku dan kuciumi keningnya; serta aku katakana bahwa shalat-nya tidak sempurna, shalatnya tidak sempurna; dirinya pun akan ragu-ragu dalam shalatnya termasuk bilangan rakaat, maupun surat dan doa yang diucapkan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Bukankah engkau tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang dalam shalatnya banyak menoleh; mereka akan dipukul”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Jika manusia melakukan shalat secara &lt;i style=""&gt;munfarid&lt;/i&gt; (sendirian), maka akan aku suruh dirinya untuk bergegas-gegas, sehingga ia pun akan shalat layaknya seekor ayam yang mematuk-matuk beras dihamparan tanah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Dan jika memang dia berhasil mengalahkanku, maka dirinya akan shalat secara bersama-sama (berjamaah). Akan aku ikatkan tali ke lehernya, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam dan meletakkan-nya sebelum sang imam melakukan hal itu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Engkau pun tahu, wahai Muhammad bahwa dengan berlaku seperti itu makan batal-lah shalatnya dan wajahnya akan berubah layaknya wajah keledai”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Dan, jika memang dirinya berhasil pula mengalahkanku; akan aku tutup lubang hidungnya hingga akhirnya dia akan menguap dalam shalatnya. Jika dia tidak dengan sekuat tenaga untuk menutupnya, atau menutupnya dengan tangan kiri-nya; maka se-pasukan syaitan akan masuk kedalam dirinya, hingga menjadikan dirinya makin serakah dan gila akan kenikmatan dunia yang sekedar fana sifatnya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dengan demikian, mereka akan semakin taat kepadaku”. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Cetus setan dengan nada suara bangga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Wahai Muhammad, uswatun khasanah. Sebetulnya, kebahagiaan apa untukmu? Sedangkan aku senantiasa membisikan para kaum miskin; aku perintahkan mereka agar meninggalkan shalatnya. Aku katakan pada mereka ‘tidaklah wajib bagi dirimu untuk shalat, karena shalat itu hanya diwajibkan bagi mereka yang berkecukupan hidupnya dan berbadan sehat. Sedangkan orang yang miskin dan sakit-sakitan seperti dirimu tidak diwajibkan untuk shalat, andai saja kehidupanmu berubah, nasibmu berputar dan berubah lebih baik maka barulah engkau jalankan perintah shalat itu’. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan sebagian umat manusia yang miskin dan tidak beriman akan mengikuti bisikanku itu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bagi orang macam itu, maka ia akan mati dalam kekafiran yang nyata. Jika dirinya mati sambil meninggalkan perintah shalat, maka Alloh akan menjumpainya dalam kemurkaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Wahai Muhammad, sungguh jika aku berdusta padamu tentang hal ini maka Alloh akan menyapuku menjadi debu yang berterbangan ditiup angin”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;Wahai Muhammad, kekasih Alloh.. Apakah kau akan bergembira dengan umatmu, padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Din Islam, ajaran Islam kebenaran?!&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Sepuluh permintaan Kaum Iblis kepada Aloh SWT&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ketegaran Rasululloh SAW. sungguh sedang diuji dihadapan tamunya ini, Iblis laknatulloh. Menyadari bahwa umatnya yang begitu dicintainya akan senantiasa diintai oleh godaan bertubi-tubi dari pasukan Iblis yang akan menyesatkan umat manusia dari keimanan hingga datang hari kiamat kelak. Kemudian, Rasululloh SAW. pun melanjutkan pertanyaan-nya, untuk dijadikan pelajaran bagi para sahabat yang hadir dan seluruh umat Islam yang istiqomah mematuhi ajaran Islam yang lurus dan senantiasa mewaspadai segala bentuk godaan Iblis hingga akhir zaman. Berikut pertanyaan Rasululloh SAW. kepada Iblis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Berapa banyak perkara yang engkau pinta dari Allohu Robbul’alamin?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Ada Sepuluh macam perkara!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Sebutkan padaku satu per satu dengan jelas”. Perintah Rasululloh kepada Iblis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku minta agar Alloh membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Alloh pun mengizinkan. Dan Alloh berfirman ‘Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak, dan janjikanlah mereka; tidaklah janji syaitan itu kecuali tipuan’ (QS. Al-Isra: 64)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Iblis melanjutkan, “(adalah) Harta yang tidak dizakatkan, maka akan aku makan darinya. Aku juga akan makan dari makanan yang haram dan yang bercampur dengan &lt;b style=""&gt;Riba&lt;/b&gt;, dan aku juga akan makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Alloh (basmalah)”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Akupun meminta agar Alloh membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istri-istri mereka yang dilakukan tanpa mengharapkan perlindungan dari nama Alloh; dengan demikian syaitan akan ikut bersamanya dan anak-anak yang dilahirkan pun akan cenderung pada kepatuhan kepada godaan syaitan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku mintakan kepada Alloh, agar aku dapat ikut bersama-sama dengan orang yang berkendara dengan bukan untuk tujuan yang halal. Seungguhnya di dalam kendaraan itu hatinya tidaklah tenang, karena maksiat yang akan mereka perbuat. Namun, belaianku akan membawanya makin mendekati pada kemaksiatan itu. Kecuali bagi mereka yang beristighfar dan berpaling dari niat buruk mereka itu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku minta kepada Alloh untuk menjadikan kamar mandi sebagai rumah kesayanganku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku minta kepada Alloh agar pasar-pasar (mall dan tempat hiburan lainnya) sebagai masjidku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku minta agar Alloh menjadikan syair-syair (lagu maupun puisi picisan) sebagai Quran-ku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku minta agar Alloh menjadikan para pemabuk sebagai teman-teman tidurku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;“Aku mintakan kepada Alloh agar memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat (membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak berguna) sebagai saudara-saudara karibku”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Alloh berfirman, “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaitan” (QS. Al-Isra: 27).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Wahai Muhammad, aku minta agar Alloh membuatku bisa melihat kaum manusia sedangkan mereka tidak dapat melihatku; dan Alloh mengabulkannya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dan aku meminta agar Alloh memberikanku kemampuan untuk dapat mengalir didalam aliran darah manusia, dan Alloh pun mengabulkan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Alloh menjawab “Silahkan”. “Dan aku bangga akan hal ini hingga hari kiamat kelak. Karena sebagian besar manusia akan bersamaku pada hari kiamat kelak”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Iblis berkata, “&lt;b style=""&gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun; aku hanyalah dapat membisikan dan menggoda manusia&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;Karena jika memang aku bisa menyesatkan mereka, maka tidak akan aku sisakan seorangpun untuk berpaling dari Dinulloh (ajaran Islam) yang benar&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;Sebagaimana dirimu pula, Muhammad. Sedikitpun engkau tidak mampu mengkaruniakan hidayah pada seseorang pun, sedangkan engkau hanya seorang Rasul yang bertugas menyampaikan Amanah Alloh&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;Karena memang jika benar engkau mampu memberikan hidayah itu, maka tak akan kita dapati seorangpun yang kafir dari ajaran Islam yang benar; karena sesungguhnya begitu besar cinta-mu kepada seluruh umat-mu&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“&lt;b style=""&gt;Sedangkan engkau hanya dapat menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara&lt;/b&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Orang-orang yang berbahagia adalah orang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditentukan dan ditulis untuk sengsara semenjak dalam kandungan ibunya pula”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kemudian, Rasululloh SAW. lalu membacakan sebuah ayat, “Mereka akan terus berselisih, kecuali orang yang dirahmati oleh Alloh SWT” (QS. Hud: 118-119). Dan kemudian, ia pun membacakan, “Sesungguhnya ketentuan Alloh pasti berlaku” (QS. Al-Ahzab: 38).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kemudian iblis pun berkata, “Wahai Rasululloh, sungguh takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha suci Alloh yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul sebelum dirimu, pemimpin penduduk Adn’ –surga yang abadi; dan yang telah menjadikanku pemimpin makhluk-makhluk yang celaka, dan pemimpin penduduk neraka. Akulah si celaka yang terusir, ini adalah akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai Habibulloh, dan sungguh tiada dusta dalam jawaban yang telah aku berikan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-428935369133461957?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/428935369133461957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=428935369133461957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/428935369133461957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/428935369133461957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/11/karena-rasululloh-saw-sangat-cinta.html' title='Karena Rasululloh SAW. Sangat Cinta Umatnya..'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SwzaZhtWBuI/AAAAAAAAAK8/BqzWPek7bFY/s72-c/sahara_desert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-520316483710630814</id><published>2009-06-11T04:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T00:53:14.209-07:00</updated><title type='text'>Suku Hmong, Perspektif Cinta, Sex &amp; Local Wishdom..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SkhyqHw2szI/AAAAAAAAAKM/xguFqvtKArQ/s1600-h/hmong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SkhyqHw2szI/AAAAAAAAAKM/xguFqvtKArQ/s320/hmong.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352654225093866290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lumayan lama gue punya kegemaran nonton documentary film di National Geographic Channel. Ada banyak pengetahuan dan cerita, tentang banyak hal. Bonusnya, pengetahuan itu semua disajikan lewat media audio visual yang digarap super serius; jadi hasilnya pasti juara banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu waktu gue nonton film dokumenter di NatGeo yang isinya tentang ritual khusus 'perayaan cinta' suku Hmong yang menghuni wilayah pedalaman utara Vietnam yang berlansekap pegunungan dan berbatasan langsung dengan China. Banyak dari suku-suku penghuni wilayah pegunungan ini yang hidupnya mengasing jauh kedalam, terpisah jarak antara gunung yang satu dengan lainnya. Kehidupan mereka terbilang sangat subsisten (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;basic needs&lt;/span&gt;) dan sangat sederhana. Bisa disamakan dengan suku Badui di daerah Ciboleger, Banten atau bahkan suku Dani di Lembah Baliem, Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya suku yang terpencil, kehidupan mereka sangat minim inovasi dengan segala prosedur tingkah-laku yang diatur berdasar kepada tradisi serta kebiasaan leluhur. Selain cara bercocok tanam dan berladang, kehidupan pernikahan pun terikat erat dengan tradisi kebiasaan leluhur mereka. Walaupun tradisi mereka tidak melarang untuk memilih pasangan hidup, namun perjodohan antar keluarga menjadi tata-cara yang sangat jamak dipilih sebagai ketentuan nasib seorang anggota suku Hmong yang dianggap mencapai usia yang cukup. Bagi mereka yang diperjodohkan, tetap menempatkan pernikahan mereka sebagai lembaga yang sakral dan suci; kesetiaan merupakan pondasi dasar pernikahan mereka. Ketidaksetiaan dalam pernikahan merupakan 'dosa' terbesar yang sulit termaafkan. Seperti hubungan sex diluar pernikahan dan dilakukan setelah menikah, pelakunya akan diancam ganjaran hukuman yang lebih keras dibandingkan dosa melakukan pembunuhan. Poligami tidak dikenal dalam hukum hidup suku Hmong. Pernikahan dilakukan satu kali seumur hidup, dengan satu orang yang sama kecuali pasangan mereka meninggal. Angka perceraian pun hampir nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu tradisi otentik yang membuat suku Hmong unik, berbeda, dan istimewa dibandingkan suku-suku lain dari segala penjuru dunia ini, adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Love Market Tradition. Love Market Tradition&lt;/span&gt; (Tradisi Pasar Cinta) diadakan cukup satu hari dalam setahun. dan, bagaimana tradisi perayaan ini menjadi begitu istimewa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ini adalah satu tradisi yang ditunggu kehadirannya setiap tahun, diikuti oleh seluruh suku-suku Hmong yang terpisah jarak antara jajaran gunung yang sangat berjauhan. Pesertanya pun terdiri dari berbagai usia mulai remaja, dewasa, bahkan usia paruh baya hingga senja. Baik yang sudah menikah maupun masih lajang. "Tradisi Pasar Cinta" adalah satu hari dimana hukum kesetiaan pernikahan dan larangan berhubungan sex diluar ikatan pernikahan ditinggalkan selama sehari-semalam. Pada perayaan ini, setiap orang memiliki kebebasan memilih pasangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one night stand&lt;/span&gt;-nya dengan bebas. Tapi jangan buru-buru menyangka tradisi ini dilakukan layaknya pesta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;orgy&lt;/span&gt; (pesta sex) yang liar. Tradisi ini dilakukan dengan unsur tata krama adat yang dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Pasar Cinta dimulai pada hari pertama pergantian tahun berdasarkan penanggalan suku Hmong, atau tepat setiap 365 hari sekali. Perayaan dimulai pada pagi hari, dimana seluruh anggota suku Hmong yang terpisah antar gunung berduyun-duyun menuju desa Khau Vai sebagai tempat diadakannya tradisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;love market&lt;/span&gt; ini. Dengan pakaian adat khas yang colorful sebagai pakaian terbaik yang mereka miliki, orang Hmong mencapai tempat acara setelah melakukan perjalanan berjam-jam bahkan hingga berhari-hari. Sebagaian menggunakan motor, namun jauh lebih banyak yang berjalan kaki mengingat medan perjalanan yang bergunung-gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini layaknya pasar yang dibuka setahun sekali, ada banyak barang-barang kebutuhan yang dijajakan dan umumnya masih menggunakan sistem barter untuk transaksi. Selain itu, Love Market Tradition juga belum lengkap tanpa arak beras yang khas buatan 'orang Hmong'. Ada tarian-tarian, pertunjukkan musik, atau sekedar pertemuan kerabat yang terpisah selama bertahun-tahun. Menjelang malam Love Market makin meriah, karena inilah saat terakhir bagi mereka untuk mendapatkan 'pasangan tidur semalam'. Arak semakin banyak dituangkan ke gelas-gelas kosong, menumbuhkan rasa percaya diri dan kepribadian mereka yang selama setahun terpendam. Bagi usia remaja yang bertujuan mencari jodoh, si laki-laki akan merebut barang-barang perempuan sebagai simbol dirinya menaruh minat para perempuan itu;  barang yang diambil dapat berupa penutup kepala, tas, selendang, atau benda apapun yang dipakai perempuan tadi. Jika si perempuan juga berminat, maka benda miliknya tidak akan diminta kembali dan malam itu akan mereka habiskan bersama. Pada umumnya juga pernikahan pada suku Hmong terjadi jika si perempuan hamil, dan si laki-laki akan datang melamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada peserta perayaan yang usia-nya lebih tua dan telah menikah, tidak ada acara saling mengambil barang sebagaimana usia remaja melakukannya. Mereka cukup berpandangan, kemudian pihak laki-laki berinisiatif menghampiri, dan si perempuan akan menyuguhkan arak sebagai tanda persetujuan; kemudian malam pun akan mereka habiskan bersama. Sebagian hubungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one night stand&lt;/span&gt; ini mereka lakukan tanpa saling mengenal sebelumnya, namun sebagian yang lain dilakukan oleh para mantan kekasih mereka yang tidak ditakdirkan berjodoh karena hukum perjodohan pada suku mereka. Kesetiaan pernikahan akan hilang cukup dalam jangka waktu satu malam. Karena setelah perayaan 'Pasar Cinta' berakhir keesokan harinya, kehidupan mereka akan kembali sebagaimana semula. Suami yang bertanggung jawab menjadi pelindung keluarga dan istri yang akan setia memegang teguh norma pernikahan yang kuat berdasarkan hukum tradisi suku mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran? mungkin sebagian dari kita akan berpikiran demikian. Tapi, bagi saya perayaan Love Market ini membuat saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amaze. &lt;/span&gt;Bagaimana hukum kesetiaan dalam pernikahan sangatlah kuat, tanpa mengenal istilah perselingkuhan, perceraian atau bahkan poligami. Namun mereka menciptakan tradisi yang sangat kontradiktif, dan secara bersamaan begitu permisif; luar biasa. Jika dikonversi dalam peribahasa akan terdengar 'Kemarau selama setahun, dibayar dengan hujan sehari'. Kapan ya saya bisa pergi berkunjung ke Vietnam, khususnya ke desa Khau Vai untuk menyaksikan Love Market of Hmong Tribe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-520316483710630814?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/520316483710630814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=520316483710630814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/520316483710630814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/520316483710630814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/06/suku-hmong-perspektif-cinta-sex-local.html' title='Suku Hmong, Perspektif Cinta, Sex &amp; Local Wishdom..'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SkhyqHw2szI/AAAAAAAAAKM/xguFqvtKArQ/s72-c/hmong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5163646096850926284</id><published>2009-05-29T01:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T02:46:29.660-07:00</updated><title type='text'>Ladies Parking dan Cedera Paham Feminisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sh-sy68omlI/AAAAAAAAAJk/C5VInKcEUdY/s1600-h/ladiespark.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sh-sy68omlI/AAAAAAAAAJk/C5VInKcEUdY/s320/ladiespark.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341177673901709906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ladies Parking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh, berapa kali temen-temen pergi ke Mal, dalam seminggu? atau sebulan?. Kayaknya Mal  emang udah jadi bagian dari kehidupan banyak manusia yang hidup di Jakarta. Mulai dari sekedar belanja-belanja, ngopi-ngopi, nonton film, pacaran, urusan meeting, dan bahkan untuk acara reuni temen lama, arisan, perayaan ulang tahun; Mal jadi situs primadona. Temen gue sendiri menyebut Mal sebagai 'all-in-one' place for 'multipurposes', semua deh ada disini..hehe tentunya terlepas dari opini kamu yang setuju atau nggak. Mal udah makin menjadi tempat yang sulit dilepas dari kehidupan kita yang tinggal di Jakarta ini. Mulai dari anak balita, ABG, dewasa, sampe kakek-nenek; Mall welcomes you all =)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dibalik karakteristik Mal yang sangat egaliter tadi, terselip satu 'noda' yang mengandung sifat eksklusif; ironisnya noda itu dalam hal isu gender. Yaitu, munculnya fenomena &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ladies Parking&lt;/span&gt;. Ladies Parking seperti yang kita sama-sama tau, adalah spot parkir yang khusus disediakan bagi kaum perempuan yang mengendari sendiri mobilnya. Lokasi parkir untuk Ladies Parking sendiri terbilang sangat strategis, dengan posisinya yang mendekat ke akses-akses pintu masuk Mal. Nggak ayal kalo spot parkir macam ini cukup jadi incaran bagi para pengendara mobil, baik laki-laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena Ladies Parking merebak hampir diseluruh Mal di Jakarta ini, seakan-akan muncul kesan yang halus, "nggak modern kalo Mal nggak ada Ladies Parking-nya". Fenomena ini pun mulai terjadi nggak lebih atau sekitar 2 tahun kebelakang, atau terbilang sebagai fenomena yang masih baru. Terus kenapa diatas, Ladies Parking gue sebut sebagai "Noda"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini permasalahannya, mungkin sebagian dari kita; agak kurang skeptis. Coba aja kalo kaum perempuan mau sedikit aja skeptis sama fenomena yang ada. Kalo gue ditanya tentang hal ini, dan gue diumpamain sebagai perempuan, jelas gue bakal tersinggung. Loh emangnya kenapa, bukannya malah enak? Emang enak sih, tapi justru malah kenapa-kenapa banget! Kalo gue perempuan, mungkin komentar gue pertama kali "emangnya gue gak mampu nyari parkir sendiri apa? mesti pake disediain segala.." atau "sori yaa.. mungkin mereka yang difabel yang lebih butuh perlakuan istimewa kayak begini..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya gue sebagai laki-laki (^_^) sama sekali bukan iri, apalagi jealous. Cuma, bukan selama ini kah perempuan yang selalu minta diperlakukan sejajar? Idiom-idiom emansipasi yang bikin kaum perempuan makin seksi dari sebelum-sebelumnya. Gue pikir, kaum perempuan mesti lebih sedikit kritis sama sesuatu yang ada disekitarnya dan menyangkut kepentingan dirinya sendiri. Kartini sendiri, seorang pejuang emansipasi itu; kalo seumpama disediain lahan parkir khusus (ladies parking) mungkin bakal nolak mentah-mentah..hehe, atau coba ambil satu contoh pengalaman temen gue yang sempet kuliah di London. Ceritanya itu dia naik Underground sepulang dari part time job-nya, pas waktu busy hour. Keadaan kereta penuh sesak, dan masuklah seorang penumpang wanita hamil yang perutnya udah cukup besar. Tangan kanan-nya nenteng kantong belanjaan plastik, sedangkan tangan kiri-nya lekat-lekat memegang clutch bag-nya. Nah, sebagai seorang gentlemen, temen gue ini bermaksud baik menawarkan tempat duduknya. tapi apa yang terjadi kemudian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mhsw: "excuse me.. Ms, you can take my seat, please."&lt;br /&gt;ibu2: "whats? so just becos i'm pregnant, you think i need your bloody seat then?" lanjutnya.&lt;br /&gt;ibu2: "i don't need your's, but thanks. i would've asked if i need it"&lt;br /&gt;mhsw: "yes mam, i'm sorry.." loh kok berubah jadi mam? hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dari situ dia baru sadar kenapa cowok-cowok yang duduk deket ibu hamil tadi nggak nawarin duduk. Mau berniat baik ternyata nggak selalu berbuah pujian, terkadang umpatan :) hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke fenomena Ladies Parking tadi, kalo dipandang secara simbolis sendiri, maaf, spot Ladies Parking (eg. Plaza Senayan) letaknya sejajar dengan lahan parkir yang disediakan bagi mereka yang berkursi roda. Artinya ada keasamaan perlakuan disini. Sekali lagi maaf, sama sekali tanpa sebersit maksud gue mengecilkan kaum difabel. Tapi bukan kah sewajarnya jika saudara-saudara kita yang difabel, dan berkursi roda butuh perlakuan yang lebih istimewa. Bahkan, sering kali mereka yang difabel mempunyai semangat kemandirian yang melebihi kita sebagai manusia normal. Penghargaan gue yang sangat tinggi untuk saudara-saudara difabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Emansipasi Wanita, parkir dimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan barang baru kalo tuntutan persamaan antara kaum perempuan dengan laki-laki disuarakan sejak lama. Seperti dalam hal pekerjaan, peran dalam politik, pendidikan, hingga keluarga. Dan hampir kesemuanya, kaum perempuan mendapatkan posisi yang lebih baik dari waktu ke waktu, bukan?. Misalnya, sekarang nggak ada lagi profesi pekerjaan yang sepenuhnya didominasi laki-laki. Mulai dari kondektur bus kota, sopir transjakarta, sampe pilot pesawat udah sama-sama diisi baik laki-laki maupun perempuan. Indonesia pernah punya presiden perempuan, bahkan Amerika belum pernah. Kursi bagi kaum perempuan baik di parlemen maupun kabinet pemerintah makin tahun makin bertambah. Pendidikan berlaku sejajar baik laki-laki maupun perempuan, Dirut pertamina; BUMN terbesar pun diduduki oleh perempuan. Tapi kenapa untuk urusan parkir dibeda-bedakan yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali kalo untuk urusan yang sederhana ini kita sendiri kurang perhatian. Sedikit pun rasa hormat gue nggak berkurang untuk kaum perempuan. Tapi, akan lebih wise kalo kesadaran ini muncul dari perempuan sendiri, bukan? tuntutan untuk persamaan dalam perlakuan akan lebih 'deligent' jika berangkat dari kaum-nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bagaimana dengan pendapat teman-teman deh, khususnya yang perempuan, perempuan yang nyetir mobil sendiri, yang selama ini dimanjakan oleh ladies parking. (loh kok jadi ikut-ikutan eksklusif juga sih? hehe..) Oke deh, menurut lo semua gimana, kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5163646096850926284?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5163646096850926284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5163646096850926284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5163646096850926284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5163646096850926284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/05/ladies-parking-dan-cedera-paham.html' title='Ladies Parking dan Cedera Paham Feminisme'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sh-sy68omlI/AAAAAAAAAJk/C5VInKcEUdY/s72-c/ladiespark.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-8932501857880190288</id><published>2009-04-04T02:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T11:31:16.503-07:00</updated><title type='text'>Melawai Masa Sekarang dan Jelajah Kuliner Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sdjhd4PBShI/AAAAAAAAAJc/KSBCVxQXRGY/s1600-h/melawai"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sdjhd4PBShI/AAAAAAAAAJc/KSBCVxQXRGY/s320/melawai" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321250863166081554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Melawai dan Sisa-sisa Kejayaan Era New Wave..&lt;/span&gt;&lt;div&gt;Bagi siapapun yang hidup dan besar pada masa 80-an tentu kenal betul dengan daerah Melawai, Jakarta Selatan. Karena pada masa-nya, Melawai diibaratkan sebagai 'hulu-ledak' dari simbol pergaulan anak Jakarta. Iya, memang daerah Melawai menjadi daerah primadona anak muda 80-an dalam hal pergaulan; atau jaman sekarang sering disebut dengan tempat 'eksis'. Daerah Melawai bak ajang eksistensi diri, dan  akan sangat jamak ditemui sekumpulan anak muda yang sedang kumpul-kumpul sambil 'mejeng' di-depan mobilnya. Kata-kata semacam "Gile ciiing.."atau "Bo'il Baru Gua Nih.." juga akan sering kita temui.Pamor Melawai bahkan sama pentingnya dengan istilah "anak Menteng" pada medio 70-an silam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejurus dengan penuturan dari cerita Om-om dan Tante-tante saya sendiri, sebagai aktor pelaku dari masa kejayaan Melawai, bahwa daerah Melawai dan sekitarnya memang dijadikan sebagai tongkrongan favorit muda-mudi 80-an untuk JJS (jalan-jalan sore). Atau, disekitaran Melawai juga dapat ditemukan pertunjukkan spontan dari anak-anak muda yang asik menari 'break dance' atau 'tari kejang' di pinggiran jalan Melawai. Pilihan musik yang menjadi &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;playlist &lt;/span&gt;tetap diantaranya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Lionel Richie, Michael Jakson, Stevie Wonder, TOTO, dan sebagainya. Anak-anak muda-nya sendiri memiliki gaya penampilan yang identik satu dengan yang lain, dan bukan anak gaul 80-an namanya kalo melewatkan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;item-item fashion&lt;/span&gt; berikut ini. Diantaranya kacamata aviator Ray Ben, celana jeans &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Baggy&lt;/span&gt; dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;legging&lt;/span&gt;, kemeja gombrong, sepatu Adidas putih model samba, hingga &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;head ban&lt;/span&gt; berwarna mencolok. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, jangan terlalu bangga dulu anak muda generasi sekarang yang merasa mereka-lah sebagai pemangku &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;trend fashion&lt;/span&gt; terbaik. Untuk memudahkan gambaran kita bagaimana sosok anak muda pergaulan Melawai tahun 80-an, bisa kita mengambil film 'Catatan Si Boy' sebagai referensi utama-nya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke Melawai hari ini. Setelah jarak belasan tahun berselang hingga sekarang, kita akan mendapati jajaran bangunan baru berupa kantor, restoran, dan toko yang makin bertambah padat; belum lagi ditambah dengan kesemrawutan jalan raya-nya. Diluar hal itu, daerah Melawai nyaris tidak mengalami perubahan yang signifikan. Plaza Melawai sendiri yang menjadi poros utama, sama sekali tidak mengalami perubahan bentuk yang berarti. Gedungnya tampak kotor dan kusam berkarat disana-sini. Tepat didepan Plaza Melawai dihiasi deretan Bajaj dan Metro Mini yang nge-tem sembarangan untuk menunggu para calon penumpang. Sedangkan pada bagian dalam-nya, suasana Plaza Melawai yang sumpek dan panas menjadi ciri khas utama. Tempat parkir yang becek dan kurang tertata baik masih akan kita jumpai, lorong-lorong kecil yang menjadi jalur penghubung antar blok juga belum berubah, dan pedagang kaki lima menjadi pelengkap identitas Melawai sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Makan di Daerah Melawai, Dari yang Grossy Sampai Fancy..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Daya tarik Melawai saat ini, selain tempat belanja perhiasan emas dan berlian, dan  &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;fashion item&lt;/span&gt; 'aspal'; pastinya juga menawarkan segudang pilihan tempat makan yang berselera. Mulai dari kelas kaki lima hingga kelas internasional yang eksklusif. Daerah Melawai sendiri menjadi surga bagi para penikmat &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Sushi &lt;/span&gt;dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Sashimi&lt;/span&gt;. Orang bilang, belum makan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Sushi &lt;/span&gt;beneran kalo belum makan di restoran Jepang daerah Melawai. Umumnya restoran-restoran Jepang dan Korea yang berada di kawasan Melawai sangat tertutup dan eksklusif. Tempat-tempat ini menjadi pilihan utama para ekspatriat dari daerah Asia Timur seperti Korea, Jepang, Taiwan dan China. Malah konon kabar-nya, di dalam restoran-restoran dengan pengunjung kaum terbatas di daerah Melawai ini menjadi tempat pertunjukan tarian tradisonal Jepang dilengkapi dengan para &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Geisha&lt;/span&gt; yang sebagian langsung didatangkan dari negara matahari terbit itu. Kabar terbaru yang saya dapatkan, malahan salah satu restoran Jepang disini memiliki &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;chef&lt;/span&gt; ahli yang mampu mengolah dan menyajikan menu ikan Fugu yang terkenal itu, wow sensasional..!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi saya tempat favorit untuk makan di daerah Melawai adalah Bakmi GM (Gajah Mada). Sebelum muncul waralaba-nya di mal-mal seputaran Jakarta, hanya disini dan jalan Gajah Mada saja bisa kita temukan restoran bakmie yang terkenal ini. Lokasinya tepat berada diseberang Plaza Melawai, tepatnya di lantai 2 &amp;amp; 3 gedung itu. Dijamin, dengan dekorasi ruangan yang tidak dirubah maka nostalgia kita dengan masa kecil dulu (hehe..) akan terobati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak pilihan tentu saja untuk makan di daerah Melawai selain bakmie GM tadi, tapi saya tidak akan menuliskan semuanya. Sekarang mari kita beranjak ke makanan khas kaki lima di daerah Melawai. Selain pilihan Sop Kaki Sapi, Mie Ayam Bangka, sajian Ular Kobra, Chinese Food, beragam menu Soto yang semuanya terhampar dalam lapak-lapak nomaden beratap terpal; saya tertarik untuk menceritakan satu menu makanan yang sangat mungkin belum banyak orang akrab mendengar-nya, yaitu Soto Ranjau. Memakan makanan ini mengingatkan saya pada salah satu acara kuliner "Bizarre Food" di Discovery Travel &amp;amp; Living. Acara itu khusus meliput petualangan kuliner ke berbagai negara yang memburu makanan yang masuk kategori makanan aneh. Diantara beberapa episode yang pernah saya tonton antara lain Kalajengking Goreng Mentega dan Ular Saus Asam di Vietnam, Sate Kadal dan Biawak di China, Telur Embrio Bebek di Philipina, dan seterusnya. Walaupun Soto Ranjau yang akan saya ceritakan ini tidak se-ekstrem makanan-makanan yang diceritakan diatas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soto Ranjau pada dasarnya adalah Soto Ayam pada umumnya. Kuahnya sendiri bening, mengandung kaldu ayam yang tidak terlalu kental. Namun, perbedaan mendasarnya terletak pada isi dari Soto-nya. Jika Soto Ayam disajikan bersama Mie bihun dan so'un dan suir-suir ayam yang teriris rapih, maka Soto Ranjau berisikan sisa proses penyuiran daging ayam yang digunakan sebelumnya untuk Soto Ayam tersebut. Seperti ceker, kepala, leher, tulang dada ayam, tulang paha atas, dan buntut ayam. Untuk sebagian orang mungkin potongan-potongan ayam diatas tadi adalah bagian yang hilang saat disajikan; tapi berlaku sebaliknya untuk hidangan Soto Ranjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengisi Perut di Pasar Mayestik..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jika makan di daerah Melawai sudah tamat kita jelajahi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;satu tempat lain yang pantang untuk dilewatkan disekitar Jakarta; yaitu Pasar Mayestik. Sebuah situs belanja yang tetap berkibar keberadaan-nya hingga sekarang. Sebelum mal-mal yang modern secara masif berjamur di Jakarta pada awal 90-an, Pasar Mayestik merupakan tempat belanja bagi orang-orang berduit di-masa-nya. Pasar Mayestik yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan ini terbilang sangat strategis. Pasar Mayestik dijepit oleh daerah-daerah penting Jakarta. Sebelah timur-nya adalah kawasan Kebayoran Baru yang merupakan salah satu daerah pemukiman elit di Jakarta, sebelah utara adalah daerah Simprug (juga kawasan elit) dan Senayan. Sedangkan wilayah selatan mencakup daerah Radio Dalam dan Blok M; menjadikan Pasar Mayestik sangat mudah di-akses dari mana saja. Daya tarik utama dari Pasar Mayestik adalah deretan toko bahan dengan kualitas pilihan. Memang ada Pasar Baru di daerah Kota sebagai pilihan tempat berbelanja bahan yang mayoritas dikuasai oleh pedagang keturunan India, atau Pasar Tanah Abang di daerah Jakarta Pusat. Akan tetapi, Pasar Mayestik seakan memiliki daya magis tersendiri bagi para pelanggan-nya untuk kembali datang dan datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi saya, Mayestik adalah tempat dimana cita rasa pilihan makanan dan jajanan pasar yang hebat bisa kita temukan. Memang pilihan makanan yang ditawarkan disini sama sekali nggak asing dan mungkin mudah dijumpai di tempat lain. Tapi soal rasa, beragam makanan di Pasar Mayestik sangat pantas diadu. Jika suatu waktu punya kesempatan mampir ke Pasar Mayestik, jangan lupa untuk mampir makan di sepanjang deretan koridor Esa Genangku hingga toko sepatu Bata. Disanalah tempat jajanan terlengkap dan terenak yang ada di Jakarta. Beragam menu pilihan seperti siomay, bakso, sate ayam, sate padang, mie ayam, soto mie, dan lain-lain bisa kita temukan. Bagi Anda yang ingin membawa oleh-oleh makanan untuk dibawa pulang, beragam jajanan pasar pun tersebar di segala penjuru pasar seperti kue rangi, kue pancong, kue cubit, kue tetek, kue pukis, panada, cakwe, harum manis, otak-otak, kerak telor, rujak ulek, rujak gohok, rujak serut, es cendol, es cincau, es durian, es sekoteng bandung, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada berbagai tempat makanan dan jajanan lain seperti Jalan Sabang, Matraman, bioskop Megaria, Menteng Plaza, Jalan Roxy, Lapangan Blok S, Jalan Kemang, Jalan Pati Unus atau roti bakar Edi Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, dan lain sebagainya. Tapi nuansa nostalgia yang disuguhkan Melawai dan Pasar Mayestik memiliki nilai lebih yang sulit dicarikan penggantinya. Selamat menjelajahi beragam tempat makan menarik khas yang tersebar di daerah Jakarta.. salam Mak Nyuss! ^_^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-8932501857880190288?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/8932501857880190288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=8932501857880190288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8932501857880190288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8932501857880190288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/04/melawai-masa-sekarang-dan-rahasia.html' title='Melawai Masa Sekarang dan Jelajah Kuliner Jakarta'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sdjhd4PBShI/AAAAAAAAAJc/KSBCVxQXRGY/s72-c/melawai' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-3007525760096524790</id><published>2009-03-31T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T06:34:34.996-07:00</updated><title type='text'>" Love For A Child " by Jason Mraz</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SdS-RXhTVWI/AAAAAAAAAJU/nlR1NtvVGsc/s1600-h/jason-mraz1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 294px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SdS-RXhTVWI/AAAAAAAAAJU/nlR1NtvVGsc/s320/jason-mraz1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320086265412146530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;There's a picture on my kitchen wall&lt;br /&gt;looks like (god) and his friends involved&lt;br /&gt;There's a party getting started in the yard&lt;br /&gt;There's a couple getting steamy in the car parked in the drive&lt;br /&gt;Was I too young to see this with my eyes?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the pool last night, apparently&lt;br /&gt;The chemicals weren't mixed properly&lt;br /&gt;You hit your head and then forgot your name&lt;br /&gt;And then you woke up at the bottom by the drain&lt;br /&gt;And now your altitude and memory's a shame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What about taking this empty cup and filling it up&lt;br /&gt;With a little bit more of innocence&lt;br /&gt;I haven't had enough, it's probably because when you're young&lt;br /&gt;It's okay to be easily ignored&lt;br /&gt;I like to believe it was all about love for a child&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when the house was left in shambles&lt;br /&gt;Who was there to handle all the broken bits of glass&lt;br /&gt;Was it mom who put my dad out on his ass or the other way around&lt;br /&gt;Well I'm far too old to care about that now&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What about taking this empty cup and filling it up&lt;br /&gt;With a little bit more of innocence&lt;br /&gt;I haven't had enough, it's probably because when you're young&lt;br /&gt;It's okay to be easily ignored&lt;br /&gt;I'd like to believe it was all about love for a child&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's kinda nice to work the floor since the divorce&lt;br /&gt;I've been enjoying both my Christmases and my birthday cakes&lt;br /&gt;And taking drugs and making love at far too young an age&lt;br /&gt;and they never check to see my grades&lt;br /&gt;What a fool I'd be to start complaining now&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What about taking this empty cup and filling it up&lt;br /&gt;With a little bit more of innocence&lt;br /&gt;I haven't had enough, it's probably because when you're young&lt;br /&gt;It's okay to be easily ignored&lt;br /&gt;I'd love to believe it's all about love for a child&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was all about love...  &lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-3007525760096524790?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/3007525760096524790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=3007525760096524790' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3007525760096524790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3007525760096524790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/03/if-i-aint-got-you-by-alicia-keys.html' title='&quot; Love For A Child &quot; by Jason Mraz'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SdS-RXhTVWI/AAAAAAAAAJU/nlR1NtvVGsc/s72-c/jason-mraz1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5890184605074391026</id><published>2009-03-30T23:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T00:02:52.565-07:00</updated><title type='text'>Nukilan Cerita Dari Bandara Soe-tta Part. II</title><content type='html'>Jam ditangan baru menunjukkan pukul 3.23 dini hari, artinya penantian saya masih cukup lama. Kepul asap dari dalam mangkok instan Pop Mi, menyebarkan aroma kaldu yang menyegarkan sekaligus mengundang selera tentu saja. Duduk disebelah saya, seorang pria berumur sekitar 40 tahunan sambil mengisap rokoknya yang baru setengah jalan. Dari tas jinjing yang dibawa saya kira si Bapak adalah salah satu penumpang pesawat. Tapi kenapa jam segini masih nongkrong disini. Saya coba membuka obrolan, dengan nada seakrab mungkin :&lt;br /&gt;T : "Pak, baru mendarat apa mau berangkat..?"&lt;br /&gt;J : "Iya dua-duanya laah.. hehe"&lt;br /&gt;T : "Loh, kok saya jadi bingung. Emang Bapak dari mana dan mau kemana?"&lt;br /&gt;J : "Dari Papua, mau ke Medan"&lt;br /&gt;T : "Oh.. Jadi Bapak transit di Cengkareng?"&lt;br /&gt;J : "Iya.. Betul itu"&lt;br /&gt;T : "Di Papua Bapak di kota mana? Bapak kerja disana?"&lt;br /&gt;J : "Saya di Timika.. Iya betul kerja, di Freeport"&lt;br /&gt;T : "Wah.. Hebat sekali Pak"&lt;br /&gt;J : "Iya, yang hebat Freeport-nya..hehe Saya cuma kerja di bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;catering&lt;/span&gt;-nya saja"&lt;br /&gt;Dan obrolan pun terus mengalir dengan cair..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain kehidupan didalam pabrik, keluarga yang diboyong Bapak ini ke Papua, kehidupan masyarakat asli, dan seterusnya. Bahagia saya karena banyak informasi yang selama ini saya terima seputar Freeport ternyata tidak sepenuhnya benar. Seperti hasil galian yang banyak orang bilang Freeport menambang emas ternyata tidak sepenuhnya benar. Karena, ternyata sesuai penuturan Bapak ini presentase penambangan Freeport adalah emas yang ditambang hanya sebesar 15% saja; sedangkan sisanya adalah tembaga. Tentu saja nilai tembaga dengan emas berbeda. Kemudian soal pengelolaan Freeport sendiri bukan ada di tangan Amerika Serikat (AS) sebagaimana yang selama ini saya tau. Nama Freeport sendiri sudah berubah dari Freeport-McMorran sekarang telah berganti menjadi Freeport Indonesia. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh peran Negara Indonesia dalam hal pengelolaan yang lebih besar dari sebelumnya. Hal itu juga ditandai dengan para tenaga ahli luar negeri yang saat ini sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Sudah banyak tenaga ahli dalam negeri yang mampu mengurusi operasional pertambangan PT. Freeport Indonesia tersebut. Tapi memang pengelolaan dan keuntungan belum sepenuhnya diambil oleh negara, karena pemerintah sendiri lebih memilih menarik rekanan-rekanan untuk mengurusi operasional tambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih  jauh, Bapak tadi juga menceritakan beberapa fasilitas yang dia terima selama bekerja di tambang sejak tahun 1998. Seperti sarana tempat tinggal yang disediakan, sarana pendidikan, kesehatan, dan rekreasi; yang kesemuanya ditanggung oleh pihak perusahaan. Seperti urusan pendidikan, biaya sudah ditanggung oleh pihak Freeport sepenuhnya kepada anak usia sekolah hingga anak para pekerja tambang lulus jenjang wajib belajar 9 tahun. Memang sudah semestinya seluruh perusahaan di Indonesia melakukan hal yang sama seperti dilakukan oleh Freeport kepada para pekerjanya. Tentu kehidupan Sosial-ekonomi masyarakat akan terbantu. Semoga saja, tapi tidak pernah tau kapan hal itu bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Pop Mi saya habis begitu juga dengan batang rokok yang saya matikan, saya beranjak dari tempat tadi setelah bersalaman dengan si Bapak sambil mengucapkan selamat jalan. Saya kembali perhatikan jam di tangan, jam 4 kurang 10 menit. Di KFC saya mulai membuka laptop dan mulai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogging&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browsing &lt;/span&gt;ini itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya waktu sudah menunjukkan jam 5.10 pagi. Acara internet saya cukupkan sampai disini, dan naik ke lantai atas untuk sholat subuh. Ternyata, keanehan saya dengan bandara yang kita banggakan ini belum juga selesai. Apalagi kalo bukan soal musholla yang mengecewakan? Coba aja Anda bayangkan sendiri, masak musholla kelas bandara internasional kualitasnya kalah jauh dibandingkan musholla-nya mal-mal di Jakarta; sebut aja Plaza Senayan atau Senayan City sebagai perbandingan. Musholla bandara, udah mana sempit, becek, dan sangat menganut azas 'seadanya'. Dan yang paling menggangu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shaf&lt;/span&gt; yang disediakan untuk perempuan berada di perlintasan orang masuk yang menuju tempat mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wudhlu &lt;/span&gt;laki-laki dan perempuan? Bayangkan juga gimana semrawutnya, menyedihkan sekali bagi saya, karena potensi perempuan yang batal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wudhlu&lt;/span&gt;-nya akan semakin besar karena harus bersentuhan dengan laki-laki yang baru masuk atau yang menuju keluar. Hal ini tentu mesti menjadi perhatian penting bagi pengelola bandara, jangan hanya mengaharapkan pemasukan yang besar dari seluruh aktivitas para konsumen penerbangan yang sudah harus membayar bukan dengan jumlah yang sedikit. Komentar saya belum termasuk keadaan toilet yang sangat jauh dari standar rata-rata toilet umumnya di bandara-bandara negara lain, bukan kah seharusnya pemerintah kita malu? Maka itu, jangan mangkel jika jumlah kunjungan wisata Malaysia jauh lebih besar dibandingkan dengan negara kita. Malahan sekarang Malaysia sudah berhasil menjadikan sektor pariwisatanya sebagai primadona sumber pemasukan negara, karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;concern&lt;/span&gt;-nya yang sangat besar dalam hal melengkapi segala infrastruktur mulai dari bandara hingga segala fasilitas pelengkap lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 5.50 saya sudah berdiri manis di area penjemputan bersama dengan sanak-keluarga lain, yang mungkin juga sedang menantikan anggota keluarga yang baru tiba dari berpergian; sama sepertinya saya sekarang ini. Dari suara pengeras, terdengar seorang wanita menginformasikan dalam 2 bahasa, Inggris dan Indonesia, bahwa penerbangan GA 981 sudah mendarat.. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada 4WI karena keluarga diberikan keselamatan selama perjalanan umroh ini. Pukul 6.20 saya sudah melambaikan tangan kepada keluarga yang tampak dikejauhan. Rombongan disambut oleh perusahaan travel Cordova sebagai pelaksana dan penanggung jawab perjalan ini, kami sekeluarga berpeluk cium melepaskan kerinduan setelah berpisah selama 5 hari kemarin. Setelah sekitar 15 menit kami menunggu di hotel transit bandara sambil menyantap hidangan ringan, proses pengurusan bagasi telah selesai. Pada kesempatan sarapan ini juga saya baru mengetahui duduk perkara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arrival schedule&lt;/span&gt; yang mundur hingga 3 jam. Hal ini disebabkan keperluan transit di Riyadh untuk pengisian Avtur, sedangkan keluarga saya mengabarkan jadwal kedatangan jam 3 pagi, karena memang ETA yang tertera dalam tiket Garuda Indonesia yang dipegang menunjukkan waktu itu; wah pantesan regulator penerbangan Eropa nge-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;banned&lt;/span&gt; GA lalu lalang diatas wilayahnya, nah urusan kecil begini aja kadang masih luput dari perhatian. Akhirnya, kami sekeluarga akhirnya pulang setelah saling bersalaman-salaman dan saling mendoakan dengan sesama jamaah umroh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah perjalanan umroh keluarga saya dilancarkan mulai dari berangkat hingga kembali pulang ke tanah air. Selain itu, saya juga mendapat tambahan kebahagiaan dengan pengalaman yang saya dapat selam proses menunggu tadi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5890184605074391026?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5890184605074391026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5890184605074391026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5890184605074391026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5890184605074391026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/03/nukilan-cerita-dari-bandara-soe-tta_30.html' title='Nukilan Cerita Dari Bandara Soe-tta Part. II'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-422648567497526009</id><published>2009-03-30T09:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T06:35:19.979-07:00</updated><title type='text'>Nukilan Cerita Dari Bandara Soe-tta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SdEwOpsINII/AAAAAAAAAJE/N9m37g6tcL4/s1600-h/bandara"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SdEwOpsINII/AAAAAAAAAJE/N9m37g6tcL4/s400/bandara" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319085663168509058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pepatah Inggris benar adanya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minggu (29/3) pesan singkat sampai di ponsel saya, kira-kira isinya seperti ini "Haris, jgn lupa jemput di airport Terminal 2E GA 981 (Jeddah) jam 3 pagi..". Saya sempat keget, diluar perkiraan karena estimasi saya umroh yang dilakukan keluarga akan memakan waktu sekitar 6-7 hari. Padahal, keluarga sendiri berangkat dari Jakarta baru hari Kamis (26/3) berarti umroh ini cukup makan waktu 5 hari saja, termasuk lama perjalanan Jeddah-Jakarta. Oke, pikir saya informasi suduh cukup jelas hingga tak perlu cek ulang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arrival schedule&lt;/span&gt; Garuda Indonesia via &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;. Singkat cerita, berangkatlah saya dari rumah di bilangan BSD City pukul 2 pagi kurang 5 menit. Hanya butuh 30 menit aja waktu perjalanan dan saya sudah beres parkir kendaraan di Terminal 2 bandara area E6, tepatnya didepan jalur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pick-up point&lt;/span&gt; kedatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan saya mulai timbul ketika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gate&lt;/span&gt; 2E kok sepi-sepi aja, coba bandingkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gate&lt;/span&gt; 2D yang dipenuhi para keluarga penjemput. Hati saya bergumam, dimanakah letak kesalahannya? Informasi yang saya terima, intrepetasi saya atas informasi atau ada hal yang lain? Coba-coba saya gali informasi lebih dalam. Karena setelah saya perhatikan arrival board pada layar LCD, ternyata ETA (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;estimation time arrival&lt;/span&gt;) GA 981 tercantum 06:05. Beda dengan pesan SMS yang saya terima dari keluarga yang tertera jam 3 pagi. Bingung punya bingung, saya hampiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;information center&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gate&lt;/span&gt; 2E. Loh, kok yaa bisa-bisanya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; information desk&lt;/span&gt;-nya kosongan? Orang butuh informasi kan ya ndak pake pilih-pilih waktu. Masak akhirnya keterangan soal simpang siur jadwal arrival plane akhirnya saya dapatkan dari seorang Bapak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cleaning service&lt;/span&gt; bandara sih, tanpa maksud sedikitpun mengecilkan peran Bapak tadi loh. Cuman hal ini kan berhubungan dengan aksesibilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;information center&lt;/span&gt; bandara Soekarno-Hatta dengan cap tebal sebagai Bandara Internasional milik negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah niat baik saya untuk datang lebih awal dari semestinya tidak berbuah manis sebagaimana orang tua dulu selalu menasehati "kalo punya janji datanglah lebih awal, karena menunggu itu lebih baik daripada ditunggu..". Sebaliknya saya juga jadi teringat pepatah orang Inggris yang mengatakan "datang lebih awal dari janji yang kita buat, sama buruknya dengan datang terlambat..". Kalo dipikir-pikir lagi ternyata pepatah kedua ada benarnya juga, saya membatin. Itulah inti dari konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on time&lt;/span&gt;, yang menempatkan waktu sebagai suatu hal yang sangat berharga sekaligus mahal harganya. Buat apa waktu kita buang percuma hanya untuk datang lebih awal dan menunggu, apalagi jika kasusnya kita yang datang terlambat dalam suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;appointment&lt;/span&gt;; karena jika kita melakukan hal yang kedua ini kita sudah melakukan 2 dosa secara bersamaan, yaitu kesatu kita akan membuang waktu dan kesempatan kita sendiri; dan yang lebih parah lagi kita membuang waktu orang lain karena keterlambatan yang kita lakukan. Hal ini penting menurut saya untuk dipikirkan, karena pepatah sendiri mencerminkan watak dari kultur manusia yang menciptakan pepatah itu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Cerita Dari Bandara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan saya yang datang jauh-jauh hari memang terkesan merugikan, namun tidak ingin saya larut dalam kekesalan ini. Untung aja, khas orang kita walaupun keadaan kurang menyenangkan bagaimanapun kita sering kali masih menyelipkan kata 'untung' hehe..  untung sebelum berangkat tadi, saya selipkan Laptop dalam tas kecil saya; jadi sambil mengisi kekosongan ini saya bisa sambil nge-blog dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update&lt;/span&gt; Facebook untuk sekedar killing time sampai pagi mulai terang. Hal pertama yang saya pikirkan adalah tempat! Mau nongkrong dimana nih.. apalagi batere laptop cuma tersisa 46% dan pasti gak akan cukup buat durasi pemakaian 3 jam kedepan. Berbeda sekali dengan pengalaman saya pada satu kesempatan di akhir tahun kemarin, pada saat saya harus menanti 2 jam keberangkatan dari Changi Airport Singapura. Ketika itu, waktu 2 jam terasa sangat singkat tanpa terasa. Bagaimana nggak? segala fasilitas lengkap disediakan di Changi, seperti beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;booth&lt;/span&gt; Nintendo X-Box bagi para gamers yang masing-masing dilengkapi 5 unit beserta HDTV berukuran besar, arena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kids sports&lt;/span&gt; yang bersih dan lengkap, stand makanan yang jumlahnya sangat banyak, akses internet cepat yang jumlahnya hingga puluhan unit diseluruh penjuru airport, bahkan ruang tunggu penumpang menjadi satu dengan mall, dan segala macam fasilitas lain yang sangat memanjakan konsumen penerbangan; sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway akhirnya pilihan saya jatuh pada stand KFC yang memang kebetulan tempatnya persis didepan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gate&lt;/span&gt; 2E dimana saya harus stand by. Tapi sebelumnya biar acara nge-blog saya makin afdol, saya mesti sedia dulu logistik rokok yang sekarang cuma tersisa 4 batang dikantong. Celingak-celinguk ke kiri ke kanan toko-toko udah pada tutup, payah! Gak mungkin lah saya mesti keluar kompleks bandara untuk hal ini dong. Ikhtiar saya akhirnya terjawab. Tepat dibawah patung ukiran suku Asmat yang ukurannya lebih mirip tugu letaknya di areal parkir bandara, lamat-lamat saya lihat cahaya lampu minyak berpendar dan ada sekitar 5-6 orang berkumpul sambil duduk-duduk lesehan. Pikir saya ngapain nih orang pada kumpul ditempat remang-remang macam begitu? Nah, ternyata dari tumpukan Pop Mie tersusun rapi 2 tingkat yang digelar seorang penjual saya baru sadar kalo disitu ada tempat jualan, kok bisa yah? Di bandara ternyata ada juga PKL-nya. Tapi saya ngga ambil pusing, dan saya hampiri aja tempat itu dan ternyata benar ibu-ibu yang menjual aneka gorengan dan kopi seduh itu ternyata juga menyediakan beragam pilihan merk rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sifat buruk saya yang sok suka kepengen tau segala macem dan memang hobi nanya-nanya; jadi langsung aja saya tanya sekalian ke ibu-ibu penjualnya itu. Dan kira-kira begini isi obrolan saya :&lt;br /&gt;T : ''Bu, beli rokoknya Bu.. Sampurna mil ada?"&lt;br /&gt;J : "Ada.. mau beli berapa bungkus de..?"&lt;br /&gt;T : "Yah sebungkus aja lah.."&lt;br /&gt;J : "Eh iya, maksudnya itu.. nih" sambil memberikan bungkus rokok.&lt;br /&gt;T : "Ngomong-ngomong boleh Ibu jualan disini?"&lt;br /&gt;J : "Ya, boleh ngga boleh juga sih.. asal uang keamanannya beres mah ya boleh"&lt;br /&gt;T : "Jadi ibu jualan disini bayar"&lt;br /&gt;J : "Ya iyalah.. kalo ngga mana bisa?"&lt;br /&gt;T : "Ohh begitu.. kalo gitu saya tolong dibuatin Pop Mi-nya sekalian ya Bu"&lt;br /&gt;T : "Jadi semuanya berapa Bu?"&lt;br /&gt;J : "Jadi 15 ribu"&lt;br /&gt;T : "Ini Bu, pas.. makasih ya"&lt;br /&gt;J : "Iya, sama-sama.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ternyata entah resmi atau ngga resmi, pedagang PKL diizinkan juga berjualan didalam kompleks bandara sepanjang 'uang keamanan' dibayarkan oleh para penjualnya. Saya coba melihat dari segi ketertiban umum dan keindahan, tentu hal ini cukup mengganggu ketertiban bandara. Karena bagaimana pun bandara kan gerbang masuk negara, terutama yang berasal dari mancanegara. Bukan maksud hati untuk 'JAIM' dari bangsa lain, tapi image sebagai bangsa yang tertib itu ya penting juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt;. Analoginya, kalo dari pagar rumahnya aja udah ngga tertib; gimana daleman-nya coba? Bukan kepengen saya menggusur lahan rejeki orang seperti ibu-ibu tadi, toh saya yang butuh rokok pun dimudahkan dengan keberadaan penjual seperti ini. Tapi, apa bukan sebaiknya kalau para pedagang ini difasilitasi dengan baik? Selain bandara akan terlihat lebih tertib, tentu dapat menjadi potensi pemasukan yang riil juga bagi negara toh? Bukan jadi lahan untung sebagain kecil orang aja yang merasa berhak mendapat bagian lewat retribusi liar berlabel 'uang keamanan' tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam ditangan baru menunjukkan pukul 3.23 dini hari, artinya penantian saya masih cukup lama. Kepul asap dari dalam mangkok instan Pop Mi, menyebarkan aroma kaldu yang menyegarkan sekaligus mengundang selera tentu saja. Duduk disebelah saya, seorang pria berumur sekitar 40 tahunan sambil mengisap rokoknya yang baru setengah jalan. Dari tas jinjing yang dibawa saya kira si Bapak adalah salah satu penumpang pesawat. Tapi kenapa jam segini masih nongkrong disini. Saya coba membuka obrolan, dengan nada seakrab mungkin :&lt;br /&gt;T : "Pak, baru mendarat apa mau berangkat..?"&lt;br /&gt;J : "Iya dua-duanya laah.. hehe"&lt;br /&gt;T : "Loh, kok saya jadi bingung. Emang Bapak dari mana dan mau kemana?"&lt;br /&gt;J : "Dari Papua, mau ke Medan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..to be continued..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-422648567497526009?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/422648567497526009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=422648567497526009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/422648567497526009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/422648567497526009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/03/nukilan-cerita-dari-bandara-soe-tta.html' title='Nukilan Cerita Dari Bandara Soe-tta'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SdEwOpsINII/AAAAAAAAAJE/N9m37g6tcL4/s72-c/bandara' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-8734256465028473715</id><published>2009-03-24T01:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T18:08:32.414-07:00</updated><title type='text'>Mengintip Interaksi Sosial Alternatif Dalam Branded Product</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sci_giu4ybI/AAAAAAAAAI8/mkxLdmtqTOA/s1600-h/miayam_74200842418PM_sore.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sci_giu4ybI/AAAAAAAAAI8/mkxLdmtqTOA/s320/miayam_74200842418PM_sore.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316709925911054770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satu sore yang sumpek di Pejompongan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berada di jalan-jalan Jakarta waktu sore bukanlah hal yang menyenangkan. Ritual sore hari di Jakarta belum berubah, yah macet menjadi realitas pahit yang mesti ditelan bulat-bulat warganya tanpa ampun. Kejadian saling serobot, menang sendiri, dan menjadi arogan seakan menjadi bumbu penyedap kekacauan jalanan Jakarta. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Toh&lt;/span&gt;, warga Jakarta masih tetap bertahan artinya mereka menerima hal itu, jika nggak mau dibilang masih betah tinggal disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu waktu saya punya keperluan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meeting&lt;/span&gt; di daerah Sudirman dan baru selesai menjelang pukul 5 sore. Jam 5 sore keatas memang jadwal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prime time&lt;/span&gt; acara macet-macetan di daerah bisnis; seperti Sudirman dan sekitarnya. Kebetulan di hari yang sama motor saya sedang masuk kamar perawatan di bengkel langganan dan baru selesai hari berikutnya; jadilah saya dengan sukses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeteng&lt;/span&gt; naik kendaraan umum.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Maksud hati menghindari macet, saya ambil insiatif ambil jalan alternatif akses Pejompongan. Tapi hasilnya justru terjebak di dalam kemacetan yang bikin panas kepala. Blue Bird yang saya tumpangi parkir mendadak di depan hotel Shangrila, karena jalanan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stuck&lt;/span&gt; sudah hampir 20 menit. Habis kesabaran dengan argo taksi yang terus berkedip dan makin bertambah, saya nekat turun; mendingan juga jalan pikir saya dalam hati. " Pak, sudah saya sampai disini aja deh.. Makasih pak " saya bergegas turun setelah menerima uang kembalian dari pak taksi yang nggak kalah mangkelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keputusan nekat saya bukanlah keputusan yang tepat. Karena untuk berjalan di trotoar jalan pun butuh perjuangan besar, karena saya mesti berbagi lahan dengan motor-motor yang ternyata jauh lebih nekat untuk sekedar menyalip sesama pengendara motor didepannya. Dua kali&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;sikut saya terserempet motor, gawatnya mereka cuma ngeloyor pergi; menoleh korbannya pun nggak. Waduh kalo model begini sih saya nyerah deh. Sampai di depan Pemakaman Umum Karet saya melihat bemo yang putar balik dan tanpa pikir panjang saya setop dengan satu lambaian tangan, jadilah saya penumpang ke-4 didalam bemo sumpek dan sempit itu.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebelum saya sudah ada 3 penumpang lain, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Tipikal orang Jakarta yang individualitasnya setinggi langit, senyuman saya tidak berbalas; yasudahlah kenal pun nggak toh. Belum lepas 20 meter dari posisi saya naik ternyata ada 2 penumpang baru yang ikutan naik, saya pikir saya-lah penumpang terakhir; ternyata nggak!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jumlah penumpang mencapai 6 orang, bemo rasanya jadi 'neraka'. Panasnya udara makin ketara, aroma badan setelah seharian bekerja ditambah parfum berbagai merk pun campur aduk jadi satu baik cowok maupun cewek&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;suasana jadi lembab dan nggak karuan. Dari penampilan penumpang lain saya coba-coba identifikasi, mereka sama seperti saya; belum genap mencapai 30 tahun dan baru pulang dari tempat bekerjanya masing-masing. Tapi, satu hal yang bikin saya bingung adalah kondisi dengkul antar penumpang yang saling menempel ternyata belum cukup untuk sekedar membuka bahan obrolan (berinteraksi). Entah karena pikiran bahwa berinteraksi dengan orang asing hanya membuang-buang energi, atau karena tingkat kewaspadaan yang terlampau berlebih hingga individualitas kaum urban sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya adalah TOD'S dan ZARA saya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Entah dengan mereka, tapi pikiran saya berkecamuk sepanjang perjalanan panas dalam bemo ini. Satu penumpang perempuan yang duduk paling luar mengeluarkan Blackberry-nya dengan silicon warna oranye dari dalam tas Bottega Venetta. Asik perempuan itu mengobrol dengan seseorang diujung telepon sana, kadang tersenyum, atau kadang hingga tertawa keras. Penumpang cowok selain saya, juga sibuk membalas sms dengan handphone Nokia CDMA keluaran lama. Sekilas saya menilai, strata sosial kedua orang itu berbeda; jelas penilaian saya didasarkan pada merk dan jenis ponsel yang mereka gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain cerita dengan cewek disebelah saya yang mulai mantuk-mantuk mungkin karena matanya sudah ngantuk. Saya perhatikan tas jinjing-nya bermerk TOD'S, yang kebetulan 2 hari lalu saya lihat sama persis model dan warnanya di majalah Harper's Bazaar; komentar saya WOW! Branded Booook.. Atau perempuan yang dengkulnya bertempelan dengan saya, coba perhatikan jam tangan nya Cartier yang setahu saya itu juga bukan merk sembarangan. Coba bandingkan dengan perempuan disebelahnya, dengan tas jinjing ber-merk Sophie Martin dan jam tangan Alba; tentu pikiran saya mengatakan, si TOD's dan Cartier pasti strata sosialnya lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan belum juga bersahabat, suara klakson saling bersambut tanpa harmonisasi sama sekali; seakan jadi penyambung lidah para pengendaranya yang mulai hilang kesabaran. Si bemo sendiri jalan berlelet-lelet macam siput, padahal jam ditangan sudah menunjukkan pukul 7:15.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pandangan saya tujukan ke para penumpang bemo ini yang sebelumnya saya 'telanjangi' status sosialnya dari barang-barang yang mereka pakai. Saya putar ulang pikiran saya, kok bisa-bisanya saya menyimpulkan status sosial orang-orang ini? karena sejak saya naik kedalam bemo hingga sekarang, tak ada sepatah kata pun yang terucap antara saya dengan mereka sebagai bentuk komunikasi sebagai media transfer informasi tentang hal ini. Apakah cukup fair dan berdasar perkiraan saya? Apakah barang bermerk yang mereka pakai betul asli, atau malah barang Melawai dan Mangga Dua? Apakah penampilan mereka merupakan wujud asli yang merepresentasikan status sosial mereka sebenarnya atau justru hanya menjadi topeng dari para pemakainya? Pertanyaan yang cukup mendasar dan cukup mengusik perhatian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Interaksi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;simbolis, interaksi alternatif..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Coba lebih dalam saya buka lembaran-lembaran memori pikiran sebagai mahasiswa sosiologi beberapa tahun yang lalu. Metode komunikasi dan interaksi seperti diatas sebetulnya sudah dibahas oleh para sosiolog terdahulu, dan cara 'pembacaan simbolik' seperti itu dinamakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Interaksionisme Simbolik&lt;/span&gt; oleh G.H Mead sebagai penemunya. Pemikirannya terfokus pada metode interaksi dalam suatu kondisi spesifik melalui daya pembacaan simbol-simbol yang nampak dan di-selaraskan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social action &lt;/span&gt;seseorang. Dalam kasus ini, tercermin pada para penumpang bemo dan harmonisasi penampilan yang dipilihnya. Artinya, terdapat indikasi yang cukup kuat bahwa model penampilan yang dipilih didasari orientasi 'keluar' untuk dijadikan media komunikasi yang tersembunyi (implisit). Artinya, Anda atau saya sendiri dapat menyampaikan pesan-pesan yang unik dalam penampilan, salah satunya untuk menegaskan status sosial Anda, atau sebaliknya justru menyembunyikan status sosial Anda yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, Anda ingin dinilai sebagai TOD'S atau ZARA yang Anda kenakan. Dan hal ini dilakukan secara sadar dan terencana sebelum Anda meninggalkan rumah Anda untuk beraktivitas, Anda merangkainya menjadi satu untuk diperhatikan oleh orang lain! Apakah aksi yang terkesan pamer ini lumrah? William Isaac Thomas menjawabnya, sosiolog pertengahan 1930-an ini menemukan beberapa elemen kejiwaan manusia yang wajib dipenuhi, yaitu salah satunya 'mandapatkan penghargaan' secara sosial. Sehingga rumusan Thomas menjelaskan bahwa hal itu adalah elemen kejiwaan manusia dan lumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin rumusan Irving Goffman dalam konsep Dramaturgi-nya yang terkenal itu bisa memperjelas hal ini. Goffman menganalogikan bahwa kehidupan seseorang dalam hidup ini bagaikan kehidupan panggung yang penuh dengan rekayasa dan pertimbangan secara sosial. Mungkin hal ini juga menjelaskan mengapa penampilan kita berbeda saat menghadiri resepsi pernikahan di hotel berbintang dengan acara arisan keluarga di salah satu mal atau cafe. Bedanya seorang wanita karier saat mempresentasikan gagasan-nya di forum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meeting &lt;/span&gt;formal dengan caranya menjelaskan alasan telat pulang kantor kepada putrinya di rumah. Rekayasa dan pertimbangan memang mutlak diperlukan toh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah individualisme masyarakat perkotaan Jakarta seperti sekarang, saya pikir menjadi konsekuensi logis jika interaksi dialogis melalui bahasa dan obrolan memang menemui banyak sekali keterbatasan. Dengan demikian, diperlukan satu metode interaksi alternatif yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;applicable&lt;/span&gt;. Interaksi sosial adalah hukum wajib dari bangunan lingkungan sosial, dengan kebutuhan penghargaan akan eksistensi seseorang ditengah lingkungan masyarakatnya yang juga mesti terpenuhi. Sehingga interaksi melalui perantaraan simbolis seperti dalam hal penyampaian status sosial yang implisit melalui merk barang-barang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;branded&lt;/span&gt; menjadi begitu logis adanya; tentu sejauh para pesertanya menerima metode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamat-lamat volume kendaraan makin berkurang, saya pun turun dari bemo tadi yang berbelok menuju Bendungan Hilir, kemudian saya melanjutkan perjalanan dengan taksi. Sambil duduk di kursi belakang yang lapang dan suhu ruangan yang sejuk, saya belum selesai memikirkan realitas yang baru saya alami di bemo tadi. Adakah kita mewujudkan kepribadian yang sebenarnya dalam penampilan, atau justru kita bersembunyi dibalik penampilan yang kita kenakan sebagai 'topeng kepribadian' kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya saya ingin segera sampai dirumah, dan mandi air hangat supaya besok bisa beraktivitas kembali dengan kondisi terbaik...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-8734256465028473715?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/8734256465028473715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=8734256465028473715' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8734256465028473715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8734256465028473715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2009/03/mengintip-interaksi-sosial-alternatif.html' title='Mengintip Interaksi Sosial Alternatif Dalam Branded Product'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sci_giu4ybI/AAAAAAAAAI8/mkxLdmtqTOA/s72-c/miayam_74200842418PM_sore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-3924148806328542827</id><published>2008-12-24T02:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T02:05:46.299-08:00</updated><title type='text'>"Interlude" a song by Morrissey</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVIJXDU_t2I/AAAAAAAAAIc/GMgcfsIQZKI/s1600-h/morrissey4rd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVIJXDU_t2I/AAAAAAAAAIc/GMgcfsIQZKI/s320/morrissey4rd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283295604494022498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Time is like a dream&lt;br /&gt;And now for a time you are mine&lt;br /&gt;Let’s hold fast to the dream&lt;br /&gt;That taste and sparkles like wine&lt;br /&gt;Who knows who knows if it’s real?&lt;br /&gt;Or just something were both dreaming of&lt;br /&gt;What seams like an interlude now&lt;br /&gt;Could be the beginning of love&lt;br /&gt;Loving you is a world that strange&lt;br /&gt;So much more than my heart can hold&lt;br /&gt;Loving you makes the whole world change&lt;br /&gt;Loving you I could not grow old&lt;br /&gt;No nobody knows when love will end&lt;br /&gt;So till then sweet friend&lt;br /&gt;Time is like dream&lt;br /&gt;And now for a time you are mine&lt;br /&gt;Let’s hold fast to the dream that taste end sparkles like wine&lt;br /&gt;Who knows who knows if it’s real?&lt;br /&gt;Or just something were both dreaming of&lt;br /&gt;What seams like an interlude now&lt;br /&gt;Could be the beginning of love&lt;br /&gt;What seams like an interlude now&lt;br /&gt;Could be the beginning of love&lt;br /&gt;What seams like an interlude now&lt;br /&gt;Could be the beginning of love...&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-3924148806328542827?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/3924148806328542827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=3924148806328542827' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3924148806328542827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3924148806328542827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/12/interlude-song-by-morrissey.html' title='&quot;Interlude&quot; a song by Morrissey'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVIJXDU_t2I/AAAAAAAAAIc/GMgcfsIQZKI/s72-c/morrissey4rd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-4376421713014196717</id><published>2008-12-24T00:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T02:01:54.831-08:00</updated><title type='text'>One Good Quote from " Little Childern "</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVIHGjx7X6I/AAAAAAAAAIU/9snK_gRPTPE/s1600-h/littlechildrenposter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVIHGjx7X6I/AAAAAAAAAIU/9snK_gRPTPE/s320/littlechildrenposter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283293122124275618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;" ... You couldn't change the past, but the future could be a different story. And it had to start somewhere.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Little Childern tha movie -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-4376421713014196717?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/4376421713014196717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=4376421713014196717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4376421713014196717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4376421713014196717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/12/one-good-quote-from-little-childern.html' title='One Good Quote from &quot; Little Childern &quot;'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVIHGjx7X6I/AAAAAAAAAIU/9snK_gRPTPE/s72-c/littlechildrenposter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5107360435034855024</id><published>2008-12-23T00:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T23:31:50.043-08:00</updated><title type='text'>Jangan Berangkat Haji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVGvoVCaSfI/AAAAAAAAAIM/3NuN3QBs6Vc/s1600-h/arafah01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVGvoVCaSfI/AAAAAAAAAIM/3NuN3QBs6Vc/s320/arafah01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283196945259186674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;La baik awlohumma la baiik,&lt;br /&gt;La baiik ala syarikalla ka labaiik,&lt;br /&gt;Minal Hammda wa ni'matta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah untuk orang lain, tapi untuk diri saya pribadi mendengar penggalan kata diatas ketika musim haji datang tiap tahun mesti bikin saya merinding mulai dari leher sampe kedua tangan. Ada semacam spirit yang sangat kuat akan keikhlasan, kepasrahan, kerendahan hati, dan penyerahan diri yang total dari para jemaah haji yang mengumandangkan kalimat diatas. Iya, naik haji merupakan salah satu media bagi umat Islam untuk menunjukkan totalitas ketaatan-nya kepada Sang Khalik; pencipta alam jagat raya yang Maha luas, Maha tinggi, dan Maha dalam ini. Bagaimana tidak, untuk membulatkan niat berangkat ke tanah suci bukan lah hal yang mudah dan sederhana. Mungkin kita berpikir harus jadi kaya dulu, baru bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Padahal sudah teramat banyak fakta-fakta yang lebih mendekati sebuah mukjizat, dimana seseorang yang biasa-biasa saja kondisi finansialnya; namun dapat berangkat ke tanah suci. Maha Suci Alloh dengan segala rahasia-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu poin yang mesti dicetak tebal dalam obrolan kita pada postingan ini adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Niat&lt;/span&gt;. Iya, walaupun cuma modal niat; siapa yang tau kan keberangkatan kita ke tanah suci dipercepat? Amiin. Tentu niat-nya bukan sembarang niat toh,  betul-betul  niat  yang  jernih. Sekarang, kalo punya kekayaan tapi niatnya kosongan, nah alamat orang model begini  nih kemungkinan besar berangkat haji-nya ketunda lama. Padahal kekayaan itu bukan hal yang kekal toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Mau Pilih mana? Punya Niat haji tapi belum didukung kondisi keuangan, atau punya kekayaan tapi niatnya masih tipis? Hehe.. Kalo saya pasti lebih milih niat-nya kuenceng, terus kondisi keuangan juga mendukung; amiin. Atau mungkin temen-temen familiar dengan statement macam ini, " Aduuh.. ntar dulu lah masih belum siap ". Atau " Iiih.. malu deh kalo pulang dari haji kelakuan gue belom berubah juga ". Sepintas memang alasan yang diungkapkan seperti logis dan penuh perhitungan, padahal aselinya sama sekali ndak nyambung alias memang belum ada niatnya aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kajian yang lebih mendalam, mari kita berangkat ke majelis ta'lim masing-masing. Karena terus terang bukan kapasitas saya membahas masalah rukun Islam ini. Bukan mencari-cari alasan, tapi kompetensi dan pertanggung jawaban itu hal yang sangat penting, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan Berangkat Haji, Kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dalam postingan ini, saya ingin meracau soal pelaksanaan haji Indonesia tahun 2008 yang ditengarai sebagai pelaksanaan haji terburuk dalam sejarah pelaksanaan haji di tanah air. Bukan berarti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya sempurna, tapi untuk tahun ini sepertinya sudah masuk kategori keterlaluan. Sungguh ironis sebuah agenda tahunan yang dikordinasi oleh pemerintah setiap tahunnya ini, kembali harus menuai hasil yang mengecewakan. Sampai-sampai membuahkan manuver DPR untuk menggunakan salah satu hak-nya, yaitu hak angket. Apa belum cukup evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi disini tentu bertujuan mengeliminasi kesalahan-kesalahan yang sebelumnya terjadi agar tidak terulang dipelaksanaan tahun berikutnya. Dan, tindakan preventif tenti perlu disiapkan untuk mencegah segala kemungkinan masalah lainnya yang diperkirakan dapat muncul. Itu baru namanya evaluasi yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang informasi yang saya terima soal topik ini berasal dari media-media massa dalam negeri, ditambah dari teman dan kerabat yang baru kembali dari tanah suci; kemudian bercerita. Padahal juga bukan saya yang berangkat, tapi saya ikut-ikutan mangkel setengah mati. Bagaimana coba kalo saya yang berangkat tahun ini, yah Alhamdulillah sih tapi sangat mungkin saya kecewa. Terus walaupun saya tidak berhaji tahun ini, terus saya cuman boleh ndumel aja? huuh, nehi yaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak masalah dan kesulitan yang dihadapi jamaah haji Indonesia, diantaranya : Kesatu, masalah catering, masalah kebutuhan paling mendasar itu pun ndak luput dari masalah. Sudah pernah kita dengar ditahun-tahun sebelumnya soal pengantaran makanan yang terlambat hingga mencapai belasan jam, kualitas makanan yang kurang memadai, dan seterusnya. Nah, untuk tahun ini masalah pun belum kunjung hilang alias masih aja terus-terusan terjadi. Bukankah semestinya pelaksanaan haji tahun ini sedikitnya mengambil pelajaran dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Masalah pemondokkan. Masak sih, jamaah haji Indonesia sebagai salah satu jamaah terbesar tiap tahunnya selalu di anak-tirikan dalam hal pemondokka. Cerita paman saya, ada jamaah kita yang terpaksa menempati pondokkan yang jaraknya 15 KM dari Masjidil Haram. Atau setara dengan 2 Jam perjalanan, tanpa sistem transportasi yang disediakan sebagai bagian dari fasilitas. Bahkan menurut cerita, mereka yang menempati pemukiman haji itu (saya lupa namanya) ada yang hanya dua kali ke masjidil haram. Bayangkan, sudah jauh-jauh datang dari tanah air untuk beribadah malahan terganjal pemondokkan yang tidak destination friendly. Ada cerita lain, untuk membeli bahan keperluan beberapa jamaah harus patungan bersama dan terpaksa berjalan kaki sangat jauh untuk akhirnya mencapai daerah yang berpenghuni. Satu kelompok ada yang tersasar, kelompok lain yang memilih taksi untuk kembali ke pemondokkan pun tersasar karena supir taksi sendiri  tidak mengenal daerah ini. Sungguh keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan miris,  paman  saya menambahkan " Enaknya jamah Malaysia, pondokannya pada deket ke masjid.. ". Padahal saya kok yakin jamaah kita jumlahnya lebih banyak, bukan seharusnya bargaining position dalam mendapatkan fasilitas berhaji pun lebih baik? Lain soal kalo pelaksana haji sendiri yang nakal, dan tidak sesuai dalam soal alokasi dana; mudah-mudahan sangkaan saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak,  kemalangan yang menimpa  jamah Indonesia dalam hal teknis pelaksanaan  masih  ada beberapa poin  yang  akan teramat panjang jika ikut dibahas seluruhnya.   Tujuan saya hanya ingin martabat bangsa kita diperhatikan dalam pelaksanaan haji di tahun mendatang, dan perbaikan signifikan yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Berangkat Haji, Jika Belum Ada Perbaikan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5107360435034855024?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5107360435034855024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5107360435034855024' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5107360435034855024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5107360435034855024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/12/jangan-berangkat-haji.html' title='Jangan Berangkat Haji'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SVGvoVCaSfI/AAAAAAAAAIM/3NuN3QBs6Vc/s72-c/arafah01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-8365406865735094820</id><published>2008-11-23T23:23:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T04:01:58.000-08:00</updated><title type='text'>Kemacetan Jakarta dan Kebijakan irrelevan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SSvpCdDcakI/AAAAAAAAAH8/T6pMqsYTbrE/s1600-h/macet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SSvpCdDcakI/AAAAAAAAAH8/T6pMqsYTbrE/s320/macet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272564017135381058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kamu pernah dengar di macam-macam media belakangan, baik itu koran, majalah, TV, internet, dan lain-lain seputar betapa pusingnya pemerintah daerah ibukota Jakarta mengurutkan kembali benang kusut kemacetan jalan raya di kota ini, Jakarta. Iya, pusing dan sepertinya nyaris give up juga untuk membenahi karut-marut-nya lalu lintas ibukota. Padahal, sejauh ingatan saya; Foke (sapaan akrab gubernur Jakarta) menjanjikan formulasi yang mampu membereskan masalah kemacetan yang memang sudah sangat parah ketika jaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;die&lt;/span&gt; kampanye dulu. Gila-nya, kemacetan di Jakarta ini tingkat ke-parahan-nya makin bertambah hari per harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sih, saya pribadi agak-agak terhibur dengan background pendidikannya yang Insinyur lulusan Jerman. Karena, itung-itungan gobloknya aja nih orang yang lulus dari sekolahan eropah minimal harus pinter, kan? Ini Insinyur pula. Tapi, Walau bagaimana Foke juga manusia biasa juga yang mutlak ada kekurangannya. Rencana sih tinggal rencana, tapi hasilnya belum juga kerasa. Padahal masalah benang kusut jalanan macet toh bukan lagi barang baru, malahan udah  jadi musuh para pemakai jalan di Jakarta ini, bang. Derasnya pertambahan jumlah mobil-mobil baru yang turun ke gelanggang jalanan Jakarta mencapai ribuan setiap hari, ironisnya jalanan-nya juga cuman segitu-gitu doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi kebijakan Pemerintah Daerah ini dengan mempercepat jam masuk sekolah setengah jam lebih awal, merupakan fomulasi yang paling serius semenjak Jakarta dipegang Foke. Kita semua tau, ada beberapa kebijakan terdahulu dari pemerintah daerah yang dikordinasikeun bersama-sama pihak kepolisian. 3 in 1 misalnya, peraturan ini mewajibkan para pengendara kendaraan pribadi menjejalkan minimal 3 orang ke dalam 1 mobil. Apa langkah ini berhasil? Jawaban saya.. umm lumayanlah, maksudnya lumayan hancur sekali! Lah abis, target yang utamanya memaksa pemakai mobil untuk mengangkut segala macam keperluan dalam 1 mobil akhirnya cuman jadi aksi bodoh-bodohan dan kucing-kucingan aja. Yah, gimana nggak? Nggak selang berapa lama kebijakan 3 in 1 berlaku, muncul deh tuh joki-joki 3 in 1 disepanjang jalanan yang ditetapkan sebagai area 3 in 1. Lah terus, buat apa coba program ini terus dipertahankan?! Memang jujur jalan-jalan protokol macam Sudirman-Thamrin-Gatsu (Gatot Subroto) sedikit tertolong. Tapi gimana nasibnya jalan yang ada diseputaran Jalan Protokol tadi, Mas? Sebut aja daerah Senayan, Pejompongan, Benhil, Karet, dll. malahan kok tambah parah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalo dilihat blue print perencanaan Sutiyoso untuk menanggulangi macet malah nggak jelek-jelek amat loh. Ada keinginan untuk membangun sistem transportasi terpadu di Jakarta. Awalnya, niatan memindahkan pengguna mobil dan motor ke sistem transportasi ini; TransJakarta, sampe dibikin juga bus-bus penganggkut sebagai feeder di wilayah hinterland Jakarta macam BSD City, Bintaro Jata, Lippo Karawaci, Kemang Pratama, dll. Tetapi sekali lagi, rencana tinggal rencana; beberapa koridor Busway masih bisa bebas dilalui kendaraan pribadi, lah Bus-nya memang belum ada kok. Bikin-nya aja yang bikin macet dimana-mana. Tapi tetep, walaupun patut diakui memang Busway menjadi angkutan terfavorit di Jakarta saat ini. Tapi targetan awal dan yang utama sama sekali nggak tercapai. Paling parah proyek Waterway, yaa mana mungkin laku kalo sungai-nya masih kotor dan jorok begitu mau dijadikan transportasi massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memajukan jam masuk sekolah 30 menit lebih cepat emang baru bisa dibuktiin begitu sudah dilaksanakan Januari nanti. Katanya hal ini sudah dilakukan kajian mendalam dan riset yang berkesinambungan, wahwahwah.. Hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja, semoga berdampak positif Pak Gubernur..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-8365406865735094820?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/8365406865735094820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=8365406865735094820' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8365406865735094820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/8365406865735094820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/11/kemacetan-jakarta-dan-kebijakan.html' title='Kemacetan Jakarta dan Kebijakan irrelevan'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SSvpCdDcakI/AAAAAAAAAH8/T6pMqsYTbrE/s72-c/macet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-4133431512135517483</id><published>2008-11-20T19:18:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T01:25:51.247-08:00</updated><title type='text'>Budaya Pop (culture), Kenapa Begini..Kenapa Begitu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SSZ8wBeStiI/AAAAAAAAAH0/l-h1Nj0xmJM/s1600-h/andywarholl_tutorial.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SSZ8wBeStiI/AAAAAAAAAH0/l-h1Nj0xmJM/s320/andywarholl_tutorial.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271037578354800162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop culture&lt;/a&gt;, wow baru dengernya aja udah gimana gitu rasanya. Tema ini emang sempet banget terdengar sangat sexy (wahh.. lebay bgt nih!), terutama waktu jaman-jaman saya kuliah kemarian. Se-sexy tema-tema feminis, cultural studies, hermeneutika, psikoanalisis dan rekan sejawatnya yang lain. Tapi kali ini aku mau ngobrol soal Pop Culture dulu aja, ini pun nggak akan sampai nyentuh-nyentuh teritori teoritis segala. Cuma, hehe 'take a look around' aja sih gimana keadaan lingkungan sekitar kita sekarang ini. Iya, terutama yang ada hubungannya sama behaviour as a common. Apa sih Pop Culture itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal definisi bisa-bisa ada ribuan penjelasan, dengan ratusan sumber, dan jutaan penafsiran; nah pusing nggak loh?. Dari sekian banyak penjelasan itu, saya sih hampir yakin kalo Pop Culture mengandung stigma negatif yang sangat jauh lebih dominan, jika dibandingkan; atau mungkin sama sekali nggak punya aspek positif sama sekali untuk sekedar di-negasikan dengan stigma yang udah terlanjur dianggap negatif itu tadi. Seakan-akan &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; itu sangat merusak, bersifat destruktif, pokoknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;elek biiangeeeet&lt;/span&gt; lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya gagasan, siapapun boleh aja mengajukan (satu atau bahkan lebih); misalnya pendapat yang menganggap Pop Culture itu tadi sebagai konten budaya yang negatif. Kenapa Pop Culture begitu diserang? Ini dia pertanyaan yang menarik perhatian saya. Dari sisi historis, musuh besar Pop Culture adalah pihak struktural yang mapan, kaum religius yang mempunyai pengaruh penting sebagai lembaga sosial keagamaan, maupun pihak-pihak lain dengan perspektif dan prosedur tingkah-laku pendahulu, termasuk juga kaum akademisi. Kayaknya kok nggak 'intelek' kalo nggak ikut-ikutan membendung Pop Culture yang berkembang di masyarakat sekarang ini. Mereka yang ikut terhempas kedalam pusaran gaya hidup &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; dianggap kerdil, bodoh, dan anti-kritik. Wow.. demikian buruk bagi mereka trend follower budaya populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sampe sini mulai deh muncul sisi-sisi skeptisme saya muncul. Sebetulnya ada kepentingan apa sih dari mereka yang kontra sampa-sampai &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; dianggap sebagai wabah penyakit kotor yang mesti dihilangkan? Jawabannya, dibalik itu pasti ada kepentingan tertentu. Alasan eksistensi kah, moralitas kah, tradisi kah, atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, point of view yang mereka gunakan mesti berangkat dari pakem lama, pranata terdahulu. Dimana-mana, namanya pakem lama mesti berjuang mempertahankan status quo yang dianggap sudah ideal, jadi jangan diganggu. Padahal punya pemikiran ini saja sudah berani menantang hukum alam yang berbunyi "takkan ada yang pernah berubah selain perubahan itu sendiri", bukan?. Jadi, kalo begitu betul nggak kalo Pop Culture saya pahami sebagai konten budaya yang baru, nuova vouge--gelombang baru, sebuah inovasi dari prosedur tingkah laku yang kebetulan sebelumnya sudah ada. Oke, saya berusaha konsisten pada pemahaman saya untuk memahami &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; sebagai sesuatu yang baru, bernegasi hingga bertarung dengan kemapanan sistem yang lebih senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu poin yang saya identifikasi dari pemahaman para encounter Pop Culture, bahwa pembacaan dan penafsiran yang mereka lakukan didasari oleh standar mereka sendiri. Sesuatu yang baru, 'nggak biasa', asing, bahkan absurd tentu bergerak diluar pakem-pakem yang selama ini mereka anut dan dijalankan dengan setia; karena menurut mereka hal itulah memang yang dianggap paling ideal. Kok, saya merasa lebih sreg jika memandang Pop Culture dalam gagasan relativitas waktu. Jika Einstein memandang waktu sebagai 'karet' yang lentur dan bisa memelar (atau dibuat melar maupun mengkerut) sedemikian rupa. Maksud saya, baik jaman sekarang ataupun jaman dulu prose menentang &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; sudah ada, sekedar istilah dan kajian-nya saja baru populer di dekade belakanangan ini. Jadi buat apa meng-counter sesuatu yang nggak bakal bisa dibendung akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat The Beatles, yang saat awal kemunculannya dianggap membawa pengaruh musik yang cacat. Ringo Star merubah stroke pada snar drum, dari pakem rock n roll sebelumnya. Koes Ploes, ditangkap dan dikurung karena dibilang main musik 'ngak-ngik-ngok'. Hippies, generasi bunga yang hidup layaknya orang gila karena mereka hidup dengan cara yang berbeda. Atau Diane Arbus, Andy Warholl, Galileo Galilei, dan mereka semua yang dianggap buruk di masa-nya, tapi berakhir menjadi legenda, juga dipuja karena berhasil merubah pakem-pakem sebelumnya. Perubahan mereka harus diakui akhirnya menjadi budaya populer (&lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt;) juga, toh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Pop Culture tercela karena sifatnya yang meracuni orang-orang untuk makin lebih konsumtif, apatis, pragmatis, bahkan fatalistik. Sosialisasi di media massa yang jadi kambing hitam-nya. Wawllohu alam, katanya sih emang begitu. Untuk membersihkan &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; yang merusak, berarti saringan konten siaran media massa harus dihidupkan lagi? Untuk ini perlu kajian lebih panjang deh, kurang banget kalo cuman ngandelin postingan ini aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk perbandingan aja nih, pengalaman saya tinggal 3 hari di Badui dalam, Banten. Nggak ada sama sekali pengaruh luar yang berhubungan dengan tradisi yang diizinin masuk ke lingkungan mereka, boro-boro media massa. Hasilnya tradisi-budaya, kepercayaan, metode hidup mereka bisa dilestarikan sedemikian rupa. Mirip dengan kaum &lt;a href="http://powerfulnews.com/GreatActs.htm"&gt;Amish&lt;/a&gt; di Amerika yang mengurung diri dari penetrasi budaya yang asalnya dari luar kehidupan mereka. Tapi apa mungkin media massa dibendung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kamu yang ikutan &lt;a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:2C-B6xMMan4J:en.wikipedia.org/wiki/Popular_culture+pop+culture&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=1&amp;amp;gl=id"&gt;Pop Culture&lt;/a&gt; atau yang counter budaya populer itu..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cheers ;D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-4133431512135517483?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/4133431512135517483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=4133431512135517483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4133431512135517483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4133431512135517483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/11/budaya-pop-culture-kenapa-beginikenapa.html' title='Budaya Pop (culture), Kenapa Begini..Kenapa Begitu'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SSZ8wBeStiI/AAAAAAAAAH0/l-h1Nj0xmJM/s72-c/andywarholl_tutorial.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5492082772877542845</id><published>2008-11-09T23:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T21:39:31.002-08:00</updated><title type='text'>Sekedar Test Drive (New Audi A4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SRlMOPdswmI/AAAAAAAAAHc/9p6YRwtBYfk/s1600-h/audi-white-side.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SRlMOPdswmI/AAAAAAAAAHc/9p6YRwtBYfk/s320/audi-white-side.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267325046739485282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehari-hari gue terabas jalanan Jakarta pake motor. Walaupun nggak butut-butut amat, tapi motor gue tadi jauh banget dari kata canggih, keren, trendy, dan semacamnya itu. sekedar penghibur hati, bersyukur sajalah dulu yang penting ke kantor sampe dan selamat juga pulang ke rumah; Alhamdulillah. Tentu bukan tanpa sebab kenapa gue milih motor untuk dijadiin kendaraan sehari-hari. Pertama, dengan motor bebek itu waktu perjalanan bisa  dikompromikan kalo dibandingkeun dengan alternatif kendaraan lain semisal mobil, bus kota/ angkot (angkutan kota, mikrolet, dlsb.). Kedua, emang gue belum mampu beli mobil juga (hihihii.. ketawa kecut) selain itu motor terbukti betul-betul irit soal pengeluaran untuk urusan bensin. Untuk ukuran gue yang trayek-nya tetep cuma rumah-kantor-rumah sih cukup buat anggaran 50 ribu aja satu minggu, kecuali ada pengeluaran ekstra untuk tambah angin atau apes ganti ban dalem kerana nginjek ranjau paku yang katanya sengaja disebar disekitar jalanan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, motor itu sendiri cocok banget untuk gue pribadi yang emang kurang hobi ngulak-ngulik atau variasi-modifikasi dan nongkrong di bengkel. Bebek gue nggak rewel sama sekali, untuk perawatan rutin biasanya cuma panasin mesin cukup 5 menit aja setiap sebelum meluncur ke jalanan, terus nge-cek tekanan ban, cek rantai (kalo kendur di-kencengin, kalo kering di oli-in), dan cukup dimandiin dua kali satu minggu, semua beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dibalik semua kelebihan tunggangan gue itu tadi, sebagai manusia biasa tentu gue masih ada aja perasaan kurang puas mungkin penyebabnya kurangnya rasa bersyukur. Suka aja gituh, tengak-tengok kanan-kiri depan belakang pas ngantri di lampu merah. Pas jalanan lagi panas-panasnya, kadang suka ngimpi dan curhat dalam hati "kapan yah gue bisa santai di dalem BMW seri 5 kayak bapak disebelah kanan gue?". Atau "Duuh.. Kok enak betul sih hujan deres gini di dalem Toyota Alphard kayak ibu-ibu di depan gue itu..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gue salah mikir kayak gitu, apa salah ngimpi model begitu? Menurut gue sih sama sekali nggak tuh. Karena gue percaya sesuatu yang besar itu umumnya cuma berawal dari mimpi, tapi tentu soal realisasi tempaan-nya lewat kerja keras dan usaha maksimal yang dibungkus jadi satu paket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ngomong soal ngimpi-ngimpi "mobil impian" yang selama ini gue cuma bisa sebatas menyaksikan aja; baik itu yang seliweran di jalanan, di film-film, majalah, atau media lainnya. Ahad kemarin, gue punya kesempatan untuk lebih deket sama sesuatu yang sebelumnya gak bisa gue "sentuh", apalagi kepikiran untuk nyoba duduk dikursi kemudi sekaligus ngerasain langsung gimana sensasi-nya. Bilang kalo gue itu norak or kampungan, tapi untuk gue pribadi hal itu jadi pengalaman yang mengasyikan plus berkesan banget. Kebetulan gue dapet kesempatan nyoba Audi New A4 (2008) dan Mercedes-Benz C-class Classic.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.auto-car-all.com/famous-car/19-article/642-brand-new-audia4-modified-version-with-strong-power.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.auto-car-all.com/famous-car/19-article/642-brand-new-audia4-modified-version-with-strong-power.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;New Audi A4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang satu ini gue cobain hari Sabtu pagi. Orang Audi dateng ke rumah jam 9 lewat sedikit. Standar sales mobil,  udah pasti orangnya super ramah dan sopan. Cuman basa-basi cukup 5 menit di ruang tamu, gue langsung minta dianter ke tempat dimana tuh A4 nangkring. Dari majalah gue liat New Audi A4 2008, dan sekarang ada diparkir di depan rumah, hehe.. emang udah dari dulu soal design eksterior Audi jadi salah satu yang paling oke. Kesan yang pertama gue dapet, nih mobil "laki-laki" banget!. Velg udah ring 17, kalo mau diganti ukuran berapa lagi? Menurut gue Velg 17 udah more than okay laaah. Satu hal yang bikin nih mobil bikin 'gahar' dari tampilan depan-nya, terutama sepasang matanya ituloh yang TOP ABISS! panjang mobil yang bikin A4 baru kayak mobil touring Daytona Race. Kalo untuk tampilan rear view biasa aja, tetep dibuat simple dan pastinya aksen dinamis belum lepas juga dari mobil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas mata gue yang bener-bener dimanja sama tampilan eksterior A4, gue penasaran juga sama gimana sih bentuk mesin-nya. Untuk yang satu ini, standar mobil-mobil eropa yang lain (coba bandingin deh sama mobil pabrikan jepang) bentuk mesin A4 rapih, aksen padat bikin kesan simple, dan tertutup dengan warna dominan hitam. Eduun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Front-rear view udah, Velg, sampe mesin udah gue liatin. Sekarang waktunya deh kita ke acara puncak, gimana sih interior-nya? Karena sekalian gue dapet juga kesempatan untuk nge-rasain gimana larinya si A4 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your first impression once you sit and close the door might "nothing is so special..". Bakal sangat mungkin biasa aja, terlebih kalo elo punya ekspektasi yang berlebih dengan Mercedes-Benz S-Class atau Jaguar sebagai pembandingnya. New A4 bahkan sangat sporty dan casual in several part. Dominan warna dashboard dan keseluruhan kabin dark grey dan hitam. Untuk bagian dashboard dilengkapi button yang lumayan banyak, asumsi gue A4 mah emang lebih cocok untuk anak muda atau usia maksimum 43-45 tahun lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue cukup terhibur dengan kapasitas 6 CD changer  untuk MP3 dan CD Player-nya, dijamin perjalanan elo ngga bakal sepi dari musik. Ada layar monitor di dashboard untuk operasional CD, MP3, dan Radio. Plus monitor itu siap kasih informasi tentang jarak aman mobil saat ambil posisi parkir dengan indikator safe distant. With no GPS, gue pikir kenapa sih teknologi ini ngga jadi default item langsung dari dealer yah? sayang sekali, untuk point ini BMW masih lebih unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wuzz.. berasa shooting film Transporter!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke D (Drive) Gear, didalam kabin hening banget khas mobil-mobil eropa. Suspensi juga bisa kita set sesuai keperluan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;comfort&lt;/span&gt; untuk 'ayunan' yang lebih lembut karena suspensi dibuat lebih tinggi. Sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dynamic&lt;/span&gt; untuk suspensi yang lebih keras dan lebih rendah--cocok kalo elo pengen "gas pol mas boy" di jalan tol yang sepi. Untuk lebih aman, suspensi kita set &lt;span style="font-style: italic;"&gt;auto&lt;/span&gt; aja karena secara mobil ini masuk kategori 'mobil pintar' jadi dia bisa nyesuaiin keadaan jalan yang kita lewatin. Sedangkan, pengaturannya cukup dilakukan dengan menekan tombol aja, hebring euy! Hand brake just using your finger, so easy and classy. ESP system untuk keamanan berkendara anti slip di permukaan jalan yang basah dan licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas gue masuk ke jalan tol JORR dari pintu BSD City, sensasi-nya langsung kerasa kalo emang ni mobil bisa dibawa kebut. Gak pake napsu aja speedometer (both digital and analog) udah nembus 110 km/hr, gimana kalo dicampur sifat 'songong'--kuat iman deh nahan supaya nggak kelewat ngebut, udah untung juga dikasih nyobain kan. Cukup 130 km/hr gue udah seneng banget rasanya pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal tambahan yang bikin gue nggak gampang lupa dari mobil ini. Transmisi automatic-nya didukung juga sama dua tuas manual yang tempatnya nempel sama posisi stir. Gampangnya, sistem transmisi ini jadi aplikasi minimal mobil-mobil Formula 1, hahaha.. MANTAP!! Jadi jangan takut atau minder kalo ada yang berani nyalip elo di jalan toll, karena gue cukup yakin semua mobil bisa aja elo kejar (asal lawan lo bukan mobil korekan yang sering turun di Sentul , ferarri atau lamborghini.. hohoho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the rest, all is okay. Cuma beberapa catetan gue nih untuk New Audi A4, antara lain kedepan-nya mudah-mudahan Audi makin serius untuk expand segala infrastruktur-nya semisal bengkel resmi dan segala keperluan yang sifatnya purna jual; karena menurut gue hal ini penting banget karena menyangkut rasa aman untuk para si calon pembeli. Kedua, soal harga New A4 terlampau mahal kalo cuman nge-depanin kehebatan design dan performa mesin aja. Karena, stigma falling down harga jual mobil Audi susah banget dihapus dari banyak persepsi orang. Terus, New A4 ini emang wajar kalo cuma minum Pertamax plus karena secara status-nya aja nih boil diembel-embelin judul CBU -- alias dateng langsung dari Jerman nun jauh disana. Jadi yang mau punya mobil ini, siapin aja yah uang bensin yang lebih ekstra, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari skala 1 sampe 10,&lt;a href="http://www.auto-car-all.com/famous-car/19-article/642-brand-new-audia4-modified-version-with-strong-power.html"&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.auto-car-all.com/famous-car/19-article/642-brand-new-audia4-modified-version-with-strong-power.html"&gt;New Audi A4 (2008)&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.auto-car-all.com/famous-car/19-article/642-brand-new-audia4-modified-version-with-strong-power.html"&gt; &lt;/a&gt;dapet nilai 8! BRAVO!!. Artinya masuk kategori istimewa, pastinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hari berikutnya giliran Mercedes-Benz yang gue cicipin gimana empuk dan sensasi gengsi nih mobil pas dibawa ke jalan raya. Gimana ceritanya, yuuk kita obrolin di posting berikutnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5492082772877542845?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5492082772877542845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5492082772877542845' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5492082772877542845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5492082772877542845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/11/sekedar-test-drive.html' title='Sekedar Test Drive (New Audi A4)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SRlMOPdswmI/AAAAAAAAAHc/9p6YRwtBYfk/s72-c/audi-white-side.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-2525927809455725844</id><published>2008-10-27T21:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T23:48:39.854-07:00</updated><title type='text'>Menteri paling Miskin di Indonesia adalah.. (shipment)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Baru semalam saya melihat iklan TV persembahan Departemen Pertanian di Trans 7. Tentu sang pimpinan departemen ikutan muncul juga didalamnya. Layaknya iklan yang berasal dari kantor kementrian, isinya pasti seputar prestasi yang berhasil diraih selama menjabat. Misalnya iklan Mennegpora, meng-highlight prestasi olahraga yang berhasil diraih selama dirinya menjabat di pemerintahan SBY-JK, seperti tradisi emas olimpiade, bla bla bla. Tentu Adyaksa Dault ambil peran dominan selama durasi iklan berjalan. Nggak beda-beda jauh iklan dari Menteri Kesehatan, Fadillah Supari. Prestasinya merubah ''penjajahan negara maju'' dalam hal kesehatan di dunia masih jadi headline utama-nya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi selain prestasi tentu ada juga catatan-catatan penting yang harus diwarnai merah. Misalnya, prestasi bulutangkis yang belum mampu membawa pulang piala Thomas dan Uber ke bumi pertiwi, piala Sudirman, dan beberapa gelar lainnya. Atau, masih ada berapa banyak orang yang kurang beruntung dan masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Obat masih mahal, darah donor yang masih susah, buruknya standar kesehatan karena peredaran bahan-bahan yang buruk bagi tubuh tersebar luas di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebuah tulisan yang saya terima dan baca sepertinya bagus untuk kita perhatikan dan teladani. Adalah Menteri Pertanian, Anton Apriyanto yang memiliki kehidupan yang berbeda dibandingkan kolega-koleganya di kabinet Indonesia Bersatu. Dengan background "orang kampus" makin melegitimasi bahwa memang latar belakang sang Menteri lebih 'aman' dibandingkan saudagar, jenderal, politisi, atau pengusaha sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk dapat kita baca, Mas Ridlwan Habib menyusunkannya dengan sangat baik sekali. Tulisan ini jadi renungan buat saya pribadi, moga-moga juga buat teman-teman yang sempat membacanya sekarang. Selamat membaca.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Ke Daerah, dengan Tiket Ekonomi, Nginap di Rumah Petani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;. Di Kabinet Indonesia Bersatu, Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; dijuluki sebagai menteri termiskin. Sebab, berdasar laporan harta kekayaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; penyelenggara negara (LHKPN), total kekayaannya "hanya" Rp 388.936 juta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Bagaimana kesehariannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Bikin janji untuk bertemu Anton Apriantono tidak terlalu sulit. Di antara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; menteri yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu, pria yang lama menjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) itu termasuk yang paling mudah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; dihubungi melalui ponselnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Kemarin sore, Jawa Pos diberi kesempatan bertamu di rumah Anton di kompleks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; perumahan dinas para menteri, tepatnya di Jl Widya Chandra V. Begitu masuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; ke halaman rumahnya, seorang petugas keamanan dengan tulisan nama Sukim di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; dadanya ramah mempersilakan masuk. "Cari Bapak ya, silakan langsung saja ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; ruang tamu," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Halaman depan rumah dinas Anton tampak bersih. Aneka tanaman hias disusun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; rapi dalam pot yang berisi tanah liat. Tidak ada tanaman perindang besar,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; kecuali sebuah palem kipas yang ditanam di pojok pagar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Berbeda dari rumah menteri lainnya, di garasi rumah Anton, hanya ada dua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; mobil yang diparkir. Yakni, Kijang abu-abu keluaran 1994 dan mobil dinas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; menteri Toyota Camry bernomor RI 24. Pemandangan tersebut berbeda dari rumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; dinas menteri-menteri lain yang, selain berisi mobil dinas, terdapat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; beberapa mobil lain keluaran terbaru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; "Assalamu 'alaikum, apa kabar?" kata Anton ramah yang muncul dari ruang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; tengah. Pria kelahiran 5 Oktober 1959 tersebut muncul dengan kemeja lengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; panjang bercorak garis-garis. "Hari ini banyak tamu. Maklum, masih suasana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Idul Fitri," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Dia menceritakan, selama Lebaran, keluarganya lebih banyak berada di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Jakarta. Hanya hari pertama keluarganya berkunjung ke Serang dan Bogor, Jawa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Pada awal pembicaraan, dia lebih banyak menceritakan tentang kesibukannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; sebagai menteri, sehingga waktu untuk keluarga berkurang. "Karena itu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; setiap di rumah, saya manfaatkan betul untuk keluarga. Rasanya sih mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; tidak pernah mengeluh," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Sejak menjadi menteri, Anton memboyong keluarganya tinggal di rumah dinas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Rumahnya di Bogor dibiarkan kosong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Di tengah mengobrol dengan Jawa Pos, putri tunggalnya, Sri Rahayu, masuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; membawa secangkir teh. "Silakan diminum. Kebetulan, saat ini saya sedang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; puasa Syawal," kata menteri yang diusulkan dari partai yang lahir pada masa reformasi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Ketika disinggung seputar kekayaannya berdasar LHKPN dan diumumkan Komisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Pemberantasan Korupsi (KPK), dia hanya tersenyum. "Saya bersyukur dianggap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; begitu (disebut menteri termiskin). Pokoknya, kalau dibandingkan menteri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; lain, nggak mungkin bisa ngejar, apalagi sama Pak Ical (Menko Kesra Aburizal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Bakrie yang dijuluki sebagai menteri terkaya dalam kabinet SBY, Red),"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; ujarnya lantas tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Dia menjelaskan, sejak menjadi dosen dan kepala laboratorium di IPB, Anton&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; terbiasa menabung. Hasilnya, dia mampu membeli aset berupa tanah di Bogor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Kegemaran berhemat itu diteruskan sampai sekarang. "Sebagian berasal dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; gaji dan uang perjalanan ke luar negeri. Itu pun sudah berlebih," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Suami Rossi Rozzana tersebut mengaku, kehidupannya saat masih menjadi dosen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; sudah cukup. "Apalagi sekarang, apa sih yang mau kita kejar? Makan saja tak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; lebih dari sepiring," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Sebagai menteri, dia mengaku digaji Rp 19 juta per bulan. Selain dari gaji,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; pendapatan Anton diperoleh dari honor menjadi narasumber di seminar. Sebelum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; menjadi menteri, dia memang sering diundang sebagai ahli di bidang kimia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; pangan. "Tapi, honorarium dari seminar biasanya dikelola staf," jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Menurut doktor lulusan University of Reading, Inggris, tersebut, kunci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; perbaikan departemen yang dipimpinnya bermula dari diri sendiri. "Kalau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; pemimpin tak bisa jadi uswah (teladan, Red), jangan berharap anak buah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; mengikuti," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Anton lantas mencontohkan saat dirinya melakukan perjalanan dinas ke daerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; menggunakan pesawat. Dia tidak pernah mau naik kelas bisnis. Dia selalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; minta diberi tiket ekonomi. Demikian pula ketika harus menginap di suatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; daerah. Anton tidak pernah mau diinapkan di hotel berbintang lebih dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; tiga. "Kalau menterinya (pakai) ekonomi, anak buahnya nggak ada yang berani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; (di kelas) bisnis," ungkapnya lantas tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Menurut dia, budaya Orde Baru, yakni daerah harus selalu menyambut pejabat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; pusat dengan servis VVIP, harus dikikis habis. "Saya lebih suka menginap di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;rumah petani daripada di hotel. Mereka itu orang yang apa adanya. Tidak ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; yang dibuat-buat, " tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Dia lantas menceritakan pengalamannya ketika menginap di rumah salah seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; petani di Karawang. "Saat itu, atap rumahnya sudah mau roboh," katanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; seraya tersenyum lebar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Anton mengaku, saat ini dirinya sedang memperjuangkan budaya keterbukaan di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; departemen yang dipimpinnya. Salah satu contohnya, nomor HP-nya terbuka bagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; seluruh anak buahnya. Termasuk, pegawai dan penyuluh lapangan di daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; "Dari mereka, saya bisa tahu keluhan di lapangan. Termasuk, jika ada laporan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; korupsi, langsung saya minta ditindaklanjuti oleh Irjen (inspektorat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; jenderal, Red)," jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Dia juga sering mengajak anak buahnya outbound (training di alam). "Kalau di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; alam, perilaku aslinya terlihat," ujarnya. Dua minggu sekali, dia menggelar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; rapat pimpinan yang diakhiri dengan masing-masing saling memberi nasihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; "Jadi, kalau tidak sesuai dengan yang diomongkan, orangnya malu," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Kesederhanaan tersebut Anton diakui sekretaris pribadinya, Dr Abdul Munif .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; "Saya sampai malu karena bapak sering ngotot pakai kelas ekonomi saat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; kunjungan ke daerah. Kadang-kadang, sampai saya akali dengan mengatakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; tiket ekonomi sudah habis," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Alumnus Bonn University, Jerman, yang mendampingi Anton sejak sebelum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; menjadi menteri itu mengaku, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kehormatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Anton sebagai menteri. "Itu kalau kebetulan sedang bersama menteri lain atau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; ada tamu dari luar negeri. Kalau berangkat sendiri, hampir selalu ekonomi,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Saat mengunjungi daerah, Munif mengaku banyak pejabat dan bupati yang heran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; mengetahui kebiasaan Anton. "Awalnya, mereka (bupati dan pejabat daerah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; heran. Tapi, dua tahun ini sudah biasa. Mereka malah berterima kasih,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Dia menyatakan, satu hal yang paling berkesan adalah perhatian Anton kepada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; anak buah. Di antaranya, Anton selalu mengingat nama dan kebiasaan-kebiasaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; kecil stafnya. "Beliau tak risi mengirimkan ucapan selamat ulang tahun atau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; memberikan bantuan ketika ada yang punya gawe," ungkapnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-2525927809455725844?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/2525927809455725844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=2525927809455725844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2525927809455725844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2525927809455725844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/10/menteri-paling-miskin-di-indonesia.html' title='Menteri paling Miskin di Indonesia adalah.. (shipment)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-2737861810019616690</id><published>2008-10-07T02:12:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T19:18:28.506-07:00</updated><title type='text'>Antara Ngobrol dengan Social Intimacy (Vol. one)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SO26Lb5CsII/AAAAAAAAAG8/EuAEuJTnbZ8/s1600-h/london.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SO26Lb5CsII/AAAAAAAAAG8/EuAEuJTnbZ8/s320/london.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255061045839573122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu artikel dalam majalah (saya pun lupa namanya) yang bisa gratis kita bawa pulang dari kafe atau resto disekitar Jakarta, lumayan menyenggol pikiran saya. Dalam artikel tadi, baru-baru ini dilakukan survey kepada ratusan ribu orang yang tinggal dan bermukim permanen di kota-kota besar diseluruh dunia, mulai dari New York, London, Paris, Tokyo, Amsterdam, Roma, dan seterusnya. Sejauh saya tahu, kota-kota lokasi riset dilakukan itu adalah tempat-tempat impian untuk bisa dijadikan tempat tinggal, tidak terkecuali saya sendiri. Eiitz.. tapi tunggu dulu, rumput tetangga belum tentu lebih subur walaupun warnanya lebih hijau dibandingkan pekarangan rumah kita sendiri. Apa pasal? riset tersebut mengambil satu tema besar, menyoal kenyamanan seseorang untuk bisa tinggal secara benar-benar settled dan bahagia lahir dan batin disuatu kota. Ternyata yang cukup mengagetkan saya, kota-kota besar macam New York, London, atau Tokyo menempati lima besar untuk kota yang paling tidak nyaman huni (setidaknya hasil riset menunjukkan hasil itu), dan kota London dianugerahi sebagai juaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak nyaman huni disini bukan dalam konteks keterbatasan infrastruktur macam transportasi, kesehatan, maupun pendidikan. Kalo urusan beginian mah apa kabar negara kita sendiri, apa kabar Jakarta?! Diluar itu semua, 'ketidaknyamanan' mereka lebih pada kenyamanan yang bersifat batiniyah, kenyamanan perasaan, persaudaraan, dan solidaritas dalam konteks kemasyarakatan (sosial). Kok bisa? Ya bisa-bisa aja, survey tadi menyebutkan warga London dan kota lain ironisnya mengalami kesepian, tekanan psikis, dan takut mati seorang diri (tanpa didampingi keluarga atau orang-orang terkasih lainnya). Khusus untuk London, New York, dan Madrid kecemasan akan serangan teroris yang pernah terjadi masih sangat jelas membekas, dan kekhawatiran untuk kembali terulang masih cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh diperhatikan lebih jauh, memang banyak negara-negara maju yang memiliki kualitas hidup yang relatif lebih baik, dengan indikasi usia harapan hidup yang lebih panjang atau rata-rata 75 tahun bagi laki-laki, dan 80 tahun untuk perempuan. Sayang  hal ini nggak diimbangi sama sekali dengan pertambahan jumlah bayi yang lahir, seperti contohnya di Jerman angka kelahiran hingga dibawah 0% hingga minus. Belum lagi para lansia yang hidupnya cukup panjang tadi, umumnya mereka akan hidup sebatang kara tanpa anak atau keluarga lain yang mengurus segala keperluan hidupnya. Memang pemerintah Jerman secara penuh memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari tempat tinggal, pakaian, makanan, hiburan, liburan, dan lain-lain. Tapi apakah keperluan lahiriyah sudah cukup menjamin kebahagiaan seseorang, ternyata terbukti tidak. Ada kebutuhan lain sebatas kecukupan lahiriyah. Nah. lantas apa hubungannya fenomena ini dengan hasil riset yang disampaikan sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ada hubungannya, dua-duanya sama-sama membuktikan kalo hal-hal materiil yang banyak dari kita mati-matian mengejarnya siang-malam, hampir nggak ada artinya kalo kebutuhan psikis nggak terpenuhi dengan baik. Dalam satu buku saya pernah baca, &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://findarticles.com/p/articles/mi_gx5229/is_2003/ai_n19150654"&gt;William Isaac Thomas (sosiolog dan psikolog sosial)&lt;/a&gt; bahwa ada 4 hal yang harus dipenuhi dalam hidup seseorang untuk memperoleh kebahagiaan yang sejati. Diantaranya, rasa untuk dicintai, kebutuhan akan pengalaman, rasa untuk merasa aman, dan rasa untuk dihargai (secara verbal dan simbolis). Dan semua kebutuhan psikis mendasar ini, hanya bisa dipenuhi lewat hubungan interaksi dengan orang lain (sosial interaction).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah dengan materi, uang yang banyak, jabatan tinggi, atau tanah ratusan hektar bisa jadi sarana untuk mencapai kebahagiaan; tapi manusia sendiri ada batasnya, bukan? Apa artinya kekayaan yang berlimpah kalo hanya dinikmati sendiri? Mungkin teman-teman yang membaca bergumam " iya.. saya menikmatinya bersama-sama keluarga saya, membahagiakan keluarga saya ". Pertanyaannya, jika seluruh keluarga sudah kebagian kebahagian dari Anda tadi dan masih ada sisa banyak, mau dibawa kemana lagi sisa harta sebanyak itu? Bukankah manusia ada batasnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kita pikir-pikir lagi, kalo boleh pinjam dialognya pak Harfan di film Laskar Pelangi "Sebaik-baiknya orang itu yang paling banyak memberi, bukan yang sebanyak-banyaknya menerima...". Nah, sudah berapa banyak yang sudah kita buat untuk manfaat orang banyak? Kalo saya sih masih payah banget untuk urusan yang beginian. Kalo ngga dipotong sama Ibu dari hasil gaji bulanan yang saya setor, yaa ngga mungkin inget sama zakat penghasilan yang mesti diambil 2,5% dari rezeki kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau boleh juga kita pikir, berapa banyak dari kita yang masih menambah jumlah teman di usia sekarang dan terus melanjutkan hubungan itu dengan baik? Saya pikir sangat sedikit kita menambah teman, atau sangat jarang dari perkenalan itu terus dijaga kelanjutan hubungannya. Walaupun dimudahkan melalui media Facebook atau Friendster sekalipun. Paling-paling yang sering kita comment, testimoni, sending message, post on wall, dan lain-lain masih juga orang yang sudah kita kenal lama. Mungkin teman satu geng masa SMA, boleh jadi teman se-organisasi waktu kuliah, atau temen kantor sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau saja kehidupan kita akan terus-menerus seperti ini, lama-lama 'keintiman sosial' --istilah yang digunakan &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anthony_Giddens"&gt;Anthony Giddens&lt;/a&gt;-- akan memudar juga; karena sempitnya kehidupan kita itu. Mungkin kita berpikir, pekerjaan yang sudah dijalani 10-15 tahun belakangan sangat berarti bagi kehidupan kita. Sampai-sampai jarang mengunjungi orang tua, kumpul dengan keluarga, ibadah juga seadanya, atau porsi waktu yang sedikit sekali untuk anak dan istri. Padahal dalam hidup kita belum memberikan banyak baik untuk diri sendiri, keluarga, atau kepada lingkungan. Mungkin tekanan sosial yang kronis macam ini serupa dialami oleh ribuan orang-orang yang tinggal di kota London, New York, Madrid, Tokyo, Amsterdam, Paris, dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa cara mudah merenovasi bangunan solidaritas sosial yang mampu menyehatkan lingkungan masyarakat kita? Mengobrol adalah. . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- to be continued --&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-2737861810019616690?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/2737861810019616690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=2737861810019616690' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2737861810019616690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2737861810019616690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/10/antara-ngobrol-dengan-social-intimacy.html' title='Antara Ngobrol dengan Social Intimacy (Vol. one)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SO26Lb5CsII/AAAAAAAAAG8/EuAEuJTnbZ8/s72-c/london.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-1313347283300906659</id><published>2008-09-30T01:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T01:39:37.171-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Bulan Kontemplasi</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHk39uv8hI/AAAAAAAAAF0/iYECPVxQYBQ/s1600-h/Muslimah+on+the+Basketball+court.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHk39uv8hI/AAAAAAAAAF0/iYECPVxQYBQ/s320/Muslimah+on+the+Basketball+court.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251730290605290002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Momen.. sering kali kita membutuhkan suatu momen untuk membuat sesuatu lebih berarti. Hal yang paling umum adalah hari lahir, sangat sering momen ini digunakan seseorang untuk merefleksikan kehidupannya. Hal apa saja yang sudah diperbuat selama waktu yang sudah dilalui dan masa akan datang yang baru akan dijamahnya sesaat lagi. Hal ini wajar saja, karena pada dasarnya manusia itu makhluk yang berpikir, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Juga, sama sekali nggak salah kalo momen Ramadhan ini semaksimal mungkin kita manfaatkan untuk merenungkan kembali arti hidup itu sendiri. Mungkin secuil tulisan berikut bisa menjadi media yang bermanfaat. Sebuah tulisan yang dibuat sahabat, yang cukup ingin disebut sebagai FS membuat saya tersentu, bagaimana Anda..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Ada sebuah keluarga di Lhok Nga - Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si kembar) Alisa Zahra &amp;amp; Alisa Aisyah, dan si bungsu &lt;strong&gt;Alisa Delisa&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadarinya sholat jama ' ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing - Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa susah sekali dibangunkan untuk sholat subuh. Tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu ketimbang Aisyah. Setiap sholat jama ' ah, Aisyah mendapat tugas membaca bacaan sholat keras-keras agar Delisa yang ada di sampingnya bisa mengikuti bacaan sholat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi Salamah mempunyai kebiasaan memberikan hadiah sebuah kalung emas kepada anak-anaknya yang bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna. Begitu juga dengan Delisa yang sedang berusaha untuk menghafal bacaan sholat agar sempurna. Agar bisa sholat dengan khusyuk. Delisa berusaha keras agar bisa menghafalnya dengan baik. Selain itu Abi Usman pun berjanji akan membelikan Delisa sepeda jika ia bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Delisa hafal bacaan sholat itu, Umi Salamah sudah membelikan seuntai kalung emas dengan gantungan huruf D untuk Delisa. Delisa senang sekali dengan kalung itu. Semangatnya semakin menggebu-gebu. Tapi entah mengapa, Delisa tak pernah bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Desember 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delisa bangun dengan semangat. Sholat subuh dengan semangat. Bacaannya nyaris sempurna, kecuali sujud. Bukannya tertukar tapi tiba-tiba Delisa lupa bacaan sujudnya. Empat kali sujud, empat kali Delisa lupa. Delisa mengabaikan fakta itu. Toh nanti pas di sekolah ia punya waktu banyak untuk mengingatnya. Umi ikut mengantar Delisa. Hari itu sekolah ramai oleh ibu-ibu. Satu persatu anak maju dan tiba giliran Alisa Delisa. Delisa maju, Delisa akan khusuk. Ia ingat dengan cerita Ustad Rahma n tentang bagaimana khusuknya sholat Rasul dan sahabat-sahabatnya. "Kalo orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya satu." Nah jadi kalian sholat harus khusuk. Andaikata ada suara ribut di sekitar, tetap khusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delisa pelan menyebut "ta ' awudz". Sedikit gemetar membaca "bismillah". Mengangkat tangannya yang sedikit bergetar meski suara dan hatinya pelan-pelan mulai mantap. "Allahu Akbar". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga. Persis ketika Delisa usai bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA. Dasar bumi terban seketika! Merekah panjang ratusan kilometer. Menggentarkan melihatnya. Bumi menggeliat. Tarian kematian mencuat. Mengirimkan pertanda kelam menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyat. Banda Aceh rebah jimpa. Nias lebur seketika. Lhok Nga menyusul. Tepat ketika di ujung kalimat Delisa, tepat ketika Delisa mengucapkan kata "wa-ma-ma-ti", lantai sekolah bergetar hebat. Genteng sekolah berjatuhan. Papan tulis lepas, berdebam menghajar lantai. Tepat ketika Delisa bisa melewati ujian pertama kebolak-baliknya, Lhok Nga bergetar terbolak-balik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gelas tempat meletakkan bunga segar di atas meja bu guru Nur jatuh. Pecah berserakan di lantai, satu beling menggores lengan Delisa. Menembus bajunya. Delisa mengaduh. Umi dan ibu-ibu berteriak di luar. Anak-anak berhamburan berlarian. Berebutan keluar dari daun pintu. Situasi menjadi panik. Kacau balau. "GEMPAR"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Innashalati, wanusuki, wa-ma... wa-ma... wa-ma-yah-ya, wa-ma-ma-ti..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delisa gemetar mengulang bacaannya yang tergantung tadi. Ya Allah, Delisa takut... Delisa gentar sekali. Apalagi lengannya berdarah membasahi baju putihnya. Menyemburat merah. Tapi bukankah kata Ustadz Rahma n, sahabat Rasul bahkan tetap tak bergerak saat sholat ketika punggungnya digigit kalajengking?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delisa ingin untuk pertama kalinya ia sholat, untuk pertama kalinya ia bisa membaca bacaan sholat dengan sempurna, Delisa ingin seperti sahabat Rasul. Delisa ingin khusuk, ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang itu menyentuh tembok sekolah. Ujung air menghantam tembok sekolah. Tembok itu rekah seketika. Ibu Guru Nur berteriak panik. Umi yang berdiri di depan pintu kelas menunggui Delisa, berteriak keras .... SUBHANALLAH! Delisa sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi. Delisa ingin khusuk. Tubuh Delisa terpelanting. Gelombang tsunami sempurna sudah membungkusnya. Delisa megap-megap. Gelombang tsunami tanpa mengerti apa yang diinginkan Delisa, membanting tubuhnya keras-keras. Kepalanya siap menghujam tembok sekolah yang masih bersisa. Delisa terus memaksakan diri, membaca takbir setelah "i ' tidal..." "Al-la-hu-ak-bar..." Delisa harus terus membacanya! Delisa tidak peduli tembok yang siap menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat Delisa mengatakan takbir sebelum sujud itu, tepat sebelum kepalanya menghantam tembok itu, selaksa cahaya melesat dari "Arasy Allah." Tembok itu berguguran sebelum sedikit pun menyentuh kepala mungil Delisa yang terbungkus kerudung biru. Air keruh mulai masuk, menyergap Kerongkongannya. Delisa terbatuk. Badannya terus terseret. Tubuh Delisa terlempar kesana kemari. Kaki kanannya menghantam pagar besi sekolah. Meremukkan tulang belulang betis kanannya. Delisa sudah tak bisa menjerit lagi. Ia sudah sempurna pingsan. Mulutnya minum berliter air keruh. Tangannya juga terantuk batang kelapa yang terseret bersamanya. Sikunya patah. Mukanya penuh baret luka dimana-mana. Dua giginya patah. Darah menyembur dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tubuh mereka berdua mulai perlahan tenggelam, Ibu Guru Nur melepas kerudung robeknya. Mengikat tubuh Delisa yang pingsan di atas papan sekencang yang ia bisa dengan kerudung itu. Lantas sambil menghela nafas penuh arti, melepaskan papan itu dari tangannya pelan-pelan, sebilah papan dengan Delisa yang terikat kencang diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau harus menyelesaikan hafalan itu, sayang...!" Ibu Guru Nur berbisik sendu. Menatap sejuta makna. Matanya meredup. Tenaganya sudah habis. Ibu Guru Nur bersiap menjemput syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 2 Januari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu tubuh Delisa yang penuh luka terdampar tak berdaya. Tubuhnya tersangkut di semak belukar. Di sebelahnya terbujur mayat Tiur yang pucat tak berdarah. Smith, seorang prajurit marinir AS berhasil menemukan Delisa yang tergantung di semak belukar, tubuhnya dipenuhi bunga-bunga putih. Tubuhnya bercahaya, berkemilau, menakjubkan! Delisa segera dibawa ke Kapal Induk John F Kennedy. Delisa dioperasi, kaki kanannya diamputasi. Siku&lt;br /&gt;tangan kanannya di gips. Luka-luka kecil di kepalanya dijahit. Muka lebamnya dibalsem tebal-tebal. Lebih dari seratus baret di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah dan Zahra, mayatnya ditemukan sedang berpelukan. Mayat Fatimah juga sudah ditemukan. Hanya Umi Salamah yang mayatnya belum ditemukan. Abi Usman hanya memiliki seorang bidadari yang masih belum sadar dari pingsan. Prajurit Smith memutuskan untuk menjadi mu ' alaf setelah melihat kejadian yang menakjubkan pada Delisa. Ia mengganti namanya menjadi Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga minggu setelah Delisa dirawat di Kapal induk, akhirnya ia diijinkan pulang. Delisa dan Abi Usman kembali ke Lhok Nga. Mereka tinggal bersama para korban lainnya di tenda-tenda pengungsian. Hari-hari diliputi duka. Tapi duka itu tak mungkin didiamkan berkepanjangan. Abi Usman dan Delisa kembali ke rumahnya yang dibangun kembali dengan sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delisa kembali bermain bola, Delisa kembali mengaji, Delisa dan anak-anak korban tsunami lainnya, kembali sekolah dengan peralatan seadanya. Delisa kembali mencoba menghafal bacaan sholat dengan sempurna. Ia sama sekali sulit menghafalnya. "Orang-orang yang kesulitan melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa. Hatinya tidak ikhlas! Hatinya jauh dari ketulusan." Begitu kata Ubai salah seorang relawan yang akrab dengan Delisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Mei 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubai mengajak Delisa dan murid-muridnya yang lain ke sebuah bukit. Hari itu Delisa sholat dengan bacaan sholat yang sempurna. Tidak terbolak-balik. Delisa bahkan membaca doa dengan sempurna. Usai sholat, Delisa terisak. Ia bahagia sekali. Untuk pertama kalinya ia menyelesaikan sholat dengan baik. Sholat yang indah. Mereka belajar menggurat kaligrafi di atas pasir yang dibawanya dengan ember plastik. Sebelum pergi meninggalkan bukit itu, Delisa meminta ijin mencuci tangan di sungai dekat dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ujung jemarinya menyentuh sejuknya air sungai. Seekor burung belibis terbang di atas kepalanya. Memercikkan air di mukanya. Delisa terperanjat. Mengangkat kepalanya. Menatap burung tersebut yang terbang menjauh. Ketika itulah Delisa menatap sesuatu di seberang sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemilau kuning. Indah menakjubkan, memantulkan cahaya matahari senja. Sesuatu itu terjuntai di sebuah semak belukar indah yang sedang berbuah. Delisa gentar sekali. Ya Allah! Seuntai kalung yang indah tersangkut. Ada huruf D disana. Delisa serasa mengenalinya. D untuk Delisa. Diatas semak belukar yang merah buahnya. Kalung itu tersangkut di tangan. Tangan yang sudah menjadi kerangka. Sempurna kerangka manusia. Putih. Utuh. Bersandarkan semak belukar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UMMI..... &lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Subhanawloh......&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-1313347283300906659?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/1313347283300906659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=1313347283300906659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1313347283300906659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1313347283300906659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/ramadhan-bulan-kontemplasi.html' title='Ramadhan Bulan Kontemplasi'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHk39uv8hI/AAAAAAAAAF0/iYECPVxQYBQ/s72-c/Muslimah+on+the+Basketball+court.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-743531684771250132</id><published>2008-09-29T23:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T01:17:42.303-07:00</updated><title type='text'>Malaysia Takut Musik Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHf9db-bLI/AAAAAAAAAFs/AYErY2T4Aq4/s1600-h/dewa.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 165px; height: 121px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHf9db-bLI/AAAAAAAAAFs/AYErY2T4Aq4/s200/dewa.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251724887457688754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHf2SROdZI/AAAAAAAAAFk/9Kovl-gJ7gM/s1600-h/studio.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 151px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHf2SROdZI/AAAAAAAAAFk/9Kovl-gJ7gM/s200/studio.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251724764200727954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selisih waktu antara posting tulisan saya ini dengan yang terakhir terbilang cukup jauh, sampai-sampai membatin, "sebetulnya niat nggak sih buat blogspot?" hehe. Apalagi blog-nya sendiri diembel-embeli nama Atmosfer Kata-Kata, kalo gak pernah ditambah kata-kata yaa atmosfer-nya hampa udara toh? sak isi-isinya malah bisa jadi mati semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yasudah, minta maaf terutama kepada diri saya sendiri deh untuk inkonsistensinya, abis menjelang 15 hari terakhir bulan puasa pekerjaan rasanya di-akselerasi untuk bisa selesai sebelum libur yang cuman berumur seminggu itu. Giliran masuk libur, ada aja keperluan keluarga yang sifatnya cicilan. Entah antar-jemput kesana-kemari, buka dirumah anu atau dirumah uni, macam-macam. Sebut saja kalau belakangan ini sedang agak sibuk, kalau ndak mau dibilang sedang malas menulis, fiiuuuuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang saya punya obrolan yang mungkin menarik (mungkin juga nggak) untuk bisa kita diskusikan bareng. Ceritanya tentang kekhawatiran sejumlah seniman dan musisi asal Negeri Jiran terhadap masivitas perkembangan industri musik Indonesia, yang ikut berdampak pada iklim permusikan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kelompok yang menamakan dirinya wartawan (nama yang aneh untuk suatu perkumpulan seniman musik) mendatangi kementrian budaya Malaysia dan minta dibuatkan kebijakan resmi berbentuk undang-undang atau peraturan dari pemerintah yang isinya membatasi pemutaran dan peredaran lagu-lagu Indonesia yang diputar di radio dan televisi Malaysia. Mereka beralasan bahwa jumlah hits-hits yang berasal dari Indonesia, kian waktu kian mengancam keberadaan industri musik Malaysia yang saat ini makin ditinggalkan anak-anak muda Malaysia. iiiih.. Males banget nggak si looh dengernya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aja nih, begitu saya membaca ulasan ini di harian umum Media Indonesia, saya kok jadi geli sendiri aja.. Najis bgt deh! Cocok sekali dengan pribahasa "" Buruk rupa jangan kaca dibelah", apa mereka (wartawan_pen) nggak sadar (baca: malu) kalo secara nggak langsung mereka terang-terangan menyampaikan ketidakmampuan, ketidakberdayaan, kelemahan, bahkan kekalahan dalam berkompetisi dengan industri musik negara tetangga (baca: Indonesia Raya yang selalu kucintai, hehe..) hingga mengemis kebijakan kepada pemerintahnya untuk membatasi, hingga restriksi masuknya hasil karya musisi Indonesia. Menurut saya tindakan seperti ini sangat buruk dan ndak mendidik terutama bagi sosialisasi perilaku pikir generasi muda Malaysia itu sendiri. Loh memangnya kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jelas sekali kita ini hidup dalam kultur kompetisi yang sangat keras, inovasi dan kreativitas makin jadi tuntutan yang ' nggak bisa nggak!'. Apalagi kalo bicara dalam konteks industri, apapun lahan garap-nya tidak terkecuali industri musik. Unsur kreativitas dan produktivas karya dari kreatornya menjadi sangat penting. Jangan kalo nggak kreatif dan nggak produktif malah main gusur dan main sikut macam begini, najis bgt deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo temen-temen ingat musisi pop-rock kawakan asal Malaysia, Amy Search. Ternyata si 'Isabella adalah..' ikutan juga berpendapat soal rame-rame masalah ini. Katanya dengan nada yang sedikit kecewa, Kuala Lumpur khususnya dan Malaysia secara umum tidak ubahnya seperti kota Jakarta kalo udah lewat jam 10 malam. Kenapa? Karena begitu kita 'stel' radio, hampir 90%-nya lagu-lagu hits Indonesia yang diputer disana. Band-band langganan macam Peterpan, GIGI, Ungu, DEWA 19, Nidji dan SO7 tetep jadi top request. Terus kenapa baru jam 10? Cuma itung-itungan pengelola radio aja, yaah bisa dibilang jaga sikaplah supaya nggak terlalu ngelunjak kesan-nya. Anak-anak muda juga udah pada duduk rapih begitu hampir jam 10-an. Arus SMS yang isinya pesan-pesan lagu dan kirim-kirim pantun maupun salam mulai membanjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena seperti itu yang menimbulkan kekhawatiran kelompok pemerhati musik Malaysia tadi. Mereka nggak mau mencontoh Singapura yang sudah sama sekali kehilangan musisi lokal yang bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Menurut kelompok Wartawn itu, kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka kehancuran musik Malaysia tinggal urusan menunggu waktu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba sedikit lagi kita berpikir, (ternyata) betapa kuat solidaritas dan kekuatan elemen bangsa Malaysia yang coba melakukan langkah antisipasi terhadap suatu keadaan yang diperkiraan akan terjadi di waktu akan datang. Suatau kondisi yang belum terjadi, bahkan kepastiannya untuk bakal terjadinya pun belum tentu. Nah, apa mungkin elemen musik Indonesia bisa mencontoh hal ini? Tentu bukan mencontoh untuk melarang musik ini atau musik itu, tapi mungkinkah kita bisa berkumpul jadi satu yang bertujuan melindungi karya musik anak bangsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan memikirkan bagaimana bentuk industri musik Indonesia masa depan, mengurusi masalah pembajakan pun mulai dari jaman baheula belum ada kemajuannya. Undang-undang perlindungan karya musik memang ada, tapi implementasinya di lapangan masih NOL besar! Walaupun hebatnya musisi Indonesia, segila apapun karya-nya dibajak, tapi hasrat bermusik tidak pernah surut. Coba kalo musisi Indonesia mogok masal, wah pasti besar sekali ekses-nya ke industri musik Indonesia secara makro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi ada statement-statement yang entah kenapa, tapi menurut saya sifatnya sangat tidak produktif. Terutama dari 'band-band indie' yang menjelek-jelek-kan band-band lain yang dianggap musik sampah. Band macam Kangen Band, ST12,  MATTA band, Radja dan semacamnya itu dianggap menghambat peningkatan kualitas musik dalam negeri baik dari aspek kreator sekaligus pendengarnya. Tapi apa lacur, angka penjualan 'band-band sampah' tadi sampai tembus level double platinum atau minimal 250 ribu keping, fantastis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi khawatir, ada kecemburuan dari band-band indie tentang realitas kesuksesan band-band yang menurut mereka secara musikalitas sangat jauh dibawah standar itu. Mudah-mudahan sih nggak, karena kalo melihat track record band indie yang selalu "jujur" dalam bermusik. Mudah-mudahan! tujuannya murni dan cuma satu, supaya kualitas musik dalam negeri makin meningkat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, kita memang boleh berbangga dong ternyata hasil karya musisi dalam negeri dihargai dan mampu meng-invasi industri musik negara tetangga, seperti Malaysia. Tapi bukan berarti puas, sebaliknya nih karya-karya dalam negeri mesti tambah oke kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju Terus Musisi Indonesia..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-743531684771250132?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/743531684771250132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=743531684771250132' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/743531684771250132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/743531684771250132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/malaysia-takut-musik-indonesia.html' title='Malaysia Takut Musik Indonesia'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHf9db-bLI/AAAAAAAAAFs/AYErY2T4Aq4/s72-c/dewa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-7253880415254668617</id><published>2008-09-18T05:11:00.001-07:00</published><updated>2008-09-18T06:02:35.009-07:00</updated><title type='text'>Perjumpaan Rindu (shipment)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SNJQL-EYrBI/AAAAAAAAAD8/e3mK7D-qdjg/s1600-h/jalan+ke+surga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SNJQL-EYrBI/AAAAAAAAAD8/e3mK7D-qdjg/s320/jalan+ke+surga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247344682410224658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dapat tulisan yang fiksi banget, tapi kalo ngomong masalah kandungan makna yang dikandung dalam tulisan ini, ngga ada matinya deh.. Memang ada banyak sekali tulisan yang bagus, atau minimal kita suka bahkan sampai terkesima dibuatnya. Bagi saya tulisan yang bagus, tulisan yang ketika dibaca badan saya sampe merinding dan minimal saya membaca ulang sampai dua kali. Tulisan dibawah ini yang ditulis oleh salah seorang sahabat, Syamsul Arifin jelas masuk kategori tulisan hebat. Cobain aja sendiri gimana reaksinya sama kamu. Selamat membaca yaa, dan merinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Oleh: Syamsul Arifin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;"Dimanakah aku berada, sungguh taman yang sangat indah sekali. Belum pernah kulihat taman seindah ini sebelumnya", kakiku menyentuh tanah yang lembut, ku ambil segenggam tanahnya, aih, terasa harum wanginya,"apakah ini tanah yang bernama za'faran", batinku berguman. Ku amati kesekelilingnya, terlihat berkilau, owh, ternyata batu-batu dan kerikik di taman ini berupa emas dan perak, kemilaunya sungguh mempesona, memukau mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman Yudi, Paman Yudi", sebuah suara mungil yang tak asing lagi terdengar sayup-sayup memanggil-manggil diriku dengan riang, menyadarkanku dari ketertegunan. Kutengokkan kepala ke arah samping, ow, ternyata seorang gadis kecil bernama Nadia. "Ah, bukankah ia telah meninggal seminggu yang lalu karena demam berdarah", pertanyaan itu berputar di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menghampiriku dan memegang tanganku, dingin, terasa dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya, Paman kesini juga", dia mulai berceloteh, "mari Paman, kukenalkan pada sahabat-sahabat baruku disini", dia menyeret tanganku tuk mengikutinya, menggiringku menembus keindahan taman. Dengan sedikit terhuyung-huyung aku mengikuti langkah-langkah kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat lima orang yang sedang berdiri di kejauhan. Perlahan-laham kami mulai mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" , seorang pria yang berada di tengah mengucap salam kepadaku, dia tersenyum padaku. Wajahnya bercahaya bagaikan bulan purnama(1). Perawakannya sedang, bisa dikatakan mendekati tinggi, kulitnya putih, jenggotnya hitam, bulu matanya panjang, dan berdada bidang.(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman Yudi, perkenalkan ini Rasulullah Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah, aku tertegun, degup jantungku hampir-hampir berhenti, kakiku lemas, hampir-hampir tak bisa menopang berat tubuhku, nafasku tercekat dalam tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" , jawabku terbata-bata&lt;br /&gt;"Apakah ini benar Rasulullah?" , aku mencoba mengendalikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib, utusan Allah", beliau tersenyum, senyum terindah yang melumerkan segala rasa dalam dada. Beliau menyalamiku, menjabatku erat. "Sungguh, tangannya lebih lembut dari kain sutera(3)", batinku berbisik pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman Yudi adalah pengasuhku ketika di dunia, Rasulullah", Nadia kecil mengeluarkan suara, "dia mencukupi segala kebutuhanku dan ibuku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti dua jari ini"(4), beliau menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya, "maka pada hari ini, engkau akan didekatkan kepadaku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amboi, sungguh merupakan kemuliaan yang tak terperikan, aku hampir-hampir menangis mendengar kalimat yang keluar dari lisan beliau. Air mataku meleleh pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perkenalkan sahabat-sahabatku" , beliau berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tengok kearah kanan beliau, berdiri disampingnya, seorang pria bertubuh kurus dan berkulit putih.(5) "Dia adalah Abu Bakar As-Shidiq", ujar Rasulullah, "disampingnya adalah Umar bin Khattab"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergantian setelah menyalami Abu Bakar, aku menyalami seorang lelaki yang tinggi, berkepala botak di bagian depannya, bermata hitam, dan berkulit kuning(6), Subhanallah, ini adalah pria yang ditakuti para setan, setan lari ketakutan jika bertemu dengannya, aku menjabat tangannya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedang ini adalah Ustman bin Affan", Rasulullah melanjutkan perkenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Utsman adalah seorang sahabat yang rupawan, mempunyai jenggot yang lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendian yang besar, berbahu bidang, berambut lebat, dan memiliki bentuk mulut bagus yang berwarna sawo matang(7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disebelahnya adalah Ali bin Abi Thalib", kata Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyalami pria terakhir yang memiliki kulit berwarna sawo matang, memiliki bola mata yang besar dan berwarna kemerah-merahan, berperut besar, berkepala botak, berperawakan pendek, dan berjanggut lebat. Wajahnya tampan dan memiliki gigi yang bagus, sedikit terlihat olehku bahwa beliau memiliki dada dan pundak yang padat dan putih, yang ditumbuhi bulu dada dan bahu yang lebat.(8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman Yudi ini biasa memberi aku dan ibuku uang setiap bulan, menyekolahkanku dan mengantarkanku makanan lho Rasulullah", celoteh Nadia kecil, Rasulullah tersenyum, sungguh aku malu dihadapan beliau mendengar celotehannya, wajahku memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan beliau tidak sungkan tuk nyuapin aku", tambah Nadia bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haduh anak kecil, tidak bisakah engkau tenang dihadapan Rasulullah", batinku berujar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman Yudi, suapi aku dunk", kata Nadia, dia menyodorkanku sebungkus biskuit. Aku menatap Rasulullah, beliau mengangguk. Aku ambil dan membuka bungkusan biskuit tersebut, mengambil satu potong dan mematahkannya menjadi dua bagian kecil. Aku sedikit menunduk menyodorkan biskuit tersebut pada Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau engkau menyuapi Nadia, maka biar aku yang menyuapi dirimu", Rasulullah berkata sembari mengambil bungkus biskuit dari tanganku, beliau melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan, mengambil satu potongan biskuit, mematahkannya menjadi dua bagian, dan menyuapinya ke mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa tangan Rasulullah menyentuh bibirku. Air mataku berderai. Aku tidak bisa menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Yudi, berpuasalah engkau esok hari, dan berbukalah engkau bersama kami", Rasulullah berpesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya ya Rasulullah?" , aku bertanya setelah menelan suapan pertamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau besok akan berkumpul bersama-sama kami", beliau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas bagaimana dengan keluargaku?" , aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagaimana engkau telah menjaga anak-anak yatim di dunia, maka sungguh Allah yang akan menjaga dan mencukupi kebutuhan mereka sepeninggalanmu" , beliau menenangkan, "Berwasiatlah kepada mereka agar tetap bertakwa kepada Allah, niscaya Ia akan mengumpulkan kalian pula di syurga ini". Aku mengangguk pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak aku terbangun dari tidurku. Dadaku terasa dingin. Lidahku masih merasakan manis makanan suapan Rasulullah. Menangis aku tersedu-sedu. Tangisan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari tempat tidurku, dan bersegera sujud syukur karena telah berjumpa dengan kerinduanku. Dalam sujud aku menangis. Dadaku berguncang-guncang. Ku panjatkan pujian syukur dan doa mengharap kebaikan bagi diriku dan keluargaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku terbangun dari tidurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa mas", tanyanya heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak apa-apa, besok pagi kuceritakan" , jawabku sembari menyeka air mata, "yuk sekarang shalat qiyamullail dulu bareng-bareng" , aku beranjak bangkit dan menuju kamar mandi tuk mengambil air wudhu. Jarum jam menunjukkan angka 4.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat malam kali ini, aku hanya membaca surat Muhammad, surat yang berisi tiga puluh delapan ayat itu sengaja kuulang-ulang dalam tiap rakaat. Aku masih saja menangis tak henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau (QS Muhammad: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup terdengar, makmumku satu-satunya pun menangis pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berkahilah kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, ketika istriku hendak menyiapkan sarapan, aku berkata bahwa aku ingin berpuasa hari ini, sehingga ia siapkan makanan buat dirinya saja dan buat Novi Khansa, bidadari kecil kami satu-satunya. Ternyata ia mau menemaniku berpuasa. Sehingga ia hanya memasakkan telor untuk buah hati kamu yang berumur lima tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia sedang menyuapi Novi , aku ceritakan mimpiku kepada istri tercintaku. Dia menangis. Anakku satu-satunya, Novi Khansa, pun perlahan-lahan turut ikut menangis, mengikuti ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendekat pada istriku, "sayang, tidakkah engkau berbahagia bahwa aku akan bertemu dengan Rasulullah?" , bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisnya perlahan mulai mereda. Ia mulai mengatur nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah toko baju kita di Tanah Abang bisa dijaga sama si Samir, dia bisa dipercaya dan sudah pandai mengatur segalanya", aku tersenyum padanya. Ia masih saja menunduk menahan tangisnya, jilbab coklatnya ia gunakan tuk menghapus airmatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, bolehkah aku titip pesan kepadamu", aku bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya mas, silakan", jawabnya masih dengan nada yang bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika memang mimpi tersebut benar adanya, tolong engkau tabah, sabar dan ridha. Jangan terlarut terlalu dalam dengan kesedihan. Karena Insya Allah kita akan berjumpa kelak, jika kita bisa terus beristiqomah" , aku memeluknya, meletakkan kepalanya dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, jaga anak kita, jadikan ia menjadi seorang muslimah yang shalihah, ajari dan didik agar mengenal agama. Dan tetap sabarlah sampai kita berkumpul kelak", aku menahan tumpahnya air mata, bibirku gemetar, "berjanjilah engkau kan terus sabar hingga kita berkumpul kembali", aku merasakan anggukan pelan dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama aku memeluk istriku. Entahlah, mungkin ini memang benar pelukan terakhirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Novi pintar, jagain mama-mu ya", aku mengalihkan perhatian kepada anakku disamping, dia ikut aku peluk juga bersama ibunya, aku berkata sembari tersenyum, gadis kecilku mengangguk, entah paham entah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah ya, udah jam delapan nih, nanti si Samir nungguin ayah buka pintu toko-nya kelamaan lagi, dia pasti sudah datang sekarang", aku perlahan-lahan melepas pelukanku. Jarak dari rumah ke toko sekitar dua puluh menit, dan hanya aku yang memegang kunci toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah berangkat dulu ya", aku mengambil helm, dan keluar sejenak tuk memanaskan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, hati-hati ya", istriku berpesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah", aku hampiri lagi istriku, mengecup pipi kiri-kanannya. Aku beralih ke anakku, mengangkat dan menggendongnya, serta menciuminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah berangkat ya, Assalamualikum" , kataku seraya menjalankan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa'alikumsalam" , lambaian tangan mereka mengiringi kepergianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkendara seperti biasa, kecepatan tertinggiku hanya mencapai tujuh puluh kilometer perjam, tidak perlu tergesa-gesa, kalau memang takut terlambat, maka seharusnya mereka berangkat lebih awal, begitu pikirku ketika melihat banyaknya pengendara motor yang memacu kendaraan mereka serasa sedang berpacu dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah jalan yang relatif tanpa hambatan, sebuah motor dengan kecepatan tinggi memotongku terlalu dekat, roda belakangnya menyentuh roda depanku, aku oleng, dia pun oleng, namun ia dengan cepat berhasil mengendalikan kendaraannya, sedang roda depanku yang tersenggol olehnya menyebabkan motorku berayun tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjatuh, tabrakan beruntun mengawali hari, aku terjatuh, terpental beberapa meter, terasa sebuah motor melindas diriku. Astagfirullah, teriakku. Kejadiannya begitu cepat. Tanpa kusadari, aku sudah berbaring sepuluh meter dari motorku, aneh, aku tidak bisa menggerakkan apapun juga. Ahh…, sakit, terasa sakit sekali, "Ashadu alla ila ha illalah wa asyhadu ana muhammadar rasulullah", begitu ucapku ketika nafasku sudah tidak bisa lagi dapat kuhembuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---000---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta , 15 Juli 2008&lt;br /&gt;Syamsul Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan: mimpi bertemu Nabi dalam cerita ini merupakan 100% kisah fiksi, tidak ada unsur kebenarannya sedikitpun (hanya daya imaginasi penulis belaka), sedang penggambaran- penggambaran Rasulullah dan para sahabatnya mengutip referensi yang tertulis sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Ibnu Katsir, Al-Bidayah Wan-Nihayah, Masa Khulafa'ur Rasyidin; Abul Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi, Sirah Nabawiyah; Ibnu Qayyim Al Jauzi, Tamasya ke Surga; Software HaditsWeb 3.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;(1) Hadits riwayat Turmudzi dalam asy-syamail, Baihaqi dalam al-dala-il. Isnadnya dhaif&lt;br /&gt;(2) Kitab al-adab al mufrad karya al-Bukhari bab idza at-tafat at-tafat jami'an&lt;br /&gt;(3) Kitab al Manaqib karya al-Bukhari dalam bab sifat-sifat Nabi saw; kitab al-Fadha-il karya Muslim&lt;br /&gt;(4) Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua jari ini. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;(5) Thabaqat Ibnu Sa'ad&lt;br /&gt;(6) Idem&lt;br /&gt;(7) Ibnu Sa'ad, ath-Thabaqataul Kubra; Ibnu Jarir, Thariq ar-Rusul wal Muluk&lt;br /&gt;(8) Ibnu Sa'ad, ath-Thabaqataul Kubra; Tarikh ath-Thabari &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-7253880415254668617?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/7253880415254668617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=7253880415254668617' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/7253880415254668617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/7253880415254668617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/perjumpaan-rindu-shipment.html' title='Perjumpaan Rindu (shipment)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SNJQL-EYrBI/AAAAAAAAAD8/e3mK7D-qdjg/s72-c/jalan+ke+surga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-1190750279582733933</id><published>2008-09-18T05:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-18T05:43:32.109-07:00</updated><title type='text'>Munajat Hari Ini (by Mayang Atia)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SNJKzYQeArI/AAAAAAAAAD0/j-dfqII1p-A/s1600-h/kahba-at-dawn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 303px; height: 281px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SNJKzYQeArI/AAAAAAAAAD0/j-dfqII1p-A/s320/kahba-at-dawn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247338762385359538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;                                               Apa yang membedakan antara bulan biasanya dengan bulan Ramadhan..&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan malah bagi sebagian orang ndak ada perbedaannya? Wah ini yang bahaya. Memang secara iklim maupun cuaca nggak berubah sama sekali, panas yah memang tetap panas, kalo wayahnya hujan yaa hujan. Tapi coba refleksi ulang, bagi saya pribadi setiap harinya di bulan Ramadhan itu lebih gimana gitu (gimana coba?) susah dibilang, tapi bisa dirasakan. Suasana! Nah, itu yang mungkin paling mendekati perasaan yang saya rasakan ketika masuk Ramadhan dan ibadah shaum pastinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk disebut alim saya mah masih jauh sekali, apalagi disebut soleh. Wong hampir tiap hari saja pulang kerja baru sampe jol ke rumah yah malam jam 9-an, alias orang-orang pada terawihan di Mesjid udah pada buyar. Kalo dikuat-kuatin sih terawih munfarid, loh kalo males (ini lebih sering) yaa amblas tenan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar itu semua, saya tetap menganggap Ramadhan sebagai bulan yang teramat spesial. Seperti pak ustad di Mesjid kompleks rumah tempat saya tinggal pernah bilang " Kalo ente semua ngarti gimana gede-nya tuh ganjaran pahala di bulan puase.. Pasti ente minta Romadon dibuat jadi 12 kali setaon.. ".  Tentu pernyataan Ustad tadi menyiratkan pesan betapa utama nih satu bulan yang cuma singgah sekali dalam satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung masih dalam bulan Ramadahan, coba deh baca tulisan yang sama terima dari satu saudara yang dijamin kesoleha-an-nya, Mayang Atia. Selamat menunaikan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;Assalamu'alaikum Wr.Wb&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Munajat hari ini&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoPlainText"&gt;Nuh berkata : ' Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah olehmu Alloh SWT, bertaqwalah kepada Nya dan ta'atlah kepadaku, niscaya Alloh SWT akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesungguhnya ketetapan Alloh SWT apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui "&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoPlainText"&gt;(Nuh QS. 71:2-4)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoPlainText"&gt;Wassalamualaikum!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-1190750279582733933?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/1190750279582733933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=1190750279582733933' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1190750279582733933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1190750279582733933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/munajat-hari-ini-by-mayang-atia.html' title='Munajat Hari Ini (by Mayang Atia)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SNJKzYQeArI/AAAAAAAAAD0/j-dfqII1p-A/s72-c/kahba-at-dawn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-1408423625250818913</id><published>2008-09-08T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T19:02:24.948-07:00</updated><title type='text'>Gagasan, Propaganda, dan Film (reposted)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDi_5xXniI/AAAAAAAAABo/lYFym956VQo/s1600-h/debaters.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDi_5xXniI/AAAAAAAAABo/lYFym956VQo/s320/debaters.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242439553726783010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Ada banyak sekali cara dalam menyuarakan gagasan dalam diri seseorang. Ide dan gagasan memang mutlak hadir dalam benak setiap orang, menanti untuk digarap dan mampu mentransmisikan pesan dalam format kontekstual, tematik, bahkan propagandis. Bila media podium dalam masa modern saat ini semakin membatasi jika tidak ingin dikatakan melelahkan sebagai wahana penyampaian ide, saluran lain yang lebih terkesan intelek dan estetik dengan ‘efek getaran’ yang lebih luas menjadi metode alternatif yang sulit untuk ditampik. Umumnya bahasa tulisan merupakan opsi kebanyakan, selain keluasan raihan akses yang mampu dijangkau baik dalam tulisan artikel media cetak, internet, bahkan ruang-ruang blog yang kian ramai disambangi menjadi target utama perantaraan gagasan seseorang. Dari sekian banyak cara dan saluran yang tersedia dalam penyampaian gagasan tadi, media film yang menawarkan kekuatan visual dan audio yang maksimal; dapat dijadikan gulungan dialektika yang relatif paling baik. Walaupun sama sekali bukan barang baru bila ‘dunia layar’ ini dimanfaatkan sebagai lahan garap untuk mewacanakan sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Film adalah sebuah media yang mampu memadukan banyak aspek dalam berwacana. Dalam film dibutuhkan rangkaian cerita, rangkaian bahasa, penokohan, tatanan busana serta riasan lainnya, plot-plot dengan &lt;i style=""&gt;sequence&lt;/i&gt; dramatis yang diharapkan, &lt;i style=""&gt;music scoring&lt;/i&gt; yang mampu membangkitkan suasana, pilihan visual fotografis, efek visual sebagai penyempurna, dan banyak aspek lainnya bila secara &lt;i style=""&gt;rigid&lt;/i&gt; kita mau membahasnya. Anda mungkin bergumam, “ bukankah media lain juga mampu meng-&lt;i style=""&gt;cover&lt;/i&gt; aspek-aspek diatas tadi? ”. Mungkin yang Anda maksud buku novel, otobiografi, bibliografi, dan seterusnya. Memang media buku mampu memenuhi aspek rangkaian cerita, plot, bahasa dan penokohan dalam lembaran-lembarannya. Namun, harus diakui bahwa keterbatasan audio dan visual dalam buku menjadi &lt;i style=""&gt;handicapped&lt;/i&gt; yang mampu dipenuhi dengan sempurna dalam produksi film. Sama halnya keterbatasan media radio dalam menyampaikan pesan-pesannya, dimana kebutuhan visual belum cukup terpenuhi dengan baik kecuali Anda mengikuti jalan produksinya &lt;i style=""&gt;on the spot&lt;/i&gt;. Atau sebagian Anda bergumam lebih dalam lagi ” Saya menonton pertunjukkan teater, panggung teater cukup akomodatif kok!? ”. Memang seni pertunjukan macam teater menjadi media transmisi yang paling mendekati, didalamnya ada cerita, penokohan, tata bahasa dan &lt;i style=""&gt;visual gestures&lt;/i&gt; dari para pemerannya, plot, busana dan tata riasan, efek suara, tata cahaya dan efek khusus, dan seterusnya. Sekali lagi, namun pertunjukkan teater hanya digelar pada satu waktu, satu tempat, dan suatu kesempatan saja. Untuk memenuhi ‘efek getar’ yang lebih luas, pertunjukkan teater sangat mengandalkan &lt;i style=""&gt;review&lt;/i&gt; dalam media massa terbitan hari selanjutnya, atau syukur-syukur jika saja para penonton yang merasa puas ikut menyisipkannya dalam obrolan informal kepada teman maupun kerabat dekatnya pada suatu kesempatan informal; karena belum pernah penulis mendengar penyelenggaraan bedah teater layaknya bedah buku yang khusus membicarakan &lt;i style=""&gt;content&lt;/i&gt; dari karya dialektis tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Jika dibandingkan dengan penyampaian gagasan lewat film yang mampu dipertunjukkan secara massal, dan diakses publik yang jauh lebih luas bahkan berskala &lt;i style=""&gt;worldwide&lt;/i&gt; yang mendunia; maka tentu saja hal ini menjadi tambahan bahwa karya film memang menjadi karya dialektis yang paling efektif dalam menyampaikan suatu gagasan. Tentu kita masih ingat film G 30 S PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia) karya Arifin C. Noer yang ditelurkan dari orderan khusus pemerintahan orde baru pada masa itu. Betapa efek pembentukan wacana yang terjadi sangatlah hebat. Dengan penggarapan yang sangat baik, film itu mampu menanamkan pemahaman yang diharapkan mengenai siapa musuh, siapa pahlawan, dan siapa yang menjadi korban; jika tidak mau dikatakan sebagai propaganda pemerintah. Atau ada karya &lt;i style=""&gt;docudrama&lt;/i&gt; garapan Michael Moore lewat Bowling for Columbine, Fahrenhite 9/11, dan Sicko yang mencatatkan namanya sebagai penerima piala Oscar. Atau Al Gore yang popularitasnya diperbaiki setelah kalah pemilu dengan meraih nobel perdamaian dan penghargaan lainnya lewat film An inconvenient truth mengenai pemanasan global. Tidak kalah sumbangan Nia Dinata dalam menyampaikan perspektifnya soal &lt;i style=""&gt;gay&lt;/i&gt; lewat film Arisan dan tema poligami lewat Berbagi Suami yang sempat mampir di De Cannes Film Festival dan beberapa festival film lainnya yang berskala dunia. Melalui film juga penanaman gagasan seseorang yang dibungkus dalam ruang produksi, mampu direkayasa sebagai bahan tontonan yang membuai dan memanjakan hingga publik luas yang sedang ditanami gagasan itu tidak terasa bahwa merekalah yang dijadikan sebagai target penanaman dari suatu gagasan itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bila Anda yang membaca, tulisan ini dianggap terlalu hiperbolis hal itu sah-sah saja karena siapa yang bisa menghalangi seseorang untuk berpikir dan beranggapan atas sesuatu, &lt;i style=""&gt;kan&lt;/i&gt;?. Saya sendiri sangat menikmati aksi James Bond yang mampu menghindar dari terjangan peluru para teroris dengan begitu luar biasa, atau kehebatan John Rambo yang meluluh lantahkan satu batalyon pasukan untuk membebaskan tahanan perang di tengah hutan tropis Vietnam. Karena film sebagai hiburan (sedikitnya kita menganggapnya begitu) sudah menjadi industri besar yang memang menawarkan kalkulasi laba hingga mencapai angka miliaran. Toh tidak ada yang memaksa Anda untuk menonton atau tidak, bukan?. Akan tetapi, ada semacam ekspektasi lebih dalam diri pribadi Saya, yaitu ekspektasi akan sebuah skeptisme dan kesadaran terhadap suatu realitas yang diangkat dalam karya film. Apa jadinya jika skeptisme sama sekali dihilangkan terutama dalam hal membicarakan &lt;i style=""&gt;theme content&lt;/i&gt; dalam suatu film. Bayangkan segmentasi remaja pada film-film semacam American Pie yang dibuat hingga berseri melebihi seri trilogi yang tanpa diikuti dengan daya skeptis serta kewaspadaan yang cukup, tentu konten dalam ‘film-film sampah’ itu dapat berimplikasi destruktif dalam sebuah bentuk konflik budaya yang serius. Dalam beberapa kesempatan forum-forum diskusi yang pernah saya ikuti, klarifikasi beberapa narasumber yang sempat berproses di negeri paman sam itu menekankan bahwa American Pie bukanlah representasi murni budaya remaja Amerika secara umum, bahkan diakhir diskusi tak lupa disisipkan ungkapan “ jangan lupa untuk skeptic terhadap sesuatu muatan budaya! “. Dalam hal ini skeptis harus dipahami sebagai bentuk kritis yang dapat berfungsi sebagai bentuk filter budaya. Skeptisme menjadi ‘pola kesadaran’ dalam menginterpretasikan sesuatu menjadi lebih dialektis, atau sedikitnya memenuhi aspek diskursif yang argumentatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa waktu lalu, saya bersama beberapa teman yang mengaku sebagai maniak film menonton sebuah film berjudul The Great Debaters. Tidak didukung dengan perlengkapan &lt;i style=""&gt;sound&lt;/i&gt; istimewa dalam ruang kedap dan peralatan visual sekelas &lt;i style=""&gt;home theatre&lt;/i&gt; sekalipun, kami berlima sudah cukup &lt;i style=""&gt;excited&lt;/i&gt; dan antusias. Tanpa diawali &lt;i style=""&gt;overture&lt;/i&gt; panjang, &lt;i style=""&gt;Scene &lt;/i&gt;film diawali dengan Amerika dalam &lt;i style=""&gt;setting&lt;/i&gt; masa-masa depresi tahun 1930-an didaerah Texas. Musik &lt;i style=""&gt;tribal&lt;/i&gt; yang dijadikan &lt;i style=""&gt;scoring scene&lt;/i&gt; awal malah mengingatkan saya film Apocalypto arahan Mel Gibson. Disebuah pondokan kayu, gemuruh kumpulan afro-amerika menyanyikan lagu-lagu gospel yang sangat lirih, selirih nasib mereka pada masa itu. Stereotipe kaum terbelakang dan belum beradab seakan sangat melekat pada diri orang-orang kulit berwarna. Pada titik ini, film yang diproduksi oleh presenter kenamaan Oprah Winfrey dengan &lt;i style=""&gt;embel-embel&lt;/i&gt; Harpo Productions, sarat akan tendensi dalam misinya merehabilitasi citra kaum kulit berwarna di Amerika lewat sebuah karya film. Untungnya film ini diangkat dari sebuah kisah nyata, sehingga mampu sedikit mengurangi aspek subjektivitas dan bias dari pembuatnya; walaupun aspek rekayasa tentu saja pasti tetap ada demi melanggengkan gagasan yang ingin disampaikan pembuatnya. Secara garis besar film ini ingin menyampaikan sebuah perjuangan dalam format wacana pada karya film, yaitu perjuangan akan suatu bentuk persamaan tanpa sekat rasialisme di negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai humanitas itu, Amerika. Lupakan film Missisipi Burning yang sama-sama mengangkat kegelapan sejarah rasial Amerika, bila Missisipi Burning masih setengah hati mengangkat isu rasial dengan masih menempatkan si kulit putih sebagai &lt;i style=""&gt;superhero &lt;/i&gt;atas si kulit hitam, dalam film ini perjuangan kulit hitam sepenuhnya dilakukan oleh kaum kulit hitam sendiri; dengan Danzel Washington (American Gangster) sebagai bintang utama sekaligus sutradara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Danzel Washington memerankan Mr. Tolson yang berprofesi sebagai profesor di Wiley College, kampus khusus kulit hitam, karena memang universitas di Amerika waktu itu masih memisahkan antara pelajar kulit putih dengan yang berwarna. The Great Debaters menekankan pentingnya pendidikan sebagai senjata paling ampuh untuk merubah keadaan seperti diskriminasi rasial. Beda dengan konsepsi Marx yang hanya percaya pada revolusi proletar untuk memperbaiki ketimpangan sosial ekonomi kaum kebanyakan (baca: buruh). Melalui kompetisi adu debat antar Negara bagian, tim Wiley College sedikit demi sedikit berhasil menanamkan pemahaman baru akan nilai-nilai keragaman dan kebersamaan. Setelah melalui banyak konflik internal dan sosial, akhirnya Harvard University mengundang Wiley College dalam forum debat terbuka yang disiarkan secara nasional lewat radio. Untuk mengetahui kisah selengkapnya, silahkan para pembaca menyaksikannya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Oprah Winfrey tentu semua orang sudah mengenalnya, sebagai perempuan kulit hitam dia menjadi salah satu ikon perubahan nasib yang sangat fenomenal. Tentu ada banyak banyak gagasan dalam dirinya untuk disebarkan, terutama bagi kaum-nya sendiri. Dengan sumber daya yang dimilikinya, memproduksi sebuah karya film tentu bukan menjadi halangan yang berarti. Dalam tulisan ini, saya hanya ingin menekankan betapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gagasan yang ada dalam diri seseorang memiliki kekuatan yang sangat besar untuk diaktualisasikan menjadi sesuatu. Suatu gagasan dapat dianalogikan layaknya sebuah bisul yang mengganggu, &lt;i style=""&gt;toh&lt;/i&gt; suatu saat pasti akan meledak juga. Suarakan gagasan kita, mungkin ada banyak manfaat dibaliknya, bukan hanya bagi diri kita, jauh lebih penting menjadi hikmah kepada yang lain. Selamat menyuarakan gagasan Anda!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="mailto:harismosa@yahoo.co.uk"&gt;harismosa@yahoo.co.uk&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-1408423625250818913?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/1408423625250818913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=1408423625250818913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1408423625250818913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1408423625250818913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/gagasan-propaganda-dan-film-reposted.html' title='Gagasan, Propaganda, dan Film (reposted)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDi_5xXniI/AAAAAAAAABo/lYFym956VQo/s72-c/debaters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-3825152787262922204</id><published>2008-09-07T19:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T01:28:27.639-07:00</updated><title type='text'>The Beatles Plagiasi Musisi Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;img style="width: 1px; height: 36px;" src="file:///C:/DOCUME%7E1/Harris/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dapat forward link ke tulisan yang sangat menarik, landing-nya di kunci.or.id, konten-nya renyah dan yang terpenting aseli bikinan dalam negeri loh. Belum sempat saya bongkar-bongkar situs yang diberi nama : Kunci Cultural studies Center ini. Sedangkan link yang tiba-tiba pop up di YM saya khusus bercerita tentang The Tielman Brothers, omong-omong udah pada tau belum siapakah The Tielman Brothers? Sebelum baca artikel itu saya juga nggak mudheng, urung ngerti (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;belum tahu&lt;/span&gt;). Isinya banyak menyodorkan bukti-bukti otentik tentang bagaimana hebatnya musisi tanah air di Eropa pada era 1950an - 1970an. Percaya nggak percaya, band gede sekelas The Who, musisi sehebat Jimi Hendrix, bahkan legenda seperti The Beatles terinspirasi atau ada juga attitude yang jiplak abis dari The Tielman Brothers ini; sebuah band yang di negerinya disebut musik ngak-ngik-ngok.. eh ternyata sangat dihargai di eropa, seperti Belanda, Jerman, hingga Inggris.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekarang silahkan menikmati santapan tulisan  yang ditulis oleh Ekky Imanjaya berikut ini, dan tuliskan pendapat dalam komentar di posting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: verdana; color: rgb(255, 0, 0);" class="text11"&gt;The Tielman Brothers, Sebuah CD, dan Kearsipan Kita&lt;/p&gt;               &lt;p class="text11"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span class="text6"&gt;Oleh EKKY IMANJAYA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;&lt;br /&gt;            "Halo Amsterdam," sapa Andy Tielman kepada ribuan warga Belanda. Massa pun menyambut dengan tepuk sorak. Dan &lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa &lt;/em&gt;pun terlantun dari mulutnya, diiringi Rene Van Barneveld (alias Tres Manos dari Urban Dance Squad) dan Dinand Woesthoff (vokalis Kane, salah satu band rock paling popular di Belanda saat ini). Dan di tengah-tengah lagu, musik berganti dengan &lt;em&gt;Olesio Sayange&lt;/em&gt;. Saat itu, Mereka bernyanyi untuk menggalang dana untuk korban Tsunami Aceh, Desember 2004. Andy Tielman, sang penerima gelar Orde van Oranje-Nassau langsung dari Sri Ratu pada 2005 karena "jasanya dalam mengembangkan musik negeri Belanda" ini masih aktif bermusik dan acap diundang, khususnya di ajang Pasar Malam di setiap kota, dan bahkan saat Hari Ratu 30 April lalu ia bernyanyi di depan Ratu Belanda.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10" align="left"&gt;&lt;img src="http://kunci.or.id/images/ilustrasi/ilustrasi_tielman.jpg" align="left" height="143" hspace="15" vspace="5" width="200" /&gt;Kita dapat menyaksikan klip ini di YouTube. Dan warga Indonesia sudah selayaknya berterima kasih pada situs ini, karena mereka mengarsipkan banyak sekali memori yang nyaris hilang dari ingatan bangsa Indonesia. Dari pidato Bung Karno hingga Selecta Pop. Termasuk aksi gila-gilaan Andy Tielman dan saudara-saudaranya yang tergabung dalam Tielman Brothers, sejak 1958. Kita dapat saksikan mereka berguling dan mempermainkan gitar jauh sebelum Jimi Hendrix melakukannya. Atau membanting gitar, yang konon menginspirasi The Who. Dan saat itu Paul McCartney dan George Harrison Dari The Beatles, konon kabarnya, ada di antara penonton. Golden Earring adalah salah satu band Belanda yang memuja mereka.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Bangsa kita sedang mengidap Amnesia Akut, gejala yang disitir oleh Andreas Huyssen, dalam &lt;em&gt;Twilight Memories, Making Time in a Culture of Amnesia&lt;/em&gt; (Routledge, 1995). Dapat dipastikan, akan sulit ditemui jejak-jejak The Tielman Brothers ini dalam arsip atau pengaruh musik Indonesia. Untunglah ada Jakarta Rock Parade yang mengundang Andy Tielman, yang masih aktif bermusik, untuk bermain dan berkolaborasi dengan beberapa musisi seperti Awan (Sore), David Tarigan, dan Emil (Naif) pada 12 Juli di Tennis Indoors Senayan Jakarta. Juga ada &lt;em&gt;Rolling Stone Indonesia&lt;/em&gt; (RSI) khususnya edisi 29/2007 yang membuat pembicaraan soal mereka menjadi gencar (Adib Hidayat, sang pemimpin redaksi &lt;em&gt;RSI &lt;/em&gt;menyatakan bahwa bahkan &lt;em&gt;Rolling Stone &lt;/em&gt;pusat kaget  dan baru tahu tentang fenomena ini!).&lt;br /&gt;Dan Youtube membuatnya kekal, dan sadar atau tak sadar menjadi mediasi bagi kelangsungan memori kolektif bangsa kita, seperti yang digarisbawahi Jose van Dijk dalam &lt;em&gt;Mediated Remains in the Digital Age&lt;/em&gt; (Stanford University Press, 2007).&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Padahal, pengarsipan sangat penting, bukan bagi masa lampau itu sendiri, tapi justru—seperti yang ditekankan Jacques Derrida dalam &lt;em&gt;Archive Fever&lt;/em&gt; (University Of Chicago Press, 1998)—untuk masa depan. Bahkan Derrida menyebut istilah "&lt;em&gt;messianicity&lt;/em&gt;" sebagai fungsi arsip.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Tielman Brothers adalah salah satu pelopor genre Indo-Rock. Mereka adalah Reggy (lahir di ssurabaya, 20 Mei 1933), Ponthon (Jember 4 Agustus 1934), Andy (Makassar 30 Mei 1936), Loulou (Surabaya, 30 Oktober 1938), juga Jane sang saudari, dan orang tua mereka, Herman dan Flora. Mereka memulai gerakan "ngak ngik ngok" sejak 1945, di Surabaya, karena sang ayah adalah kapten KNIL yang bertugas di sana. Nama mereka saat itu, The Timor Rhythm Brothers. Setelah hijrah ke Belanda pada 1957, karena menolak menjadi warge Negara Indonesia dan Herman merasa karir mereka akan lebih cemerlang di Eropa, empat bersaudara ini menjadi pusatnya, dan beberapa musisi turut bergabung. Dan mereka pun menjadi legenda.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Namun, di Indonesia, siapa yang mengenal grup yang terkenal dengan bas betot, solo drum, dan aksi tongkat drum dipukul-pukul ke gitar ini? Bahkan di Belanda pun, album-album mereka sangat susah di dapat. Salah satu yang masih tersisa adalah The Tielman Brothers 1964-1965. Itu pun produksi Jerman, Bear Family Records, tahun 1997 (mungkin karena Andy tinggal di sana bersama Carmen sang istri dan Lorraine Jane putrinya yang masih ABG?).&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;&lt;img src="http://kunci.or.id/images/ilustrasi/ilustrasi_tielman2.jpg" align="left" height="200" hspace="15" vspace="5" width="200" /&gt;Mereka seolah tak melupakan akar, seperti Andy di ajang Malam Amal Tsunami tadi, lagu-lagu dari Indonesia pun dibawakan. Misalnya &lt;em&gt;Patah Tjingke &lt;/em&gt;yang berirama "Ambon Cha Cha". Simak  saja &lt;em&gt;Kekasihku &lt;/em&gt;yang refrainnya dinyanyikan secara koor.  Atau &lt;em&gt;Ketjil Ketjil &lt;/em&gt;yang berpantun ria. Sedangkan &lt;em&gt;Ole Sio &lt;/em&gt;tentang "Ambon tanah yang ku cinta" dan kerinduan mereka untuk pulang. Dan &lt;em&gt;Dewiku &lt;/em&gt;adalah modal buat ngegombal bagi para lajang, lengkap dengan &lt;em&gt;ambient&lt;/em&gt; &lt;em&gt;A Taste of Honey &lt;/em&gt;dan lirik "…berlayar di laut impian".&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Di album ini, Anda akan bertemu karya orisinal mereka, seperti &lt;em&gt;Love So True, Yes I’m In Loe, Little Girl&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Don’t Go Away&lt;/em&gt;. Seperti kebanyakan band saat itu, mereka juga memainkan lagu-lagu popular, seperti &lt;em&gt;Long Tall Sally, Pretty Woman, Sweet Little Sixteen, Unchained Melody, &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Moon River&lt;/em&gt;. Tentu saja, tak ketinggalan lagu syahdu semacam &lt;em&gt;Maria &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Bring it on home to Me&lt;/em&gt;, atau &lt;em&gt;In My Room&lt;/em&gt;. Sementara &lt;em&gt;Mukwai Hula &lt;/em&gt;berirama Hawaiian.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Ada beberapa kesalahan data dalam info pada CD. Ada lagu Beatles yang mereka mainkan, tertulis &lt;em&gt;Close Your Eyes &lt;/em&gt;(kalimat pertama di lagu itu), harusnya &lt;em&gt;All My Loving&lt;/em&gt;.  Dan yang terparah adalah lagu &lt;em&gt;Put on Your Eyes &lt;/em&gt;yang tertulis karya Lennon-McCartney). Padahal judul aslinya &lt;em&gt;Hi-Heel Sneakers&lt;/em&gt;, kaya Robert Higginbotham. Lagu ini awalnya dinyanyikan Johny Rivers, dan pada 1964 Tummy Tucker dan Jerry Lee Lewis mempopulerkannya. Mungkin, sang perusahaan rekamannya ingin mengikuti jejak &lt;em&gt;Close Your Eyes &lt;/em&gt;dengan mencatut baris pertama liriknya. Tapi itu pun salah, karena seharusnya &lt;em&gt;Put on Your Red Dress&lt;/em&gt;. Sayang sekali, kesalahan "kecil" ini agak menganggu, apalagi jika sang pendengar adalah pengagum The Beatles. Ini adalah bagian dari kacaunya kearsipan permusikan, tidak hanya di Indonesia, tapi dunia.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Soal "kesalahan", saya punya pengalaman menarik saat mencari apa judul sesungguhnya dari &lt;em&gt;Olesio Sayange&lt;/em&gt;.   Ada banyak versi soal judul.  CD the Best of Tielman Brothers 1964/ 1965 ada lagi &lt;em&gt;Patah Tjingke &lt;/em&gt;yang mengandung lirik dan irama itu: tapi diakhir lagu ditambah oleh Tielman Brothers dengan lirik "olesio sayange, tanah ambon sudah jauh". Penambahan atau improvisasi serupa dilakukan Andy Tielman dalam aksi penggalaman dana korban tsunami, seperti yang saya sebut di atas. Tapi rupanya ada versi lain &lt;em&gt;Patah Cengkeh &lt;/em&gt;yang sama sekali berbeda. Ada yang menyebutnya dengan &lt;em&gt;Ole Sio&lt;/em&gt;, walau ternyata ada lagi tembang yang  sama sekali berbeda berjudul sama. Ada juga yang menamakannya &lt;em&gt;Olesio Sayange &lt;/em&gt;dan itulah yang saya pakai—dan sayangnya tidak ada dalam CD ini.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Yang asyik, di dalam CD ada banyak foto eksklusif mereka sedang melakukan aksi gila-gilaan khas mereka, saat pentas di Kaskade, Koln, 1966. &lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt;Dan adakah yang bisa kita lakukan untuk menghargai mereka? Setidaknya, berterima kasihlah kepada YouTube, dan orang-orang yang mengunggah klip-klip mereka. &lt;/p&gt;               &lt;p class="text10"&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p class="text13"&gt;EKKY IMANJAYA, editor  &lt;a href="http://www.rumahfilm.org/"&gt;www.rumahfilm.org&lt;/a&gt;, mahasiswa S2 Kajian Film Universitas Amsterdam. Kini tengah membuat film dokumenter tentang The Tielman Brothers. Bukunya yang akan terbit adalah &lt;em&gt;Jus Musik&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;               &lt;p class="text13" align="left"&gt;Alamat halaman ini: http://kunci.or.id/esai/misc/ekky_tielman.htm&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-3825152787262922204?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/3825152787262922204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=3825152787262922204' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3825152787262922204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3825152787262922204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/beatles-plagiasi-musisi-indonesia.html' title='The Beatles Plagiasi Musisi Indonesia'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-6515852888367698516</id><published>2008-09-01T01:18:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T21:29:11.445-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan 1429 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMC2xq8NL7I/AAAAAAAAAA4/O4L1p3R2YZM/s1600-h/desert.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 257px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMC2xq8NL7I/AAAAAAAAAA4/O4L1p3R2YZM/s320/desert.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242390930715914162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;... Marhaban Yaa Ramadhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;Satu tahun sudah berlalu, rasanya baru saja minggu kemarin orang ribut-ribut lebaran pertama atau yang kedua. Sholat Ied hari pertama, atau sholat hari berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun! tentu ada banyak hal yang terjadi, padahal hanya berjangka waktu satu tahun. Satu tahun itu berarti kita cuma 12 kali mengganti halaman kalender disudut tembok rumah kita. 48 kali berakhir pekan. 365 kali bangun dari tidur yang dilakukan pada malam sebelumnya. Tentu dalam 1 tahun hanya sekali kita mendapati hari lahir kita. Ternyata benar memang sudah satu tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan, satu tahun kemarin apa saja yang sudah berlaku dalam hidup kita? Adakah kelahiran bayi yang ditunggu-tunggu, adakah promosi pekerjaan, adakah kelulusan yang dinanti akhirnya datang juga, adakah usaha bisnis yang kian meningkat atau makin terpuruk setahun belakangan, adakah pernikahan yang terjadi, adakah kematian yang menimpa keluarga atau orang dekat disekitar kita dalam satu tahun belakangan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tahun lalu masih ada bersama-sama kita bersantap sahur, menanti berbuka, besenda gurau sepulang tarawih, dan kegiatan lainnya. Kini sudah tidak ada, tak berbekas selain sisa kenangan indah dalam kejadian setahun kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;Atau satu tahun sebelumnya belum kita dapati si kecil yang teramat lucu, kini hadir ditengah-tengah keluarga, sekarang menjelma menjadi idola semuanya. Serta banyak beragam cerita kejadian yang terangkum hanya dalam jangka waktu satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;Puji syukur ya 4WI kepadaku engkau percayakan amanah umur ini,&lt;br /&gt;kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan menambah kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;  - Semoga Ramadhan 1429 H menjadi ramadhan paling bermakna -&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="on" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-6515852888367698516?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/6515852888367698516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=6515852888367698516' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6515852888367698516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6515852888367698516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/09/ramadhan-1429-h.html' title='Ramadhan 1429 H'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMC2xq8NL7I/AAAAAAAAAA4/O4L1p3R2YZM/s72-c/desert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5467230689157916840</id><published>2008-08-28T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T20:51:53.885-07:00</updated><title type='text'>Merokok Itu Melanggar Hukum? Part Due</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMCyB5oBr0I/AAAAAAAAAAo/uk15z8lnjXY/s1600-h/cig.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMCyB5oBr0I/AAAAAAAAAAo/uk15z8lnjXY/s320/cig.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242385711977574210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saya sih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bingung ingin berpendapat seperti apa dalam wacana pelarangan merokok ini. Apalagi saya juga baru dikabari oleh kak Melati, teman saya kuliah, bahwa merokok bukan hanya dirancang sebagai tindak pelanggaran pidana; lebih jauh bila merokok nantinya akan terkena hukum haram dalam agama Islam, sungguh menakutkan! Informasi tersebut didapat Mel dari acara Talk Show televisi. Sayang sekali saya nggak berkesempatan ikut nonton, jadi maklum saja kalo posisi saya agak kurang ngerti gimana perkembangannya sampai melebar menjadi isyu haram segala macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti, sangat mengerti sekali bahwa ada tujuan baik dibalik semua wacana diatas berkenaan pelarangan merokok. Dari sisi kesehatan, rokok dipercaya sebagai penyebab utama banyak sekali penyakit yang mematikan, semisal jantung koroner, kanker, gangguan kehamilan dan janin, hingga yang enteng-enteng macam radang tenggorokan, impotensi (karena tidak menyebabkan kematian) atau batuk berdahak, dll. Dari sisi psikologis ada juga dampaknya, katanya tingkah laku orang tua akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Hal ini membuka kecenderungan yang lebih besar bagi seorang anak yang memiliki orang tua dengan kebiasaan merokok akan meniru juga kelakuan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dampak secara sosial lain lagi, pada satu kesempatan seorang perokok yang tidak tahu diri merokok didalam Metro Mini 69 jurusan Blok M - Ciledug. Keadaan panas terik ditambah jumlah penumpang yang melebihi kapasitas menjadi pelengkap kemacetan tepat di depan pasar Kebayoran Lama. Dalam keadaan seperti itu, jangankan orang yang tidak merokok; mereka yang merokok pun pasti akan merasa risih dan 'gondok' setengah mati. Saya sendiri pernah mendapati percekcokan seru diantara mereka ini, kira-kira demikian ilustrasinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perokok : (cresss.. rokok Minak Djinggo dibakar)&lt;br /&gt;perokok : wuss.. wuss.. wuss.. (asap rokok memenuhi udara tipis didalam bus)&lt;br /&gt;ibu-ibu : uhuk-uhuk.. (batuk)&lt;br /&gt;mas-mas : uhuk-uhuk.. ckck,wah gimana ni orang (pura-pura batuk)&lt;br /&gt;ibu-ibu : pak, tau diri dong! didalem bis sesak gini masih ngeroko juga..&lt;br /&gt;mas-mas : nggak tau nih, nggak punya aturan apa?&lt;br /&gt;perokok : wuss.. wuss.. (pura-pura nggak dengar, masih merokok)&lt;br /&gt;ibu-ibu : pak! denger nggak saya ngomong?! budek kali yaa..&lt;br /&gt;perokok : iye iye.. denger, bentaran masih nanggung dikit&lt;br /&gt;ibu-ibu : (dibantu penumpang lain) kalo mau ngerokok, dipintu tuh sana sama knek!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model perokok tanpa tata krama begini yang saya sangat setuju untuk ditertibkan. Satu poin yang saya tangkap bahwa yang dibutuhkan dalam masalah Rokok dan merokok sebenarnya adalah pengaturannya. Jika alasan kesehatan yang kita jadikan standar analisis hingga rokok begitu gencar diberangus, apa kabar dengan Fast Food? Junk food they used to say it..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do Fast Food is Dangerous?&lt;br /&gt;Hell yeah.. Coba sebut impact negative-nya apa aja? gak akan beda-beda jauh juga kok dengan efek negatif dari merokok tadi. Konsumsi terus-menerus makanan cepat saji akan berdampak pada kegemukan, dan kalo udah begini segala macam penyakit mulai dari Jantung, diabetes, impotensi, dan kanker adalah kasus yang paling umum ditemui dalam tubuh orang yang kegemukan karena konsumsi Junk food berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah larangan terhadap perkembangan outlet Fast Food di Indonesia? Sama sekali tidak ada! Padahal sama bahayanya untuk kesehatan juga, kan. Atau, tahu kah Anda bahayanya mengkonsumsi air mineral kemasan plastik yang ditinggal di dalam mobil semalaman. Ternyata dengan mengkonsumsinya terbukti secara klinis dapat menyebabkan kanker payudara. Okelah, sebagian dari para pembaca mungkin membatin " Alhamdulilah.. untung saya nggak pernah minum dari kemasan plastik yang ditinggal dimobil seperti tulisan ini.. ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Anda tidak pernah tahu bagaimana proses pengiriman air minum dalam kemasan pabrik itu, bahkan sekelas Aqua sekalipun. Perjalan panjang mulai berangkat dari pabrik hingga ke supermarket atau warung-warung. Beberapa kali ketika saya melalui akses Ciawi menuju Sukabumi, saya temui distribusi air minum dalam kemasan baik botol atau galon yang sama-sama terbuat dari bahan plastik. Selama masa pengiriman, botol-botol dan galon tadi terjemur panas matahari, tentu proses peleburan bahan berbahaya dalam kandungan plastik yang bisa mengkontaminasi air didalamnya dapat terjadi dalam fase ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, adakah perhatian besar pemerintah terhadap masyrakatnya melalui BPOM terhadap masalah-masalah seperti ini? Hampir tidak ada. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, banyak kasus-kasus zat kimia merugikan dalam makanan yang berkembang di masyarakat justru dibongkar keberadaannya lewat program televisi yang sengaja melakukan investigasi. sebut saja, bahan pewarna dan narkoba dalam obat dan jajanan anak-anak, daging busuk diwarnai darah, ayam suntik, kambing gemuk air, sampho palsu, sabun palsu, lotion palsu, semuanya palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok itu Hukumnya Haram?&lt;br /&gt;Wah poin ini yang paling bikin saya merinding, " Merokok Itu Haram?". Menurut ustad yang menjadi narasumber dalam acara talkshow tentang rokok di TVOne itu, disebutkan bahwa rokok itu merusak pikiran umat, membuang-buang duit, sumber penyakit, dll. Jadi nggak ada alasan untuk tidak mengharamkan rokok. Oke, kalau begitu saya mau juga balik bertanya sama ustad tadi sekaligus MUI-nya. Bagaimana hukum Islam memandang kuis-kuis tengah malam dengan mendisplay perempuan seksi dan pakaian minim? ini pada tataran syariah Islam loh yaa, seksi memang subjektif &amp;amp; relatif. Atau SMS premium Reg spasi Mama, weton, ramal, dlsb. yang dijamin bisa memperenteng jodoh, karier, dlsb juga. Bukankah ini jatuh hukum syirik? jodoh atau karier bisa diatur Mama Loren, Ki Joko Bodho, dkk. Bukan syirik itu diharamkan? MUI diam saja?? Wah kok saya malah curiga MUI stengah hati yaa untuk menentukan yang mana haram dan yang mana halal. Jangan-jangan malah ikutan registrasi juga lagi? Wah yaa rusak deh semua umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, menurut saya sih yang diperlukan sekarang itu adalah REGULASI. Pengaturan yang jelas, baik masalah rokok dan banyak masalah lainnya. Khusus soal rokok, harus secara jelas ditentukan lokasi-lokasi mana yang boleh dan tidak. Batasan usia konsumen rokok yang benar-benar dijaga. Fasilitasi menjadi kata kunci, karena untuk melarang sepenuhnya secara mendadak hampir tidak mungkin. Nggak mungkin ada program yang bisa maksimal tanpa sosialisai yang maksimal juga dari pemerintah kepada masyarakatnya, bukan?. Harapan saya sih cuma agar masing-masing pihak bisa dimenangkan. Baik yang merokok dan tidak merokok. Memang merokok itu perbuatan buruk yang harus dihindari, yang merokok pun sadar akan hal itu. Coba tanya dengan mereka yang merokok, bagaimana jika anaknya seusia remaja ikut merokok? Pasti mereka pun akan ikut memarahi, toh. Nah, karena semua orang sadar bahwa merokok itu buruk berarti tindakan persuasif dan strategis bisa di implementasikan. Jangan langsung main hukum dan jangan main mengharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persuasif pasti lebih baik =)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5467230689157916840?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5467230689157916840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5467230689157916840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5467230689157916840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5467230689157916840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/merokok-itu-melanggar-hukum-part-due.html' title='Merokok Itu Melanggar Hukum? Part Due'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMCyB5oBr0I/AAAAAAAAAAo/uk15z8lnjXY/s72-c/cig.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-6933689150799378655</id><published>2008-08-20T19:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T23:09:59.625-07:00</updated><title type='text'>Merokok Itu Melanggar Hukum?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDNJ3Y3m-I/AAAAAAAAABA/7tI46kyCM5A/s1600-h/cigarette.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDNJ3Y3m-I/AAAAAAAAABA/7tI46kyCM5A/s320/cigarette.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242415535630031842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah berita ini benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya belum bisa menjawab, karena sampai saat ini perkembangannya juga baru sebatas wacana aja baik di level publik hingga badan legislatif; cuma eksekutif saja yang masih tampak cuek terhadap hal ini. Baru tadi malam (Rabu,20/8) saya menyaksikan Talk Show di televisi, yang memang kebetulan membahas masalah ini, rokok diusulkan sebagai tindakan yang dilarang negara dan disusun dalam hukum positif berwujud undang-undang. Wow, hebat sekali! itu komentar saya sesaat ketika menyaksikan Talk Show di TV One itu. Acara itu menghadirkan 2 narasumber, Imam Prasodjo (Sosiolog dan pemerhati masalah sosial) dan seorang staff dari Deperin (saya lupa siapa namanya). Untuk narasumber dari Deperin skenarionya sih mengambil peran netral, karena departeman tempat dia bertugas, normatifnya mewakili kepentingan negara artinya harus mampu mengakomodasi antara masyarakat yang merokok - sekaligus yang tidak merokok, melalui kebijakan harus menaungi kepentingan petani dan pengusaha rokok-tembakau serta masyarakat konsumen rokok itu sendiri. Tapi heran saya, staff Deperin tadi yang seharusnya netral malahan terpancing 'umpan' yang dikail baik dari si presenter hingga narasumber pertama, hingga acara itu berubah menjadi debat terbuka. Sungguh lucu dan menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah diantara pembaca sekalian sudah mengetahui wacana ini sebelumnya?&lt;br /&gt;Maksud saya wacana tentang pelarangan merokok yang akan diatur dalam undang-undang? Jujur saya baru ngerti loh, itupun setelah menonton televisi tadi malam. Menurut saya ini masalah besar, dan menyangkut banyak sekali persoalan yang cukup pelik lan kompleks. Peraturan yang diatur menjadi undang-undang Negara tentu meminta konsekuensi yang tidak sederhana. Sanksi bagi para pelanggarnya pun akan berbentuk pidana mas, iih amit-amit deh ditangkap Polisi dipinggir jalan " Kenapa mas dibui..? " dan jawaban saya " kemarin, saya kepergok merokok di warung pecel lele.. ". Gak gengsi amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang beberapa waktu lalu saya juga sempat melihat dibeberapa media, Psikolog dan tokoh pemerhati anak, Kak Seto menggulirkan wacana berbentuk himbauan yang dialamatkan kepada MUI untuk mengharamkan Rokok! Waduh saya sempat kaget, tapi himbauan haram ini ditujukan hanya untuk anak-anak; lebih jauh hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang beragama Islam saja. Loh kok begitu? Lah wong fatwa-nya juga berasal dari MUI kok, jadi yang bakal manut kan cuma orang Islam saja toh. Weleh-weleh, ada-ada saja si Komo lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada wacana mengundang-undangkan larangan merokok yang saya saksikan di televisi malam tadi yah. Saat ini, wacana tersebut (ternyata) sudah memasuki tahapan pembahasan di tingkat komisi. Entah kapan akan di paripurna-kan atau gimana prosedurnya di DPR saya kurang mudheng, intinya DPR ingin memberikan rancangan undang-undang ini ke Eksekutif begitu selesai dibahas dan di sepakati bulat-bulat. Nah lho, padahal kita tahu banget, di ruang sidang komisi DPR banyak anggota dewan yang perokok berat. Buktinya mereka yang perokok cuek-cuek aja tuh ngerokok - padahal itu kan jelas-jelas ruangan kerja, malah ber-AC dengan sirkulasi udara yang dibuat terbatas. Siap-siap pak, berhenti merokok massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway Busway, perkembangan wacana ini sudah cukup serius dan bergulir jauh loh. Tapi sayang, dalam Talk Show malam itu para narasumber dalam memaparkan statement dan komentarnya kelewat basi tuh, rasanya tidak banyak informasi yang baru ataupun argumentasi seputar masalah merokok yang masih juga itu-itu saja; bagi saya sangat kurang menggairahkan (jika tidak mau dibilang membosankan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Prasodjo tampak kurang eling di acara itu, sebagai seorang akademisi ada harapan dalam diri saya tingkah lakunya bisa (tampak) lebih arif daripada berbicara dengan nada yang setengah teriak hingga memotong statement narasumber lain. Argumen yang dilontarkan pun masih seputar " Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin ". Kalo himbauan begini mah disemua bungkus rokok juga ada. Kemudian kritiknya terhadap TV komersial yang dapat memberikan pengaruh buruk terutama bagi anak-anak dibawah umur. Kemudian bantahannya terhadap anggapan umum yang menyebutkan industri rokok memberikan kontribusi besar kepada Negara dalam bentuk pemasukan melalui cukai tembakau, ataupun sisi ekonomi lainnya dan serapan tenagakerja dari industri rokok-tembakau ini. Serta ketidaksetujuannya akan kenyataan bahwa selama ini industri rokok lah yang mem-back up event-event olahraga. Sebut saja Liga Djarum Indonesia, A Mild IBL, dll. Statement-nya seperti ini, " Masak, event olahraga untuk orang sehat kok pelaksanaannya didukung sama sesuatu yang merusak kesehatan..? ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Imam Prasodjo, lain lagi narasumber berikutnya. Statementnya garing, sok diplomatis, dan penuh keraguan. Kalau Imam Prasodjo siap dengan data-data hasil riset, survey, dll. yang super lengkap (biasa, standar orang kampus); narasumber kedua beberapa kali berargumen tanpa dasar referensi yang jelas, malahan beberapa kali juga bertanya " valid ndak data itu..?!". Lah sebagai seorang akademisi, urusan valid nggak valid adalah hal yang sangat sensitif, Pak. Mulai dari sini nih suasana berubah 'bergelora', dituding soal validitas data, Imam Prasodjo naik pitam " Pak.. ini data dari BPS, Departemen Pertanian, dari Departemen Bapak sendiri juga ada; gimana sih? ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber kedua panjang lebar menyampaikan bahwa Deperin sudah memiliki langkah-langkah strategis seputar masalah rokok itu. Seperti dokumen data tahun sebelumnya dimana tercatat lebih dari Rp 43 Triliun pemasukan negara dari cukai rokok, petani-petani tembakau di NTB yang mayoritas sudah makmur hingga hampir semua petani tembakau disana bisa naik haji minimal satu kali, kemudian pengaturan TV komersial produk rokok yang hanya diperbolehkan diatas jam 21.30, dengan asumsi anak-anak jam segitu udah ditempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah muncul, setelah Imam Prasodjo membuka lembaran survey dari BPS; bahwa income average petani tembakau Indonesia tidak mencapai Rp 700 Ribu/ bulan. Kemudian statement yang menyebutkan pemasukan signifikan Negara dari rokok itu tidak benar. Boleh saja data tercatat 43 Triliun lebih dari cukai rokok, tetapi dana masyarakat miskin yang habis untuk mengkonsumsi rokok tadi angkanya ternyata lebih besar dan efeknya itu yang lebih merugikan. Selain itu, memang sangat mungkin jika industri rokok disebut sebagai salah satu industri terbesar di Negara ini, mengingat jumlah perputaran uang yang segitu besarnya; namun hal ini hanya dapat dirasakan oleh para pemain-pemain kelas berat saja semisal Sampoerna, Dji Sam Soe, Djarum, Gudang Garam, dll sedangkan mayoritas penggerak industri rokok sendiri sangat sedikit sekali mendapat 'madu' manisnya; seperti para petani tembakau, buruh pabrik rorok, tukang asongan, dan sejawat-sejawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kritisi Imam berlanjut soal kebijakan Deperin terkait penayangan TV komersial rokok yang baru boleh ditayangkan diatas jam 21.30. Dia bertanya soal bagaimana dengan pengaturan iklan rokok di media billboard dengan ukuran raksasa dan menempati titik-titik strategis diseputar ibukota. Kebijakan Deperin masih dianggap fragmentatif dan tidak menyeluruh. Khusus untuk kritik ini, narasumber kedua cuma bisa mesem-mesem doang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pendapat Anda, Pembaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya sih, ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... To be continued&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-6933689150799378655?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/6933689150799378655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=6933689150799378655' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6933689150799378655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6933689150799378655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/merokok-itu-melanggar-hukum.html' title='Merokok Itu Melanggar Hukum?'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDNJ3Y3m-I/AAAAAAAAABA/7tI46kyCM5A/s72-c/cigarette.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-4988403715469020397</id><published>2008-08-15T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T23:52:45.308-07:00</updated><title type='text'>Virginity  Forum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDW1HVKSBI/AAAAAAAAABI/Of_jooolia8/s1600-h/juno.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDW1HVKSBI/AAAAAAAAABI/Of_jooolia8/s320/juno.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242426174248470546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recommended for Girls..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hello all, please pass this invitation from a young Indonesian director Lucky Kuswandi to all of your friends. The aim of the discussion is part of the research to develop a film story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dearest friends, kalau kalian sungkan memeriksakan diri ke gynecologist, takut periksa karena virginitas, mendapat diskriminasi dari staf perawat karena sexually active tapi tidak menikah, bawa teman-teman kalian dan mari suarakan problem kalian bersama Kalyana Shira Foundation &amp;amp; Project Change dalam diskusi dari perempuan untuk perempuan di Brewww, Jl. Kemang Raya no. 9, Jumat 15 Agustus 2008 (15.00-18.00) atau Sabtu, 16 Agustus 2008 (13.00-16.00). Coffee, tea and snack included :)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-4988403715469020397?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/4988403715469020397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=4988403715469020397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4988403715469020397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4988403715469020397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/virginity-forum.html' title='Virginity  Forum'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDW1HVKSBI/AAAAAAAAABI/Of_jooolia8/s72-c/juno.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-2513107427978236152</id><published>2008-08-14T02:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T00:30:21.629-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Semua Orang Menikah ? Part due</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDffZYjaNI/AAAAAAAAABg/tVgnRIeMjSc/s1600-h/menikah.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDffZYjaNI/AAAAAAAAABg/tVgnRIeMjSc/s320/menikah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242435696742066386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada posting sebelumnya di judul yang sama, kita berhenti di masalah rasionalitas. Sebenernya ngomongin rasionalitas nggak akan selesai tanpa menyertakan Max Weber, tapi apa boleh buat, saya kok jadi khawatir nanti postingan ini jadi terlampau berat dan yang lebih parah segmentasinya jadi semakin sempit. Coba aja buka theory.uk , wikipedia , atau google aja deh yang paling aman; pasti ada banyak tulisan yang merangkum pemikiran beliau. Kecuali ada request khusus dari temen-temen yang ikut mbaca, pasti saya sempet-sempetin untuk masukin analisis Weber soal rasionalitas dan kita sambungin sama orientasi menikah seperti yang kita omongin disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Semua Orang Menikah?&lt;br /&gt;Percaya nggak percaya, pertanyaan ini saya coba tanya ke Ibu penjual rokok di depan kantor saya. Kalo saya sesekali belanja teh botol sekalian rokok-nya di warung itu, saya lihat Ibu ini selalu kompak sama suaminya. Kalo lagi ada pembeli, ini pasangan suami-istri pasti sigap. Kadang si Ibu yang seduhin kopi, si Bapak yang rebus Indomie; bisa juga sebaliknya. Sejauh penglihatan saya sih, mereka kompak walau jarang tampak komunikasi verbal. Kurang lebih dialog dan pertanyaan saya ke si Ibu seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: "Biasa Bu, teh botol dingin.. "&lt;br /&gt;I: " ..... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;senyum, tidak menjawab&lt;/span&gt;) "&lt;br /&gt;S: " Bapaknya kemana Bu..? "&lt;br /&gt;I: " Noh.. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;menunjuk ke dalam warung&lt;/span&gt;) "&lt;br /&gt;S: " Dagang di mari sama Bapak udah lama kali, Bu(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambil nyalain rokok&lt;/span&gt;) ? "&lt;br /&gt;I: " Udah... (taro teh botol pesenan di meja) "&lt;br /&gt;S: " Kawin sama Bapak, juga udah lama Bu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fwuuuss&lt;/span&gt;) ? "&lt;br /&gt;I: " Udeeeh.. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;salah tingkah, ngelap meja&lt;/span&gt;)"&lt;br /&gt;S: " Lah dulu, Ibu, kenapa nikah? Sama si Bapak.. "&lt;br /&gt;I: " ... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;senyum, tidak menjawab&lt;/span&gt;) "&lt;br /&gt;S: " Yeee.. Ibu ditanya malah mesem (senyum_pen.).. Kenapa Bu (nikah) ? "&lt;br /&gt;I: " ... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;masih belum jawab&lt;/span&gt;) "&lt;br /&gt;S: " Yaelah Ibu, ditanyain juga... (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fwuuuuss&lt;/span&gt;)"&lt;br /&gt;I: " Lah abis, nanya sih aneh-aneh aje "&lt;br /&gt;I: " Dulu kawin ya disuruh.. SMP udah beres "&lt;br /&gt;S: " Terus kenapa jadinya sama Bapak ? "&lt;br /&gt;I: " Disuruh.. "&lt;br /&gt;S: " Ooh gitu.. jadi berapa Bu, teh botol dingin.. ? " dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuruh...??!&lt;br /&gt;Wah patut jadi perhatian nih, tolong di garis bawah! Kata disuruh tentu mengandung makna, menurut saya disuruh berarti ada campur tangan orang lain. Dalam konteks ini, subjek yang menyuruh pasti orang yang berwenang atas diri si Ibu tadi atau minimal berpengaruh besar lah. Kata 'suruh' adalah kata 'perintah', sifatnya sangat patron atau bisa diakses oleh subjek yang memiliki otoritas terhadap sesuatu. Sekali lagi, orang tua si Ibu tadi atau sanak keluarga yang lebih tua yang paling mungkin mengambil peran ini. Masalahnya kenapa " Disuruh kawin (menikah, atau whatever it says..) kok mau?! ". Nah, itu jawabannya langsung ada; " Mau "! Karena si Ibu " Mau " jadi dia akhirnya menikah dengan si Bapak. Maksudnya secara langsung ataupun nggak kan si Ibu setuju aja, bukan? Lain halnya kalo menolak atau protes atas suruhan tadi, belum tentu si Ibu jadi sama si Bapak tadi. Bisa jadi nasib si Ibu tadi beda nasibnya kalo nggak jadi menikah sama suaminya yang sekarang. Siapa juga yang tau kalo si Ibu bukan kawin sama si Bapak, terus dia menikah sama juragan pabrik rokok; bukan penjual rokok yang sekarang  titel-nya jadi istri penjual rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STOP!&lt;br /&gt;Berandai-andai sih boleh, tapi saya belum mastiin ke si Ibu; karena boleh jadi keputusan dia mau nikah puluhan tahun lalu itu adalah keputusan yang paling tepat untuk dirinya. Apakah si Ibu bahagia? Bisa jadi iya. Apakah menikah dengan juragan pabrik rokok tadi (versi berandai-andai) menjamin si Ibu juga bahagia? Ooh belum tentu... Banyak faktor pasti yang mempengaruhi, lebih jauh kehidupan manusia itu kan tidak mekanistik sama sekali. Kaya berarti bahagia (belum tentu), dan miskin berarti menderita (juga belum tentu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud saya, dari pengalaman hidup si Ibu penjual rokok tadi bisa kita ambil pelajaran dan hikmahnya loh. Coba deh, mulai sekarang kita harus ikut campur sama jalan cerita hidup kita sendiri. Kalo mau bilang nggak ya nggak, kalo mau juga harus bilang mau. Minimal kalo kenapa-kenapa di kemudian hari, nggak ada yang bisa kita salahin; karena kita sang decision maker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Menikahlah dengan hati nurani setelah dipertimbangkan masak-masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheers!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-2513107427978236152?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/2513107427978236152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=2513107427978236152' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2513107427978236152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2513107427978236152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/kenapa-semua-orang-menikah-part-due.html' title='Kenapa Semua Orang Menikah ? Part due'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDffZYjaNI/AAAAAAAAABg/tVgnRIeMjSc/s72-c/menikah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5938829998404370965</id><published>2008-08-12T04:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T00:17:27.296-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Semua Orang Menikah ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDcurZNowI/AAAAAAAAABY/a0n_fBzhB9o/s1600-h/menikah.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDcurZNowI/AAAAAAAAABY/a0n_fBzhB9o/s320/menikah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242432660739826434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba tanyakan pada diri kita sendiri, " Kenapa Semua Orang Menikah ? ". Tentu jawabannya akan beraneka macam, tentunya dengan alasan dan deretan pertimbangannya masing-masing. Kalo urusan cinta nanti dulu deh, kita bahas lain waktu aja; sebaliknya coba ditelaah lebih jauh daripada aspek emosional semacam cinta itu tadi. Cinta? mungkin bagi sebagian orang itu penting, tapi apa memang sangat penting? menurut saya sih sifatnya masih argumentatif; dan bukankah cinta sendiri sifatnya juga sangat tentatif? bisa datang dan bisa pergi sesuka hati, ditanya objeknya bagaimana pun belum tentu jawaban mantap bisa kita dapatkan dari orang yang (ngakunya) sedang jatuh cinta, terserah saja lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita berangkat dari sisi rasionalitas, mungkin jawabannya bisa jadi seperti ini, " Menikah yaa.. karena emang udah waktunya aja, umur udah cukup, pekerjaan juga udah ada; terus mau ngapain lagi ? ", atau mungkin " Menikah.. pernikahan itu kan ibadah, sebagai manusia yang ber-tuhan sudah semestinya lah kita menaati ajaran dalam agama, apalagi menikah itu juga menghindarkan kita dari perbuatan zinah; iya toh.. ", atau " Saya ingin dong punya keturunan, supaya marga dari keluarga saya bisa diteruskan ". Jawaban-jawaban itu mungkin tipe jawaban yang paling umum kita dengar, coba kita runut satu per satu beberapa kemungkinan sampai-sampai jawaban macam begitu yang bisa muncul dibenak kepala seseorang. Pertama, alasan 'Memang Sudah Mestinya' menjadi jawaban yang paling umum disekitar kita dan bukan hanya dalam hal menikah. Jawaban macam begini seperti sudah membudaya dan mendarah daging. Kenapa Lelaki Cari Nafkah, Perempuan Dirumah? ('Memang Sudah Mestinya'), Kenapa Preside Lelaki? ('Memang Sudah Mestinya'), Kenapa Sekolah Mesti didalam Kelas? ('Memang Sudah Mestinya'), Kenapa Saya Miskin? ('Memang Sudah Mestinya'), dan lain-lain dan lain-lain. Model pemikiran begini yang 'mestinya' kita koreksi, minimal skeptis sedikitlah sama apa yang ada disekitar kita. Saya pribadi agak curiga, kalo watak 'Memang Sudah Mestinya' (Indonesia bangeeet..) itu sengaja ditanam oleh para penguasa terdahulu, yah secara dari jaman baheula bangsa kita ini kan model kerajaan, nah lepas dari raja-raja masuk penjajah yang nggak kalah lama ikut kontribusi pengaruh yang sekarang bisa kita lihat udah jadi watak budaya. Tapi, walau bagaimana saya sendiri nggak bisa nyalahin siapa-siapa kalo mereka yang hidup model 'Memang Sudah Mestinya' fine-fine aja; terserah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk model jawaban kedua, saya nggak menunjuk agama manapun loh.. Istilah zina dalam bahasa Indonesia memang kata serapan dari bahasa arab, tapi toh sudah berlaku umum untuk tindakan yang masuk kategori zina itu sendiri. Selain itu, agama mana juga (yang diakui dalam UUD' 45 s.d amandemen kesekian) jelas-jelas menentang perbuatan zina dan mendukung pernikahan; jadi semuanya sudah bisa dianggap clear. Pertanyaannya, kenapa takut zina malah menikah? kok nggak ekonomis banget, kalo saya mah lebih milih main sepak bola atau main Playstation2 dikamar saya; toh sama-sama terbebas dari ancaman melakukan zina dan jauh lebih murah. Kemudian, kalo menikah itu ibadah maka besar mana pahalanya dengan menafkahi anak yatim piatu yang dibuang ibunya karena perbuatan zina? Wawlohualam bishawab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mungkin ini jawaban yang paling konyol sekaligus yang paling mendekati rasional. Rasional karena orang ini komit kalau mau beranak harus lewat proses pernikahan yang resmi, tapi juga konyol beralasan "L'Esprit De Marga-nya", demi untuk keberlangusngan marga-nya. Kalo gitu, alasan menikah itu hanya untuk punya anak (keturunan_pen.)? Dimana dong eksistensi hidupnya kalo hidupnya ditentukan dari eksistensi marga keturunan, masih mending kalo anak yang dilahirkan nantinya bisa dijadikan infestasi masa tua-nya, ini malah nggak; Iya kalo kebetulan peranakan istrinya subur, nah kalo nggak? Mau poligami? Padahal poligami idealnya untuk orang-orang yang duitnya cukup untuk banyak kepala, bukan ? (rasional). Aaah, padahal saya juga punya pengalaman buruk dengan kata Rasionalitas. Jangan sekali-kali terlalu  berharap sama si 'rasionalitas' itu - buat apa mengandalkan rasionalitas yang sifatnya sendiri relatif terbatas. Jadi biasa aja deeh.. hehehee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...to be continued&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5938829998404370965?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5938829998404370965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5938829998404370965' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5938829998404370965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5938829998404370965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/kenapa-semua-orang-menikah.html' title='Kenapa Semua Orang Menikah ?'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDcurZNowI/AAAAAAAAABY/a0n_fBzhB9o/s72-c/menikah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5489504681576826180</id><published>2008-08-01T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T21:15:03.962-07:00</updated><title type='text'>Quotes from The Wishdoms</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;" ..ternak masih melihat dunia luaran, tetapi dibeberapa daerah di Indonesia masih banjak Zubaedah-Zubaedah dan saleha-saleha jang dikurung diantara dinding-dinding jang tinggi, jang mereka melihat sehari-hari hanjalah suami dan anak, periuk nasi, dan batu pipisan sadja. Ja, sekali-kali mereka boleh keluar; sekali-kali kalau sang suami mengizinkan. Tjahaja matanya, jang dulu, waktu mereka masih kanak-kanak ketjil; adalah begitu hidup dan bersinar. Tjahaja matanya itu, kemudian, kalau mereka sudah setengah tua, mendjadilah tjahaya mata jang seperti mengandung hikayat jang tiada achirnya. Tjahaja mata, jang seperti memandang ke dalam keabadian. Perempuan Indonesia tiada achir."&lt;br /&gt;- Sukarno, Sarinah (12) -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..Dan kemanusiaan akan terus pintjang, selama, saf jang satu menindas saf jang lain. Harmoni hanjalah dapat tertjapai, kalau tidak ada saf satu diatas saf jang lain, tetapi 'saf' itu sama-deradjat-berdjadjar-jang satu aisebelah jang lain, jang satu memperkuat jang lain." Sukarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Masing-masing menurut kodratnja sendiri. Sebab siapa melanggar kodrat alam ini, ia achirnja di-gilas-remuk-redam oleh alam (itu) sendiri. Alam benar adalah alam " sabar ", alam benar tampaknja diam, tetapi ia tidak dapat diperkosa, ia tidak mau diperkosa. Ia tidak mau ditundukkan. " Sukarno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Djanganlah tergesa-gesa meniru tjara modern atau tjara eropah; djanganlah djuga terikat oleh rasa konservatif atau rasa sempit; tetapi tjotjokanlah semua dengan kodratnya.."&lt;br /&gt;- Ki Hajar Dewantara -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5489504681576826180?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5489504681576826180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5489504681576826180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5489504681576826180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5489504681576826180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/quotes-from-wishdoms.html' title='Quotes from The Wishdoms'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-1933656285723961061</id><published>2008-08-01T20:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T20:42:06.608-07:00</updated><title type='text'>Manusia Mahakarya (MaMa)</title><content type='html'>Layaknya semua jejaka, tajinya menyala-nyala..&lt;br /&gt;(ternyata) Jejaka butuh Hawa, perempuan bernyawa yang adi daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepadanya pertama kali aku bertanya tentang arti hadir di dunia&lt;br /&gt;Tempatku meminta roti dan susu, atau sekedar kudapan berselera&lt;br /&gt;Menemani melewati mencekamnya gelap kamar di malam hari&lt;br /&gt;Membangunkanku dari tidur yang dalam&lt;br /&gt;Menyediakan padanan yang elegant untukku hari ini&lt;br /&gt;Memberikan sangu uang saku, aku belanjakan sesuka hati&lt;br /&gt;Mengobati luka di lutut, siku, atau di pelipis yang aku bawa pulang&lt;br /&gt;Mengawasiku mengerjakan pekerjaan rumah&lt;br /&gt;Mengantar pada setiap kelulusan Sekolah&lt;br /&gt;Mengingatkan; inilah yang baik, sedangkan yang itu buruk&lt;br /&gt;Memberi restunya kepada perempuan yang merebut jejaka yang dipeliharanya dari kandungan&lt;br /&gt;Menghiburku, walaupun jelas-jelas aku mengkhianatinya dengan perempuan lain yang secara kejam ternyata mengkhianatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu memastikan apakah semua kebutuhanku sudah terpenuhi&lt;br /&gt;Mendoakan dan selalu mengingatku, padahal aku sering meninggalkannya sendirian&lt;br /&gt;Merawat ketika satu waktu aku begitu lemah dan menjadi pesakitan, dengan begitu setia penuh kesabaran dan dengan keindahan yang orisinal akan sebuah bentuk perhatian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MaMa, ampuni karena selalu menerima lebih dari apa yang pernah aku berikan&lt;br /&gt;MaMa yang selalu memberikan kepercayaan, yang berkali-kali aku aku kecewakan kepercayaan itu; lebih banyak yang aku sembunyikan daripada yang aku pilah-pilih untuk disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MaMa-ku sayang...&lt;br /&gt;Sembah syukur atas semua cinta yang tersedia untuk buah hatimu ini,&lt;br /&gt;Membuatku sadar betapa lebih besar aku dicintai daripada aku mencintainya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-1933656285723961061?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/1933656285723961061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=1933656285723961061' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1933656285723961061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1933656285723961061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/08/manusia-mahakarya-mama.html' title='Manusia Mahakarya (MaMa)'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-2883113770495430353</id><published>2008-07-23T20:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T00:00:05.107-07:00</updated><title type='text'>Selamat Pagi ' Hidup' "...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDYe_fGh6I/AAAAAAAAABQ/QLrd7lko2Pc/s1600-h/sunrise.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDYe_fGh6I/AAAAAAAAABQ/QLrd7lko2Pc/s320/sunrise.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242427993208817570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu saat saya pernah menulis " What Is Better Than Working? " di message status YM saya. Ternyata ada beberapa teman mengomentari, karena memang awal tujuannya sih sekedar curhat atau nyindir diri sendiri aja (syukur-syukur ada juga yang senasib sama) untuk kepenatan, bahkan tekanan pekerjaan yang bobotnya makin bertambah, terutama bagi saya belakangan ini. Sebetulnya cuma buat seru-seruan aja, gak ada tujuan macem-macem kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo sebelumnya saya tulis " What Is Better Than Working? ", sekarang saya mau coba sebaliknya. " What Is Better Than Vacations? ". Ceritanya, satu waktu ditengah minggu (orang bilang sih weekdays) saya mikir-mikir, mau apa lagi ya? kerja cukup keras udah, hasilnya juga pas-pasan, karena mau kurusan jadi diet; diet ketat juga udah tapi 'tas pinggang' masih aja gak bisa lepas euy.. atau baca-baca buku juga dicoba, siapa tau bisa nambah wawasan, dan hasilnya stuck aja di halaman 94 (padahal cuman sisa 6 halaman lagi untuk jumlah psikologis 'banyak'), terus mau ngapain lagi dong? Jelas gue butuh liburan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu rasanya lewat lalu aja, Senin terus ke Rabu, Kamis eh nggak taunya udah Minggu lagi; artinya siap-siap untuk hari Senin dan begitu seterusnya, huuh.. tapi apa saya memiliki pilihan lain untuk hal ini?! Sebagian orang (sangat mungkin) menjawab TIDAK. Saya maklum dan mengerti, ada semacam dedikasi disana, jika tidak mau dibilang sebagai suatu keharusan untuk bekerja dengan totalitas tertinggi. Jadi kepikiran ceramah-ceramah waktu kuliah, apa ini pembuktian dari konsep Alienasi kaum pekerja dalam industri kapitalisme yang sudah diterawang Karl Marx ratusan tahun sebelumnya? Mungkin saya Cuma bisa bilang : Apa boleh buat, sambil membiarkan saya sendiri berada didalamnya, ikut ngambang dideras arus kebanyakan aja dulu sambil merangkai rakit dan menambal layar supaya bisa melaut lebih jauh dikemudian hari.. hehe apology kaum false consciousness (Marx), hipokrit, atau leisure class (Torstein Veblen) atau apapun istilahnya untuk gambaran Zona Aman yang teramat ringkih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal pilihan untuk menjadi pekerja yang seakan-akan hidup nggak punya pilihan seperti diatas, tidak sepenuhnya benar juga loh! (lah terus gimana toh, mbok sing genah wae). Maksud saya, kalau dipandang dari perspektif psikologi sosial atau para behavioris, nggak ada tuh ceritanya orang hidup yang nggak sadar sama kehidupannya. Karena segala macam bentuk tingkah laku, ucapan, keputusan, pandangan mata, raut (gesture) muka, bahkan isi otak yang sangat implisit, sembunyi didalam kepala semua orang, adalah kita sendiri juga yang nentuin. Kesimpulannya semua realitas yang ada dan kita jalanin sekarang itu asalnya dari proses otonomi individual untuk berpikir, menimbang, mengukur, mengelompokkan, memperhitungkan (estimasi), dan lain-lain dan lain-lain. Karena Anda pintar, pasti Anda paham yang saya maksud? Hehe.. dilarang berasumsi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sederhananya sih, manusia itu elemen yang sangat independen, jadi jangan pake complain kalo penat karena pekerjaan. Pekerjaan yang ada sekarang kan pilihan kita sendiri, masa mau complain sih sama keputusan yang diambil sendiri? Malu dong..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Pernah denger nggak kalo kehidupan kita itu ditentuin sama struktur yang lebih kuat, hegemoni, atau fakta sosial yang punya kecenderungan untuk memabukkan (karena seakan-akan kita bisa dibuat jadi nggak sadar)?. Konsepsi begini yang asalnya dari Karl Marx (pengikutnya disebut Marxis). Terus terang, gue nggak setuju! Enak aja gue diatur-atur sama kekuatan diluar diri sendiri.. Bukan maksud mau sombong atau gimana, tapi kehidupan kita ya kita juga yang nentuain, bukan? Tapi jangan aprori dulu terus nge-cap saya seorang anti-struktural, anti-sistem, apalagi anarkis. Menurut saya, mau nggak mau emang yang namanya aspek struktual dan fakta sosial itu pasti dan harus ada, tapi ya sifatnya bukan menentukan kehidupan kita dong.. struktural emang ada dan kadang-kadang memaksa, tapi sifatnya cuma bisa mempengaruhi; cukup segitu aja, memepengaruhi! Bukan menentukan. Tentang gimana kita mendefinisikan ya itu urusan individual sampai tahap mengimplementasikannya ke kehidupan nyata. Sekarang kenapa pas lampu merah di Mampang Prapatan, masih ada aja motor yang nyelonong padahal lampu juga belum ijo; sisanya masih tertib nunggu durasi lampu merah ganti warna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita analogi lampu merah itu sebagai fakta sosial (aturan) yang harus ditaati. Individu-individunya ya pengendara mobil, motor, sepeda, bajaj, gerobak, dlsb. Das sollen-nya (seharusnya_pen) semua yang ada di perempatan lampu merah tadi jalan dan berhenti sesuai simbol lampu yang nyala dong. Tapi, Das Sein-nya (yang terjadi_pen) kan nggak semua pengendara taat tata tertib, misalnya motor nyelonong tadi. Nah ini buktinya kalo fakta sosial mempunyai peran mempengaruhi, tapi sama sekali nggak menentukan. Urusan mendefinisikan fakta sosial ada didalam benak masyarakatnya, sekaligus konsekuensi-konsekuensi empiris-nya either mau taat atau mau melanggar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karena apa? Karena kita manusia yang diproduksi sangat kompleks, baik fisik dan non-fisik nya; tentu jauh beda sama hewan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;So, kehidupan hewan tidak kompleks, begitu? ooh.. tentu saja pandangan ini termasuk keliru, hewan adalah makhluk yang juga sama-sama kompleks. Coba aja perhatikan rumitnya perkawinan sepasang burung merak, tidak sembarang jantan mampu memikat merak betina; karena hanya merak jantan dengan pola paling indah pada sayapnya (yang dimekarkan sangat lebar) yang bisa mengambil hati si merak betina. Supaya merak betina bisa jatuh hati tentu ada teknik-teknik tersendiri, melalui getaran sayap, suara si jantan, gerakan berjalannya, dan lain sebagainya. Padahal ini baru satu contoh pada satu spesies burung,parahnya lagi contoh tadi cuma satu dari banyak saekali fase-fase dalam kehidupannya. Belum lagi kita bisa memecahkan misteri dibalik sistem navigasi yang dimiliki penyu atau ikan paus, bukan kapasitas saya, silahkan deh tonton Animal Planet atau Discovery Channel.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi, dalam segala hal tentu manusia akan jauh lebih kompleks lagi dibandingkan makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Apalagi soal ide, gagasan, kebutuhan dan pemikiran, sampai kehidupan sosialnya. Dengan kemampuan pikiran yang dibebankan kepada manusia, menjadikannya sebagai elemen yang sangat luar biasa kompleks.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;…to be continued&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-2883113770495430353?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/2883113770495430353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=2883113770495430353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2883113770495430353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/2883113770495430353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/07/selamat-pagi-hidup.html' title='Selamat Pagi &apos; Hidup&apos; &quot;...'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMDYe_fGh6I/AAAAAAAAABQ/QLrd7lko2Pc/s72-c/sunrise.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-4002567610477297585</id><published>2008-07-09T22:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T21:02:34.956-07:00</updated><title type='text'>Good Will Hunting; hunting will (be so) good</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMCvFAQ5OaI/AAAAAAAAAAg/tCPUBiocpjQ/s1600-h/good_will_hunting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMCvFAQ5OaI/AAAAAAAAAAg/tCPUBiocpjQ/s320/good_will_hunting.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242382466764323234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin,  Rabu (9/7)  saya  membongkar-bongkar kotak koleksi film-film saya yang sudah berumur. Padahal saya pulang kerja sudah cukup larut, sekitar jam 9.30 malam (larut karena seharusnya pekerjaan saya masuk kategori pekerjaan nine to five, only in many cases happen otherwise) tapi nggak ngerti kenapa kok ada semacam tuntunan menuju ke bawah tempat tidur, ke box rotan anyaman yang lumayan berdebu itu. Padahal film-film yang baru dibeli minggu lalu juga belum khatam juga. Guess what?! ternyata saya baru sadar, disitu sebagian harta pribadi saya tersimpan. Banyak film-film yang emang gue bangeeet!! Karena emang pada dasarnya urusan beli, pilih-pilih, sampe nyimpen-nya juga emang dilakuin sendiri. Berapa jumlah pasti koleksi film didalam box itu nggak sempet saya hitung, gak penting lah!! malahan saya lebih tertarik mengingat-ingat kapan, dimana, dan gimana ceritanya saya bisa dapetin film-film itu. (anehnya) Kalo di kantor saya dikenal dengan "si Pelupa", baik untuk urusan time line kerjaan, materi-materi untuk briefing dan meeting, bahkan yang terparah urusan deadline sering terlupakan, wah payah sekali pokoknya. Tapi coba kita balik lagi ke obrolan tentang koleksi film saya, setiap keping film yang saya beli saya bisa ingat dengan tepat tanpa kurang suatu apa. Mulai dari siapa director-nya, cast-cast-nya, scenes utama didalam film itu, endingnya, sampe tetek bengek cerita dibalik film itu. Wow, saya kok bangga dengan kemampuan saya ini yah, yang saya bisa banggakan pada diri sendiri juga, hehe... sounds like phatetic?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh, sekarang kita bongkar se-berharga apa sih koleksi film didalam brankas rotan itu. Sebelumnya, ngomong masalah film berarti ngomong juga soal selera, macam makanan favorit, pakaian &amp;amp; penampilan, atau milih-milih pacar. Ada yang suka masakan Padang, Thailand, atau Mexico; karena memang kesukaannya ya masakan yang spicy. Atau sebagian yang lain suka gaya penampilan retro, sedangkan sisanya lebih milih apa yang paling up to date di majalah-majalah terbitan terbaru, sama halnya milih-milih pacar juga gak beda-beda jauh, pasti milih juga kan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tumpukan paling atas, saya masih ketemu sama American Gangster, Run Fatboy Run, Michael Clayton, The Great Debaters, 300, dan kawan-kawannya itu. Satu syarat film (DVD bajakan-pen) yang saya beli itu harus punya kualitas gambar yang paling bagus. Nggak heran kalo lagi kalap di Ratu Plaza, Mangga Dua, dan beberapa ITC di Jakarta; kadang-kadang saya beli 10-15 film, yah harus dicoba tuh satu-satu, bajakan biar bajakan tetep gak mau rugi yah pokoknya?! terus kenapa saya ikut-ikutan beli yang bajakan? Coba di posting selanjutnya nanti kita obrolin bareng-bareng deh, tapi saya sama sekali nggak alergi kok beli DVD bajakan. Anyway, saya makin menggali tumpukan film lebih dalam lagi. Beberapa kali saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hang&lt;/span&gt; sesaat, gimana nggak coba?! ditangan ini saya pegang Malena, Bridget Jones Diary 1 &amp;amp; 2, American Beauty, Great Expectation, Pulp Fiction, Russian Dolls, Irreverseable, Trainspotting, Natural Born Killer, Perfume, Pleasantville, 24Hour Party People, Borat, Taxi Driver, Schindler List, Unfaithfull, Wicker Park, Enemy At The Gates, Boys Don't Cry, Freedom Writers, Grease 1 &amp;amp; 2, Mystic River, Crash, Saving Private Ryan, waduh masih banyak sekali yang lainnya; dan saya ingat semua hal yang berhubungan dengan film-film itu, tentunya sejauh yang saya tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam dinding mengarah tepat 10.17 malam sekarang, jadi sekitar 45 menit lebih kurang saya dibuai ke alam lain, alam memori yang sudah lewat tapi kenangannya pasti terus terawat disini (telunjuk mengarah ke arah kening). Aneh, satu hal ini yang rasanya sih cukup aneh, seperti cerita saya tadi ada banyak sekali film yang saya genggam, saya bolak-balik cover-nya, saya baca sinopsisnya sedikit dibagian belakang sekaligus credit title-nya juga, satu per satu! Tapi apa boleh buat, pencarian saya berhenti juga di satu film berjudul Good Will Hunting. Semua orang pasti sudah tahu film ini, yah minimal pernah dengar kan. Ini salah satu film yang saya klasifikasi sebagai film yang gue bangeeet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film gue bangeeet, adalah film yang ceritanya sederhana tapi kuat, men. Real, itu dia intinya! Film yang hebat (versi saya) adalah film yang merefleksikan keadaan sekitar kita dengan dibumbui pesan-pesan dari si pembuatnya, apapun bentuk pesan yang coba ditransform dalam film itu. Bisa secara simbolis, ingat film Perfume yang memakai simbolisasi harum minyak wangi untuk memikat calon-calon korbannya?, bisa juga lewat dialog verbal yang eksplisit, seperti halnya kita tersentuh kata-kata Russel Crowe di Beatiful Mind dan Cinderella Man; atau gesture tertentu yang bisa mengantarkan pesan-pesan tadi (seperti Tom Hanks dalam Cast Away yang minim dialog tapi sarat makna). Dan, jelas tentu aja Good Will Hunting memenuhi kriteria diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Matt Damon (jangan ngebayangin dia pas main di trilogi Bourne), Ben Affleck (beda jauh waktu main Jersey Girl bareng Liv Taylor), Minni Driver (masih sehebat waktu main di Meet Joe Black bareng Brad Pitt), dan ini dia nih si Embah-nya aktor, Robin Williams. Betul-betul pas banget castingnya Williams sebagai seorang Shrink yang loner, nyentrik, dan sensitif; se-sensitif film ini. Gak salah juga kalo di masa-nya Good Will Hunting diganjar segunung pujian dan selusin penghargaan baik itu Oscar, Golden Globe, dan festival film bergengsi lainnya. Tapi, ada tapinya juga nih, bukan saya sok sok-an jadi kritikus, tapi saya agak ganjel aja sama ending-nya film ini, bikin nanggung dan tipikal Hollywood. Harusnya bisa dibuat sebaik American Beauty atau sedramatis Pleasantville. Overall, Good Will Hunting is one of the best motion picture i've ever witness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membongkar koleksi film-film lama kamu, dan selamat menonton film (mau original terserah, mau bajakan juga boleh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harismosa@yahoo.co.uk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-4002567610477297585?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/4002567610477297585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=4002567610477297585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4002567610477297585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/4002567610477297585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/07/good-will-hunting-hunting-will-be-good.html' title='Good Will Hunting; hunting will (be so) good'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SMCvFAQ5OaI/AAAAAAAAAAg/tCPUBiocpjQ/s72-c/good_will_hunting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-5851634853417514281</id><published>2008-06-30T20:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T01:56:50.902-07:00</updated><title type='text'>Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHpy99mG9I/AAAAAAAAAGE/21eKU_a39QM/s1600-h/virtuvian.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHpy99mG9I/AAAAAAAAAGE/21eKU_a39QM/s320/virtuvian.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251735702326352850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia...&lt;br /&gt;Dia pikir dia segalanya, dia pikir dia siapa??!&lt;br /&gt;Kekayaan dijadikan ukuran,&lt;br /&gt;Keindahan diri ditelanjangi untuk dibangga-banggakan,&lt;br /&gt;Rasa malu dipinggirkan sejauh-jauhnya,&lt;br /&gt;Mengaku mulia nyatanya lebih hina dari seekor binatang gembala,&lt;br /&gt;Tidak ingat-kah manusia berasal dari satu tetes najis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Manusia...) Berani menganggap Tuhan telah mati,&lt;br /&gt;Seburuk iblis pun masih mengakui keberadaan-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak domba dilahirkan dapat langsung berdiri,&lt;br /&gt;(Sedang) Anak manusia lahirnya bisa menangis saja,&lt;br /&gt;Sambil bergetar dia kedinginan... Menangis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia...&lt;br /&gt;Merasa Adidaya, apa (hanya) karena mampu melintas menembus angkasa?&lt;br /&gt;Telur busuk itu semua!&lt;br /&gt;(Manusia) Menahan satu bisul tumbuh di badannya pun tidak bisa,&lt;br /&gt;Sedetik saja hidup lebih lama dari kematiannya tidak mungkin bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia (ingat!)&lt;br /&gt;Memang orang bilang manusia tempatnya salah dan lupa,&lt;br /&gt;Sayang itu bukan alasan yang memberikan jaminan selamat-Nya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-5851634853417514281?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/5851634853417514281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=5851634853417514281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5851634853417514281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/5851634853417514281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/manusia.html' title='Manusia'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHpy99mG9I/AAAAAAAAAGE/21eKU_a39QM/s72-c/virtuvian.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-1266316363131534421</id><published>2008-06-18T05:54:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T02:09:24.243-07:00</updated><title type='text'>Dia Yang Pernah Muda, Cantik, dan Dikejar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHsfHibqFI/AAAAAAAAAGM/i8TZzMOaKdU/s1600-h/paint.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHsfHibqFI/AAAAAAAAAGM/i8TZzMOaKdU/s320/paint.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251738659834275922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manisnya anggur putih tidak semanis senyumannya,&lt;br /&gt;Terangnya Bulan purnama tidak seterang mata bersihnya,&lt;br /&gt;Tenangnya lautan teduh tidak setenang tutur bahasanya,&lt;br /&gt;Sejuknya udara pegunungan tidak sesejuk peluk ciumnya,&lt;br /&gt;Lembutnya sutera Thailand tidak selembut kasih sayangnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar mukanya yang cantik jelas terlihat,&lt;br /&gt;Bahwa Dia Pernah Muda, Cantik, dan Dikejar,&lt;br /&gt;Puja puji teruntuk dirinya, Mama..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-1266316363131534421?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/1266316363131534421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=1266316363131534421' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1266316363131534421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/1266316363131534421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/dia-yang-pernah-muda-cantik-dan-dikejar.html' title='Dia Yang Pernah Muda, Cantik, dan Dikejar'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHsfHibqFI/AAAAAAAAAGM/i8TZzMOaKdU/s72-c/paint.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-622922523362414835</id><published>2008-06-17T20:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T02:18:28.748-07:00</updated><title type='text'>Merajut Harapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHu3Aoca_I/AAAAAAAAAGc/KxLtoWa3ZOU/s1600-h/run.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHu3Aoca_I/AAAAAAAAAGc/KxLtoWa3ZOU/s400/run.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251741269320559602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi ini mengikuti isi hati seakan mengerti,&lt;br /&gt;Langitnya menatap seakan penuh tanya,&lt;br /&gt;Teduhnya itu tawaran untuk berbagi (keluh),&lt;br /&gt;Hamparan pohon meranggas, begitu pula hatiku...&lt;br /&gt;Cat usang di tembok tua mengelupas, begitu pula harap-ku...&lt;br /&gt;Apakah gugurnya daun mewakili runtuhnya akal-ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selusin anak kecil bermain, bernyanyi lagu gembira&lt;br /&gt;Merpati betina putih menetaskan telur terakhir,&lt;br /&gt;Seoarng kakek memandikan sepeda setua dirinya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah&lt;/span&gt;, Ikuti saja mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bergeliat karena masih mempunyai harapan,&lt;br /&gt;Karena manusia yang baik merajut harapan,&lt;br /&gt;bukan merajut keluhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ben Putt-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-622922523362414835?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/622922523362414835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=622922523362414835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/622922523362414835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/622922523362414835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/merajut-harapan.html' title='Merajut Harapan'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHu3Aoca_I/AAAAAAAAAGc/KxLtoWa3ZOU/s72-c/run.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-6037055139435057759</id><published>2008-06-17T18:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T02:25:29.730-07:00</updated><title type='text'>Satu Sen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHwgch81II/AAAAAAAAAGs/F7C4CK1SWJM/s1600-h/cent.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHwgch81II/AAAAAAAAAGs/F7C4CK1SWJM/s200/cent.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251743080695780482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Barang siapa memiliki uang Satu Sen maka ia berdaulat (Sejauh satu sen) atas seluruh manusia; memerintah para juru masak agar menyajikan santapan baginya, memerintah para cendekia-bijak untuk memberinya pelajaran, dan memerintah penguasa manjaganya;&lt;br /&gt;sejauh Satu Sen.."&lt;br /&gt;- NN -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-6037055139435057759?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/6037055139435057759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=6037055139435057759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6037055139435057759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6037055139435057759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/satu-sen.html' title='Satu Sen'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHwgch81II/AAAAAAAAAGs/F7C4CK1SWJM/s72-c/cent.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-6960943720339155363</id><published>2008-06-16T06:58:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T20:29:24.682-07:00</updated><title type='text'>It's Your Life Anyway</title><content type='html'>People talks, their shout, loud like sound of thunder from first storm of the year&lt;br /&gt;(But) What makes it complete, that finally you're realize this life; your life is an arsehole! Indeed..&lt;br /&gt;Don't interupt, hold your Ego to penetrate coz now is my Id's turn to feeling the process..&lt;br /&gt;when my Id is working , then my Ego make it move to be one of actualization..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I might not further wondering, while this life is totally arsehole from the very beginning!&lt;br /&gt;The Superego way to voracious to hold me stand at the back of the door,&lt;br /&gt;Door with five different appendage locks that i'm not barely knowing to release free &amp;amp; to unlocked,&lt;br /&gt;To know and embraces my deserving...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shit all this Supraempirics matter, coz i'll lose in the end anyhow!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My duty is only one,only to learn how to deserve entirely, how to take it all the way,&lt;br /&gt;non-bargaining term, yes i could not..&lt;br /&gt;It's an evil, that Superego would be so very much an evil if they forbid me even; only to wondering, dreaming as if Ego will be like waht's in ma mind, me Id..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your life, mine as well is an arseholes!&lt;br /&gt;Learn to release what you really wants, no r is wiser than dat!&lt;br /&gt;I want to be the force of the night, though some part of people hates my dark,&lt;br /&gt;But others are really amuse me for honest, loves how me arrange the view,&lt;br /&gt;Admire me to create the silence..&lt;br /&gt;Otherwise, people who hated ma force would be ended in miserables night of dreaming..&lt;br /&gt;Coz The Night that they use is mine..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They hate me,&lt;br /&gt;I hates no one, coz i still have friends among the haters;&lt;br /&gt;Yes, Life is Arseholes!&lt;br /&gt;But it's your life anyway...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-6960943720339155363?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/6960943720339155363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=6960943720339155363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6960943720339155363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/6960943720339155363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/its-your-life-anyway.html' title='It&apos;s Your Life Anyway'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-7850721524392466603</id><published>2008-06-15T00:28:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T02:14:44.061-07:00</updated><title type='text'>serpihan-serpihan kelam the secret annex</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHt88ZVhLI/AAAAAAAAAGU/WY1kr2IieD0/s1600-h/anna+frank.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHt88ZVhLI/AAAAAAAAAGU/WY1kr2IieD0/s320/anna+frank.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251740271751038130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mereka Menertawakan Saat Aku Serius... Sebaliknya Mereka Serius Saat Aku Bergurau... ".&lt;br /&gt;- Anne Frank -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Men Againts Death &lt;/span&gt;" Aku dibuat terkagum-kagum oleh kenyataan bahwa saat melahirkan, perempuan biasanya menderita kesakitan dan kesengsaraan yang melebihi apa yang pernah dialami pahlawan perang (sekalipun). Dan imbalan apa yang diterima kaum perempuan sebagai bayaran atas rasa sakit yang abadi itu? Mereka bahkan dipinggirkan atas cacat yang mereka terima karena melahirkan, anaknya segera meninggalkan, kecantikannya pun menghilang. Perempuan telah berjuang dan sakit (menderita) demi menjamin kelangsungan hidup ras manusia, Ia bahkan menyiapkan tentara-tentara yang lebih kuat dan lebih pemberani daripada yang disiapkan para pahlawan dan pejuang kebebasan besar mulut itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendapat tempat dimana Aku tidak diperhatikan, apakah Aku masih hidup atau sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Toh&lt;/span&gt;, dunia akan terus berputar tanpa diriku, dan Aku sendiri tidak mampu melakukan apapun untuk mengubah peristiwa. Cukup Aku hanya membiarkan segalanya berakhir, segalanya terjadi. Aku konsentrasi belajar, sambil berharap semuanya akan berakhir, berakhir dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat ampuh bagi mereka yang ketakutan, kesepian, atau sedih; adalah pergi (keluar). Ke tempat mereka dapat menyendiri, hanya dengan langit, alam, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rob. &lt;/span&gt;Kemudian kamu merasakan bahwa segala sesuatu ada pada tempatnya. (Dan) bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rob&lt;/span&gt; sendiri menginginkan manusia bahagia ditengah-tengah keindahan dan kesederhanaan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan segalanya terjadi, biarkan segalanya cepat terjadi; bahkan serangan nuklir sekalipun menghujam sekalipun. Tidak ada yang lebih menghancurkan, tidak ada yang lebih menggetarkan, daripada kegelisahan ini. Biarkan kiamat datang, apapun orang menamakannya. Meskipun menyakitkan paling tidak kita akan tahu akhirnya nanti; Apakah kita menjadi pemenang, ataukah... Kita menjadi orang-orang terkelabui yang kalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne Frank.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-7850721524392466603?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/7850721524392466603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=7850721524392466603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/7850721524392466603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/7850721524392466603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/serpiha-serpihan-kelam-secret-annex.html' title='serpihan-serpihan kelam the secret annex'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHt88ZVhLI/AAAAAAAAAGU/WY1kr2IieD0/s72-c/anna+frank.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-3617722377341530113</id><published>2008-06-11T20:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T02:21:47.570-07:00</updated><title type='text'>the interactionism-symbolics chronichels</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHvoKOI3RI/AAAAAAAAAGk/GhFLa3h6dL0/s1600-h/ghmead.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHvoKOI3RI/AAAAAAAAAGk/GhFLa3h6dL0/s200/ghmead.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251742113708170514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;The Interactionism-Symbolics Chronicles&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;By Haris Mahdiredha Mosa, S.Sos&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Similar to many other theories, paradigm, and scientific perspectives, the ground-roots of interactionism-symbolics (most of its explainations; based on reliable source and references) depart from deep-thought of philosophy basics. Interactionism-symbolics were one of among them, and many experts agreed that its theory mentioned as a pragmatic perspective to projecting every kind of social reality that emerge, and all other kinds of phenomena within societies. To answer your question about reason why its theory classified as a pragmatics perspective, this following explaination might help you to understand. The philosophy of pragmatism should required several elementary factors, at least there are four indicators; &lt;i style=""&gt;First,&lt;/i&gt; reality within social situation is a result of active process, continues and surely not constant. Reality should be recognized in ‘the real world’, it means (at least) objective reality should visualize and noticeable by each single unit, which were part of the system. &lt;i style=""&gt;Secondly&lt;/i&gt;, pragmatics perspective always be assure, that such social pattern, values, social norm, social structure, etc. is applicable and works effectively fulfilling the common needs. Instead of those norms, values, structures, and other social procedures failed on the fulfillment in common requirements; it would be over as a main standard procedure on social life. It would be changed to be other form of social procedure. &lt;i style=""&gt;Third&lt;/i&gt;, each social unit is conscious and rational; so that they will actively redefined or reinterpreted of each social reality that emerge to the surface. This process always be driven to personal consideration of beneficial purposes. &lt;i style=""&gt;Fourth&lt;/i&gt;, one last pragmatics philosophy indicator is; an actor(s) would be noticed and fully-considered by others instead of actions, activities, etc., within community that he taking part. For instance, an actor(s) are what they have been doing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;MEET Mr. MEAD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;George Herbert Mead (1863-1931) was the experts; social scientist, behind this brilliant conception (social behaviorism, then known as interactionism-symbolics nowadays). As an expert in social science in early 20&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; century, progressively Mead tend to describe and look-up social reality with ‘psychological frames’. Nevertheless, at the end of his ‘socioculture-reality readings’ Mead succeeded to correlate his analysis with his basic competence; sociology. As well as a philosopher, based on his thought, Mead classified as a social-realism philosopher. Since pragmatism philosophy divide in two major categories, and each of them were opposition one to another. Social-realism philosophy in pragmatics perspective stood in conception that each individual as an actor is under-influenced by his surroundings. It includes personal consciousness, interactional pattern, behavior of common, values, and all kinds inside each certain community. Each one of it, need a place first before taking an implementation of actions. Lets stressing our attention on word of ‘under-influenced’. It contained precisely clear meaning, that actor(s) ‘under-influenced’ means each one of them were still has optional decisions in-term of social activity they would have made. So that, an actor does improvising, pick those several action options to negotiate with his surroundings. Not in backwards; surroundings insisted what actor(s) to do. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;On the other hand, known as nominalist in pragmatics philosophy. Nominalist has different view from perspective in advance, that reality objective (macro aspect in social system) has less influence to each actor(s) instead. Social structure has nothing to do with individual decisions, choices, ideas, and other kinds of subjective factors. This paradigm consider individual as an “extential independent agent“, in term of receive, refuse, modify; to define values, norm, roles and community regulation, all that ‘rules’ purely use as fulfillment tools for personal beneficial through rational &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;planning and anticipation further. This perspective is the extended shape of todays interactionism-symbolics. For a short hint, this improvement held by Blumer; Mead’s student.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;BEHAVIORISM 101&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Word of behaviorism more common in psychology knowledge. Mead himself, whom brought it to be more broaden than it has. Mead introduce social behaviorism, to explain his mind of society and reality within. There were three major point of behaviorism, and it requires more of your attention actually. &lt;i style=""&gt;First&lt;/i&gt; one, behaviorism in psychological side; devided into realism and empirical, and we’re not supposed to talk about this further. &lt;i style=""&gt;Second&lt;/i&gt;, social behaviorism; where Mead involved quit significant. This type of behaviorism tells about pattern and process either to individual (actor) in correlation with his ‘social environment’. There are several things to take-a-look deeper; such as individual as an actor, personal interpretation, action, response, interaction, and (certain) community. Each one of them has it power to influence one to another, so we can tell that within each variable is actively interact and influenceable. To give you a better picture about social behaviorism from Mead, following diagram path might be a sufficient explaination.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;/v:path&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t202" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 37.55pt; margin-top: 4pt; width: 406.5pt; height: 71.25pt; z-index: 1;"&gt;  &lt;v:textbox style=""&gt;   &lt;!--[if !mso]--&gt;   &lt;/v:textbox&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Actor&lt;/span&gt; -----&gt; &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(79, 129, 189);"&gt;personal interpretation----&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style=""&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;      &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;      &lt;v:formulas&gt;       &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;       &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;       &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;       &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;       &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;       &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;       &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;       &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;       &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;       &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;       &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;       &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;      &lt;/v:f&gt;      &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;      &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;     &lt;/o:lock&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" style="width: 16.5pt; height: 6.75pt; visibility: visible;"&gt;      &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.emz" title=""&gt;     &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(227, 108, 10);"&gt;action&lt;/span&gt;     --&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" style="width: 16.5pt; height: 6.75pt; visibility: visible;"&gt;       &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.emz" title=""&gt;     &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(112, 48, 160);"&gt;response ---&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="width: 16.5pt; height: 6.75pt; visibility: visible;"&gt;      &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.emz" title=""&gt;     &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 176, 80);"&gt;community&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                               I--------&gt;         &lt;/span&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="width: 16.5pt; height: 6.75pt; visibility: visible;" bullet="t"&gt;      &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.emz" title=""&gt;     &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 0, 0);"&gt;social interaction     &lt;-------I &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--[endif]--&gt; &lt;v:shapetype id="_x0000_t32" coordsize="21600,21600" spt="32" oned="t" path="m,l21600,21600e" filled="f"&gt;  &lt;v:path arrowok="t" fillok="f" connecttype="none"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" shapetype="t"&gt; &lt;/o:lock&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 93pt; margin-top: 41.9pt; width: 23.25pt; height: 0.05pt; z-index: 2;" connectortype="straight"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:stroke&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 244.5pt; margin-top: 44.9pt; width: 0pt; height: 19.5pt; z-index: 3;" connectortype="straight"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 334.5pt; margin-top: 47.15pt; width: 0.75pt; height: 15pt; z-index: 4;" connectortype="straight"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:stroke&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 417pt; margin-top: 44.15pt; width: 13.5pt; height: 0.05pt; z-index: 5;" connectortype="straight"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 430.5pt; margin-top: 21.25pt; width: 0pt; height: 22.5pt; z-index: 6;" connectortype="straight"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1032" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 430.5pt; margin-top: 75.25pt; width: 0pt; height: 0pt; z-index: 7;" connectortype="straight"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1033" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 79.5pt; margin-top: 21.25pt; width: 351pt; height: 0pt; z-index: 8;" connectortype="straight"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1034" type="#_x0000_t32" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 79.5pt; margin-top: 22pt; width: 0pt; height: 13.5pt; z-index: 9;" connectortype="straight"&gt;  &lt;v:stroke endarrow="block"&gt; &lt;/v:stroke&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;This picture help you to understand, connections within each variable is dynamic through the continuity process. It held in every social context that require plural roles in term of social interaction. Community as a “social battle-field” emerge through only this process, there is no room for any type of community without interaction such like process above. One major thing that important to recognize, is personal interpretation. Before its action taking part, actor has certain level of capacity and ability to maintaining his action. It means, our action was not a spontaneous response of external. We configure, manage, and anticipate the result of our action up come. This what makes actor(s) has far-away different from other human beings, such as animal for example. This Mead conception, became a trigger of argumentation from the other (earlier) perspective.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Third&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; type of behaviorism paradigm is radical behaviorism, held by Watson. He stand for his conception that analyzing people behaviors should only focusing at behavior instead. He denied of any kind interpretation beneath social interaction. In order individual as well as another human being, has experiences and adequate instinct to measure and overcomes his needs. Watson do believe, between Man and Animal is just similar; there’s nothing significant differences among them. Unless how the way they run their life, and it was all. Now, shall we see table diagram below, to show you differences between this two behaviorism perspective.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid black; padding: 0in 5.4pt; width: 241.65pt;" valign="top" width="322"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Social   behaviorism (Meadian)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 241.65pt;" valign="top" width="322"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Radical   behaviorism (Watsonian)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 241.65pt;" valign="top" width="322"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Relatively more complex, involving cognitive   element in personal interpretation instead of social interaction. It means,   social interaction is collectivity of interpretation among them whom interact&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Actor(s) consciousness and rationality is the most   important element in behavior that occur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Actor(s) is active, creative, and dynamics to   decide his action&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 241.65pt;" valign="top" width="322"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 19.35pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 19.35pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;More simple to see behavior in manifest form. What   we see is what really happen, without consider any rational factor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 19.35pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Behavior is beyond actor(s) consciousness.   Rationality is denied as a ground element for any interactional form within   community &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 19.35pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Actor more like a puppet, that any of his action   has been arranged. Everything rely on human instinct&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;We already knew, cross-statement and perspectives, and denial statement among theories and conceptions in science is became a regular basis eversince. Or it might be one of the reason why science is always improving time to time. So do this interactionism-symbolics theory, as far as it’s thought contributes acknowledgement in ‘Chicago school’, conflict of conception over several perspectives are getting loud. Especially, among reductionist (psychology, Freud is one of them) and functional-structural as a major opponent. What are they? How far the dialectic of denials and defendant going? Lets discuss about interactionist opponents.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Reductionist have been through their glory, handled by Sigmund Freud. Anyhow, this psychology perspective also explain about interaction within individuals. Reductionist believe that interaction leave any aspect either macro and micro inside ‘the need fulfillment’. There is no such kind of complex form of process within interaction. We ought to remember about libido and id concept, and this what all measure individual action in term of fulfillment. It clearly explaining that continuity process between actor(s) and their surrounding are never exist. Human, at this context same like animal, tend to fulfill their biological needs based on libido over id existence. In short telling, libido is biologically rules every individual and reality spectrum. By that conception, interactionist like Blumer, consider that reductionist look up for social reality with meaningless thought. Contra flow thinking with interactionism-symbolics theory, reductionist psychology never affirmed social reality emerge by interactional process.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Next one we’ll discuss about functionalism structural theory, one of the toughest interactionism-symbolics opponent. Can you imagine if the way we dress or how we doing our life, entirely managed by structural authority. Individual roles, including improvising our way of living is helpless; because all our living methods are being arranged and adjusted. That’s what functionalism-structural conception upon society. Anykind of individual contributions are discredit. Living procedures were customized in the form of social values, social norms, etc., called ‘social fact’. And any of &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;individual effort is forbid to influence the social fact. Its theory can only running in well-strength structure condition, it means social control, social solidarity, and intimacy among them must be powerful.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;As an &lt;i style=""&gt;avant garde&lt;/i&gt;, Blumer, strongly denied those point of view to describing each kind of social organization. As we know, he said reductionist is a meaningless thought. Again he continues this perspective way to mechanistic to explain an individual action. As reductionist belief, that each action is depend to personal attitude. Different attitude would result a different action, this concept certainly contra flow in term of subjective interpretation process on people thought in order to execute action he’d take in certain social situation. Subjective interpretation containing clear explain about configure, manage, and anticipate the result of individual action. Anticipating explains about negotiation within actor(s), so exchanging process is clearly running in certain social interaction. Blumer admit, that action is not as simple as attitude (where libido and id is a main ingredients) taking fully control. This denial over denial is a strong evidence in Blumer’s major conflict over psychology-reductionism.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Blumer integrity as a Median pioneer also tested to answer functionalism-structure conception over relation between individual and society. Blumer answered, its way to naive to mention individual behavior is a fully-measurement of external factor (structure). Since Meadian always considered the process of social construction; internal process within subjective interpretation on social reality, has never been admitted by functionalism-structure perspective. Individual in this case has a certain role to measure reality within social reality and social structure. For further complete explaination, writer recommend Ritzer’s Modern Sociological Theory as an adequate reference; page 271.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;MEDIAN IDEAS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;All the writings above, makes you wonder roots of symbolic interactionism, don’t you? How this perspective so confident and courageous to facing established paradigm in advance. To overcome your curiousity, we should discuss further about Mead elementary perspective. Firstly we ought to recognize him as an important person in social-psychology.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Based on his definition, social psychology is a powerful form of relation between individual (independent) with social system (dependent). Social system contents behavioral procedures held by collectivity of thought, ideas, attitude, etc. At this phase, the emerge of subjective interpretation that actualized in collectivity of actions, taking significant role to measure and to build every kind of social adjustment. Both subjective interpretation and social system require a space, one spectrum of implementation. Then, the answer for space fulfillments of interactional demands; is community. Community is the spectrum; space of emergence, where subjective interpretation could perform in shape of actions, it gathered and reproduce as an adjustment of social systems relatedly impact the development of personal mentality and individual consciousness. Those process visualized how both sides were stood in equal level, either to sending and receiving influence as long as community is remain in existence. That’s how Mead explain about social psychology.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Actions, is one important tool to emerge individuals with their surroundings. In term of action, we need to focusing our attention in stimulus and response concepts. Here’s the key, each form of response is result from action that interpreted in advance (estimate, anticipate, considered, etc.). Otherwise, stimulus is only an efforts and didn’t assure of any escort to certain form of response. Stimulus will only provides form of chance, opportunity, possibility; beyond expectation. Stimulus is not a command, or even insisted order. Action is form of relation between stimulus and response, we knew that already. Now, Mead made conception upon this.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Wingdings;font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Manifest form of actions always follow this phases :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Impulse&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;impulse is a spontaneous stimulation that interconnected to human sense. Stimulation producing needs to respond, in reciprocal form.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;To give you a better picture, here is a simple case. When you feel starve, either animal and human spontaneously will respond feeling of starving. What makes different between animal and human is, human will interpreted first, and configure which reaction would be taken then. For example, human might consider when, what, where will be eat. Therefore, human rationally consider, include impacts and consequences that might be shown by his reaction in future. How human considering impact and consequences based on experience in the past as an anticipative step of each kind of reaction taken.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Perception&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;To overcome something, each actor would first identify and reacts based on impulse he received. It doesn’t mean that an actor spontaneously respond the stimuli he felt. In the first place, human will project in their mental imagination (estimate, anticipate, etc.). Someone’s reaction clearly unautomatically coming from external stimuli; otherwise it require certain process of estimation and anticipation that might be occur as a result of following reaction that taken. Human would receive plenty of stimuli from outside, but they have certain capacity to decide which one to consider, and which other to ignore.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Manipulation&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Afterwards the impulse mentioned an object that considered, the next phase would be manipulating the object. Manipulating object means taking actions instead of that object. The ability to organizing mentality aspect is one of betterness being a human over animal, instead of other motorics excellence. Especially the ability to organize mentality, it’s a crucial phase as an interval period for actor to make unspontaneous actions. By that interval period actor can arrange his decision to predict and anticipate the response received in form of action making. Interval period become an opportunity for actor to consider his experience in the past that would be pluck in the future. This phase give us a better picture how action is not a human spontaneous reaction by impulse he has received. It explain how contrasly different between human and animal, where psychology reductionist mention backwards.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Consumption&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;This point is the phase of actualization or we called it consumation. It’s the time when human fulfill of what his really wants. For analogy, either human and animal might eat mushroom they found. What makes different among them, is the possibility that human pick poisonous mushroom is smaller than animal, and why is that? It’s because human has ability to manipulate the mushroom instead, and to anticipate the implication of consuming it. Animal used to acknowledge everything by &lt;i style=""&gt;trial and errors&lt;/i&gt;, which not quit efficient method to follow. Despite of &lt;i style=""&gt;trial and error&lt;/i&gt; method is much more risky, human has its certain knowledge by reference, information, and documentation related to anykind of things around them.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;That’s were phases of manifest form actions made by Mead. Separation and grouping in numbers above only for simplification of the concepts and make it easy to explain, and to understand afterwards. Numbering doesn’t mean each phase is occurs orderly, each phase could (in many cases) making a dialectic process. Each phases might influence one to another instead certain reality is occur in people’s life. Right at this page, gladly writer presented conceptions, ideas, thought, and definitions of George Herbert Mead. Those conception written above is only the beginning from further ideas from Mead and his interactionism-symbolics theory he found. Following writing we would more to talk about are gestures, significant symbols, mind and self, society, and interactionism-symbolics in the end. See you then. . .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Any of corrections, suggestions, and comments. Please send to this following address:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;e-mail: &lt;a href="mailto:harismosa@yahoo.co.uk"&gt;&lt;span style=""&gt;harismosa@yahoo.co.uk&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1035" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 183.75pt; margin-top: 33.25pt; width: 304.5pt; height: 9.75pt; z-index: 10;" fillcolor="#4f81bd [3204]" strokecolor="#f2f2f2 [3041]" strokeweight="3pt"&gt;  &lt;v:shadow on="t" type="perspective" color="#243f60 [1604]" opacity=".5" origin=".5,.5" offset="-6pt,-6pt" matrix="1.25,,,1.25"&gt;  &lt;o:extrusion ext="view" backdepth="1in" viewpoint="0" viewpointorigin="0" skewangle="-90" type="perspective"&gt; &lt;/o:extrusion&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3" spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="mixing2.jpg" style="width: 35.25pt; height: 41.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image002.jpg" title="mixing2"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="width: 33pt; height: 41.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image003.jpg" title="DSC01153"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_8" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="DSC00193.JPG" style="width: 30.75pt; height: 41.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHaris%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image004.jpg" title="DSC00193"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Consolas;font-size:10;"  &gt;+6281806089541&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/v:shadow&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4759569471495682882-3617722377341530113?l=harismosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harismosa.blogspot.com/feeds/3617722377341530113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4759569471495682882&amp;postID=3617722377341530113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3617722377341530113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4759569471495682882/posts/default/3617722377341530113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harismosa.blogspot.com/2008/06/interactionism-symbolics-chronicles-by.html' title='the interactionism-symbolics chronichels'/><author><name>atmosfer kata-kata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05058338388142150494</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/Sk6iHmQoNvI/AAAAAAAAAKU/JoW3m9lT_ak/S220/2126591139_fc6e267234_m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHvoKOI3RI/AAAAAAAAAGk/GhFLa3h6dL0/s72-c/ghmead.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4759569471495682882.post-6870524938671891579</id><published>2008-06-11T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-09-30T02:38:42.379-07:00</updated><title type='text'>MAY DAY!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHzPbOwXMI/AAAAAAAAAG0/qIJPYjFkbpk/s1600-h/miners.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lAFbdKNSIVY/SOHzPbOwXMI/AAAAAAAAAG0/qIJPYjFkbpk/s320/miners.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251746086823943362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;DILEMA KAUM BURUH DAN MAKRO EKONOMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;World Labor Day&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, demikian tajuk yang cukup hangat diperbincangkan khususnya pada tanggal 1 Mei kemarin, yang kebetulan bertepatan dengan hari buruh sedunia. Apa kabar kaum buruh dunia saat ini? Menjadi sebuah retorika klasik yang tidak kunjung lelah untuk terus diusik dan ditilik dalam-dalam. Sejak awal mula periode industrialisasi pasca ditemukannya mesin uap di Inggris Raya di kawasan eropa barat, hingga hari ini buruh memang tetap saja “buruh”. Satu bagian dalam masyarakat yang di cap sebagai warga kelas dua yang selalu terinjak nasibnya, atau mungkin lebih tepatnya sengaja dibuat untuk dapat diinjak dengan begitu mudahnya. Penciptaan kondisi ketidakberdayaan yang direkayasa sedemikian rupa, kita tahu benar hal itu namun apa daya tangan tak sampai, hingga keadaannya bertahan dengan begitu mapan. Potensi kuantitas dan peran yang demikian besar dalam mempertahankan roda industrialisasi dunia ternyata belum cukup bagi buruh untuk ‘menggoyang’ atau sekedar lantang bersuara menuntut posisi tawar yang memadai. Walaupun tidak sepenuhnya benar apabila keadaan buruh pada sektor industri formal-legal dikatakan tanpa ada perubahan sama sekali berkenaan dengan masalah nasib perburuhan dan para kelas pekerja ini. Bila dibandingkan dengan jam kerja masa-masa industri terdahulu yang dikontribusikan oleh buruh, memang terdapat penyesuaian humanitas yang terbilang signifikan. Belum lagi beberapa program standar perlindungan dan keselamatan kerja yang diperbaiki beserta dengan jaminan asuransi kesehatan, kecelakaan, hingga kematian; harus kita akui memang terdapat perubahan disana. Namun, yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, apakah besaran pertukarannya cukup bagi kelas pekerja dengan kontribusi yang sudah dikeluarkan selama ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Merujuk pada satu poin pemikiran Richard Templar dalam buku yang ditulisnya, The Rules Of Wealth. Templar dengan yakin bersuara bahwa dalam salah satu poin pemikirannya disebutkan bahwa sebesar apapun upah yang diberikan perusahan atau industri yang memperkerjakan Anda, tidak akan sepadan dengan apa sudah Anda lakukan. Artinya adalah tenaga dan potensi kita terlampau besar untuk diupah seperti sekarang ini. Manusia merupakan sumber daya (&lt;i style=""&gt;resource&lt;/i&gt;) yang tak ternilai harganya, terlebih dengan upah yang diterimanya sekarang atau hingga kapan pun, dia melanjutkan. Menjadi lumrah jika kaum Marxis menyebut para pemilik alat produksi (kapitalis) tadi disebutnya sebagai ‘pencuri’ terbesar dalam Negara, dan ‘para pencuri’ tadi harus ‘ditertibkan’ melalui jalan revolusi pekerja (proletar) dengan mengembalikan penguasaan alat produksi kepada seluruh rakyat secara bersama-sama tidak lupa dengan menghilangkan kelas-kelas sosial didalam masyarakat Negara itu sendiri. Seandainya konsepsi Karl Marx tadi seindah dan sesederhana kedengarannya, mungkin
