Selasa, 24 November 2009

Karena Rasululloh SAW. Sangat Cinta Umatnya..




Dari Muadz Bin Jabal dari Ibnu Abbas R.A:

Ketika kami sedang bersama Rasululloh SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkan aku (sebagai pembawa informasi)”.

Rasululloh SAW. bersabda: “Tahukah kalian, siapa yang memanggil?”.

Kami menjawab: “Sesungguhnya, Alloh dan Rasul-Nya yang lebih tahu”.

Beliau melanjutkan, “Itulah Iblis laknatulloh, laknat Alloh bersamanya”.

Sahabat Umar Bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya, wahai Rasululloh”.

Rasululloh SAW. menahannya, “Sabarlah wahai Umar, bukankah engkau tahu bahwa Alloh memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakanlah pintu untuknya, sebab sesungguhnya dirinya telah ditugaskan untuk hal ini. Pahamilah apa yang akan dia sampaikan, dan dengarkan, perhatikan dengan seksama..”.

Ibnu Abbas RA. Berkata, pintu lalu dibuka dan ternyata iblis laknatulloh yang berada diambang pintu itu tampak seperti seorang kakek yang satu matanya cacat. Pada janggutnya, terdapat 7 helai rambut yang menyerupai rambut kuda, diapun memiliki taring yang menyerupai taring babi hutan (celeng), adapun bibirnya tebal dan berlendir bagaikan bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu, Muhammad.. serta salam untukmu para hadirin..!”.

Rasululloh SAW. menjawabnya: “Salam (keselamatan) hanyalah milik Alloh SWT.. Sebagai makhluk terlaknat, sebetulnya apa keperluanmu datang kemari?”.

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, sesungguhnya kedatanganku ini bukan berdasarkan kemauanku sendiri. Melainkan karena keterpaksaan”.

“Dengan demikian, siapa yang telah memaksamu untuk melakukan hal ini?”. Rasululloh SAW melanjutkan.

“Seorang malaikat utusan Alloh mendatangiku, dan berkata demikian:

Alloh SWT memerintahkanmu untuk segera mendatangi Muhammad, dalam keadaan yang menundukkan diri. Kemudian, beritahukan Muhammad tentang cara-caramu dalam menggoda segenap umat manusia. Jawablah segala pertanyaannya dengan sejujur-jujurnya. Demi kebesaran Alloh, andaikata engkau bedusta wahai Iblis laknatulloh; walaupun hanya satu kali saja berdusta dalam memberikan jawaban, maka sesungguhnya Alloh akan menghempaskanmu sebagaimana debu yang hilang tertiup angin”. Kemudian Iblis laknatulloh pun melanjutkan.

“Oleh karena itulah, hari ini aku mendatangimu wahai Muhammad. Tanyakanlah apa saja yang hendak engkau tanyakan. Jika memang aku berdusta, aku akan dicaci-maki oleh seluruh musuh-musuhku. Karena sesungguhnya, tidak ada satupun hal yang begitu buruknya menimpaku selain cacian yang datangnya dari musuh-musuhku”.

Siapa sajakah, orang-orang yang begitu dibenci oleh Iblis?

“Baiklah jika memang begitu”. Rasululloh SAW. melanjutkan “Jika memang benar engkau akan berkata dengan jujur, siapakah manusia yang paling engkau benci?”.

Iblis pun segera menjawab: “Engkau, engkaulah orang yang sangat aku benci. Dan juga orang-orang sepertimu (pengikut setia hukum Alloh dalam ajaran para Rasul-rasul-Nya) adalah orang yang sangat aku benci”.

“Kemudian, siapakah berikutnya?”.

“pemuda yang senantiasa bertaqwa, yang senantiasa memberikan dirinya untuk mengabdi hanya kepada Alloh SWt”.

“lalu, siapa lagi?”.

“orang yang alim dan wara’ (teguh pendirian dan loyal)”.

“Siapa lagi selanjutnya?”.

“Orang yang selalu bersuci”.

“siapa lagi?”.

“Seorang fakir yang selalu sabar dan tidak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain”.

“Sesungguhnya, apa saja tanda kesabarnnya?”.

“Wahai Muhammad, jika dia tidak mengeluhkan kesusahannya selama 3 hari. Alloh lah yang akan memberikan pahala kepada orang-orang yang sabar”.

“lantas, apa lagi selanjutnya?”.

“Orang kaya yang bersyukur”.

“Bagaimana tanda-tanda kesyukurannya?”.

“Ia akan mengambil kekayaan dari tempatnya, kemudian dirinya akan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.

Sambil mengarahkan pandangannya kepada para sahabat, Rasululloh SAW melanjutkan pertanyaannya bagi Iblis tersebut. “Menurutmu, orang seperti apa Abu Bakkar itu?”.

“Sesungguhnya, dialah orang yang tidak pernah menurutiku ketika jaman kejahiliyahan membelenggu manusia, terlebih lagi dalam masa ke-Islaman”. Iblis menjawab.

“Sedangkan, Umar Bin Khattab?”.

“Demi Alloh, setiap aku berjumpa dengannya aku pasti akan kabur (karena ketakutan)”.

“Bagaimana dengan Ustman Bin Affan?”.

“Aku segan kepada orang yang malaikat pun segan kepadanya”

“Dan, Ali Bin Abi Tholib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia dapat melepaskanku dan akupun melepaskannya. Tapi dia tidak akan mau melakukan hal itu”. (Hal ini disebabkan dzikrulloh Ali Bin Abi Tholib yang tiada pernah terputus kepada Alloh)

Amalan-amalan yang dapat menyakiti Iblis

Pertanyaan-pertanyaan pun terus mengalir yang ditujukan kepada Iblis laknatuloh. Sebagai berikut :

“Apa yang engkau rasakan jika melihat salah seorang dari umatku yang hendak menunaikan ibadah Sholat?”.

“Aku merasakan badan panas dingin dan gemetar”.

“Mengapa demikian?”.

“Sebab, setiap hamba yang bersujud satu kali kepada Alloh, dan diniatkan dengan ikhlas. Maka sesungguhnya Alloh akan mengangkat satu derajatnya lebih tinggi”.

“Jika seorang dari umatku ber-Shaum?”.

“Tubuhku rasanya seperti terikat dan terkekang dengan kuat, hingga akhirnya dia ber-Ifthar (berbuka)”.

“Jika umatku berhaji dengan ketentuan yang benar?”.

“Maka aku seakan-akan seperti orang yang gila”.

“Jika dia membaca ayat-ayat Al-Quran?”.

“Aku akan meleleh laksana sepotong timah yang dipanggang diatas api yang panas”.

“dan, jika dia bersedekah?”.

“Hal itu sama saja dengan orang tadi membelah tubuhku dengan gergaji”.

“Mengapa begitu dahsyat sedekah umatku menimpa-mu?”. Tanya Rasululloh kepada tamunya.

“Sebab, dalam sedekah terdapat 4 keuntungan sekaligus yang dapat diperoleh. Diantaranya, keberkahan dalam harta yang dimilikinya, hidupnya akan disukai oleh orang lain, kemudian sedekah yang dia kerjakan tadi dapat menjadi hijab bagi dirinya dari siksa api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya”.

“Kemudian, apa yang dapat mematahkan pinggangmu dengan sekejap?”.

“Suara hentakan pasukan dan kuda-kuda perang yang berada di jalan Alloh”.

“Apa yang dapat melelehkan tubuh-mu hingga tak berbekas?”.

“Kesungguhan taubat, yaitu orang-orang yang sedang bertaubat”.

“Apakah yang dapat membakar hatimu?”.

“Istighfar yang dilakukan tiada henti dari siang hingga waktu malam”.

“Hal apa yang dapat mencoreng-coreng wajahmu?”.

“Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi”.

“Apa yang dapat menusuk dan membutakan matamu?”.

“Shalat fajar dari umat-mu”.

“Apa yang dapat menghantam kepalamu dengan keras?”.

“Shalat yang dilakukan secara berjamaah dan dilakukan dengan tertib”.

“Apa yang paling menggangumu?”.

“Majelis para ulama yang tulus demi kemajuan umat Islam”.

“Bagaimana caramu makan?”.

“Dengan tangan kiri, sambil berdiri dan dengan jari-jariku”.

“Dimanakah engkau menaungi anak-anakmu ketika panas terik membakarnya”.

“Dibawah jari kuku manusia yang sengaja dipelihara (dipanjangkan)”.

Manusia yang menjadi teman setia Iblis

Kembali Rasululloh melanjutkan serangkaian pertanyaan yang ditujukan kepada Iblis laknatulloh yang datang bertamu ke rumah sahabat Anshor tersebut. “Siapakah kawan dekatmu, wahai Iblis laknatulloh?”.

Tanpa ragu, Iblis pun menjawabnya, “Manusia para pemakan hasil Riba”.

“Siapa saja sahabat-sahabat terdekatmu?”.

“Para pen-zina”.

“Siapa saja yang gemar engkau jadikan teman saat tidurmu?”.

“Para pemabuk, para penggemar minuman yang mengandung Khamr (alkohol dalam segala jenis minuman keras lainnya)”.

“Siapa tamu-tamu yang engkau nantikan?”. Lanjut Rasululloh SAW.

“Para pencuri, yaitu orang yang gemar mangambil apa yang bukan menjadi hak-nya (termasuk korupsi dan penipuan)”.

“Siapa orang-orang menjadi utusan-mu?”.

“Para tukang sihir (termasuk dukun-dukun yang berkawan dengan jin)”.

“Hal apa yang membuat dirimu bergembira?”.

“seseorang yang bersumpah dalam hal cerai”.

“Siapa yang menjadi kekasihmu, kaum iblis?”.

“Orang-orang yang meninggalkan sholat Jumat, dilakukan dengan sengaja tanpa ada alasan yang memperkuatnya”.

“Siapa mereka diantara kaum manusia yang paling membahagiakanmu?”.

“Orang-orang yang meninggalkan kewajibannya untuk shalat 5 waktu dengan sengaja”.

Ketidakberdayaan Iblis dihadapan orang yang ihklas

Rasululloh SAW. kemudian bersabda :

“Segala puji bagi Alloh yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu wahai Iblis laknatulloh”.

Kemudian iblis langsung menimpali sabda Rasululloh tersebut :

“Tidak, sungguh tidak benar… karena tidak akan ada kebahagiaan selama aku ditangguhkan (untuk merusak manusia) hingga hari akhir”.

Kemudian iblis pun melanjutkan pernyataan-nya : “Bagaimana mungkin engkau dapat berbahagia atas umatmu, sementara aku dapat masuk hingga kedalam aliran darah mereka, dan mereka tidak diberikan kemampuan untuk dapat melihatku”.

“Demi yang menciptakan diriku dan memberikan kesempatan bagiku hingga akhir zaman, sesungguhnya aku akan berusaha sekuat daya untuk menyesatkan mereka semuanya”.

Iblis pun melanjutkan pernyataannya. “Akan aku sesatkan baik mereka yang bodoh, atau yang pintar, baik mereka yang dapat membaca atau yang buta huruf, mereka yang durjana maupun mereka yang soleh; terkecuali bagi mereka hamba Alloh yang memiliki keikhlasan dalam hidupnya”.

“Siapa menurutmu orang yang ikhlas dalam hidup ini?”. Bertanya Rasululloh SAW kepada iblis dihadapannya.

“Tidakkah engkau tahu, wahai Muhammad… Bahwa barang siapa yang mencintai emas dan perak, maka ia bukan termasuk orang-orang yang ikhlas. Jika engkau perhatikan seseorang yang tidak menyukai dinar maupun dirham, tidak menyukai puji-pujian dan sanjungan, maka aku dapat pastikan bahwa dirinya adalah orang yang ikhlas dalam hidupnya, dan aku akan segera pergi meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan, dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia; maka sesungguhnya dia akan sangat patuh padaku”.

Barisan tentara iblis yang tugasnya menyesatkan manusia

Demikian iblis memberi tahukan kepada Rasululloh SAW. tentang sepasukan iblis yang selalu siap sedia menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Alloh SWT.

“Tahukah kamu, Muhammad.. bahwa aku memiliki 70.000 anak. Dan dari masing-masing anakku itu memiliki 70.000 syaitan yang akan senantiasa menyesatkan manusia”.

“Sebagian dari mereka ada yang aku tugaskan untuk menggangu para ulama. Sebagian yang lain ditugaskan untuk mengganggu anak-anak muda untuk makin jauh dari Alloh, sebagian lagi aku tugaskan untuk menggangu para orang-orang yang lebih tua. Sebagian lain khusus aku tugaskan untuk mengganggu para kaum perempuan dengan segala cara, sebagian lainnya juga khusus aku tugaskan untuk menggangu mereka; para zahid”.

“Sesungguhnya aku memiliki anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada saat sebagian umat muslim yang taat shalat berjamaah. Tanpanya, maka umat manusia tidak akan pernah merasa mengantuk pada saat shalat berjamaah akan didirikan setelah iqamat diperdengarkan”.

“Selain itu, aku juga memiliki anak yang tugasnya menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan tausiyah atau ceramah keilmuan Islam yang dibawakan oleh para ulama yang lurus; sehingga mereka akan terkantuk-kantuk hingga tertidur, dan pahalanya terhapus”.

“Aku juga punya anak yang senang berada di lidah-lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada sesama-nya, dengan demikian 99% pahalanya akan terhapus dan dirinya hanya akan mendapat kesia-siaan”.

“Pada setiap seorang perempuan yang sedang berjalan, maka anak-anakku dan segolongan syaitan yang lain akan duduk dipinggul, di-dadanya dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya”.

Kaum Syaitan akan berkata, “keluarkan tanganmu!”. Lalu segolongan manusia menurutinya, mengeluarkan tangannya, lalu syaitan pun menghiasi kuku-kukunya.

“Mereka, anak-anakku selalu menyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lainnya; tujuannya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari ke-ikhlasan mereka”.

Dengan bangga Iblis merendahkan suaranya, dan berkata, “Akhirnya mereka akan menyembah Alloh tanpa didasari rasa ke-ikhlasan, namun manusia tersebut tetap tidak merasakan hal itu”.

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa ada rahib yang telah beribadah kepada Alloh selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya dapat sembuh dengan seketika. Maka aku terus-menerus menggoda-nya hingga dia melakukan perbuatan zina, membunuh, dan akhirnya kufur”.

Cara-cara Iblis menggoda Manusia

Perbincangan antara Rasululloh SAW. bersama para sahabat, dengan Iblis yang sedang ditugaskan untuk mendatangi majelis tersebut terus berlanjut. Kemudian Iblis pun bersedia membeberkan, bagaimana cara-cara yang ditempuh oleh Iblis laknatulloh untuk menggangu kaimanan umat manusia.

“Tahukah kau Muhammad, bahwa dusta berasal dariku. Karena akulah makhluk pertama yang berdusta”. Iblis pun melanjutkan.

“Para pendusta adalah sahabat terbaikku, barangsiapa bersumpah dengan berdusta, maka ia aku jadikan sebagai kekasihku”.

“Tahukahkah kau wahai Muhammad, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa; dengan nama Alloh bahwa aku seakan-akan benar-benar menasehatinya”.

“Sumpah dusta tidak lain adalah kegemaranku!”.

Ghibah (bergunjing/ bergosip) dan Namimah (mengadu domba) adalah kesenanganku!”.

“Dan, kesaksian palsu adalah kegembiraanku!”.

Bagi orang-orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya, maka ia berada dibibir jurang dosa; walaupun hanya sekali dan walaupun dirinya benar. Sebab, barang siapa yang membiasakan dirinya dengan kata-kata cerai, maka isterinya menjadi haram baginya. Kemudian, dia akan beranak-cucu hingga hari kiamat kelak. Pada akhirnya, anak-anak keturunannya akan saling berzina tanpa mereka sadari. Dengan demikian, hubungan mereka menjadi haram. Segala malapetaka ini diawali dari mudahnya mengatakan kata “ CERAI ”.

“Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu itu banyak yang suka mengulur-ulur waktu shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, maka aku tempelkan bibirku ke telinga-nya; aku bisikan padanya bahwa waktu shalat masih tersisa lama lagi, dirinya masih dalam keadaan sibuk, lalu dia kan terus menunda-nundanya hingga waktu shalat dengan segala keutamaannya akan lewat. Akhirnya dia akan menunaikan shalat diluar waktunya, maka sesungguhnya pada hari perhitungan kelak; ibadah shalat mereka itu akan dipukulkan ke-mukanya”.

“Jika umat manusisa berhasil mengalahkanku, maka akan aku biarkan dirinya shalat. Namun kemudian, akan senantiasa aku bisikan tepat ditelinga-nya : ‘lihatlah ke kiri dan kanan-mu’, dan ia pun akan menoleh kian kemari. Pada saat itu pula akan aku usap dengan tanganku dan kuciumi keningnya; serta aku katakana bahwa shalat-nya tidak sempurna, shalatnya tidak sempurna; dirinya pun akan ragu-ragu dalam shalatnya termasuk bilangan rakaat, maupun surat dan doa yang diucapkan”.

“Bukankah engkau tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang dalam shalatnya banyak menoleh; mereka akan dipukul”.

“Jika manusia melakukan shalat secara munfarid (sendirian), maka akan aku suruh dirinya untuk bergegas-gegas, sehingga ia pun akan shalat layaknya seekor ayam yang mematuk-matuk beras dihamparan tanah”.

“Dan jika memang dia berhasil mengalahkanku, maka dirinya akan shalat secara bersama-sama (berjamaah). Akan aku ikatkan tali ke lehernya, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam dan meletakkan-nya sebelum sang imam melakukan hal itu”.

“Engkau pun tahu, wahai Muhammad bahwa dengan berlaku seperti itu makan batal-lah shalatnya dan wajahnya akan berubah layaknya wajah keledai”.

“Dan, jika memang dirinya berhasil pula mengalahkanku; akan aku tutup lubang hidungnya hingga akhirnya dia akan menguap dalam shalatnya. Jika dia tidak dengan sekuat tenaga untuk menutupnya, atau menutupnya dengan tangan kiri-nya; maka se-pasukan syaitan akan masuk kedalam dirinya, hingga menjadikan dirinya makin serakah dan gila akan kenikmatan dunia yang sekedar fana sifatnya”.

“Dengan demikian, mereka akan semakin taat kepadaku”. Cetus setan dengan nada suara bangga.

“Wahai Muhammad, uswatun khasanah. Sebetulnya, kebahagiaan apa untukmu? Sedangkan aku senantiasa membisikan para kaum miskin; aku perintahkan mereka agar meninggalkan shalatnya. Aku katakan pada mereka ‘tidaklah wajib bagi dirimu untuk shalat, karena shalat itu hanya diwajibkan bagi mereka yang berkecukupan hidupnya dan berbadan sehat. Sedangkan orang yang miskin dan sakit-sakitan seperti dirimu tidak diwajibkan untuk shalat, andai saja kehidupanmu berubah, nasibmu berputar dan berubah lebih baik maka barulah engkau jalankan perintah shalat itu’. Dan sebagian umat manusia yang miskin dan tidak beriman akan mengikuti bisikanku itu”.

Bagi orang macam itu, maka ia akan mati dalam kekafiran yang nyata. Jika dirinya mati sambil meninggalkan perintah shalat, maka Alloh akan menjumpainya dalam kemurkaan.

“Wahai Muhammad, sungguh jika aku berdusta padamu tentang hal ini maka Alloh akan menyapuku menjadi debu yang berterbangan ditiup angin”.

Wahai Muhammad, kekasih Alloh.. Apakah kau akan bergembira dengan umatmu, padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Din Islam, ajaran Islam kebenaran?!”.

Sepuluh permintaan Kaum Iblis kepada Aloh SWT

Ketegaran Rasululloh SAW. sungguh sedang diuji dihadapan tamunya ini, Iblis laknatulloh. Menyadari bahwa umatnya yang begitu dicintainya akan senantiasa diintai oleh godaan bertubi-tubi dari pasukan Iblis yang akan menyesatkan umat manusia dari keimanan hingga datang hari kiamat kelak. Kemudian, Rasululloh SAW. pun melanjutkan pertanyaan-nya, untuk dijadikan pelajaran bagi para sahabat yang hadir dan seluruh umat Islam yang istiqomah mematuhi ajaran Islam yang lurus dan senantiasa mewaspadai segala bentuk godaan Iblis hingga akhir zaman. Berikut pertanyaan Rasululloh SAW. kepada Iblis.

“Berapa banyak perkara yang engkau pinta dari Allohu Robbul’alamin?”.

“Ada Sepuluh macam perkara!”.

“Sebutkan padaku satu per satu dengan jelas”. Perintah Rasululloh kepada Iblis.

“Aku minta agar Alloh membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Alloh pun mengizinkan. Dan Alloh berfirman ‘Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak, dan janjikanlah mereka; tidaklah janji syaitan itu kecuali tipuan’ (QS. Al-Isra: 64)”.

Iblis melanjutkan, “(adalah) Harta yang tidak dizakatkan, maka akan aku makan darinya. Aku juga akan makan dari makanan yang haram dan yang bercampur dengan Riba, dan aku juga akan makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Alloh (basmalah)”.

“Akupun meminta agar Alloh membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istri-istri mereka yang dilakukan tanpa mengharapkan perlindungan dari nama Alloh; dengan demikian syaitan akan ikut bersamanya dan anak-anak yang dilahirkan pun akan cenderung pada kepatuhan kepada godaan syaitan”.

“Aku mintakan kepada Alloh, agar aku dapat ikut bersama-sama dengan orang yang berkendara dengan bukan untuk tujuan yang halal. Seungguhnya di dalam kendaraan itu hatinya tidaklah tenang, karena maksiat yang akan mereka perbuat. Namun, belaianku akan membawanya makin mendekati pada kemaksiatan itu. Kecuali bagi mereka yang beristighfar dan berpaling dari niat buruk mereka itu”.

“Aku minta kepada Alloh untuk menjadikan kamar mandi sebagai rumah kesayanganku”.

“Aku minta kepada Alloh agar pasar-pasar (mall dan tempat hiburan lainnya) sebagai masjidku”.

“Aku minta agar Alloh menjadikan syair-syair (lagu maupun puisi picisan) sebagai Quran-ku”.

“Aku minta agar Alloh menjadikan para pemabuk sebagai teman-teman tidurku”.

“Aku mintakan kepada Alloh agar memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat (membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak berguna) sebagai saudara-saudara karibku”.

Alloh berfirman, “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaitan” (QS. Al-Isra: 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Alloh membuatku bisa melihat kaum manusia sedangkan mereka tidak dapat melihatku; dan Alloh mengabulkannya”.

“Dan aku meminta agar Alloh memberikanku kemampuan untuk dapat mengalir didalam aliran darah manusia, dan Alloh pun mengabulkan”.

Alloh menjawab “Silahkan”. “Dan aku bangga akan hal ini hingga hari kiamat kelak. Karena sebagian besar manusia akan bersamaku pada hari kiamat kelak”.

Iblis berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun; aku hanyalah dapat membisikan dan menggoda manusia”.

Karena jika memang aku bisa menyesatkan mereka, maka tidak akan aku sisakan seorangpun untuk berpaling dari Dinulloh (ajaran Islam) yang benar”.

Sebagaimana dirimu pula, Muhammad. Sedikitpun engkau tidak mampu mengkaruniakan hidayah pada seseorang pun, sedangkan engkau hanya seorang Rasul yang bertugas menyampaikan Amanah Alloh”.

Karena memang jika benar engkau mampu memberikan hidayah itu, maka tak akan kita dapati seorangpun yang kafir dari ajaran Islam yang benar; karena sesungguhnya begitu besar cinta-mu kepada seluruh umat-mu”.

Sedangkan engkau hanya dapat menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara”.

“Orang-orang yang berbahagia adalah orang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditentukan dan ditulis untuk sengsara semenjak dalam kandungan ibunya pula”.

Kemudian, Rasululloh SAW. lalu membacakan sebuah ayat, “Mereka akan terus berselisih, kecuali orang yang dirahmati oleh Alloh SWT” (QS. Hud: 118-119). Dan kemudian, ia pun membacakan, “Sesungguhnya ketentuan Alloh pasti berlaku” (QS. Al-Ahzab: 38).

Kemudian iblis pun berkata, “Wahai Rasululloh, sungguh takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha suci Alloh yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul sebelum dirimu, pemimpin penduduk Adn’ –surga yang abadi; dan yang telah menjadikanku pemimpin makhluk-makhluk yang celaka, dan pemimpin penduduk neraka. Akulah si celaka yang terusir, ini adalah akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai Habibulloh, dan sungguh tiada dusta dalam jawaban yang telah aku berikan”.

Kamis, 11 Juni 2009

Suku Hmong, Perspektif Cinta, Sex & Local Wishdom..


Lumayan lama gue punya kegemaran nonton documentary film di National Geographic Channel. Ada banyak pengetahuan dan cerita, tentang banyak hal. Bonusnya, pengetahuan itu semua disajikan lewat media audio visual yang digarap super serius; jadi hasilnya pasti juara banget!

Satu waktu gue nonton film dokumenter di NatGeo yang isinya tentang ritual khusus 'perayaan cinta' suku Hmong yang menghuni wilayah pedalaman utara Vietnam yang berlansekap pegunungan dan berbatasan langsung dengan China. Banyak dari suku-suku penghuni wilayah pegunungan ini yang hidupnya mengasing jauh kedalam, terpisah jarak antara gunung yang satu dengan lainnya. Kehidupan mereka terbilang sangat subsisten (basic needs) dan sangat sederhana. Bisa disamakan dengan suku Badui di daerah Ciboleger, Banten atau bahkan suku Dani di Lembah Baliem, Papua.

Selayaknya suku yang terpencil, kehidupan mereka sangat minim inovasi dengan segala prosedur tingkah-laku yang diatur berdasar kepada tradisi serta kebiasaan leluhur. Selain cara bercocok tanam dan berladang, kehidupan pernikahan pun terikat erat dengan tradisi kebiasaan leluhur mereka. Walaupun tradisi mereka tidak melarang untuk memilih pasangan hidup, namun perjodohan antar keluarga menjadi tata-cara yang sangat jamak dipilih sebagai ketentuan nasib seorang anggota suku Hmong yang dianggap mencapai usia yang cukup. Bagi mereka yang diperjodohkan, tetap menempatkan pernikahan mereka sebagai lembaga yang sakral dan suci; kesetiaan merupakan pondasi dasar pernikahan mereka. Ketidaksetiaan dalam pernikahan merupakan 'dosa' terbesar yang sulit termaafkan. Seperti hubungan sex diluar pernikahan dan dilakukan setelah menikah, pelakunya akan diancam ganjaran hukuman yang lebih keras dibandingkan dosa melakukan pembunuhan. Poligami tidak dikenal dalam hukum hidup suku Hmong. Pernikahan dilakukan satu kali seumur hidup, dengan satu orang yang sama kecuali pasangan mereka meninggal. Angka perceraian pun hampir nol.

Namun ada satu tradisi otentik yang membuat suku Hmong unik, berbeda, dan istimewa dibandingkan suku-suku lain dari segala penjuru dunia ini, adalah Love Market Tradition. Love Market Tradition (Tradisi Pasar Cinta) diadakan cukup satu hari dalam setahun. dan, bagaimana tradisi perayaan ini menjadi begitu istimewa?

Tradisi ini adalah satu tradisi yang ditunggu kehadirannya setiap tahun, diikuti oleh seluruh suku-suku Hmong yang terpisah jarak antara jajaran gunung yang sangat berjauhan. Pesertanya pun terdiri dari berbagai usia mulai remaja, dewasa, bahkan usia paruh baya hingga senja. Baik yang sudah menikah maupun masih lajang. "Tradisi Pasar Cinta" adalah satu hari dimana hukum kesetiaan pernikahan dan larangan berhubungan sex diluar ikatan pernikahan ditinggalkan selama sehari-semalam. Pada perayaan ini, setiap orang memiliki kebebasan memilih pasangan one night stand-nya dengan bebas. Tapi jangan buru-buru menyangka tradisi ini dilakukan layaknya pesta orgy (pesta sex) yang liar. Tradisi ini dilakukan dengan unsur tata krama adat yang dihormati.

Tradisi Pasar Cinta dimulai pada hari pertama pergantian tahun berdasarkan penanggalan suku Hmong, atau tepat setiap 365 hari sekali. Perayaan dimulai pada pagi hari, dimana seluruh anggota suku Hmong yang terpisah antar gunung berduyun-duyun menuju desa Khau Vai sebagai tempat diadakannya tradisi love market ini. Dengan pakaian adat khas yang colorful sebagai pakaian terbaik yang mereka miliki, orang Hmong mencapai tempat acara setelah melakukan perjalanan berjam-jam bahkan hingga berhari-hari. Sebagaian menggunakan motor, namun jauh lebih banyak yang berjalan kaki mengingat medan perjalanan yang bergunung-gunung.

Di tempat ini layaknya pasar yang dibuka setahun sekali, ada banyak barang-barang kebutuhan yang dijajakan dan umumnya masih menggunakan sistem barter untuk transaksi. Selain itu, Love Market Tradition juga belum lengkap tanpa arak beras yang khas buatan 'orang Hmong'. Ada tarian-tarian, pertunjukkan musik, atau sekedar pertemuan kerabat yang terpisah selama bertahun-tahun. Menjelang malam Love Market makin meriah, karena inilah saat terakhir bagi mereka untuk mendapatkan 'pasangan tidur semalam'. Arak semakin banyak dituangkan ke gelas-gelas kosong, menumbuhkan rasa percaya diri dan kepribadian mereka yang selama setahun terpendam. Bagi usia remaja yang bertujuan mencari jodoh, si laki-laki akan merebut barang-barang perempuan sebagai simbol dirinya menaruh minat para perempuan itu; barang yang diambil dapat berupa penutup kepala, tas, selendang, atau benda apapun yang dipakai perempuan tadi. Jika si perempuan juga berminat, maka benda miliknya tidak akan diminta kembali dan malam itu akan mereka habiskan bersama. Pada umumnya juga pernikahan pada suku Hmong terjadi jika si perempuan hamil, dan si laki-laki akan datang melamar.

Sedangkan pada peserta perayaan yang usia-nya lebih tua dan telah menikah, tidak ada acara saling mengambil barang sebagaimana usia remaja melakukannya. Mereka cukup berpandangan, kemudian pihak laki-laki berinisiatif menghampiri, dan si perempuan akan menyuguhkan arak sebagai tanda persetujuan; kemudian malam pun akan mereka habiskan bersama. Sebagian hubungan one night stand ini mereka lakukan tanpa saling mengenal sebelumnya, namun sebagian yang lain dilakukan oleh para mantan kekasih mereka yang tidak ditakdirkan berjodoh karena hukum perjodohan pada suku mereka. Kesetiaan pernikahan akan hilang cukup dalam jangka waktu satu malam. Karena setelah perayaan 'Pasar Cinta' berakhir keesokan harinya, kehidupan mereka akan kembali sebagaimana semula. Suami yang bertanggung jawab menjadi pelindung keluarga dan istri yang akan setia memegang teguh norma pernikahan yang kuat berdasarkan hukum tradisi suku mereka.

Heran? mungkin sebagian dari kita akan berpikiran demikian. Tapi, bagi saya perayaan Love Market ini membuat saya Amaze. Bagaimana hukum kesetiaan dalam pernikahan sangatlah kuat, tanpa mengenal istilah perselingkuhan, perceraian atau bahkan poligami. Namun mereka menciptakan tradisi yang sangat kontradiktif, dan secara bersamaan begitu permisif; luar biasa. Jika dikonversi dalam peribahasa akan terdengar 'Kemarau selama setahun, dibayar dengan hujan sehari'. Kapan ya saya bisa pergi berkunjung ke Vietnam, khususnya ke desa Khau Vai untuk menyaksikan Love Market of Hmong Tribe..


Jumat, 29 Mei 2009

Ladies Parking dan Cedera Paham Feminisme


Ladies Parking

Coba deh, berapa kali temen-temen pergi ke Mal, dalam seminggu? atau sebulan?. Kayaknya Mal emang udah jadi bagian dari kehidupan banyak manusia yang hidup di Jakarta. Mulai dari sekedar belanja-belanja, ngopi-ngopi, nonton film, pacaran, urusan meeting, dan bahkan untuk acara reuni temen lama, arisan, perayaan ulang tahun; Mal jadi situs primadona. Temen gue sendiri menyebut Mal sebagai 'all-in-one' place for 'multipurposes', semua deh ada disini..hehe tentunya terlepas dari opini kamu yang setuju atau nggak. Mal udah makin menjadi tempat yang sulit dilepas dari kehidupan kita yang tinggal di Jakarta ini. Mulai dari anak balita, ABG, dewasa, sampe kakek-nenek; Mall welcomes you all =)

Tetapi dibalik karakteristik Mal yang sangat egaliter tadi, terselip satu 'noda' yang mengandung sifat eksklusif; ironisnya noda itu dalam hal isu gender. Yaitu, munculnya fenomena Ladies Parking. Ladies Parking seperti yang kita sama-sama tau, adalah spot parkir yang khusus disediakan bagi kaum perempuan yang mengendari sendiri mobilnya. Lokasi parkir untuk Ladies Parking sendiri terbilang sangat strategis, dengan posisinya yang mendekat ke akses-akses pintu masuk Mal. Nggak ayal kalo spot parkir macam ini cukup jadi incaran bagi para pengendara mobil, baik laki-laki maupun perempuan.

Fenomena Ladies Parking merebak hampir diseluruh Mal di Jakarta ini, seakan-akan muncul kesan yang halus, "nggak modern kalo Mal nggak ada Ladies Parking-nya". Fenomena ini pun mulai terjadi nggak lebih atau sekitar 2 tahun kebelakang, atau terbilang sebagai fenomena yang masih baru. Terus kenapa diatas, Ladies Parking gue sebut sebagai "Noda"?

Disini permasalahannya, mungkin sebagian dari kita; agak kurang skeptis. Coba aja kalo kaum perempuan mau sedikit aja skeptis sama fenomena yang ada. Kalo gue ditanya tentang hal ini, dan gue diumpamain sebagai perempuan, jelas gue bakal tersinggung. Loh emangnya kenapa, bukannya malah enak? Emang enak sih, tapi justru malah kenapa-kenapa banget! Kalo gue perempuan, mungkin komentar gue pertama kali "emangnya gue gak mampu nyari parkir sendiri apa? mesti pake disediain segala.." atau "sori yaa.. mungkin mereka yang difabel yang lebih butuh perlakuan istimewa kayak begini..".

Intinya gue sebagai laki-laki (^_^) sama sekali bukan iri, apalagi jealous. Cuma, bukan selama ini kah perempuan yang selalu minta diperlakukan sejajar? Idiom-idiom emansipasi yang bikin kaum perempuan makin seksi dari sebelum-sebelumnya. Gue pikir, kaum perempuan mesti lebih sedikit kritis sama sesuatu yang ada disekitarnya dan menyangkut kepentingan dirinya sendiri. Kartini sendiri, seorang pejuang emansipasi itu; kalo seumpama disediain lahan parkir khusus (ladies parking) mungkin bakal nolak mentah-mentah..hehe, atau coba ambil satu contoh pengalaman temen gue yang sempet kuliah di London. Ceritanya itu dia naik Underground sepulang dari part time job-nya, pas waktu busy hour. Keadaan kereta penuh sesak, dan masuklah seorang penumpang wanita hamil yang perutnya udah cukup besar. Tangan kanan-nya nenteng kantong belanjaan plastik, sedangkan tangan kiri-nya lekat-lekat memegang clutch bag-nya. Nah, sebagai seorang gentlemen, temen gue ini bermaksud baik menawarkan tempat duduknya. tapi apa yang terjadi kemudian?

mhsw: "excuse me.. Ms, you can take my seat, please."
ibu2: "whats? so just becos i'm pregnant, you think i need your bloody seat then?" lanjutnya.
ibu2: "i don't need your's, but thanks. i would've asked if i need it"
mhsw: "yes mam, i'm sorry.." loh kok berubah jadi mam? hehe

*dari situ dia baru sadar kenapa cowok-cowok yang duduk deket ibu hamil tadi nggak nawarin duduk. Mau berniat baik ternyata nggak selalu berbuah pujian, terkadang umpatan :) hehe..

Kembali ke fenomena Ladies Parking tadi, kalo dipandang secara simbolis sendiri, maaf, spot Ladies Parking (eg. Plaza Senayan) letaknya sejajar dengan lahan parkir yang disediakan bagi mereka yang berkursi roda. Artinya ada keasamaan perlakuan disini. Sekali lagi maaf, sama sekali tanpa sebersit maksud gue mengecilkan kaum difabel. Tapi bukan kah sewajarnya jika saudara-saudara kita yang difabel, dan berkursi roda butuh perlakuan yang lebih istimewa. Bahkan, sering kali mereka yang difabel mempunyai semangat kemandirian yang melebihi kita sebagai manusia normal. Penghargaan gue yang sangat tinggi untuk saudara-saudara difabel.

Emansipasi Wanita, parkir dimana?

Bukan barang baru kalo tuntutan persamaan antara kaum perempuan dengan laki-laki disuarakan sejak lama. Seperti dalam hal pekerjaan, peran dalam politik, pendidikan, hingga keluarga. Dan hampir kesemuanya, kaum perempuan mendapatkan posisi yang lebih baik dari waktu ke waktu, bukan?. Misalnya, sekarang nggak ada lagi profesi pekerjaan yang sepenuhnya didominasi laki-laki. Mulai dari kondektur bus kota, sopir transjakarta, sampe pilot pesawat udah sama-sama diisi baik laki-laki maupun perempuan. Indonesia pernah punya presiden perempuan, bahkan Amerika belum pernah. Kursi bagi kaum perempuan baik di parlemen maupun kabinet pemerintah makin tahun makin bertambah. Pendidikan berlaku sejajar baik laki-laki maupun perempuan, Dirut pertamina; BUMN terbesar pun diduduki oleh perempuan. Tapi kenapa untuk urusan parkir dibeda-bedakan yah?

Sayang sekali kalo untuk urusan yang sederhana ini kita sendiri kurang perhatian. Sedikit pun rasa hormat gue nggak berkurang untuk kaum perempuan. Tapi, akan lebih wise kalo kesadaran ini muncul dari perempuan sendiri, bukan? tuntutan untuk persamaan dalam perlakuan akan lebih 'deligent' jika berangkat dari kaum-nya sendiri.

Coba bagaimana dengan pendapat teman-teman deh, khususnya yang perempuan, perempuan yang nyetir mobil sendiri, yang selama ini dimanjakan oleh ladies parking. (loh kok jadi ikut-ikutan eksklusif juga sih? hehe..) Oke deh, menurut lo semua gimana, kawan?

Sabtu, 04 April 2009

Melawai Masa Sekarang dan Jelajah Kuliner Jakarta


Melawai dan Sisa-sisa Kejayaan Era New Wave..
Bagi siapapun yang hidup dan besar pada masa 80-an tentu kenal betul dengan daerah Melawai, Jakarta Selatan. Karena pada masa-nya, Melawai diibaratkan sebagai 'hulu-ledak' dari simbol pergaulan anak Jakarta. Iya, memang daerah Melawai menjadi daerah primadona anak muda 80-an dalam hal pergaulan; atau jaman sekarang sering disebut dengan tempat 'eksis'. Daerah Melawai bak ajang eksistensi diri, dan akan sangat jamak ditemui sekumpulan anak muda yang sedang kumpul-kumpul sambil 'mejeng' di-depan mobilnya. Kata-kata semacam "Gile ciiing.."atau "Bo'il Baru Gua Nih.." juga akan sering kita temui.Pamor Melawai bahkan sama pentingnya dengan istilah "anak Menteng" pada medio 70-an silam.

Sejurus dengan penuturan dari cerita Om-om dan Tante-tante saya sendiri, sebagai aktor pelaku dari masa kejayaan Melawai, bahwa daerah Melawai dan sekitarnya memang dijadikan sebagai tongkrongan favorit muda-mudi 80-an untuk JJS (jalan-jalan sore). Atau, disekitaran Melawai juga dapat ditemukan pertunjukkan spontan dari anak-anak muda yang asik menari 'break dance' atau 'tari kejang' di pinggiran jalan Melawai. Pilihan musik yang menjadi playlist tetap diantaranya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Lionel Richie, Michael Jakson, Stevie Wonder, TOTO, dan sebagainya. Anak-anak muda-nya sendiri memiliki gaya penampilan yang identik satu dengan yang lain, dan bukan anak gaul 80-an namanya kalo melewatkan item-item fashion berikut ini. Diantaranya kacamata aviator Ray Ben, celana jeans Baggy dan legging, kemeja gombrong, sepatu Adidas putih model samba, hingga head ban berwarna mencolok. So, jangan terlalu bangga dulu anak muda generasi sekarang yang merasa mereka-lah sebagai pemangku trend fashion terbaik. Untuk memudahkan gambaran kita bagaimana sosok anak muda pergaulan Melawai tahun 80-an, bisa kita mengambil film 'Catatan Si Boy' sebagai referensi utama-nya.

Kembali ke Melawai hari ini. Setelah jarak belasan tahun berselang hingga sekarang, kita akan mendapati jajaran bangunan baru berupa kantor, restoran, dan toko yang makin bertambah padat; belum lagi ditambah dengan kesemrawutan jalan raya-nya. Diluar hal itu, daerah Melawai nyaris tidak mengalami perubahan yang signifikan. Plaza Melawai sendiri yang menjadi poros utama, sama sekali tidak mengalami perubahan bentuk yang berarti. Gedungnya tampak kotor dan kusam berkarat disana-sini. Tepat didepan Plaza Melawai dihiasi deretan Bajaj dan Metro Mini yang nge-tem sembarangan untuk menunggu para calon penumpang. Sedangkan pada bagian dalam-nya, suasana Plaza Melawai yang sumpek dan panas menjadi ciri khas utama. Tempat parkir yang becek dan kurang tertata baik masih akan kita jumpai, lorong-lorong kecil yang menjadi jalur penghubung antar blok juga belum berubah, dan pedagang kaki lima menjadi pelengkap identitas Melawai sekarang.

Makan di Daerah Melawai, Dari yang Grossy Sampai Fancy..
Daya tarik Melawai saat ini, selain tempat belanja perhiasan emas dan berlian, dan fashion item 'aspal'; pastinya juga menawarkan segudang pilihan tempat makan yang berselera. Mulai dari kelas kaki lima hingga kelas internasional yang eksklusif. Daerah Melawai sendiri menjadi surga bagi para penikmat Sushi dan Sashimi. Orang bilang, belum makan Sushi beneran kalo belum makan di restoran Jepang daerah Melawai. Umumnya restoran-restoran Jepang dan Korea yang berada di kawasan Melawai sangat tertutup dan eksklusif. Tempat-tempat ini menjadi pilihan utama para ekspatriat dari daerah Asia Timur seperti Korea, Jepang, Taiwan dan China. Malah konon kabar-nya, di dalam restoran-restoran dengan pengunjung kaum terbatas di daerah Melawai ini menjadi tempat pertunjukan tarian tradisonal Jepang dilengkapi dengan para Geisha yang sebagian langsung didatangkan dari negara matahari terbit itu. Kabar terbaru yang saya dapatkan, malahan salah satu restoran Jepang disini memiliki chef ahli yang mampu mengolah dan menyajikan menu ikan Fugu yang terkenal itu, wow sensasional..!!

Bagi saya tempat favorit untuk makan di daerah Melawai adalah Bakmi GM (Gajah Mada). Sebelum muncul waralaba-nya di mal-mal seputaran Jakarta, hanya disini dan jalan Gajah Mada saja bisa kita temukan restoran bakmie yang terkenal ini. Lokasinya tepat berada diseberang Plaza Melawai, tepatnya di lantai 2 & 3 gedung itu. Dijamin, dengan dekorasi ruangan yang tidak dirubah maka nostalgia kita dengan masa kecil dulu (hehe..) akan terobati.

Ada banyak pilihan tentu saja untuk makan di daerah Melawai selain bakmie GM tadi, tapi saya tidak akan menuliskan semuanya. Sekarang mari kita beranjak ke makanan khas kaki lima di daerah Melawai. Selain pilihan Sop Kaki Sapi, Mie Ayam Bangka, sajian Ular Kobra, Chinese Food, beragam menu Soto yang semuanya terhampar dalam lapak-lapak nomaden beratap terpal; saya tertarik untuk menceritakan satu menu makanan yang sangat mungkin belum banyak orang akrab mendengar-nya, yaitu Soto Ranjau. Memakan makanan ini mengingatkan saya pada salah satu acara kuliner "Bizarre Food" di Discovery Travel & Living. Acara itu khusus meliput petualangan kuliner ke berbagai negara yang memburu makanan yang masuk kategori makanan aneh. Diantara beberapa episode yang pernah saya tonton antara lain Kalajengking Goreng Mentega dan Ular Saus Asam di Vietnam, Sate Kadal dan Biawak di China, Telur Embrio Bebek di Philipina, dan seterusnya. Walaupun Soto Ranjau yang akan saya ceritakan ini tidak se-ekstrem makanan-makanan yang diceritakan diatas.

Soto Ranjau pada dasarnya adalah Soto Ayam pada umumnya. Kuahnya sendiri bening, mengandung kaldu ayam yang tidak terlalu kental. Namun, perbedaan mendasarnya terletak pada isi dari Soto-nya. Jika Soto Ayam disajikan bersama Mie bihun dan so'un dan suir-suir ayam yang teriris rapih, maka Soto Ranjau berisikan sisa proses penyuiran daging ayam yang digunakan sebelumnya untuk Soto Ayam tersebut. Seperti ceker, kepala, leher, tulang dada ayam, tulang paha atas, dan buntut ayam. Untuk sebagian orang mungkin potongan-potongan ayam diatas tadi adalah bagian yang hilang saat disajikan; tapi berlaku sebaliknya untuk hidangan Soto Ranjau.

Mengisi Perut di Pasar Mayestik..
Jika makan di daerah Melawai sudah tamat kita jelajahi, satu tempat lain yang pantang untuk dilewatkan disekitar Jakarta; yaitu Pasar Mayestik. Sebuah situs belanja yang tetap berkibar keberadaan-nya hingga sekarang. Sebelum mal-mal yang modern secara masif berjamur di Jakarta pada awal 90-an, Pasar Mayestik merupakan tempat belanja bagi orang-orang berduit di-masa-nya. Pasar Mayestik yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan ini terbilang sangat strategis. Pasar Mayestik dijepit oleh daerah-daerah penting Jakarta. Sebelah timur-nya adalah kawasan Kebayoran Baru yang merupakan salah satu daerah pemukiman elit di Jakarta, sebelah utara adalah daerah Simprug (juga kawasan elit) dan Senayan. Sedangkan wilayah selatan mencakup daerah Radio Dalam dan Blok M; menjadikan Pasar Mayestik sangat mudah di-akses dari mana saja. Daya tarik utama dari Pasar Mayestik adalah deretan toko bahan dengan kualitas pilihan. Memang ada Pasar Baru di daerah Kota sebagai pilihan tempat berbelanja bahan yang mayoritas dikuasai oleh pedagang keturunan India, atau Pasar Tanah Abang di daerah Jakarta Pusat. Akan tetapi, Pasar Mayestik seakan memiliki daya magis tersendiri bagi para pelanggan-nya untuk kembali datang dan datang lagi.

Sedangkan bagi saya, Mayestik adalah tempat dimana cita rasa pilihan makanan dan jajanan pasar yang hebat bisa kita temukan. Memang pilihan makanan yang ditawarkan disini sama sekali nggak asing dan mungkin mudah dijumpai di tempat lain. Tapi soal rasa, beragam makanan di Pasar Mayestik sangat pantas diadu. Jika suatu waktu punya kesempatan mampir ke Pasar Mayestik, jangan lupa untuk mampir makan di sepanjang deretan koridor Esa Genangku hingga toko sepatu Bata. Disanalah tempat jajanan terlengkap dan terenak yang ada di Jakarta. Beragam menu pilihan seperti siomay, bakso, sate ayam, sate padang, mie ayam, soto mie, dan lain-lain bisa kita temukan. Bagi Anda yang ingin membawa oleh-oleh makanan untuk dibawa pulang, beragam jajanan pasar pun tersebar di segala penjuru pasar seperti kue rangi, kue pancong, kue cubit, kue tetek, kue pukis, panada, cakwe, harum manis, otak-otak, kerak telor, rujak ulek, rujak gohok, rujak serut, es cendol, es cincau, es durian, es sekoteng bandung, dan masih banyak lagi.

Memang ada berbagai tempat makanan dan jajanan lain seperti Jalan Sabang, Matraman, bioskop Megaria, Menteng Plaza, Jalan Roxy, Lapangan Blok S, Jalan Kemang, Jalan Pati Unus atau roti bakar Edi Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, dan lain sebagainya. Tapi nuansa nostalgia yang disuguhkan Melawai dan Pasar Mayestik memiliki nilai lebih yang sulit dicarikan penggantinya. Selamat menjelajahi beragam tempat makan menarik khas yang tersebar di daerah Jakarta.. salam Mak Nyuss! ^_^